Frames, Green, Rustle and Sweet Tea

Tips

Sapaan Baru

Iseng-iseng kemarin saya mengubah cara sapaan chatting yang biasa menjadi anti biasa, hihihih… ketularan Pak Mars ceritanya.

Mungkin hampir semua orang mempunyai sapaan standar saat memulai chat di media online seperti: Hi!, Apa kabar?, Lagi ngapain?, Dimana nih? dan sebagainya. Sapaan standar seperti itu tentu saja sudah biasa kita dapat atau kita sampaikan. Jawabannya mungkin terlihat standar juga, seperti;  Hi juga!, Baik, Lagi di rumah, Lagi di kantor, Lagi iseng aja, dan lain-lain.

Saya kemudian berpikir untuk membuat sapaan yang tidak biasa. Sapaan yang membuat orang tersenyum membacanya. Sapaan yang menarik perhatian dan mungkin bisa memberikan aura positif. Yup, saya menemukannya! :mrgreen:

“Bagaimana perasaanmu hari ini?”

atau

“Apakah kamu bahagia hari ini?”

atau

“Apa kebahagiaan terbesarmu hari ini?”

*

Sapaan model seperti ini terkesan sangat personal, sangat akrab, right to the point, langsung ke hati si penerima, dan tentu saja membuat penerima tergelitik untuk menjawabnya dengan berpikir: Apakah aku bahagia hari ini? apakah kebahagiaan yang aku dapatkan hari ini? Sudahkah aku bersyukur untuk nikmat dan bahagia hari ini?

Memang terdengar sedikit gagu, tetapi tidak ada yang salah dengan menujukkan “perhatian” untuk sahabat atau teman. Kita bisa menujukkan ke orang tersebut betapa kita peduli terhadap perasaan mereka,  mengharapkan kebahagiaan mereka, dan mengharapkan mereka mau berbagi kebahagiaan meskipun hanya kebahagiaan sederhana.

Tidak semua orang bisa berbagi kesedihan, tetapi sebagian orang selalu ingin berbagi kebahagiaan. Meskipun si penerima sapaan ternyata dalam mood yang tidak baik atau sedang bersedih, sapaan dan pertanyaan seperti ini tentu akan memancing pikirannya untuk berpikir ke arah positif, mencari peristiwa-peristiwa yang membuatnya sedikit bahagia di antara kesedihan yang dia alami sekarang. Karena saat orang merasa sedih dan ditimpa musibah, pikirannya biasanya berkutat pada hal-hal negatif dan hal-hal yang membuat bad mood, lalu kenapa kita tidak memancing mereka untuk melupakan hal-hal buruk itu dan mengajak mereka untuk berpikir hal-hal menyenangkan penuh senyuman?

Setiap orang punya respon yang berbeda-beda, tetapi dari yang saya alami, sebagian besar memberikan respon positif:

*

“Tentu saja, setiap hari harus bahagia!”

“Aku bahagia hari ini karena banyak yang memuji hasil karyaku di FB”

“Aku bahagia karena aku bisa bernafas hari ini”

“Aku bahagia karena bunga di halamanku hari ini bermekaran”

“Aku bahagia saat melihat jagoan kecilku terbangun pagi ini dan bilang: Papa, papa..”

*

Ah, sederhana… tetapi sangat manis, bukan?

Mungkin pembaca ingin mencoba juga sapaan model saya ini? Semoga kita bisa berbagi kebahagiaan hari ini!

Happy Blogging!


Cuma Masalah Selera

Seorang teman saya, saya memanggilnya Kue Ber-fla, menanyakan pertanyaan simpel bertubi-tubi seputar foto-foto saya:

“Kok bisa bagus begitu warnanya?”

“Aku gak ngerti tentang foto dan warna-warna”

“Apa itu warna, komposisi warna, dan kontras?”

Haduh! Kue Ber-fla sangat curious sekali dengan apa yang ada di kepala saya saat mengolah foto-foto saya. Seolah-olah Kue Ber-fla ingin sekali belajar banyak dari saya dan ingin punya foto-foto seperti saya.

Saya sendiri suka bingung jika dihadapkan pada pertanyaan-pertanyaan sejenis itu. Apalagi sempat ada komen yang bisa dikatakan sangat “wah” di postingan saya sebelum ini, hahahahaha… Saya malah merasa biasa saja dengan foto-foto saya, dari dulu sampe sekarang ya begitu-begitu saja, naik turun seputar itu, menurut saya belum ada pencapaian yang signifikan. Bahkan teman-teman fotografer saya di sini meresponnya biasa-biasa saja, ya karena memang biasa.

Bagi teman-teman blogger yang sudah mengikuti blog saya lama, mungkin melihat memang foto saya ya begitu-begitu saja. Bagi yang mungkin sering melihat lama-lama terlihat biasa, beberapa menyebutnya bagus, bahkan mungkin saya gak tahu aja, kalau ada yang gak suka, dan saya tau itu pasti ada. Whatever shot! Saya hanya memotret dengan hati. Masalah suka gak suka itu masalah biasa. Saya punya selera dan pembaca juga punya selera. Urusan selera ini yang mau saya ceritakan sedikit.

Pertanyaan Kue Ber-fla menyadarkan saya bahwa ada satu titik dimana saya tidak bisa menjelaskan sesuatu dibalik semua pertanyaannya. Saya stuck dan ingin rasanya memindahkan isi kepala saya ke kepalanya, hingga dia bisa membaca apa yang saya rasa. Itu lah selera. Selera memang bisa dirasakan atau “sampai” pada orang lain, tapi hampir tidak mungkin diduplikasi dengan identik. Selera bisa mirip, tapi tidak bisa sama persis. Saya juga kurang tau apakah selera ini berkaitan dengan “talent” yang memang dibawa semenjak lahir? Whatever

Selera ini ternyata mempengaruhi saya dan mungkin sebagian besar orang saat melihat sebuah benda visual, contohnya gambar atau foto. Saat saya memotret: komposisi, focus, pencahayaan dan angle sangat dipengaruhi selera. Meskipun banyak teknik-tekni fotografi di luar sana, tetap selera itu sangat berpengaruh buat saya. Pada saat yang sama, kamera yang sama, suasana yang sama dan objek yang sama, dua fotografer bisa menghasilkan dua gambar yang nyata beda. Mereka bilang: depend on the man behind camera, dan itu benar menurut saya.

Berlanjut pada olah gambar atau editing. Software adalah sekedar alat yang membantu, sekali lagi tergantung siapa yang menggunakannya. Sama mobilnya bisa beda rasa saat beda sopirnya. Saat saya mengedit gambar, saya menjadi Photoshopper, atau Lightroomers dan sejenisnya, saya sangat dipengaruhi oleh selera. Saya mengajari Kue Ber-fla untuk mengerjakan foto-fotonya dengan alat-alat atau software yang saya pakai. Terus apakah hasilnya akan sama? tentu tidak. Meskipun pada akhirnya Kue Ber-fla sudah expert menggunakan software itu, apakah kemudian selera dia akan sama dengan saya? tentu tidak. Saya yakin dia akan berdiri sendiri dengan seleranya sendiri.

Menurut saya selera bisa dipengaruhi tetapi tidak bisa dibohongi. Saat kita melihat gambar atau foto yang kita suka, kita terpengaruh untuk membuatnya seperti itu. Saat teman saya memberikan ide kepada saya untuk mengubah warna ini dan itu, menggelapkannya, menerangkannya, sedikit ini dan itu, bisa jadi selera teman saya itu mempengaruhi saya, tetapi pada akhirnya saya sendiri yang akan memutuskan pada titik mana saya merasa “selesai”, dan berkata “OK, saya suka yang ini” dan rasa suka itu gak bisa dibohongi. Ya kan? 🙂

Selera itu punya basic, tetapi juga bisa dieksplorasi dan bisa ditemukan. Semakin banyak kita melihat atau mendapat referensi foto orang lain, kemudian banyak mencoba menemukan kecocokannya. Selera kita berkembang dan akhirnya kita menemukan “selera basic” kita seperti apa. Warna seperti apa yang saya suka, karakter foto seperti apa yang saya suka, tipe pencahayaan seperti apa yang saya suka. Tentu saja selera akan sedikit banyak berubah dan terus berkembang seiring waktu, tetapi selalu ada selera basic yang mempengaruhi kita dari waktu ke waktu.

Pada akhirnya. Semua orang punya selera masing-masing dalam melihat suatu gambar atau foto. Tidak ada selera yang baik atau buruk. Yang ada disukai dan tidak disukai. Bisa jadi selera foto saya tergolong selera “rendah” di mata satu orang, tetapi tergolong selera “tinggi” di mata yang lain. Selalu, ini masalah yang relatif. Tidak suka bukan berarti harus menghujat, atau menjudge, apalagi menyakiti hati orang lain. Jika ternyata suka dan kemudian memuji, itu adalah hak manusia untuk berekspresi. Syukur-syukur kita bisa saling membahagiakan.Ya kan? Perbedaan selera adalah hal yang wajar dan tidak perlu dipikirkan terlalu pelik. Ini seleraku. Ini seleramu. Kita berbeda tetapi kita tetap indah.

Kue Ber-fla mungkin sekarang sedang asik-asiknya berpetualang dengan seleranya. Saya senang bisa membantu banyak orang untuk mengeksplorasi selera mereka. Karena saya sendiri masih asik belajar mengenal selera saya dengan lebih baik, mengasahnya agar semakin tajam dan kelak bisa membuat orang bahagia dengan selera saya. Hey Kue Ber-fla, saya tidak akan mengajari kamu ini-itu terlalu strict, sama seperti seorang ayah yang melihat anaknya belajar naik sepeda, You’ll find the way! 🙂

I love this pic, Cute!

Salam Jepret!

PS: Ya ampun, saya nulis ini udah kaya fotografer besar aja, wkakakakakaka… maaf para fotografer senior, ini cuma pendapat dari anak kemarin sore yang tentu masih jauh dari sempurna… 🙂


Teori Bu Budi

Bu Budi, seorang ibu-ibu pemilik toko kelontong yang paling dekat dengan rumah saya, mempunyai teori sederhana unik untuk mengetahui siapakah pemilik uang atau pembeli yang membeli sesuatu di tokonya. Hmmm, mungkin pembaca sedikit bingung apa maksudnya, langsung saja simak dialog saya dengan Bu Budi berikut ini.

Siang itu saya mau baru pulang dari berenang, sebelum sampai di rumah, saya sengaja mampir ke toko Bu Budi untuk beli minuman. Saya keluarkan gulungan uang dari kantong kecil di dalam tas, karena biasanya saya menyimpan beberapa lembar ribuan di sana, dan saya memang sering menaruh kembalian uang di kantong kecil itu, alih-alih lebih praktis dan cepat, saya juga agak malas kalo harus membuka tutup dompet yang saya simpan di dalam tas juga, entah nyelip dimana. 😛

“Bentar bu, uangnya kelipet-lipet..” Saya mulai membuka gulungan lembaran seribuan dan  lima ribuan yang tertekuk dengan kaku, kira-kira seperti pada gambar. Agak susah menarik satu lembar seribuan diantara gulungan itu, sehingga malah membuat uang saya terjatuh-jatuh.

“Maaf bu, hehehehhe…” sembari memberikan uang kelipat-lipat itu seharga minuman.

Bu Budi tiba-tiba membalas, “Gak apa-apa, biasa kalo laki-laki uangnya memang suka dilipet-lipet gitu…”

“Hah? maksudnya bu?” saya tertarik dengan pernyataan beliau itu.

Begini kalo saya dapat uang yang kelipet-lipet kaya uang kamu gini, saya tau uang ini dipegang sama laki-laki, jadi maklum saja. Kalau yang pegang ibu-ibu atau mbak-mbak, kebanyakan mulus, soalnya biasanya keluar dari dompet. Beda lagi dengan anak-anak. Kalau anak-anak uangnya kusut, bahkan robek, soalnya diremet-remet (diremas-remas).”

“Oh begitu ya bu?” saya ngangguk-ngangguk…

“Kalau pembeli laki-laki biasanya jarang menghitung kembalian, biasanya langsung buru-buru digulung masuk kantong, makanya jadinya kelipet-lipet..”

“Hhahahaha, iya bu, saya gitu…” saya makin sumringah.

“Kalau Ibu-Ibu atau mbak-mbak pasti dihitung dulu, sudah dihitung, dimasukkan pelan-pelan ke dompet, baru pergi. Nah kalau anak-anak lebih lucu lagi… “ Bu Budi tersenyum.

“Kenapa bu kalau anak-anak?” saya penasaran.

“Kalau anak-anak, malah lari duluan sebelum di kasih kembalian, hahahaha… biasanya mereka lupa, jadinya saya yang harus teriak-teriak manggil…”

“Hhahaahahah… bener juga ya bu…”

**

Percakapan saya dengan Bu Budi diatas memberikan gambaran bahwa Bu Budi sebagai penjual, diam-diam juga memperhatikan pembeli-pembeli di warungnya, kebiasaan-kebiasaan unik yang dibedakan berdasarkan gender dan umur, sehingga lama-kelamaan menjadi “teori” yang bisa dibuktikan berdasarkan pengalaman. Jujur ini suatu hal yang baru saya ketahui dan menurut saya cukup menarik. 😀

Pada teori ini wanita cenderung lebih rapi dan apik memegang uang sehingga kondisi uang biasanya baik dan mulus, sedangkan pria lebih cenderung terburu-buru, cuek dan gak mau ribet, sehingga bentuk uang yang dipegang suka terlipat-lipat. Anak-anak tentu lebih sembrono lagi karena pikiran mereka masih sangat sederhana, yang penting uangnya bisa masuk kantong. 😀

Nah pembaca, kira-kira teori Ibu Budi itu apa juga berlaku di lingkungan anda?

atau salah satu dari pembaca di sini adalah seorang pemilik toko kelontong yang menemukan bahwa teori tersebut benar adanya?

Apakah kebiasaan-kebiasaan menyimpan uang kembalian tersebut juga berlaku untuk anda?

Happy Blogging!


Jajanan Rumah

Weekend begini kayanya enak kalo ngomongin kuliner, hehehehe…

Mama saya di rumah emang hobi bikin cemilan-cemilan yang enak dan sehat. Enak karena rasanya emang maknyus  dan bisa ambil lagi kalo kurang :P, dan sehat karena terjamin bersih dan bahan-bahannya terjamin aman. Pada dasarnya cemilan si Mama adalah cemilan-cemilan yang biasa kita temui di pinggir jalan, kaya singkong goreng, pisang goreng, tahu isi, bala-bala/bakwan, dan kawan-kawannya, tetapi kadang ada cemilan atau jajanan yang relatif “baru” buat saya. Nah, Kalau dulu saya pernah cerita tentang kedelai rebus, kali ini saya akan cerita tentang 3 jajanaan atau cemilan unik di rumah…

1. Ubi Goreng Keju!

Sebenarnya hanya ubi goreng biasa yang digoreng dengan cara biasa, cuma yang bikin special adalah parutan keju dan susu kental manis sebagai garnishnya. Rasanya? Tentu tidak biasa, apalagi kalau ubinya yang empuk dan berwarna orange, paduan rasa manis ubi, susu yang lembut, dan gurihnya keju yang melting di mulut… ihihiihhihi… lebay!

*

2. Pilus Ubi

Kirain tadinya si Mama ngasal ngasih namanya: Pilus! Bukannya pilus itu snack yang bulet putih kecil itu ya??? 😆 Eh ternyata beneran ada! wkakakakaka… Ini masih sama bahan utamanya: ubi. Contoh resepnya ada di website majalah Nova, rasanya enak, empuk-menul-menul gitu pas digigit, lembut dan manis di dalam… hati-hati ini juga addictive, alias gak bisa satu makannya, wkakakakakak…

Kecium gak aromanya sampai sana? masih anget lhooo…. mau? 😛

*

3. Gorengan Kelapa

Hihihihi… ini favorite banget!

