Frames, Green, Rustle and Sweet Tea

Rindukah Kau Padaku

Rindukah Kau padaku?
Sebuah pertanyaan dari hati manusiaku
Seperti pertanyaan yang tak sempat diucapkan bocah kecil
Sederhana tanpa hiasan

Lelah terik dan debu di jalan ini
Haus mencekik seperti tak kenal ampun
Dingin malam juga enggan mengalah
Mematikanku, bisu tanpa air mata

Jasad ini meringkuk sendiri di bawah langitMu
Seperti ingin dipeluk begitu erat
Di bawah naungan awan dan dedaunan
Yang melakukannya tanpa cela dan prasangka

Pernahkah kau merindukan sujud-sujud itu
Dan mengusap dahiku yang begitu patuh
Jiwa ini begitu menyedihkan
Dan keangkuhan yang menikam begitu dalam
Hingga tak ada lagi sisa di cawan doaku
Hingga tak ada lagi letih di mata lututku
Dan Kau jauh telah mengembara entah dimana

Maha cahaya yang tak pernah redup
Apakah Kau menemukanku di antara puing-puing itu
Jari-jari ini bergetar mencariMu

Maha cahaya yang tak pernah berujung
Inilah batas-batas kemanuasiaanku
MempertanyakanMu di gurun luas ini
Sebuah pertanyaan di sisa-sisa nafasku
Rindukah Kau padaku?

********

Oleh seorang manusia yang bertanya kepada Penciptanya
Prima Hutabarat

Rindukah Kau Padaku

6 responses

  1. Karena sesunggunya aku yang senantiasa merindukan-Mu,
    Dalam setiap langkah seotku, hanya diri-MU yang setia mendampingiku.

    *stop”

    ntar jadi panjang, he he he

    3 October 2010 at 5:50 PM

    • Hhahahaha… lanjut aja harusnya…
      kalo manusia merindukan Tuhan itu biasa, tapi kalo Tuhan merindukan kita, itu sebuah pertanyaan…hahahahhaha…

      3 October 2010 at 7:09 PM

  2. DIA selalu merindukan kita.. pertanyaanya, seberapa rindu kita duduk berlutut bersyukur dan menangis untuk setiap ketidak rinduan, karena sedetik dia tak pernah jauh, hanya sejauh doa

    16 November 2010 at 10:44 AM

    • Bener juga ya mbak… hiks2 emang kita sih yang sebenernya bebal…😦

      16 November 2010 at 10:54 AM

      • gak bebal, hanya terlena oleh jiwa duniawi kita ajah.. bebal itu kan terlalu gimana gitzhuuu.. xi xi xi

        16 November 2010 at 11:21 AM

  3. nana

    setuju sama Mba Jumi🙂

    Dia selalu merindukan kita..merindukan sujud2 kita..
    Sadarkah kita, bhw begitu byk yg kita minta dariNYA..sedangkan Dia hanya meminta 1 hal dr kita “Cintailah AKU”
    Sadarkah kita, bhw begitu byk yg telah Dia beri utk kita..
    Saatnya kita bertanya “sudahkah kita memberi cinta kita utkNYA???”

    Dia selalu merindu cinta kita untukNYA…”Apakah kita juga selalu merindu CintaNYA?” ^_^

    21 January 2011 at 5:03 PM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s