Frames, Green, Rustle and Sweet Tea

Aku Menyerah Kepada Cinta

Aku menyerah kepada cinta
Yang menelanjangiku sedikit demi sedikit
dan mempermalukanku tanpa ampun
di sebuah altar dengan tangan terikat

Aku menyerah kepada cinta
Yang meraihku dari balik punggung
menancapkan pisau maha tajam bermata kebiruan
dan kemudian mengecupku tanpa rasa bersalah

Aku menyerah kepada cinta
Yang melepaskan jubah emas dan permata yang berkilauan
Mengajakku melalui lorong-lorong penuh darah dan air mata
Tangannya erat menggenggamku, penuh keyakinan

Aku menyerah kepada cinta
Sayap-sayap ini putus dan berserakan
Seperti malaikat yang telah rapuh dan tua
Ia mengubahku menjadi manusia biasa yang berjalan dan merasa lelah

Aku menyerah kepada cinta
Yang membuatku setegar gunung karang di tepian laut
meski cambuk duri melepaskan luka perih tak berperi
Ia masih di sana, menyembuhkanku tanpa berbuat apa-apa

Aku menyerah kepada cinta
Yang menghembuskan nafas saat aku tenggelam
Yang menundukkan amarah saat hati menjadi mati
Yang menorehkan tangis saat semua menjadi tidak sama

Aku menyerah kepada cinta
Ia mengatakan kepadaku dengan mulutnya yang bisu
Ribuan pesan dan rahasia
Yang tidak sempat aku tuliskan
Yang tidak sempat aku balas

***

Puisi ini ditulis tgl 18 June 2009 di ketinggian ribuan kaki di atas Alaska, US.

Aku Menyerah Kepada Cinta

11 responses

  1. aku menyerah kepada cinta
    yang seketika buat ku terdiam
    penuh tanya berbaur kata..

    29 September 2010 at 9:23 PM

    • Jiaaaaahhhhh…. lanjuuuuttttt… wuakakakakakaka :mrgreen;

      29 September 2010 at 9:26 PM

  2. Aku menyerah pada Cinta;
    Yang mampu mengubah seidhku menjadi senyuman🙂

    3 October 2010 at 5:47 PM

    • wah…ada senior puisi dateng, wakkakaka….

      3 October 2010 at 7:04 PM

      • Wah,,,senior kata mas prim…
        tp bener jg sih mas prim, kalau blh jujur aku termasuk anak yg telat bisa membacanya, kelas 2 SD, padahal adikku aja usia 3 th udah lancar baca,…tp begitu bisa baca langsung bisa bikin ouisi…jadi layaklah di sebut senior, ha ha haha

        *bercanda*

        12 October 2010 at 9:47 PM

  3. menyerah pada cinta??
    sungguh kah?
    aku tidak akan menyerah begitu saja pada cinta, yang justru mengatakan bahwa ada sebuah cinta yang menunggu ku di sana..

    9 October 2010 at 11:00 AM

    • hahahahah… “menyerah” disini bukan berarti berhenti mencari…
      tapi lebih kepada “kondisi orang yang sedang jatuh cinta”, he/she will give up everything…

      9 October 2010 at 11:21 AM

  4. dan aku menyerah pada cinta
    cinta yang menelanjangiku atas ketidak beryukuran
    aku menyerah pada cinta yang menghujamku pada keindahan
    aku menyerah pada cinta bahwa hidupku berarti
    meski terkadang aku sangat rapuh

    16 November 2010 at 10:34 AM

    • suit, suuuuiiitttt…. yang suka cinta-cintaan pasti koemn disini…gakGakGaK…

      16 November 2010 at 10:44 AM

      • kalo ga ada cinta.. apa partinya hidup ini.. hambar

        16 November 2010 at 10:46 AM

  5. nana

    Aku menyerah pada sang Maha Cinta aj deh…hehe🙂

    puisimu bagus Prim, ngemenk2 q pnasaran…boleh tau gak Prim asal-usul ni puisi?hehe..^_^

    21 January 2011 at 4:30 PM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s