Jadi awalnya si Mama dapet hibah beberapa kelapa muda dari tetangga, setelah dicek, kelapa-kelapa itu gak semuanya muda, ada yang menjelang tua, tapi dijadikan es kelapa keras, diparut untuk santan pun gak bisa. Tring! Tiba-tiba mama punya ide bikin gorengan. Kelapa tanggung itu diserut seperti biasa panjang-panjang, kemudian diadon dengan adonan tepung pisang goreng, tetapi sedikit lebih kental. Digoreng dan jadi deh! Rasanya enak banget, manis, tepungnya lembut, dan bagian kelapanya kriuk-kriuk saat di kunyah… gak bikin bosen lho! 😀

Hehehehehe…Nah bagi yang merasa lapar mendadak, dipersilahkan mencoba sendiri di dapur masing-masing ya… 😀

Happy Weekend!

**

Oh iya, mumpung ngomongin tentang makanan, beberapa hari yang lalu, Si Mama dikasih buah yang katanya manjur mengobati tekanan darah tinggi. Rasanya kaya melon/timun, tapi manisnya dikit. Saya jujur gak tahu namanya, heheheheh… *anak-pertanian-durhaka.com 😳

Ini penampakannya!

Ada yang tahu?


Pedas!

Habis baca artikel kuliner Om Iksa tentang Nasi Goreng Kambing pake Rawit saya langsung keliyeng-keliyeng atau bahasa ngetrendnya sekarang, cenat-cenut :P. Mungkin bagi sahabat yang suka pedas ini bisa jadi salah satu kuliner yang patut dicoba di daerah kebayoran. Sebagai bocoran nih saya kasih satu contoh penampakannya! *minjem fotonya ya om.. 🙂

Chili Lovers! Here we go!

 

Saya sendiri gak suka pedes! Itulah kenapa saya takjub dengan makanan ini… Kok kuat ya??? 😯 Semenjak kecil mama sudah hafal sama gelagat saya yang standar pedesnya di bawah rata-rata. Pada dasarnya saya masih bisa makan pedes, cuma memang gak bisa banyak dan akan stop pada “level” tertentu. Level dimana orang lain masih anteng dan adem ayem sambil bilang: kurang pedes nih! *halah

 

Waktu kecil saya pernah maksain ikutan rujakan buah, entah kenapa nafsu saya seperti tak terbendung, saya bolak balik makan, tanpa peduli lagi rasa pedas itu, alias ketagihan… hingga pada suatu titik tertentu zat-zat capsaicin dalam cabe itu seperti terakumulasi di mulut dan kerongkongan pastinya, dan saya seperti mendidih! Muka merah, keringat tidak berhenti mengalir, hidung meler dan yang terparah, telinga saya sakit bukan main. Saya lari ke kamar dan menangis sejadi-jadinya… berguling-guling di kasur seperti orang gila, nahan sakit di telinga yang teramat sakit! terdengar lebay ya? tapi memang gitu kejadiannya.

 

Mamah sampe shock, dan tidak menyangka “efek”nya bakal sesadis itu, hahahahah… sampai sempat mau di bawa ke mantri, terus diminumin air panas, sampe dijejelin gula pasir, tapi telinga tetep sakit. Sejak itu saya tau diri, saya akan stop jika merasa pada “level itu” sebelum “terlanjur”. Intinya saat orang lain belum merasa pedas, saya sudah pedas duluan, dan saat orang lain sudah kepedesan, saya pasti sudah pingsan! :mrgreen:

 

Kelemahan ini tentu berpengaruh pada hidangan di rumah. Tentu saja, sayur-sayur akan dikurangi tingkat pedasnya, bumbu kacang dan sejenisnya juga tidak terlalu pedas. Kalaupun ada, pasti sudah ada yang spesial buat yang gak suka pedes, heheheh… Thanks Mom!

 

Kalau jaman di kampus, Mbak warnas sebelah kostan sudah hafal kalo saya beli nasi gak perlu pake sambel, kalaupun ada, tentu saja teman kostan saya yang akan dapat hibah sambel tersebut. 😀

 

Pernah satu kali saya  bertamu ke rumah teman yang orang Palembang, dan entah kenapa rendang yang dihidangkan super pedas! Melihat gelagat ini, dengan sopan saya minta piring kecil, meletakkan rendang itu di piring kecil, memisahkan bumbunya sedikit-sedikit dari dagingnya, dan sedikit disiram dengan kuah sayur, wkakakaak… aman deh! konyol sih tapi at least tidak sepedas awalnya.

 

Kisah lain lagi saat di Brunei, teman saya Hady yang juga orang Indo, mengajak saya makan gado-gado di sebuah resto kecil, mirip warung, cuma agak luas dengan beberapa meja. Di sana ada beberapa masakan Indonesia, dan makan basic khas di sana, seperti Nasi Katok (nasi, ayam goreng dan sambel yang tidak terlalu pedas). Tentu saja saya memesan yang khas indo, gado-gado! Tanpa curiga saya tidak memberi komando “jangan pedas” karena saya pikir standar pedas orang lokal di sana juga gak sedasyat orang indo.

 

Ya, ternyata saya salah! Gado-gadonya pedes, pedes banget malah! Hady saja yang doyan pedas bilang: “pedes juga ya” tapi masih santai..

 

Saya mulai prasangka buruk, tapi tetap stay cool. Memasukkan sedikit demi sedikit gado-gado ke mulut, dalam hati saya: sudah tanggung, mau gak mau harus habis, lagian saya lapar, tahan aja bentar! Saya melirik es teh manis saya yang tinggal 1/4, alamak! Meskipun di depan saya ada teko air tapi itu ternyata bukan air putih sodara-sodara! Itu kobokan! *nunjuk gambar… 😆

Sumber gambar di sini

 

Whatever, intinya saya gak bisa minum air itu, dan saya mencoba mengirit es teh manis yang tersisa. Waktu berjalan, saya coba untuk sok kuat, telinga saya mulai cenat-cenut dan saya merasa tidak bisa lagi melanjutkan penderitaan ini.

 

Hady kaget saat menyadari muka saya penuh keringat. “Buset! Lu kenapa prim??? Kaya mau mati!”

“Iya nih, pedes, gue butuh minum…” saya kelabakan, tolah-toleh mencari mbak pelayannya, gak ada satupun yang terlihat!

Saya langsung lari ke arah dapur kaya orang kesetanan, dan meminta air putih. Si Pelayan bukannya cepet keluar, malah lama di dapur, ntah lagi ngapain.

 

“Waduh mas, kepedesan ya??? Kok sampe begitu??? Bentar-bentar…” Si Mbak kaget liat muka saya!

 

Si Mbak memberikan saya satu botol besar air mineral yang langsung saya minum setengahnya. Si Mbak, sampai bolak balik minta maaf karena dia tidak tahu kalau pedasnya gado-gado itu sampai membuat saya mau nangis, hahahha…

Gado-gadonya baru termakan 1/3, dan saya mengganti menu makan saya dengan yang lebih normal, Nasi Katok!

 

Yang bikin lebih konyol lagi, semua tamu tentu melihat adegan ini, semua mata terdiam, menatap ke muka saya, menatap ke arah gado-gado beracun dan meja makan saya yang dipenuhi tisu-tisu bergelimpangan bekas keringat dan ingus. Hahahahah… Jadi gak enak juga kan sama resto itu, kalo semua tamu berpikir: Gila, gado-gadonya bikin orang itu sampe kaya gitu, saya gak bakal milih menu gado-gado! Padahal saya aja yang lebay 😀

 

Pelajaran buat saya untuk selalu memastikan makanan yang saya pesan sudah di wanti-wanti: “jangan pedes” atau ntar malah bikin repot orang lain dan diri sendiri.

 

Jadi kalau ada yang tanya: Suka pedas?

saya jawab: Sedikit! Hheehehehe…

 

Ada yang juga seperti saya? 🙂

 

Happy Blogging!


Courtesy Books + Slideshow

Hohohohooo…

Seneng banget kemaren dua paket datang bersamaan, dua-duanya berasal dari blogger – blogger senior, dan sama-sama berisi buku!

Pada kesempatan ini, saya akan menuliskan buku-buku yang sudah saya dapatkan selama 6 bulan terakhir saya aktif menulis di blog. Langsung aja ya!

 

1. For One More Day (Satu Hari Bersamamu)  by Mitch Albom

Buku ini adalah buku hadiah kuis reboan dari Pakdhe Cholik, blogger senior yang punya BlogCamp dan sering ngadain lomba dan kuis buat blogger-blogger yang haus kuis kaya saya, hihihihi… Saya inget waktu itu saya menebak foto suami Bunda Lily, berhubung saya kenalnya sama Bunda Lily aja, ya saya jawab saja nama lengkap beliau, eh ternyata lolos dan keluar dari kaleng susu, hihihihi…

Buku pertama saya yang saya dapatkan dari kegiatan blogging, bercerita tentang seorang ayah yang mengalami kehancuran dalam rumah tangganya, tetapi pada satu ketika, hidupnya berubah saat dia bisa bertemu kembali dengan ibunya yang sudah lama meninggal. Kok bisa? Hehehehehe… baca sendiri ya. Di tulis dengan sangat manis, terfocus pada kenangan tentang Ibu dan Anak, touchy and riveting

Berkat buku ini saya sempat terpancing menuliskan sebuah postingan “Saat-Saat Aku Membenci Mama“, terispirasi dari buku tersebut. 🙂

 

2. Menjaring Uang di Internet dengan WordPress MU – Zaenal A. Rozi

Lagi-lagi buku dari Pakdhe Cholik, karena saya waktu itu menang juara 6 lomba KUCB, kontes menulis cerpen yang ada hikmah-hikmahnya gitu… Postingan yang menang itu adalah postingan “Doa Nur“, *pamer.com 😀

Buku ini seperti menjawab pertanyaan saya di postingan yang di tulis Pakdhe tentang cara mendulang dollar lewat blog, heheheh… saya sih waktu itu tertarik banget dan nanya dengan semangat tentang hal ini. Eh kok ya ternyata gayung bersambut, Pakdhe malah kaya mau bilang: “Nih tak kasih jawabannya!” Hehhehehe… Moga kelak buku ini berguna ya… Jujur saya baru baca bagian depannya, dan karena kesibukan lain, saya belum bisa baca sampe abis. Buku ini ada CD nya lho, hmm… seems interesting!

 

3. Tipping Point – Malcolm Gladwell

Nah ini buku yang kemarin baru datang! Kata temen yang kerja di toko buku, buku ini sempet laris lho! Buku ini hadiah dari Pakdhe Cholik lagi, hehehhehe… *mudahan gak bosen ya pakdhe bolak balik ngirim ke sini 😀 Hadiah sebagai Penulis Tamu dalam rangka Road To 1000 di BlogCamp. Weleh-weleh… Si Pakdhe, postingannya udah mau nyampe 1000 aja, ckckckck… Oh iya, artikel yang ditampilkan di blog itu judulnya: “Yes, Akhirnya Saya Lulus” *pamerlagi.com 😛

Saya baru baca nih pendahuluannya tadi malam, kayanya bakal gak bisa berhenti, hihiihih… Buku psikologis dan motivasi tentang bagimana hal-hal kecil berhasil membuat perubahan besar… tentang epidemi, tentang saat-saat dramatis yang membuat perubahan total… Can’t wait to continue turning the pages!


4. Buku-buku dalam bahasa Inggris

 

Ini juga dateng kemarin lho… Lho ini apa ya? Ini sebenernya murni gift dari seorang blogger senior yang humble dan wise. Suatu hari saya chat dengan beliau dan mengutarakan keinginan saya untuk meminjam buku koleksi atau novel bekas dalam bahasa inggris, karena saya sendiri merasa kurang sekali dalam vocabulary, jadi kuncinya saya harus banyak membaca, dimulai dari membaca fiksi! 😀

Eh, kok ya ternyata beliau tidak meminjamkan, tetapi malah memberikan saya buku tersebut, tiga sekaligus, plus onkir lagi! Maknyus banget kan??? Saya secara pribadi mengucapkan banyak-banyak terimakasih kepada Blogger baik hati ini, atas support dan pemberiannya yang sangat berharga. Meskipun buku-buku ini sudah tua, tetapi yang penting bisa dibaca, menarik, dan beraroma classy! I love the book’s smell! *halah gratisan aja bawel! 😀

 

Terakhir tapi tidak untuk yang terakhir, saya banyak mengucapkan kepada Pakdhe Cholik, kepada sponsor-sponsor lomba, kepada juri-juri lomba, dan kepada blogger baik hati no.4 yang saya sangat hormati, Terimakasih banyak. Semoga buku-buku itu kelak dapat berguna bagi saya dan banyak orang. Sehingga pahala tetap mengalir kepada beliau-beliau… amin… Salam Salim dari saya!

**

 

TERRREERERETTTTT…TEREREEETTTT…..!!!

Hehehheehe… Pengumuman nih, karena kemarin di postingan sebelum ini saya masukin gambar pake slideshow, eh ada beberapa yang nanya, gimana caranya?? Padahal saya sendiri aja baru tahu cara pake-nya dapet info dari Andrew, heheheh… *kemana aja ya saya???

 

Caranya gampang ternyata,

1. Tentu saja upload semua foto/gambar yang kita ingin pajang di postingan tersebut.

2. Selesai upload, kita lihat ada 4 tab dibagian atas: From Computer, From URL, Gallery, dan Media Gallery. Pilih Gallery!

3. Arahkan ke bagian bawah halama gallery, dan temukan Insert Slideshow! That’s all 😀

5. Coba preview! dan lihat hasilnya!

Voila! Semua foto yang ada di gallery postingan akan muncul dalam slideshow.. Good luck! 🙂

 

Happy Blogging!


Torenia yang Rajin Berbunga

Masih ingat dengan tampilan gambar ini?

Entah siapa, dulu saya pernah ditanya oleh seorang blogger “Prim, kalau mau nanam bunga yang gak repot ngerawatnya dan berbunga banyak apa ya?” Jawabannya salah satu mungkin adalah ini: Torenia! dan seperti janji saya di postingan sebelumnya Pinching Bunga Yuk! saya akan bahas tanaman berbunga ungu yang saya tampilkan gambarnya sekilas di atas 😀 Yah, jawabannya adalah TORENIA.

 

Cerita sedikit asal muasal tanaman ini ada di rumah saya. Awalnya saya berkunjung ke kantor teman untuk main internet di sana saat sore. Kantor instansi pemerintah yang wifi-nya gratis dan kenceng parah, well, tiba-tiba diantara rimbunnya rumput dan semak belukar di bagian belakang gedung, saya ngeliat bunga-bunga kecil warna ungu dan pink. Dasar saya yang emang bakat ngutil, eh maksudnya mungut tanaman liar, saya belasak-belasak ke daerah rerumputan itu… Lho kok ada torenia!? Liar, kurus, daunnya kuning, pokoknya merana sekali kondisinya, dan tersebar menjadi beberapa spot.

Tanpa basa-basi saya bilang ke temen saya, boleh saya ambil gak tanaman itu?, dia bilang: Bukannya itu gulma ya? wkakakakaka… sembari mulai nyongkel-nyongkel tanaman itu pake piso dapur, saya berkata dalam ati: Gundulmu gulma, ini tanaman hias, dan berharga sekali! Kemudian saya simpan di kantong kresek kasih air dikit dan bawa pulang.

Sampai rumah saya, saya potong seluruh tangkainya kurang lebih setengah! Heheheh, sadis emang, karena melihat kondisi tanaman yang “kurang gizi” itu, saya pangkas tangkai, bunga dan daunnya, dengan harapan, cabang baru akan tumbuh dengan daun yang lebih sehat! dan akhirnya sebulan mereka sudah tumbuh segar plus berbunga TANPA HENTI! 😀 Mama sempet bilang: “Itu bunga yang ungu beli minta di mana? kok bagus?” dengan bangganya saya jawab: “cuma mungut di semak-semak”

Beruntungnya saya. Seminggu setelah saya pungut si torenia dari kejamnya alam liar, halaman tempat saya memungut torenia itu telah bersih-sih tanpa ada rumput sedikitpun. Wak! asli kaget! kata temen: Iya, kapan itu, ada tukang yang disuruh bersihin halaman.., jadi sekarang bersih… rumput, semak, dan sisa torenia itu telah habis! Fiuhh… hampir aja saya kalah start! 😛

 

OK, langsung aja saya cerita tentang tanaman berbunga cantik ini.

Torenia adalah jenis tanaman ground-cover yang menyebar dengan cepat karena dapat berkembang dengan geragih (itu lho batang yang rebah, kemudian tumbuh akar dan menjalar ke samping). Mereka masih satu saudara dengan Snapdragons, pasti kalo pecinta bunga potong tau. Bunganya kecil, banyak dan berwarna, dari warna ungu, biru, putih, pink, dengan kombinasi kuning di bagian dalam petalnya. Ukuran tanamannya tidak terlalu tinggi, hanya sekitar 20-30 cm, sangat cocok untuk mengisi taman atau ditanam di pot untuk sekedar penghias meja.

Torenia memerlukan dua hal penting dalam pertumbuhannya: Sinar matahari dan zat hara. Tanaman ini berbunga dengan rajin pada kondisi cerah, jadi letakkan pada tempat full-sun atau dengan sedikit bayangan. Untuk hara, silahkan memberikan pupuk kandang atau pupuk apa saja. Torenia akan memberikan respon cepat, daunnya akan lebat dan bunganya akan semakin ramai. Mereka bukan penyuka air banyak atau becek, jadi siramlah setelah mereka melalui satu hari yang panas. Oh iya, ini bukan tanaman dataran tinggi, di tempat sejuk dan panas torenia bisa tumbuh, kebayang aja kalimantan panasnya gimana, dan mereka tumbuh dengan gembira di sini. Intinya, perawatan tanaman ini super gampang! Cocok bagi sahabat yang sibuk tetapi senang melihat tanaman rajin berbunga.

Ini adalah kuncup-kuncup torenia yang akan segera mekar. Bersyukurlah negeri kita mendapat sinar matahari sepanjang tahun yang membuat bunga ini akan terus berbunga sepanjang tahun! 😀

 

 

Jika sudah layu, bunga ini akan membentuk Buah yang didalamnya mengandung banyak biji-biji kecil.

 

 

Biji torenia dalam buah. hehehehe, ini saya buka paksa.. 😛

 

 

Ini adalah contoh buah yang sudah tua, dan pecah, entah bijinya pergi kemana, hehehehe… Biji torenia adalah biji yang tumbuh dengan lambat, jadi saya lebih suka memperbanyak dan memisahkan dengan memotong tangkainya (geragih) daripada menunggu bijinya tumbuh.

 

 

Nah ini contohnya. Saya akan potong di bagian putih itu, dan memisahkannya pada pot lain sehingga membentuk tanaman baru. Hampir mirip dengan strawberry kan? Saya rasa ini gampang sekali, semua pasti sudah tahu 🙂

 

Sejauh ini saya belum menemukan penyakit aneh yang merusak tanaman, kecuali hama yang satu ini.

Pak belalang ini rupanya yang membuat pola-pola pada daun torenia. Tapi tak apalah, selama masih dalam batas kewajaran… kecuali mereka membuat daun torenia menjadi botak, dah itu baru deh saya akan bertindak 😀

 

Nah, sampai di sini dulu info berkebun kali ini. Semoga bisa menambah pengetahuan sahabat semua dan menambah list tanaman buat di halaman rumah kita. Kalau ada tanaman yang perawatannya gampang, kenapa harus milih yang repot!

 

Salam Kebun!

 

 


OOT dalam Wawancara

Wawancara pekerjaan adalah bagian seleksi pihak perusahaan yang biasanya menjadi tahap akhir bagi pelamar sebelum benar-benar diterima oleh perusahaan tersebut. Tidak heran banyak di antara kita yang tanpa alasan menjadi nervous berlebih atau bereaksi aneh-aneh, termasuk saya. Heheheheh…

Tapi saya gak akan bahas tentang nervous atau reaksi aneh-aneh ini, meskipun tiap orang akan punya reaksi aneh-aneh yang berbeda, seperti saya contohnya, entah kenapa pada satu kali sebelum wawancara, saya malah kebelet mau ke belakang, hahahahahaha… bener-benar merepotkan!

 

Biasanya para pelamar akan mempersiapkan diri sebaik mungkin dengan semua kemungkinan pertanyaan dan kemungkinan jawaban terbaik yang bisa mereka sampaikan. Senang rasanya kalau kita bisa memprediksi pertanyaan tersebut dan berhasil menjawabnya sebaik dan se-elegan mungkin 😉 Tapi apa jadinya kalau prediksi kita meleset? pertanyaan akan sedikit melenceng atau OOT (Out of Topic) dari yang kita bayangkan. Ini kadang malah menjadi sesuatu yang kita ingat.

 

Saya jujur belum banyak mengalami wawancara, tetapi dua di antara beberapa wawancara yang saya alami akan selalu saya ingat, bukan karena pertanyaan yang sulit tetapi justru dikarenakan hal OOT ini. Dua wawancara ini dilakukan via telepon dan kebetulan dua-duanya dari luar negeri, tapi disini saya terjemahkan…

**

Di tengah-tengah sebuah wawancara:

Pewawancara: Wah, peneliatian kamu tentang pewarnaan bunga potong? Menarik sekali!

Saya : Iya pak…

Pewawancara: Bisa tidak diaplikasikan di sini?

Saya: Tentu pak!

Pewawawancara: Wah, kamu harus ajari saya nanti, pokoknya nanti saya sediakan… bla, bla, bla….

Saya: *ngangguk-ngangguk* (dalam ati: ini kan belum tentu diterima???)

 

Wawancara pun berlanjut…

Pewawancara: Saya lihat di CV kamu ikutan pramuka ya?

Saya: Iya, waktu saya SMA pak

Pewawancara: Ngapain aja?

Saya: Macem-macem pak, camping, aktivitas outdoor, kegiatan sosial, bla, bla…

Pewawancara: Bagus sekali, saya senang sekali jika bertemu pramuka. Ini akan sangat menarik!

Saya: Oh begitu… (dalam ati: emang apaan sih???)

**

 

Di kesempatan wawancara dengan perusahaan yang berbeda.

Pewawancara: Apa pekerjaan orang tua kamu?

Saya: Ayah pensiunan, Ibu bikin kue terkadang katering.

Pewawancara: Tunggu, KUE?? *tiba-tiba bersemangat!*

Saya: Iya.

Pewawancara: KAMU SUKA KUE? saya suka kue! Love it! Kamu nanti bikin kue ya di sini. Harus!

Saya: Eh? Hahahahahaha…*keringet gede muncul* Tapi saya gak bisa masak kue pak….

Pewawancara: Aaaahhh… kamu bisa belajar dari sekarang, nanti kita bikin kue di sini. Bagaimana?

Saya: Saya coba pak —tapi gak janji ya *keringet makin gede!*

**

 

Bagitulah pertanyaan teraneh yang pernah saya dapatkan selama wawancara. Siapa yang sangka kalau mereka tertarik dengan penelitian saya, siapa sangka kegiatan pramuka saya waktu SMA itu menjadi nilai positif yang sangat menarik, siapa sangka ternyata kue menjadi bahan obrolan dalam wawancara! Yang pasti semua bikin GUBRAK!

Dari wawancara itu bisa terlihat bahwa orang luar negeri terlihat lebih casual daripada pewawancara kita. At least itu yang saya rasakan sepanjang wawancara. Terlepas dari mereka secara resmi dan serius menanyakan list pernyataan, mereka juga tetap manusiawi dalam menanggapi sebuah pernyataan. Mereka gak jaim a.k.a. Jaga Image menyatakan sesuatu yang menarik buat mereka. Ini hanya pendapat saya: IMHO lho ya…

Entah lha secasual apa kah pewawancara di negeri kita, yang saya dengar dari teman, dia selalu tegang sebelum wawancara dan seperti lega sekali karena telah selesai melalui detik-detik ketegangan itu. Saya juga tadinya yang merasa ajang wawancara adalah arena tegang dan sok serius justru dalam kasus ini berubah menjadi arena gelak tawa dan penuh kehangatan. Enjoyable!

 

Nah, sahabat, apakah pernah mengalami hal OOT dalam wawancara?

Se-santai apakah wawancara yang kalian alami? 😀

Sharing ya!

 

Happy Blogging!

 

 


Pinching Bunga yuk!

Wah, lama sudah gak posting tentang berkebun, semoga bisa terus semangat  ngutak-ngatik taneman.. 🙂

Hari minggu ini, cuaca lagi cerah di rumah… ngapain yah? saya ambil gunting tua punya si mamah. Sebenarnya itu gunting buat kain, tetapi karena dah usang, si mamah ngijinin saya buat pake berkebun. Hore! hari ini pinching bunga!

 

Mungkin sebagian besar dari kita berpikir bahwa munculnya bunga seperti klimaks dari menanam tanaman berbunga. Ya iya lha, apa lagi yang ditunggu selain kemunculan si bunga yang berwarna indah itu? Tetapi terkadang kita juga perlu melihat kondisi tanaman itu saat berbunga. Tidak selamanya bunga itu muncul pada saat yang tepat!

OK, begini teorinya. Bunga adalah modifikasi daun yang terbentuk sebagai alat perkembangbiakan, pada umumnya bunga akan berubah menjadi buah. Ibaratnya manusia, pasti akan “berat” banget saat mengandung. Sama halnya dengan tanaman, saat berbunga, energi dan segala nutrisi terfokus pada bunga, apalagi saat bunga sudah dibuahi dan menjadi buah, perkembangan buah seperti menjadi penyedot utama nutrisi tanaman sama halnya janin dalam perut ibu yang perlu dikasih nutrisi terbaik, ya kan?

 

Munculnya bunga secara alami dipengaruhi oleh nutrisi dalam tanah dan kondisi cuaca (suhu, cahaya, kelembaban, dsb). Terkadang saat tanaman masih berukuran kecil, karena satu dan lain hal, tanaman sudah berbunga, lebat lagi! Padahal daun masih sedikit, cabang masih bisa diitung jari, lha si taneman sudah berbunga banyak. Cantik memang, tetapi belum cukup umur! Jadi dengan sangat terpaksa, saya akan aborsi bunga-bunga itu alias pangkas! Kejam memang, tetapi ini untuk kebaikan bersama… 😀

 

Kali ini saya memangkas bunga dan bakal bunga Lantan camara yang saya baru tanam di halaman, daun-daunya masih sangat sedikit, tetapi bunganya tiba-tiba rajin bermunculan.

Saya pinching (potek/pangkas ringan) semua bentuk bunga dan calon bunga. Dengan harapan, pertumbuhan bunga akan terpusat apda pembentukan cabang dan daun sehingga tanaman menjadi rimbun daunnya kemudian baru berbunga dengan lebih lebat. Jadi lebih indah kan? Pengorbanan di awal ini untuk mendapatkan hasil lebih baik di kemudian hari.

Ini adalah contoh Lantana camara yang rajin saya pangkas bunganya. Sekarang sudah mulai lebat dan saya masih perlu memangkasnya sampai daunnya benar-benar lebat dan ukurannya sudah cukup cantik jika berbunga kelak.

 

Jadi, jika sahabat mempunya tanaman kecil yang berbunga, tidak ada salahnya memangkas bunganya sekarang. Karena penampilan bunga dengan daun atau badan yang terlampau kecil akan terlihat tidak segar dan memberatkan tugas si tanaman sindiri. Jadi jangan ragu untuk memangkas bunga! 😀 Tapi jangan tiba-tiba pangkas bunga tetangga lho ya… 😆

 

Kapan-kapan saya akan tulis bagaimana memangkas/pruning cabang tanaman untuk meningkatkan jumlah cabang atau membentuk badan tanaman! 🙂

 

Oh iya, masih ingat dengan stek tanaman saya, di postingan ini: Easy Cutting sebulan yang lalu? saya mencoba stek Pseudarentemum jessica dan Lantana camara. Sekarang mereka sudah siap dipindahkan!

 

Meskipun stek Lantana camara gak berhasil 100%, tetapi masih oke lha. Sedangkan si jessica 100% berhasil. Sekarang tinggal cari tempat dimana saya akan pindahkan tanaman ini. 🙂

 

Hmmm… satu lagi, tanaman yang saya tanaman dengan geragihnya, dapat minta di kantor teman sekarang sudah berbunga! Seneng nya! Sebulan aja sudah pada rame bunganya!

Coba tebak apa nama tanaman ini? Next posting tentang gardening saya akan bahas tanaman ini dan bagaimana saya menanamnya, Okeh! 😀

 

Salam Kebun!


Dress Code Pas-Foto

Hello!

Waktu berjalan begitu cepat, tau-tau sudah Senin aja ya, Mudahan nambah umur, nambah manfaat, nambah rejeki! Amin…

 

Ngomong-ngomong tentang dress code, kalau kata Om NH, dalam postingannya: Dress Code, dress code itu instruksi mengenai pakaian yang harus digunakan, begitupun Bunda Lily mengatakan dalam postingan: Kenali Dress Code Yuk…, bahwa banyak acara yang menuntut Anda untuk berpenampilan sesuai dress code. Saya yakin hampir semua sudah mengerti makna dress code ini.

 

Saya sendiri belum pernah sih bertemu dress code yang bikin saya kelimpungan atau salah dress code, paling juga dulu sewaktu masih di kampus, suka ada acara-acara kampus atau ikut serta dalam acara di pentas, yang harus pakai baju yang bertema atau istilahnya harus kompak! Tapi dalam dunia kerja atau dunia nyata, belum pernah sih disuruh pake dress code.

 

Tapi satu kali, saya pernah salah dress code! Tapi bukan dress code pada suatu acara, melainkan dress code pada pas-foto! Heheheheheh.. ternyata Pas-foto juga ada dress codenya lho… 😀

 

Awalnya, saya memasang pas foto berikut di CV saya melamar magang ke sebuah negara di Eropa,

Hehehehehe…

Foto ini sengaja disembunyikan wajah aslinya untuk mengurangi ke-narsis-an yang mungkin sudah terlampau banyak muncul di blog ini :mrgreen:

 

Awalnya tidak ada ada komentar, eh lama-kelamaan, pihak program mengatakan sesuatu yang bikin saya sedikit malu, kira-kira begini:

 

I suggest you to put more casual picture on CV, you do not want to apply as bank officer right?

 

Hahahahahah… jadi kata mereka mungkin ada baiknya menggunakan pas foto yang lebih santai, kecuali saya mau apply untuk jadi staff bank!

Nah, perlu sahabat tau kalau saya kan memang lulusan pertanian, dan tentunya saya melamar untuk bekerja di bidang pertanian, dan menurut mereka dress code dengan white collar seperti diatas terkesan lebay! Dipikir-pikir, iya juga ya??? 😀

 

Akhirnya, dengan gagah berani saya ganti pas foto di CV itu dengan yang ini:

Biarpun kerahnya gak simetris, yang penting more casual kan? Hahahahaha… dan mereka bilang: That’s much better! 😀

 

 

Nah, ternyata setelah saya usut-usut, negara yang saya tuju itu memang memiliki karakteristik sangat casual dalam berpakaian di dunia kerja. Mereka gak terlalu pusing-pusing masalah baju, atau kasarnya: nyantai aja. Terutama bagi perusahaan bidang pertanian yang nota-bene bekerja dengan alam dan outdoor, penampilan formal dengan dasi itu amat sangat menganggu dan membuat mereka berasumsi bahwa sang pelamar tidak terbiasa bekerja outdoor, tetapi bekerja di dalam kantor yang cuma ubek-ubek sama komputer. Intinya mereka jadi underestimate!

 

Jadi, sahabat, ada baiknya memang kita harus menyesuaikan dress code pas-foto kita dengan jenis pekerjaan yang kita lamar dan juga pelajari karakter negara atau masyarakat sekitar. Tentu saja hal ini sepertinya tidak terlalu berpengaruh di Indonesia. Mungkin hampir semua berpikir berfoto dengan dasi akan menimbulkan kesan formal dan serius. imho lho ya. Tetapi dengan dress code yang pas, kita juga mungkin bisa memunculkan suatu first impression atau kesan pertama kepada pihak perusahaan bahwa kita sudah sesuai dress code dan siap bekerja! ya kan? 😀

 

 

Nah, sahabat punya pengalaman juga gak dengan dress code pas foto?

Mungkin sewaktu melamar pekerjaan kita sengaja menyesuaikan dress code pas-foto dengan profesi, atau memang seperti itu ya? jangan-jangan saya yang baru sadar???

atau saat menikah, foto surat nikahnya pake dandan ala pengantin :D,

atau saat melamar jadi artis atau berkecimpung di dunia entertaiment, fotonya sambil melenggok ke samping biar angelnya dapat! Uhuy! 😛

 

Atau ada sahabat yang punya pengalaman sebagai tim HRD? Ngaruh gak sih?

 

Happy Blogging!

 

 

PS: Kuis Header Impian sudah ditutup tadi malam, nantikan pengumumannya hari Rabu ya! 😀


(Whatever) Shoot!

Sahabat,

Saya sering mendapat pertanyaan, Kamu pakai kamera apa? Pasti bagus dan mahal kan?

Wah pantes saja hasilnya bagus-bagus, kamu pake DSLR?

Ada saran gak kamera yang bagus apa?

 

Saya biasanya secara simple akan memberikan jawaban praktis tentang merk dan pandangan saya terhadap suatu produk sepengetahuan saya. Tetapi tidak lupa juga saya selalu memasukkan “pandangan” saya terhadap dunia photo-photo ini secara emosional. Lho maksudnya apa?

Saya biasanya akan mengangkat masalah apa yang selama ini orang pikir tentang dunia photo-photo dengan padangan pribadi atau dari “hati”. Terinspirasi dari postingan seorang photo-blogger, Odee, yang mengangkat masalah “memotret dengan hati” yang sangat menarik sekali! Saya akan sedikit memadukan pemikiran saya dan pemikirannya, dan berharap bisa menginspirasi sahabat juga.

 

 

Sahabat,

Memotret itu adalah kegiatan yang pada dasarnya disukai oleh setiap manusia. Kita ingin mengambil banyak gambar di berbagai kesempatan adalah wajar. Tidak heran harga kamera semakin murah dan beragam. Kamera tidak lagi menjadi barang mewah. Bahkan di handphone pun kita bisa menemukan kamera. Angkat tangan siapa yang hape-nya mempunyai kamera? 😀

Nah, semua kamera pada dasarnya di setiap levelnya adalah baik –kecuali kamera rusak. Tidak ada yang buruk atau lebih buruk. Tinggal sebanyak apa kamu menekan shutternya dan sesenang apa kamu melakukannya. Beberapa orang terkesan malas-malasan karena merasa tidak berbakat, meskipun mempunyai hape berkamera yang ditenteng kemana-mana. Beberapa orang merasa tidak percaya diri menampilkan hasil kamera hapenya di blog atau di sebuah halaman di internet. Beberapa orang menunggu untuk memiliki DSLR untuk kemudian baru akan belajar dan rajin memotret. Kenapa tidak sekarang??? TIDAK BAGUS?

 

Break the rules! Mengapa harus berpatokan pada suatu pemahaman dan aturan bahwa photo hasil DSLR adalah bagus? Mengapa kita terpatok pada aturan teknis, penggunaan mode ini mode itu, pencahayaan ini, pencahayaan itu, iso ini iso itu? Mengapa kita diam dan melihat saja hanya karena alasan malu dan tidak pede? Lalu kita seperti tertinggal jauh dari mereka-mereka yang dengan riangnya memotret apa saja?

 

 

Sahabat,

Di luar dunia bisnis photography yang komersial, renungkanlah apa yang sebenarnya kalian inginkan saat memotret? Apakah hanya ingin pengakuan dan penyetujuan? Apa sekedar menyenangkan orang saja? Hmmm, cobalah memotretlah dengan hati. Memotretlah karena kalian mau. Memotretlah karena kalian bahagia melakukannya. Tidak perlu kita memikirkan apa yang orang sedang pikir, apa pendapat orang jaman dahulu, aturan teknis memotret, aturan-aturan klasik yang mencengkram kita dari kebebasan. Memotret itu adalah dari kita dan untuk kita, tidak ada aturannya! Mereka menyebutnya Expressive Photography. Be free and happy!

 

Langkah selanjutnya dari pelarian kita ini adalah “Sharing”! Yah, berbagilah dengan bahagia dan tanpa beban. Tidak semua orang percaya diri berbagi hasil jepretannya dengan orang di luar sana. Kenapa harus ragu? Photo adalah bahasa universal di seluruh dunia, bercerita dengan photo, berbagi kebahagiaan dengan photo, dan rasakan sensasinya saat kita menerima kejutan-kejutan dari yang mereka katakan! Berbagi bukan berarti pamer. Berpeganglah pada prinsip bahwa kita memotret dengan hati dan bahagia melakukannya, jika nanti ada yang menjudge buruk hasil karyamu, tidak perlu sedih! Hey itu wajar kok, this is my expressive photography. Setiap orang punya selera dan pendapat. Kenapa harus sedih dengan selera kita sendiri? Tidak ada yang salah dengan setiap langkah yang kita ambil ke depan. Yang salah adalah yang tidak melangkah! Percayalah semakin sering kita melangkah ke depan, semakin kita tahu bagaimana melangkah dengan lompatan paling jauh! 😀

 

Sahabat,

Memotret bukan milik para photographer saja. Siapapun boleh berbagi gambar dan foto. Jika sekarang sahabat bingung ingin posting apa, mengapa tidak mencoba berbagi photo hari ini? DSLR, Compact, phone-camera, semua adalah sama-sama kamera. Do your (whatever) shoots! Tunjukkan pada dunia bahwa kita sedang bahagia, bahwa kita melihat sesuatu di luar sana, bahwa kita ingin mereka tahu apa yang hati kita rasakan. Tidak takut memotret adalah modal awal. Saya sendiri dulu tidak takut memotret meskipun hanya dengan kamera hp, lihat apa yang saya ambil! Foto-foto ini hanya diambil dengan kamera hp 2 MPix tanpa editing!

 

Ada cerita di baliknya, ada ekspresi dan ada rasa ingin berbagi…


Saat saya kursus menyetir…

 

 


Kursi-kursi di sebuah kondangan di Jakarta…

 

 

 


Lantai angkot di Bogor…

 

 

Abang pisang keju…

 

 

 


Bersantai di kamar kostan temen di Bogor…

 

 


Saat sebuah nama tertulis di pallet kayu di Amerika

 

 


Genteng kostan di pagi hari…

 

 


Antena tivi di senja hari…

 

 


Saya suka sepatu ini, sangat nyaman untuk bekerja!

 

 


Berapa lama baju kotor ini tidak dicuci??

 

 


Ssssttt… ini di Brunei!

 

 

Ada yang tahu apa nama kacang ini? ini saya temukan di bawah pohonnya…

 

 

Kamera itu seperti perpanjangan mata dan hati kita. Mereka menunggu jari-jari kita menekan shutternya. Jadi apa yang kita tunggu? Keep going, keep shooting, keep sharing! It’s free!

 

Salam Jepret!

 

PS: jangan lupa ikuti KUIS HEADER IMPIAN ya!


Sehat itu Murah

Sepertinya judul di atas bertolak belakang dengan sebuah petuah umum: Sehat itu Mahal. Bagi mereka yang sedang sakit, tentu saja sehat akan terasa mahal atau tidak dapat diuangkan. Padahal sehat itu relatif murah bagi mereka yang ingin hidup sehat.

 

Dengan segala fasilitas alat olah raga, jadwal fitness, susu bernutrisi tinggi, atau latihan yoga tentu hidup sehat dengan mudah dapat diraih, tetapi bagi saya yang masih belum bekerja dan hidup numpang dengan orang tua, bergaya hidup sehat plus mahal ala majalah “Men’s Health” tentu saja bisa bikin saya megap-megap. Padahal sehat kan untuk semua orang? Tidak memandang usia, ekonomi dan status. Jadi, meskipun kantong kering, kita bisa mulai hidup sehat dengan yang murah meriah.

 

Saya akan share beberapa aktivitas harian saya yang mungkin bisa menginspirasi sahabat untuk hidup sehat yang murah meriah. Syukur-syukur bisa mulai dipraktikkan. Saya sendiri berusaha untuk konsisten dengan “ingin hidup sehat”, berat memang, tetapi jika ingat-ingat banyak keluarga saya yang kena jantung, stroke dan lain-lain, rasanya jadi bangkit lagi! Bangkit karena takut 😀

 

Kebersihan

Bangun tidur wajib beres-beres kamar. Membersihan kasur dari debu, kemudian menyapu lantai kamar dan membuka jendela agar udara segar masuk. Sederhana memang, tetapi hal kecil seperti ini awal hidup sehat lho. Kamar adalah tempat kita beristirahat, jika kamar kita saja kotor, pengap, dan penuh baju kotor, rasanya akan sulit untuk menjadi sehat meskipun kita sudah minum susu berliter-liter, hahahahaa…

 

Kebersihan badan tentu saja syarat mutlak bagi kesehatan. Tidak ada salahnya saat weekend kita sedikit berlama-lama di kamar mandi, sabunan dua kali dan shampooan dua kali. Pasti akan terasa beda. Tidak lupa juga menggosok gigi pagi setelah makan dan malam sebelum tidur. Malas? Ya saya juga sering, tetapi bayangkan berapa juta bakteri berpesta di mulut  jika kita tidak gosok gigi sebelum tidur. Apa harus menunggu kecoa datang malam-malam kemudian membersihakan sisa makanan di mulut kita? Hahahahahaa….

 

Pola Makan

Saya suka susu, tapi gak sanggup kalo harus minum susu setiap hari. Tapi saya selalu ingatkan mama untuk selalu menyediakan sayur atau buah. Saya memang pecinta sayur dan buah. Keduanya membuat perut saya nyaman dan tentunya melancarkan rutinitas ke belakang. Jika pada suatu hari mama tidak masak sayur dan tidak ada buah. Saya akan cari timun atau tomat di kulkas, dan saya jadikan lalapan atau dicemil. Timun kan murah! 😀

 

Saya secara resmi saat ini tidak makan nasi dalam jumlah banyak. Bukan diet, hanya menyesuaikan dengan aktivitas. Jika dulu saya bekerja di lapang, tentu saja energi yang saya butuhkan lebih banyak dibandingkan hanya diam di rumah. Mengurangi porsi nasi rupanya membuat saya juga tidak cepat gemuk dan tidak cepat mengantuk. Jadi makan nasi itu bukan karena kemauan, tetapi karena kebutuhan. Mau coba? Setelah seminggu anda akan terbiasa.

 

Saya tidak minum suplemen jika badan sedang fit. Saya biasanya akan merasa jika ada yang salah dengan badan saya, saat itulah saya akan segera minum vitamin , minum banyak air dan bersitirahat. Kita wajib tahu sinyal-sinyal apa yang dikeluarkan tubuh kita, lakukan antispasi di awal sebelum semakin buruk.

 

Selain itu saya tidak menyimpan cemilan di tempat terbuka dan mudah dijangkau, karena kebiasan saya, kalau belum habis gak berhenti, hahahahaa… Agar gak kebablasan, ambil cemilan secukupnya saja. Membawa satu toples atau satu bungkus cemilan ke kamar adalah keputusan yang salah 😀

 

Latihan

Rasanya kurang bijak bagi saya yang sedang cekak mengamburkan uang di tempat fitness. Maka berenang dan jalan kaki adalah pilihan latihan saya. Berenang di tempat saya tergolong murah, harga tiketnya hanya Rp. 2000, tempatnya pun relatif dekat. Jadi saya biasanya seminggu dua kali berenang, 2000 x 8 = 16 ribu /bulan. Hmmm, tidak mahal kan? Untuk gerak harian saya suka jalan kaki selama satu sampai dua jam setiap hari. Saya gak jogging kok, 😀 karena saya gak berjodoh dengan jogging, kaki saya suka sakit, jadi jalan kaki cepat adalah pilihan saya. Kombinasi latihan ringan (jalan kaki) dan berat (renang), sudah cukup buat saya. Oh iya, berenang 30 menit itu lebih baik daripada dua jam bermain air (ya iya lha!) dan sambil jalan kaki kita bisa menghirup udara segar plus hunting photo (itu sih saya banget).

 

Aktivitas pendukung

Berkebun adalah kegiatan yang saya sukai. Mulai dari beres-beres tanaman, menanam tanaman baru hasil minta ke tetangga, sampai siram-siram pot membuat saya berkeringat dan tentu saja sehat dan bermanfaat. Jika malas berkebun membantu mama sapu-sapu rumah dan sikat kamar mandi bisa jadi pilihan lho. Badan sehat, mama senang!

 

Syukurnya saya bukan perokok, dan saya selalu menghindari papa saya yang sedang merokok. Saat beliau merokok saya akan pastikan saya berada di ruangan yang berbeda. Di rumah seperti ada aturan tidak tertulis bahwa papa sebaiknya merokok di dekat pintu atau jendela. Hehehehe…

 

Saya jarang jajan di luar, selain boros, syukurnya mama selalu bisa bikin cemilan sendiri di rumah, seperti tahu goreng atau pisang goreng, kacang atau kedelai rebus, agar-agar, kolak atau bubur kacang ijo, kalau sedang rajin mama bisa bikin kue-kue yang yummy! 😀 Makan makanan rumah adalah salah satu cara hidup sehat paling mudah, paling tidak bisa terhindar dari sakit perut dan diare.

 

Sehat Pikiran

Berpikiran positif dan bahagia adalah cara hidup sehat yang paling murah. Hindari penyakit hati, gossip, dan hal-hal yang membuat stress berlebihan. Bergaul dengan orang-orang positif dan penuh senyum bermanfaat untuk menghindari pikiran negatif. Sambil jalan kaki atau jogging, kita bisa berkunjung ke rumah teman dan berbagi cerita penuh tawa, why not?

 

Berinternet dan blogging yang sehat sudah pasti suatu keharusan. Menghindari menulis status yang menyedot kebahagiaan diri sendiri seperti keluhan dan keputus-asaan. Membaca artikel dan buku yang bermanfaat adalah cara menyegarkan sekaligus menyehatkan pikiran. Nonton kartun lucu? Oke juga!

 

Jadi gak perlu mahal kan untuk jadi sehat? Semua orang pasti ingin hidup sehat, tinggal bagaimana mengatur dan membiasakan. Hidup sehat yang mudah dan murah tidak sulit asalkan kita mau. Lakukan hidup sehat sahabat, sebelum sehat itu mahal!

***

Artikel ini disertakan dalam sebuah kontes di Blognya Kakaakin:



Tips Kocak

Beberapa hari yang lalu teman saya, Dodo, menunjukkan video tips melipat baju cepat ala jepang, hahahahah… saya tertawa melihatnya!

Sebenarnya saya pernah melihat video ini dulu sekali, tetapi tetap saja menarik, dan asyiknya kemarin saya mempraktekannya di depan orang-orang rumah, dan mereka tersenyum! 😀

Please check the video!

 

Buat sahabat yang belum tahu, kenapa tidak mencoba mempraktekannya di rumah?

Siapa tahu bisa menghibur orang-orang yang anda sayangi….  🙂

**

 

Selain itu ada beberapa video unik lain yang saya temukan, dan saya tertawa:

 

Cara melepas kaos dengan cepat:

Komen terkocak:

  • Damn I ripped my shirt
  • 4 out of 5 people tried this that one person got stuck (Jinmgo)
  • Why are we all watching a guy take his shirt off?

 

 

Cara mengupas teluar rebus dengan cepat:

Komen terkocak:

  • They forgot the first step: Brush your teeth
  • I hope they don’t do this in restaurants thats gross.
  • I burned my lips >_>

 

 

Cara menenangkan bayi dengan cepat:

Komen terkocak:

  • baby has fond memories of the womb?!?! Wow
  • bring baby close to faucet, turn on cold water, baby then realizes if it doesn’t shut up it’s going to die cold and wet.
  • they probably punched the baby before filming

 

***

SMILE!

Have a good weekend!

 


Belajar dengan Telinga

Sahabat,

Pasti banyak di antara kita yang merasa stuck dengan kemampuan Bahasa Inggris kita. Ada yang merasa pas-pasan, ada yang menyerah karena merasa tidak mengalami perkembangan berarti meskipun sudah belajar mati-matian, bahkan ada yang merasa gak bakat, atau malah enggan. Jangan tanya saya kenapa, saya sendiri pun mengalami banyak dilema seputar bahasa internasional ini 😀

 

Di postingan “Ngemeng Doang” yang lalu saya bercerita mengenai dilema nilai TOEFL saya yang aneh bin ajaib, karena nilai listening saya yang jauh melesat, sedangkan nilai yang lain amblas Entah kemana. Beberapa komentar dari teman-tema menyebut kebalikannya. Mereka baik di nilai lain, tetapi jika harus berbicara langsung, mereka tidak lebih baik. Saya sendiri sedang berusaha untuk menyeimbangkan antara skill berbicara dan skill menulis. Itu dilema saya.

Setiap orang  pasti mengalami dilemanya masing-masing dengan yang namanya Bahasa Inggris. Meskipun bahasa ini sudah diajarkan semenjak di bangku SD, bertahun-tahun lamanya, tetapi tetap saja kita banyak memilih prinsip “kalau bisa dihindari, kenapa harus dideketin” :mrgreen:

 

Wajar  saja sebenarnya kalau kita berbahasa Inggris tidak selancar native, toh kita juga seoarang native buat bahasa kita sendiri, Bahasa Indonesia. Lagipula jika kita pikir-pikir, Bahasa Inggris itu bisa jadi bahasa ke-3, ke-4 atau ke-5 kita. Kok bisa? Ya, saya sendiri, bisa berbahasa Indonesia, Jawa, Banjar, Madura dan Sunda, artinya Bahasa Inggris adalah bahasa ke-6 saya. Nah, buktinya kita bisa mengerti banyak bahasa daerah. Artinya Bahasa Inggris itu sebenarnya bisa jadi bahasa daerah kita juga kan? *Bahasa daerah dari hongkong! 😀 Kenapa kita mudah belajar bahasa daerah? Mungkin saja karena kita terbiasa mendengarkan. Ya nggak?

 

Bahasa Inggris saya berkembang pesat saat saya sempat tinggal di US selama setahun. Terutama listening dan speaking. Bukan karena saya belajar Bahasa Inggris atau ambil kursus Inggris di sana tetapi hanya karena, mau tidak mau, saya mendengar bahasa itu setiap hari. Every single day. Kebayang kan, bagaimana yang tadinya kita bisa cuap-cuap seenak jidat di negeri sendiri, tiba-tiba dihadapkan pada situasi dimana setiap kata keluar melalui pemikiran dahulu. Jadilah saya sedikit kalem. Kalem-kalem minder :mrgreen:

 

Pengalaman berbicara dan mendengarkan Bahasa Inggris ini tentu saja banyak dipenuhi kejadian lucu dan menarik. Berbicara dengan native yang punya aksen macem-macem dan style berbicara berbeda bisa jadi suatu dilema baru, belum lagi ditambah dengan interaksi dengan student asing lain yang pastinya masih sama-sama belajar. Dalam kasus saya terkadang English seorang student bisa jadi merusak English student lain, hahahahaha…

 

 

Satu kali saya berbicara dengan student Brazil bernama Leo.

“I like miyuk, how about you?”

“What? Miyuk?”

“yes, miyuk… you don’t know?”

“What’s that?”

“drink”

“Is that from fruit?”

“No, no, no…”

“It’s alcohol?”

“Nooo, it’s good”

“I don’t know…”

Lama saya dan Leo tanya jawab hanya untuk sekedar menjawab apa sebenarnya minuman bernama miyuk itu. Tapi tidak juga menemukan makna kata itu.

“what’s the color?”

“white”

“OMG, Leo, do you mean MILK??”

“Yes, MIYUK!”

 

 

Sodara-sodara ternyata emang tuh orang Brazil nggak bisa ngucapin huruf L ketemu K, Hahahahah… MILK berubah jadi MIYUK. Kali ini saya belajar bahkan satu kata sederhana bisa tidak dimengerti hanya karena adanya aksen.

Lain halnya dengan Fernanda, dia student Brazil keturunan Jerman, senang menggunakan imbuhan “don’t you think?”. Setiap pertanyaan dan pernyataan akan diimbuhi dengan kata-kata itu.

“It’s good, don’t you think?”

“I think you like flower, don’t you think?”

“I don’t know, don’t you think?”

“I don’t think it correct, don’t you think?”

Duh, malah riweh nggak sih? Untuk hal ini saya kadang harus membiasakan diri untuk mengenali mana pernyataan mana imbuhan. Jangan dicontoh ya. Sengaja tidak sengaja saya justru sempat ikut-ikutan menggunakan kata-kata ini.

“Fernanda I think you need to stop say-don’t you think-, don’t you think?” *bingung deh lu 😆

 

 

Lain student Brazil, lain lagi student dari Ukraine yang suka menambahkan kata “yes” disebuah pertanyaan.

“Prima, you like chocolate, yes?”

“he does not know, yes?”

“it is delicious, yes?”

Fungsinya seperti “right” pada “It’s nice, right?”, hanya saja karena bahasa asli mereka suka menggunakan “Da” yang berarti “yes” di akhir kalimat, kebiasaan ini malah terbawa sampai ke Bahasa Inggris.

 

Ada satu anak Ukraine senior bernama Vladimir yang sudah lumayan dalam berbahasa Inggris karena pergaulannya yang intensif dengan native. Suatu pagi di bulan pertama saya di US, dia menyapa saya pagi itu.

“Prima, What’s up man!”

Nah saya bingung deh apa artinya? Gimana menjawabnya? Saya taunya How are you?

Kemudian saya dengan polosnya bertanya tentang “what’s up”, hmmm… fungsinya sama dengan how are you, hanya saja kita bisa menjawabnya dengan “what’s up” juga atau dijawab, fine, good, seperti biasa. Oh iya, orang Amerika suka menggunakan sapaan “How are you doing” yang tidak terdengar “are” nya, sehingga menjadi “How you doing?”

 

 

Ada karyawan di tempat kerja bernama Perc, dia orang kulit hitam yang jika berbicara seperti sedang nge-rap! Yeah, mereka punya aksen yang kental, persis seperti yang di film-film atau lagu barat. Satu hari saya sedang santai bekerja. Hari itu memang hari yang santai buat semua orang.

“Primo (he called me Primo, not Prima), what’s up… Are you chilling?”

Saya sempet bingung…dan menjawab sekenanya:” No Perc, It’s hot!”

Suasana Greenhouse siang itu memang panas, kok bisa-bisanya dia bilang “dingin”? Perc cuma ketawa geli dengar jawaban saya, dan ternyata…

Ya Tuhan , ternyata “chilling” yang dia maksud bukan “beku”, tetapi “santai” hahahaahahaa… Jadi Perc sedang nyidir saya, “Prima, kamu lagi kerja apa santai-santai aja?” 😀

Banyak bahasa Inggris prokem yang saya temui di US. Saya juga sedikit banyak belajar dari mendengarkan.

 

 

Berbicara dengan native bisa jadi adalah kendala saat kita mengucapkan suatu kata dengan pengucapan yang salah. Di sebuah toko elektronik, seorang kasir menanyakan alamat saya untuk di-input ke dalam database garansi.

“2009 Marden Road” (terdengar: 2009 Marden Rut)

“Marden Root?”

“Yes, Marden Root” saya jawab dengan pede. Si Mbak kasir bengong beberapa detik.

“Sorry sir, you mean Root, or Road?”

OMG, saya salah mengucapkan! Road itu dilafalkan seperti “Rowd” bukan “Rut”, pantesan si mbak kasirnya bingung. Saya pun sedikit banyak juga belajar bagaimana malafalkan suatu kata dengan benar.

 

 

Selain salah mengucapkan, salah mendengarkan juga tidak jarang terjadi. Suatu ketika kami kedatangan student baru dari South Africa turunan Scotland, Ross.  Ross ini tentu saja seorang native speaker, dia berbicara ala british dengan kecepatan yang bikin saya harus fokus saat berbicara dengan dia. Saya merasa ada di film Harry Potter saat itu.

“Ross, well, Art will drive you to the store”

“Oh, hiwud?”

Saya bengong sebentar, dia ngomong apa ya? Apa itu suatu kata?

“Sorry, what you say?”

“I said, He would?”

Hahahahah…sodara-sodara ternyata dia mengucapkan dua kata itu dengan cepat, dan saya nggak menangkap maksudnya, jadi dia seperti menekankan seperti kata “beneran?” atau “serius nih?” His English is just too beautiful for us… 😆

 

 

Nah, begitu kira-kira beberapa cerita lucu seputar belajar Inggris selama saya berada di Amerika. Kesalahan dan kelucuan itu justru membuat banyak peningkatan yang cukup signifikan terutama untuk kemampuan mendengar dan berbicara saya sekarang. Semua ternyata berawal dari “mendengarkan” kan?

Mulut memang bisa kita atur-atur bagaimana outputnya, tetapi telinga adalah indra yang sifatnya menerima saja, jadi apa yang kita dengar akan segera menjadi pembelajaran bagi kita. Maka dari itu jangan menyia-nyiakan indra yang satu ini. Di manapun, kapanpun, jika kita bisa mendengarkan Bahasa Inggris maka cobalah untuk menyimak. Bisa jadi lagu, bisa berita, film atau percakapan orang asing. Tentu saja diiringi oleh keberanian mencoba berbicara juga. Mudah-mudahan kita bisa karena biasa.  Semangat!



Lomba Blog 2010 Berhadiah Jutaan Rupiah | belajaringgris.net
Tiada Hari Tanpa Bahasa Inggris
artikel ini didukung oleh belajar hipnotis

 

PS: Thanks to all my friends mentioned above, miss you guys 🙂


Retardan: Rahasia Bunga Komersial

Sahabat,

Pernakah sahabat membeli tanaman pot berbunga di florist atau supermarket? Pastinya tanaman sedang dalam keadaan berbunga penuh, berdaun lebat, cantik dan sempurna bukan?

 

Apakah sahabat kemudian menyadari bahwa kecantikan tersebut tidak bertahan lama? Misalnya setelah satu bulan tanaman berubah menjadi kurus, tumbuh tinggi, tidak karuan, dan tanpa bunga? Atau setelah bunga rontok, tanaman tidak lagi berbunga? Sahabat merasa tertipu? :mrgreen:

 

Jangan terburu-buru menyalahkan diri sendiri atau orang lain dengan kondisi ini. Ini hanya gejala umum untuk hampir semua tanaman bunga komersial. Tentu saja tanaman tersebut mendapat perlakuan rahasia dari tempat asalnya. Apakah itu?

 

 

Tanaman berbunga yang dirawat di nursery atau greenhouse pada umumnya di rawat dengan pupuk yang sangat intensif. Kontrol ketersediann pupuk memastikan aliran pupuk ke dalam tanaman cukup setiap harinya. Bahkan pada greenhouse besar, pengairan pada tanaman juga mengandung pupuk atau zat hara dalam jumlah kecil. Jadi bisa dikatakan pemupukan terjadi di setiap penyiraman, setiap hari. Tidak heran tanaman tumbuh dengan optimal dan sehat.

Tidak hanya itu, rahasia umum yang paling ekstrim yang dilakukan adalah pemberian ZPT (Zat pengatur Tumbuh), atau PGR (Plant Growth Regulator), atau bahasa sederhananya, Hormon. Umumnya hormon yang digunakan adalah hormon sintetik dengan kosentrasi tertentu sesuai tujuan pemberian hormon.

Hormon tumbuhan menurut wikipedia adalah  sekumpulan bahan kimia/senyawa yang mampu mengendalikan pertumbuhan, perkembangan, dan pergerakan tumbuhan. Hormon ini banyak jenisnya. Salah satu hormon yang umum digunakan untuk tanaman hais dan bunga adalah asam absisat (ABA), yang sifatnya sebagai retardan atau penghambat pertumbuhan.

 

Retardan di pasaran berasal dari golongan paclobutrazol dan uniconazol. Tentu saja merk dagang yang dijual juga beragam dengan kosentrasi dan kombinasi dengan hormon lain atau pestisida yang kemudian menghasilkan efek “menghambat” pertumbuhan pada tanaman.

Kok “menghambat pertumbuhan”?

Karena efek hormon ini menyebabkan tanaman tumbuh lebih kerdil, lebat dan kompak (karena jarak buku daun menjadi sempit), dan tentu saja mempercepat masuknya fase generatif atau pembungaan, yang membuat tanaman bisa berbunga dengan umur yang dini secara serentak dan banyak! Inilah senjata sesungguhnya para petani bunga pot.

 

Cara aplikasi retardan ini umunya disiram pada akar (drenching), atau spray pada daun. Aplikasi dapat dilakukan sekali atau lebih, tergantung pada teknik dan hasil yang diinginkan. Penggunaan retardan sebaiknya merujuk pada kosentrasi tertentu sesaui aturan, karena pemberian yang berlebihan akan membuat tanaman menjadi tidak tumbuh sama sekali, daun kecil, seperti tanaman sakit. Jika sudah begini umumnya tanaman akan dibuang karena sudah tidak menarik lagi.

 

Coba lihat contoh bagaimana efek retardan pada tanaman berikut. Foto diambil dari koleksi dan experiment saya sendiri 😀


Bunga dahlia kerdil dengan jumlah bunga yang sangat banyak

 


Bunga Daisy ini juga mempunyai bunga kompak dengan bantuan PGR/retardant.

 


Salah satu bunga yang “lolos” dari pemberian PGR, tumbuh dengan normal (tinggi)

 


Tanaman Telekan, Lantana camara, tanpa PGR (kiri) dan dengan PGR (kanan)

 


Bunga sepatu (Hibiscus rosa-sinensis), tanpa PGR (kiri) dan dengan PGR (kanan), terkadang efek yang dihasilkan tidak sesuai harapan, justru membuat tanaman tampak seperti sakit.

 


Bunga sepatu (Hibiscus rosa-sinensis), tanpa PGR (kanan) dan dengan PGR (kiri)

 


Bunga Jathropa tanpa PGR (kiri) dan dengan PGR (kanan)

 


Tanaman semak (Eugenia oleina), tanpa PGR (kiri) dan dengan PGR (kanan)

 

Bunga Kaca Piring (Gardenia jasminoides), anpa PGR (kanan) dan dengan PGR (kiri)

 

 

Semua bunga ini telah tersentuh oleh PGR! *Narsis bentar  :mrgreen:

 

 

Pengaruh dari retardan pada umumnya akan hilang setelah beberapa minggu tergantung “kekuatan” retardan dan jenis tanaman. Jika pengaruh sudah hilang, maka tumbuhan akan tumbuh seperti biasa, hal ini mengakibatkan bentuk yang tadinya kompak menjadi tidak karuan. Sahabat akan lihat bagaimana bentuk tanaman sahabat yang sebenarnya! Hahahahahah… :mrgreen:

Hanya satu saran saya, tetap siram dan berikan pupuk. Lakukan pemangkasan jika nampak “kusut”, dan rawatlah secara normal. Tanaman anda akan berbunga secara normal tergantung pada kondisi lingkungan dan perawatan, bukan karena pengaruh hormon.

 

Memang pada dasarnya ini ibarat penipuan konsumen, tetapi kenyataannya banyak konsumen yang hanya butuh penampilan sesaat, seperti untuk tujuan pernikahan, hotel, dan event-event penting lain. Tetapi umumnya bagi ibu-ibu dan pecinta tanaman di rumah, sebagian besar akan merasa “sakit hati” karena tanamannya berubah menjadi “tidak secantik dahulu”.

Oh iya, jangan langsung percaya jika ada yang menawarkan tanaman kerdil dengan bunga atau buah yang lebat. Ada dua kemungkinan, tanaman itu memang kerdil secara genetik (umumnya harga sedikit mahal), atau kerdil karena pengaruh hormon sesaat. Terkesima boleh, tetapi tetaplah menjadi konsumen yang cerdas 😀

 

Salam Kebun!


Anak Desa ke Amerika (Part 2)

Ini adalah catatan perjalanan saya saat pergi ke US 2008 silam. Bagi yang belum membaca bagian pertama silahkan membaca disini: Anak Desa ke Amerika (Part 1)

 

Pesawat dari Jepang akhirnya mendarat di Minneapolis, MN. Bandara ini akan menjadi gerbang masuk bagi gue dan Agus sebagai non-imigran, kalo gue lolos di imigrasi maka akan lebih gampang kesononya (begitu sih kata yang senior-senior). Tahu rasanya menginjakkan kaki di Negeri Paman Sam ini? Biasa aja tuh. Wakakkakakaka…. *songong mode: on

Minneapolis Airport, sempet narsis

So abis kita keluar dari pesawat  gue dan agus dah lari-lari kaya kuda lumping makan beling. Buru-buru biar cepet diurus sama imigrasi, yup, akhirnya dapat awal-awal juga. Padahal gak ngaruh. Bandara ini gede, gue sempet ngelirik ke area luar dari balik kaca-kaca tebel itu, ini kan awal summer? Kenapa diluar mendung sendu begitu? Gue terus inget MN kan emang “Ice Box” nya US,so jangan ngarep anget-anget pas summer! lol. Gue langsung  antri, terus gue dan agus digiring ke ruangan khusus teroris, wkakakakaka… alias ruangan khusus untuk para non imigran dengan status istimewa kali ya. Beginilah nasib orang indo, apalagi gue yang pertama kali dateng ke sono, gue diajak ramah tamah* dulu (baca: di bawah pengawasan) 😀

Kata gosip dari yang sudah-sudah, mending yang mau berangkat turunnya sini aja, lebih sepi yang non-imigran…jadi diurusnya cepet, gak serame LA pastinya. Intinya kita cuma dikacangin terus suruh isi form, dan tunggu lumayan lama karena biasanya mereka akan cek database kita, dan ngurus orang lain selain intern kaya kita. Aneh-aneh yang masuk sana, ada orang rusia yang ngamuk-ngamuk karena gak lolos ntah karena alasan apa. Ada orang hispanic yang disuruh jelasin apa yang ada di kopernya sambil di ubal-ubal tuh koper, Duh!

Setelah mulai sepi, baru deh, kita dipanggil, ditanya ini itu dan photo dan sidik jari, dan ada kejadian aneh waktu dia mengidentifikasi rambut gue, gue bilang “black” dia bilang “Dark Brown”! eh? Kok bisa? Gue ngotot ini nih item, jelas-jelas gue gak suka maen layangan atau mandi di kali 😛 Akhirnya setelah gue dinyatakan berambut item, gue dapet stampel dari imigrasi dan ucapan: Good Luck! Kita bisa pergi deh…Hore!

Kok bagasi ga diperiksa yah??? Justru ternyata bagasi gue dah di bobol waktu tadi gue nunggu, wakakkaka…, anehnya gemboknya gak rusak, malah di tempel di kopernya dengan keadan rapi 😛 canggih amat!

Pas di tempat declare bagasi, barang-barang yang ada makanannya dibongkar abis-abisan! Anehnya indomie rasa ayam bawang gue diambil just because kata “ayam”, padahal rasa soto dan mi goreng kan juga ayam! aneh. Konyolnya dia bilang “Product from Malaysia is not good”, wkakakakaka…gue kan dari indo pak, kenapa jadi negara sebelah yang kena aib, wkakakaakakak… gue diem aja, pis ah!

Gue mulai sadar orang sini gak bisa mengucapkan nama belakang gue dg bener, ada yang manggil yutebret, ada yang hatebret, bahkan ada yang nyerah, dan bilang “gimana aku nyebutnya???” duh…..gue juga baru ngeh kalo mereka dari tadi manggil gue, heheheee, kirain mereka lagi nge-rap!

Penerbangan di lanjutkan ke Ohio.

Columbus Airport, OH

Sampe di Columbus, OH

Udah mulai tenang… bisa jalan-jalan dan beli souvenir, pertama kali dapet duit receh. Keliyeng-keliyeng liatnya, ini berapa cent ya??? Whatever, masuk kantong langsung.

Hahhaha…di bandara Columbus ini kita dengan sotoy-nya nyasar ke pintu keluar yang buntu, mana koper berat banget lagi. Maka dengan berbekal ilmu “bacalah” dan “tanyalah” Kita berhasil naik taksi ke University Plaza Hotel (Hotelnya The Ohio State University). Si abang taksi-nya orang item udah tua. Berhubung baru liat dollar yang kerincingan, gue ngelirik tuh duit koin itu berkali-kali. Pas bayar taksi gue kasih dah tuh satu lembar 50 dollar dan semua receh, biar si abang itung sendiri, wkakakaka…sampe sempet bikin “cape deh” si abang . Gue inget dia sempet ngomong “No Tips!”. Mungkin dia gak boleh nerima tips kali ya. Bingung gue.

Nyampe hotel, gue mulai ngutak atik peralatan dari tipi mpe showernya. Untung gue ga gaptek-gaptek banget, agus aja ga ngerti gimana cara nyalain showernya, padahal dia dah siap mandi, lol.

Ohio dingin brrrrr… Jam 8 malam masih terang  benderang. Suasananya beda banget, sunyi, jalan-jalan sepi gak jelas, ada penduduknya gak ya? 😛 Karena ga bisa pake telpon dari kamar, gue titip pesan ke Univ lewat telpon di front desk, gratis kok…trus tanya passcode bwt wifi nya ! yuhuuuuuuuuu ! cepet banget!

Paginya nyari sarapan murah di Burger King, ternyata buat sarapan, masih belum ada menu aneh-aneh,  akhirnya kita cuma makan roti digoreng gitu dan sirup super manis. Kesini-sini gue ngeh itu yang namanya pancake, biskuit dan syrup (-_-‘), oh ya plus susu cokelat dingin, wkakakakak… aneh emang. Udah gitu kita belum mengenal self-service,  itu nampan masih teronggok manis plus sampahnya di meja! Parah!

Agus, Jean, Adrian Luke dan Rod

Jam 9 pagi orang OSU (Ohio State Univ) bakal jemput kita. Kita pikir kita cuma berdua intern-nya, ternyata ada yang lain. Luke dari UK, Jean-luk dari France, Adrian dari Panama, cowok semua. Like usual kita Orientation Day,dengerin Mr. Chrisman cuap-cuap, dan kasih nasihat ini itu terutama berlalu lintas bagi anak UK dan Indo yang nyetir di kiri, pengalaman sudah banyak yang kecelakaan, wkakakak…, terus lanjut makan siang super wah di chinese resto, dan jalan-jalan ma Rod keliling OSU. Udah gak perlu dijelasin gimana heboh ma katro nya, pokoknya tuh Univ gede gila, terutama fasilitas olahraganya…

Abis itu jam 3 kita langsung terbang ke Florida tempat host kita. Pas di bandara kita cuma betiga ma Jean-luk, sedangkan Luke dan Adrian berangkat besok. Di Bandara, Rod ngedrop gue, Agus dan Jean, sempet say goodbye pake acara telat kasih souvenir dan nitip souvenir ke orang office. Lu tau gue ngasih apa? Angklung! Wuakakakkaa.. gue bawa 4 biji gede-gede, NIAT! *untung gak plus duren ma pete 😀

OSU Stadium

Kejadian konyol lagi neh… Koper Agus dituker sama orang! Ntah dituker entah dimaling. Kok bisa? Kapan? Agus kalap dan lari ke dalem buat nyari bantuan pernafasan aka security. Terus gue liat koper “bukan punya agus itu” ada tulisan Luke bla-bla, United Kingdom. Nah lho! Ternyata sodara-sodara saking riwehnya koper yang dituruni Rod ternyata bukan koper agus, tapi punya Si Luke, walhasil gue ma Jean Cuma bengong sambil nyengir kuda sambil mikir si Agus tadi kok bisa gak ngeh kalo itu bukan kopernya?

Agus kira ada orang yang ngambil kopernya dan nuker ma koper lain, dan dia tiba-tiba udah bawa-bawa polisi bandara gede banget + berkacak pinggang, gile sumpah serem banget ! “Tidak ada pencuri koper di sini” Dia bilang gitu ke Agus. Agus cuma terbata-bata gak jelas setengah mewek intinya “Pak, bantuin aye pakkkkkk..koper aye ilangggg!!!!!”

Trus gue jelasin masalahnya pelan-pelan dengan english pas-pasan ke pak polisi dan dia ngerti (untungnya… padahal gue dah mulut berbusa+muncrat-muncrat). Trus  pak polisi bawa agus buat  telp Office. Masalah selesai. Rod datang dan bawa koper yang bener, Thanks God! Si Jean cuma diem bengong liat kekonyolan gw dan agus, dia cengok ala boneka dengan mata biru dan bulu mata yang super blondie *orang katro jarang liat bule dari deket ya begini… 😀

Permasalahan kembali muncul saat kita nyampe Orlando, Florida. Fyi, bandara orlando keren abis! Mereka membuat susana Bandara sangat bernuansa wisata! Mulai dari tanaman tropis, palm, sampe gambar dinding yang bertema Disney, Universal Studio, SeaWorld, dll. Untuk ke areal kedatangan kita harus naik monorel yang melalui seperti danau yang keren. Seru deh!

Document yang ketinggalan di pesawat

 

Oh iya, permasalah berikutnya, Agus ninggalin document  orientasi dari ohio di dalam cabin! God! Ada-ada  aja. Pala gue botak lama-lama kalo begini. Kan kita dijemput ma Ceko dan Jorge di bandara. Udah deh, dia ma Ceko lari ke information desk nyari dokumen ketinggalan itu. Gue cuma nunggu ma Jorge dan ngorol kesana kemari. Untung semua bisa lancar, Agus got the document, terus kita lanjut perjalanan pake mobil ke Apopka… perjalanan 1 jam, kita sempet makan di McD, dan tidur dengan selamat di rumah baru yang lumayan nyaman.

 

 

Satu lagi… summer di Florida panas banget. Lebih-lebih dari bogor! rasanya matahari deket banget ma kepala.

***

 

Yah, begitulah catatan perjalanan saya ke Amerika. Semoga bisa memberikan manfaat dan wawasan bagi yang mau ke sana. Jangan sampe katro kaya saya ya 😀

Happy Friday!

 


Kapan Harus Menyiram Tanaman?

Gardening time!

 

Kapan harus menyiram tanaman dalam pot?

Pertanyaan klasik yang sering kita dengar atau mungkin kita tanyakan ke penjual tanaman.

Bagaimana jika sahabat dihadapkan dengan pertanyaan tersebut.

Ada yang menjawab: “Kira-kira satu hari sekali saja”

Ada yang menjawab: “Pagi dan sore” dan berbagai jawaban lainnya.

 

Tanaman hakikatnya adalah mahluk hidup yang sama dengan manusia, cuma bedanya tanaman tidak bergerak dan tidak berbicara. Jika mereka kepanasan mereka diam, jika kebecekan mereka diam, jika sakit mereka diam. Terus mau bagaimana? Ya itu artinya tugas kita lah yang harus mengenal mereka lebih dekat.

Seperti juga manusia, tanaman “minum air” jika merasa haus. Jadi pernyataan penyiraman dilakukan satu kali sehari, dua kali sehari rasanya kurang tepat. Saya menyiram tanaman saat mereka terlihat haus 😀

Bagaimana melihat tanaman yang haus? Tanaman yang layu adalah bentuk kehausan tingkat akut yang bisa berarti kematian. Jadi jika kita menyiram tanaman layu, ya mereka memang haus, tapi kita bisa sambil berdoa, siapa tahu mereka tidak akan bangun lagi, hahhahaha…

 

 

Berikut tips dari saya untuk melihat tanaman yang butuh disiram:

  • Cek kondisi tanah atau media tanam, jika pot kecil dan media ringan tidak ada salahnya membalik pot, sambil menahan bagian atas tanah, kemudian sentuh dengan tangan. Jika tanah terlihat kering dalamnya, maka saatnya kita menyiram. Jika tanah terlihat basah, kita bisa menundanya sampai besok. Pada umumnya tanaman menyukai tanah yang lembab (seperti handuk anda setelah mandi), bukan basah, dan bukan pula kering.

 

  • Jika pot berukuran besar, kita bisa gunakan kawat kuat atau stik untuk menusuk tanah kemudian mencabutnya kembali, lihat kondisi tanah yang menempel pada kawat, masih cukup lembab kah? Jika sudah terbiasa kita bisa mengira-ngira berat pot. Jika pot sudah kering pasti akan sangat ringan, artinya anda harus menghindari pot sampai seringan itu. Dari berat pot ini kita juga bisa tahu, seberapa banyak air yang kita berikan.

 

  • Kondisi tanaman juga bisa tampak jika kehausan. Beberapa tanaman ada yang daunnya akan bergerak vertikal untuk mengurangi permukaan penguapan, ada pula yang terlihat lemas atau tidak turgor, tetapi belum layu, ini menandakan kondisi air dalam tanaman sudah berkurang.

 

  • Jika kita menyiram kelompok tanaman sejenis dengan ukuran tanaman, pot, tempat yang sama, kita bisa mengambil satu sampel pengecekan, kemudian lakukan kebijakan siram atau tidak untuk kelompok tanaman tersebut. Saya yakin mereka memiliki kondisi yang sama.

 

 

Selain tips tersebut, ada beberapa tips penting lain seputar tanaman dan penyiraman.

  • Setiap tanaman memiliki kebutuhan air yang berbeda, jika kita sedang rajin, kita bisa mencari tahu dari buku-buku populer kebutuhan air tanaman tersebut, ada yang banyak, sedang dan sedikit. Tanaman banyak air tidak akan masalah dengan penyiraman berlebih tetapi pada umumnya tanaman ini peka terhadap kekeringan. tanaman sedikit air seperti jenis kaktus dan sukulen, akan sensitif terhadap tanah yang jenuh air.

 

  • Kondisi tanah dengan jenuh air yang sedang atau lembab, pada umunya disenangi tanaman karena baik tanaman suka air atau tidak suka air dapat mentoleransi kondisi ideal ini. Kondisi tanah yang kering akan berakibat kematian, kondisi tanah yang basah terus mnerus juka akan berakibat mudahnya terjadi serangan jamur dan bakteri yang berakibat pembusukan.

 

  • Lihatlah kondisi cuaca hari ini! Jika hari ini seharian turun hujan mungkin kita harus berpikir dua kali untuk menyiram tanaman diteras depan rumah. Sebaliknya jika hari ini sangat panas dan kita merasa haus, mungkin tanaman kita sedang mengalamai hal yang sama. Tetapi hal ini tentu tidak berlaku untuk tanaman pot dalam ruangan tertutup.

 

  • Kondisi ruangan ber AC yang kering tentu membuat tanaman lebih cepat kering. Ruangan sejuk  tidak berarti menjauhkan tanaman kita dari kematian akibat keterlambatan penyiraman.

 

  • Ukuran tanaman yang lebih besar atau permukan daun yang lebar membuat tanaman lebih cepat kehilangan air. Perhatiakan juga ukuran pot tanaman. Dengan ukuran tanaman yang sama, tentu saja pot yang lebih kecil akan lebih cepat kering.

 

  • Permukaan tanah yang kering belum tentu tanda bahwa tanaman butuh air, permukaan atas tanah memang bagian yang paling duluan kering.

 

  • Penyiraman sedikit demi sedikit lebih baik daripada penyiraman sekali dalam jumlah besar yang membuat sampai air mengalir keluar pot.

 

  • Siramlah tanaman pada tanah atau media tanam, bukan daun! (kecuali jenis anggrek). Jika malam tiba, suhu turun dan air masih menempel pada daun, bersiap-siaplah mendapat serangan jamur! Sebaiknya siram tanaman jangan terlalu sore. Biarkan air pada daun sempat kering sebelum malam tiba.

 

Kira-kira seperti itulah tips-tips penyiraman dari saya. Jika sahabat ada yang ingin menambahkan silahkan jangan ragu menulis di kolom komentar.

 

Tanaman dalam pot lebih repot dipelihara daripada tanaman yang ditanam di halaman atau tanah. Pada tanaman pot kita adalah tokoh utama yang “mengasuh” tanaman tersebut, sedangkan tanaman di luar lebih bisa bertahan dari kekeringan karena bumi adalah satuan bidang yang menyimpan banyak air dari hujan atau sungai. Jadi jika kita bisa sedikit cuek dengan tanaman yang ditanam di halaman, kita harus lebih hati-hati dengan tanaman dalam pot.

 

Saya di sini hanya menulis sedikit pengalaman saya di bidang tanaman. Mohon koreksi dan masukan jika ada yang salah atau kurang tepat.

 

Salam Kebun!


Overlay + Gaussian

This easy tutorial really works for you who love narcism 😀

Hi sahabat Blogger.

Tutorial photoshop kali ini salah satu tutorial yang saya sering gunakan, karena simple dan hasilnya lumayan bagus. Buat sahabat yang sering pakai photoshop mungkin sudah sering menggunakan cara ini, tapi bagi yang jarang pakai, atau punya photoshop tapi gak pernah dipakai, cobalah tutorial berikut, siapa tau tutorial ini bisa berguna buat membuat tampilan foto narsis jadi berbeda 😛

Ini contoh foto sebelum edit dan setelah. Cekidot!

Hasil Overlay-Gaussian

TUTORIAL-nya:

Bagaimana? Mudah kan! Berikut contoh-contoh foto narsis lainnya :mrgreen:

 

contoh3

contoh2

contoh4

contoh5

contoh6

😀 😀 😀 Hayo siapa ini??? 😀 😀 😀

 

Selamat Mencoba!

Salam Jepret!

 

PS: Saya ucapkan banyak terimakasih kepada semua model yang dengan sengaja tampil di postingan kali ini. 😆


Alergi Teh

Yeah, it sounds weird, but it happened to me…

Hi Sahabat Blogger, siapa yang suka teh? Mungkin hampir semua mengatakan “Iya saya suka”, tidak ada yang salah, saya juga suka kok 😛 Kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman saya kena “alergi” teh! Kok bisa???

Awalnya semenjak saya kuliah di Bogor saya mulai mengenal teh sebagai menu wajib harian. Yeah, sudah budaya orang sunda hampir setiap hari minum teh, mau manis atau tidak, yang penting teh! Makan di warung nasi, teh, makan nasi uduk, teh, sampai jika kita beruntung kita bisa menemukan satu termos berisi teh yang selalu hangat dan standby di dapurnya orang sunda.

Nah, sejak kecil saya tidak dibiasakan minum teh, mungkin sebagian besar masyarakat  jawa tidak menjadikan teh sebagai menu wajib harian. Minum teh kalau ada makanan serupa pisang goreng atau makan besar, atau ketika sedang bertamu. Intinya tidak sesering orang sunda. Mudahan saya tidak salah ya 😛

Saat sibuk di bangku perkuliahan itu, pola makan saya sedikit tidak teratur, makan tidak tepat waktu. Saya juga punya kebiasaan beli teh kemasan dalam botol kaca atau plastik, yang saya sering bawa kemana-mana. Apa lagi yang berlabel “green tea”, rasanya segar sekali setelah meminumnya. Tidak aneh memang karena sedikitnya teh mengandung kafein (lebih rendah dari kopi) yang menstimulus syaraf kita untuk bangun! Hahhahaha… Pokoknya saya sempat addict dengan yang namanya teh! Tea Lover!

Memang semua hal yang berlebihan itu tidak baik. Saya kemudian sering mengalami sakit kepala yang tidak jelas asal-usulnya. Makan sudah, istirahat sudah, hujan juga gak, tapi kenapa saya sering sakit kepala?? bahkan sakit kepala ini juga disertai rasa lemah seperti habis bekerja keras, badan saya seperti tidak ada tenaga, kalau sudah begini saya segera tidur.

“Muka loe kok pucet, prim?? Coba liat bawah mata lu, pucet gak?”

Saya periksa dalam kelopak bawah saya, putih! Pucat sekali…teman saya bilang: Itu ANEMIA! Kok bisa?

Saya kemudian pergi ke dokter, memeriksa apa sebenarnya yang terjadi. Dokter bilang saya tidak apa-apa. Tubuh saya normal. Hanya sedikit perlu istirahat dan minum suplemen penambah darah jika perlu. Saya pulang dan pergi ke apotek terdekat, beli vitamin tambah darah dengan inisial: SB*pasti tau lha…

Semenjak itu saya merasa tertolong sekali, setiap saya mulai merasa keliyeng-keliyeng saya langsung minum SB, gak perlu menunggu lama, 10-15 menit saya sudah normal. Tetapi anemia dadakan itu masih sering menjangkit saya, aneh! Di dalam tas saya pasti ada obat SB tersebut buat jaga-jaga maksudnya. Temen cewek saya malah bilang: “Kaya orang lagi haid aja, bawa SB kemana-mana” 😀

Suatu hari temen cewek saya bilang:

“Loe suka anemia prim?”

“Iya, kenapa ya??”

“Loe suka minum teh ya?”

“Eh? emang kenapa? emang ngaruh?

“Iya lha! teh kan ada tanin-nya, mana boleh orang anemia minum teh!”

 

Saya seperti tersambar petir siang bolong! TANIN? apa pula itu? Jangan-jangan benar apa yang dibilang teman saya itu. Anemia ini karena terlalu banyak minum teh???

Saya pergi ke dokter lagi hanya sekedar konsultasi singkat. Well, kira-kira penjelasannya mirip seperti ini:

Selain rasa nikmat menyegarkan, dalam air teh juga terdapat rasa sepat. Rasa sepat ini timbul karena adanya zat tanin di dalam air teh yang kemudian bereaksi dengan protein mukosa di dalam mulut. Sama halnya bila kita makan buah salak atau jambu biji, kadang-kadang timbul rasa sepat, karena keduanya juga mengandung tanin.

Yang dipermasalahkan dengan adanya tanin dalam air teh bukan rasa sepatnya, tetapi karena sifat zat ini yang dapat mengikat mineral. Barangkali sering kita lihat adanya lapisan tipis di permukaan air teh, bila air yang dipergunakan banyak mengandung mineral (air sadah). Lapisan tipis tersebut sesungguhnya adalah hasil reaksi antara mineral dengan tanin, membentuk tanat. Pabila tanin tersebut bereaksi dengan mineral-mineral dalam makanan, maka mineral tersebut akhirnya tidak dapat digunakan tubuh dan terbuang bersama feses.

Suatu studi yang dilakukan oleh dr.Yona Amitai dari Children’s Hospital Medical Center di Boston, menemukan bahwa anak bayi di Jerusalem yang meminum air teh sebanyak 250 ml per orang per hari, mempunyai kadar besi yang rendah dalam darahya. Disimpulkan bahwa hal ini terjadi karena adanya pengikatan besi oleh tanin dari air teh, sehingga tidak dapat dimanfaatkan lagi oleh tubuh. Ditegaskan bahwa mineral besi yang dapat diikat oleh tanin tersebut adalah apa yang disebut non heme iron, yaitu yang berasal dari serealia, sayuran atau buah-buahan. Sedangkan yang berasal dari daging adalah heme iron, yang dapat segera digunakan oleh tubuh. Mengingat bahwa umumnya di Indonesia konsumsi daging masih sangat rendah, terutama pada golongan kurang mampu, maka pengaruh konsumsi air teh pada bayi/anak patut diwaspadai sebagai salah satu penyebab anemi gizi yang masih merupakan salah satu maslah gizi nasional. (Sumber: http://ipb.ac.id)

Kesimpulan: Teh mengandung TANIN, tanin mengikat zat besi, zat besi dibutukan tubuh membentuk hemoglobin, kekurangan hemoglobin berarti anemia!

Saya mulai kilas balik, ternyata benar, setiap saya pusing, saya minum teh, dan kondisi saya semakin drop. Parahnya lagi saya sudah sangat sensitif dengan tanin! Sedikit saya minum teh, saya segera minum SB untuk mengimbangi teror tanin tersebut. Jika tidak, jalan saya seperti mau roboh persis gejala darah rendah akut. Siapa sangka saya yang seger buger begini “kalah” sama minuman ringan bernama teh! Saya sempat stress karena mau tidak mau saya akhirnya harus STOP MINUM TEH!

Teman-teman dekat saya sudah tahu kalau saya “alergi” teh, mereka seperti sudah hafal slogan “Jauhkan Prima dari Teh!

Satu kali saya ingin sekali minum teh, saya beli satu kotak kecil teh di minimarket, teman di sebelah saya menyindir: “Mau bunuh diri loe???” 😀 saya pun meletakkan lagi teh itu. Duh, ini rasanya jadi pecandu yang mau sembuh…

Dan setiap kali saya drop dan tiduran saja di kamar, teman saya bilang: “Loe pasti nge-teh…” Yeah, mereka benar. Saya yang tadinya dapat penghargaan “Penggemar Teh” berubah menjadi “Penggemar SB”, ntah sudah berapa kali saya bolak-balik apotek hanya untuk beli SB. It’s suck!

Sahabat, 6 bulan saya puasa teh, kondisi saya kemudian menjadi lebih normal, 6 bulan kemudian, saya mulai minum teh dengan kuantitas yang kecil, bisa cuma berapa sedot, sekali dalam satu minggu. Setahun kemudian saya sudah tidak pernah lagi anemia. saya juga tidak se-addict yang dulu dengan teh. Saya minum teh secukupnya.

Sekarang setiap saya melihat botol teh, saya cuma tersenyum mengingat kisah ini.

Apa sahabat juga pernah mengalami atau mendengar hal ini???

 

Salam Sehat!

 


Themes for Your Pot Plants!

Do not ever think your plants are boring, They wait your creativity!

Hi Sahabat Bloggers,

Kita bicara tanaman lagi hari ini. Apa sahabat pernah merasa tanaman pot di rumah tampak lousy? membosankan? tidak bergairah? 😀 Itu wajar, awalnya tanaman pot yang kita beli terlihat indah dan menarik, tetapi lama-kelamaan seperti tidak lagi menarik. Persis seperti akuarium, dengan berjalannya waktu, penghuni rumah menjadi jenuh dan tidak lagi memperhatikan benda yang dengan sengaja bertujuan mempercantik ruangan itu.

Eits, jangan buru-buru buang tanaman-tanaman itu atau buru-buru menggantinya. Siapa tahu anda bisa merefresh tanaman-tanaman itu menjadi menarik kembali, menjadi layak tampil dan berkesan wow. Anda bisa coba me-refresh tanaman anda dengan sentuhan Tema. Cekidot!

Tema disini jika saya artikan mungkin adalah sesuatu atau benang merah yang menyatukan beberapa element sehingga menghasilkan suatu topik tertentu yang menghasilkan keharmonisan *halah. Pada kasus saya kali ini, tema untuk tanaman hias pot adalah dengan menyatukan atau memadupadankan unsur tanaman, pot dan element tambahan yang memperkuat tema itu sendiri. Saya akan berikan contoh pada gambar dibawah ini.

Foto-foto berikut adalah foto dari sebuah stand pameran sebuah perusahaan penghasil tanaman pot indoor di US. Saya beruntung sempat menjadi bagian dari salah satu tim lapang acara TPIE (Tropical Plant Industry Exhibition) tahun 2009 di Fort Lauderdale, Florida. Acara rutin tahunan ini banyak menghadirkan inovasi-inovasi baru dalam bidang pertanaman hiasan di seputar Florida sebagai sentra tanaman tropis di USA.

Kita bisa banyak belajar bagaimana Tema memperkuat tampilan tanaman hias pot!

Tema “Summer Kid” yang melibatkan ember berwarna cerah, pasir pantai, mainan dan lemon artificial. Sedangkan Tema “Autumn” mengangkat nuansa musim gugur dengan hiasan daun maple kering, ranting, mainan kupu-kupu dan pot berwarna merah-coklat.

 

Tema “Blue Ocean” memberikan nuansa laut dengan paduan warna biru pada tas kertas, hiasan dari laut, batu-batu biru dan jaring artificial dari serat tanaman. Tema “Spring” mengangkat tema tumbuhan-tumbuhan hijau dan bentuk pot unik seperti telur, bola-bola hijau dan rumput artificial.

 

Tema “Pinky Girl” melibatkan barang-barang bernuansa pink yang disukai remaja putri. Tema “Go Green” menghadirkan nuansa alam dan ramah lingkungan dengan pot-pot berbahan dasar kayu, serat tanaman, dan lumut kering.

 

Tema “Bright Idea” mengetengahkan ide-ide bertema minimalis yang simpe dan elegan. Tema “Contemporary Idea” memadukan pot-pot berwarna metal dan silver.

 

Ini adalah-adalah tema warna yang lebih terpusat pada pot. Tema “Black and White” dan Tema “Silver-Yellow”.

 

Tema “Copper” dan Tema “Lime”

 

Tema “Back to Basic”, menampilakn keramik berwarna natural.

 

Tema “Greenhouse” : Plants under the glass

 

Tema “Colurful” dan Tema “Stripe Party”. Perpaduan warna pot, tanaman, dan buah artificial.

 

Saya rasa ide-ide tema di atas cukup dapat menginspirasi sahabat di sini dalam memperbaiki penampilan tanaman dan interior dalam rumah. Oh iya, pemilihan tanaman juga perlu diperhatikan, biasanya warna dan bentuk tanaman menjadi pertimbangan dalam membentuk tema. Silahkan Mencoba!

Salam Kebun!


Mewarnai Bunga?

This idea came up from my script when I was student, It’s easy and fun! Try it!

 

Hi Sahabat Blogger, kita bicara tentang pertanian lagi hari ini, khususnya tentang penelitian saya sewaktu saya masih duduk di bangku kuliah. Eits, jangan keburu pergi dulu, saya gak akan menjabarkan “hasil dan pembahasan” yang dipenuhi table, grafik, olah data statistika apalagi hasil uji orlep! Hahahahahah… Saya yakin semua sahabat di sini bisa memahami tulisan kali ini, saya membuatnya easy dan aplikatif!

 

Pernahkan sahabat mewarnai bunga potong? Atau pernah melihat iklan bunga potong yang diwarnai? Saya yakin semua tahu, tapi belum tentu semua pernah mencoba.

 

Tanya:  Kenapa harus mewarnai bunga, kan bunga sudah berwarna-warni?

Jawab: Tidak semua bunga mempunyai keragaman warna, melati dan sedap malam adalah contoh bunga yang hanya memiliki satu warna.

 

Tanya:  Saya bisa menemukan semua warna pada bunga, jika tidak ada warna pada satu bunga, saya tinggal subtitusi dengan bunga yang lain.

Jawab: Bagaimana dengan warna biru? Dimana anda mau menemukan?

 

Tanya: Biru? saya pernah dengar tentang mawar biru!

Jawab: Kenyataannya di alam pigmen warna biru tidak pernah ditemukan, bunga Delphinium adalah contoh bunga yang membawa pigmen delphinidhin, pigmen warna biru-keunguan, yang kemudian menghasilkan bunga-bunga “biru” lain dengan  proses biotekhnologi. Padahal hasilnya bunga tetap berwarna keungu-unguan.

 

 

Yup, itu sekedar latar belakang saja. Mudahan tidak pusing bacanya. Back to topic. Pewarnaan bunga secara buatan dilakukan dengan berbagai cara; pencelupan kelopak bunga ke bahan pewarna, penyemprotan dengan micro-sprayer, dan perendaman tangkai bunga. Tentu saja perendaman tangkai bunga adalah cara pewarnaan yang akan terlihat paling alami. Teknik ini yang akan kita coba!

 

Kali ini saya akan perlihatkan cara mewarnai bunga dengan pewarna biru.

 

  • Siapkan botol minuman plastik berukuran besar, potong bagian atasnya agar mulut botol menjadi lebih besar. Tambahkan air sebanyak 1 Liter.
  • Masukkan gula pasir kurang lebih 60 gram, larutkan.
  • Masukkan pewarna makanan cair warna biru yang ada dipasaran sebanyak kurang lebih 40 ml.  saya sarankan range konsentrasi antara 20 ml-80 ml/L. Saya pakai merk Kupu-Kupu 😀
  • Masukkan asam sitrat/garam asam/sitrun secukupnya. Itu lho bahan yang bikin rasa sirup jadi asem-asem seger…

Jenis Pewarna Makanan Cair di Pasaran

 

Sahabat bingung menakar gula dan asam sitrat? Jangan khawatir, sahabat hanya perlu menambahkan sedikit demi sedikit, sambil di-icip, jika rasanya sudah menyerupai air es buah atau jus buah kemasan, berarti sudah cukup  🙂  Tidak akan sakit perut, semua bahan-bahan di atas memang untuk makanan.

 

Mawar, Gladiol, Anyelir dan Sedap Malam

Bahan celupan sudah siap. Sekarang kita persiapkan bunga potongnya. Bunga yang saya pakai adalah bunga sedap malam, gladiol, anyelir, dan mawar. Kesemuanya berwarna putih. Sahabat bisa juga bereksperimen dengan bunga yang lain. Jangan takut mencoba!

Pilih bunga yang paling segar atau baru, semakin segar semakin bagus. Pilih juga yang setengah mekar atau 75% mekar, jangan yang terlalu kuncup. Bersihkan tangkai dari daun berlebihan, potong tangkai sekitar panjang yang kita inginkan, dan celupkan. Tunggu sekitar 2-4 jam atau lebih sampai warna terlihat naik ke atas.

Contoh proses perendaman

Setelah selesai, kita bisa potong sedikit bagian ujung tangkai yang  berwarna, cuci bersih, dan masukkan ke dalam vas berisi air seperti biasa.

 

Tips tambahan dari saya: Lakukan pewarnaan pagi dan siang hari, aktivitas bunga pada malam hari akan menurun, sehingga penyerapan akan berjalan lebih lama. Potong ujung tangkai menyerong untuk memperluas permukaan serapan.  Kering-anginkan bunga  di tempat teduh dan kering sebelum dicelupkan selama  1 -2 jam untuk meningkatkan respon penyerapan.

Hampir semua warna bisa diaplikasikan pada bunga. Tergantung pada jenis warna dan jenis bunga. Warna kuning dan merah adalah warna yang responnya paling baik untuk bunga. Setiap bunga menghasilkan motif berbeda pada pewarnaan.

 

Nah, bagaimana? Mudah bukan? Tertarik untuk mewarnai bunga? Teman saya pernah lho mencoba tips ini untuk menyelaraskan warna tema pada pernikahan yaitu sedap malam dan krisan biru. Sedangkan di lain kesempatan, saya mencoba warna kuning untuk menambah manis acara pernikahan teman yang bertema Gold.

Contoh Hasil Perwarnaan Biru pada Mawar

Contoh Pewarnaan Biru pada Anyelir

 

Contoh Hasil Perwarnaan Biru pada Gladiol

 

Contoh Hasil Perwarnaan Biru pada Sedap Malam

Contoh Sedap Malam Kuning pada Dekorasi Pernikahan

 

***

Pesan saya untuk sahabat, jangan takut mencoba. Saya tunggu hasilnya ya! 😀

Salam Kebun!


[Film] The Girl Who Leapt Through Time

Happy Sunday Bloggers!

Minggu-minggu yang santai seperti ini rasanya paling enak membahas hal-hal yang fun dan ringan!

Yup, film! Sepertinya menjadi hal yang bisa sedikit menyegarkan pikiran setelah weekday yang penuh dengan drama! *Drama Quen kaleee… 😛  Here we go!

Mungkin sahabat blogger sudah ada yang tahu tentang film ini, bagi yang belum tau, silahkan membaca, bagi yang sudah tahu, silahkan juga membaca! 😀

Well, The Girl Who Leapt Through Time adalah film anime jepang keluaran tahun 2006. Eits! Jangan keburu berprasangka buruk mendengar kata “anime”, ini bukan anime sekelas Pokemon atau Chibi Marukochan yang sering kita lihat minggu pagi di tv. Film ini layak di tonton bagi kamu yang remaja dan dewasa! Kenapa? Ya karena anak kecil akan susah mengerti jalan cerita film ini 😀

Film yang diangkat dari Novel Tsutsui Yasutaka, Toki o Kakeru Shōjo ini memang tidak memboyong cerita yang biasa menjadi jalan cerita anime klise anak-anak. Menurut saya, ceritanya penuh dengan pelajaran hidup dan mengajak penontonya untuk turut mengerutkan dahi, pokoknya gak bisa sambil bengong nontonya! 😀

Bercerita tentang gadis remaja di Tokyo bernama Makoto yang mampu melakukan perjalanan waktu (time-leap) semenjak dirinya lolos dari kecelakaan kereta api. Kemampuan mengejutkan ini membuat Makoto dapat kembali ke masa lalu seenak jidatnya, mulai dari mencegah terlambat masuk sekolah, memperbaiki nilai ujian, sampai mencegah kematian seseorang.

Awalnya terlihat menyenangkan, hingga suatu saat Makoto menyadari tidak semudah itu mengubah masa depan, banyak akibat yang ditimbulkan karena sebuah perubahan tersebut. Dalam kebimbangannya Makoto juga menyadari kemampuan time-leaping-nya tidak bertahan lama, jumlahnya berkurang seiring berkurang sebuah tatoo angka di tangannya! Cerita ini semakin kompleks saat Makoto  menyadari bahwa dirinya jatuh cinta terhadap Chiaki.

Bagaimana Makoto mengatasi masalah-masalah baru yang membuat hidupnya berantakan? Bagaimana jika kemapuan time-leapingnya telah habis sedangkan masih banyak hal yang harus diselesaikan? Siapakah Chiaki sebenarnya? Adakah orang lain yang melakukan time-leaping ini selain dirinya?

Nah, untuk menjawab pertanyaan itu silahkan sahabat menonton film ini sendiri. Pasti di akhir cerita kita banyak mendapat pelajaran yang berguna.

Oh iya sebagai informasi film ini merupakan Film Animasi Terbaik dalam kategori ANIMA’T pada Festival Film Internasional Catalunya, Penghargaan Utama Animasi pada Penghargaan Film Mainichi, Film Animasi Terbaik pada Penghargaan Akademi Jepang dan Japan Media Arts Plaza, serta Pameran Anime Internasional Tokyo. Tuh kan!

Saya sendiri sudah menonton dua kali! hahahahahah… awalnya saya sempat curiga film anime ini anime biasa, tapi saya salah. Semenjak itu saya jadi sering berburu film -film anime kelas berat lain yang menuai penghargaan. Saya pikir, tidak mungkin penghargaan diberikan jika film animenya cupu! 😀

>Beberapa quotes menarik dalam film ini<

Yuri Hayakawa: Makoto!
Makoto Konno: What?
Yuri Hayakawa: Did you decide between sciences and humanities?
Makoto Konno: No. You?
Yuri Hayakawa: Nope.
Makoto Konno: That’s good.
Yuri Hayakawa: Can’t make up your mind right away, yeah? Who knows what’ll happen in the future? It never ends…

**

Makoto Konno:  If today… If today were a normal day, there wouldn’t have been any problems. But… I’d forgotten that today was an extremely unlucky day. It’s crazy… but I’m going to die. This is it. If I had known, I would have gotten up earlier. I wouldn’t have slept in. Wouldn’t have been late. Done a better job on my tempura. Avoid being knocked over by stupid boys. And today was supposed to be NICE day…

**

Yuri Hayakawa:  Makoto! Time waits for no one…

**

(Pictures: http://www.google.com)

Selamat Menonton!

PS: Sssttt, saya dulu dapat film ini hasil download dari torrent! :mrgreen:

>>>>Ini LINK TORRENT-nya: KLIK DISINI!


Sansevieria Cutting

Hallo sahabat bloggers! Sudah lama rasanya saya tidak menulis tentang tanaman. Kali ini saya sedikit berbagi ilmu tentang satu tanaman yaitu: Sansevieria.

Pernah mendengar nama tanaman ini? Bagaimana dengan nama lokalnya, Lidah Mertua? Saya yakin anda tahu. Tanaman jenis sukulen ini sering ditemukan di berbagai tempat di Indonesia. Tidak hanya gampang perawatannya, tanaman ini juga tahan banting dengan berbagai kondisi lingkungan, terutama panas dan kering. Tidak heran anda sering menemukannya di tepi jalan, di taman dan halaman perkantoran, atau bahkan di pot-pot kecil di kedai penjual tanaman hias indoor.

Tanaman yang umumnya diperbanyak dengan pemisahan anakan atau rhizome ini beberapa tahun yang lalu sempat menjadi trend karena bentuk species-speciesnya yang unik dan sifatnya sebagai tanaman anti-pollutant, yang berarti tanaman ini sangat cocok di tanam di perkotaan atau tempat berpolusi tinggi karena dapat menyerap racun yang tersebar di udara. Nice plant yet useful!

Di daerah perkotaan tanaman ini mungkin agak sedikit sulit ditemukan, terutama species atau varietas tertentu yang memang tergolong mahal. Tapi kita tetap bisa menemukan di nurseri atau penjual tanaman hias di sekeliling kita. Jika seadainya kita ingin menanam tanaman ini di satu pot saja, tidak akan menjadi masalah jika kita hanya membeli 1 pot berisi satu tanaman, bagaimana jika kita ingin menanamnya di taman atau menanam di banyak pot sedangkan dana yang tersedia terbatas? [dalam kasus ini tanaman yang kita beli adalah berjenis langka dan mahal]

Yup, perbanyakan adalah jawabannya! Tapi berapa lama kita akan menunggu induk tanaman memiliki anakan? Saya sendiri tidak dapat memberikan gambaran berapa lama. Tergantung pula pada kesuburan tanah dan perawatannya. Ssttt..ternyata kita bisa memperbanyak tanaman ini dengan stek daun!

Kelebihan stek daun pada tanaman ini adalah kita bisa memperbanyak 3-5 unit dari satu daun panjang. Kelemahannya adalah pertumbuhannya tidak secepat pemisahan anakan, dan hasil anakan stek daun bisa berubah, atau tidak serupa dengan induknya (warna dan motif), dalam kasus tanaman hias ini bisa menjadi kejutan menarik atau malah bencana bagi mereka yang menginginkan keseragaman. Well, itu terserah anda. Bagi saya tidak masalah jika kita mencoba memperbanyak dengan stek daun, selagi menunggu indukan mempunyai anakan, ya kan?

Cara membuat stek daun pada Sansevieria;

  • Potong satu ruas daun paling terluar pada bagian terbawah [mendekati akar].
  • Potong satu ruas daun tersebut menjadi 3-5 ruas, tergantung panjang ruas, satu potongan kira-kira sepanjang 10-15 cm. Tandai bagian atas/bawahnya dengan marker.
  • Biarkan di tempat kering dan sejuk selama 1 minggu, bagian terpotongnya akan sedikit mengering
  • Setelah satu minggu, tancapkan pada media tanam, pastikan media berdrainase baik dan selalu lembab.  Jangan sampai tertukar antara bagian atas dan bawah.
  • Kurang lebih setelah 3 minggu, stek daun tersebut akan berakar, setelah akar mulai banyak, anda bisa memindahkannya di masing-masing pot.

**

Gampang kan!

Lihat saya pernah mencobanya dengan dua jenis sansevieria, dan berhasil!

Stek daun sudah berakar dan belum berakar

Akar stek daun berumur 4 minggu

Stek daun berumur 1.5 bulan

Bagian putih tersebut adalah calon daun baru

 

Selamat mencoba! Salam Kebun! 😀


Apa itu Hantu? Apa itu Tahu Guling?

Hi Sahabat Blogger!

Pamer sedikit, berdasarkan statistik di dashboard saya, kemarin Selasa merupakan hari dengan kunjugan paling tinggi selama dua bulan saya berblog ria… 127 kunjungan! Hahahhaa…mungkin terlihat biasa bagi yang sudah senior, tapi angka itu cukup membuat saya tersenyum, tidak sia-sia saya masukin 38 foto sekaligus, fiuhhhh…

Postingan hari itu yang bertajuk Dead School memang saya targetkan untuk teman-teman alumni SD saya yang sekarang mungkin sudah tersebar di seluruh Indonesia. Promosi saya di FB juga rupanya berbuah hasil, tidak sekedar ingin berbagi foto, tetapi juga sebagai pengobat rindu teman-teman yang berada nun jauh di sana. Thanks for all comments, I miss all of you!

 

Hmmm… sekarang saya bawa sahabat blogger ke satu foto di Dead School. Lihat apa yang saya temukan.

 

<Gambar kedua dan ketiga adalah hasil zoom…>

 

Itu apa ya? T_T

Kurang jelas? Sekarang saya coba edit versi black and white-nya….

 

 

Hihihiihihhihhiiiiii…. apa itu hantu ya?

Jujur setelah pulang dari acara jalan-jalan itu badan saya terasa sakit semua, seperti habis berenang! Alhasil saya langsung tidur, ntah kenapa…

Semoga itu bukan penampakan dari alam gaib, semoga itu cuma siluet cahaya atau apa lha… [sok menghibur diri sendiri 😀 ]

*

*

*

Well, kita lupakan foto horor di atas.

Hari ini saya ngobrol dengan si mamah yang lagi asyik masak di dapur.

 

Saya: “Mah, bikin Tahu Gejrot yuk!”  teriak saya bersemangat dari ruang tengah

Mamah : “Apaan tuh?”

Saya: “Itu lho tahu yang dari Cirebon,  gampang caranya..bla, bla, bla…” >>>saya sambil nyontek di internet 😛

Mamah: “Mama taunya Tahu Guling…”

Saya : “Apaan tuh?”

Mamah: “Ya mirip-mirip Tahu Nyemprot”>>>si Mamah asal ubah nama makanan!

**

Tiba-tiba 30 menit berlalu, si mamah sudah pamer Tahu Guling-nya.

Tadaaaaaa!!!!

Tahu Guling

 

😀 😀 😀 WOOOOOOOOOW 😀 😀 😀

Hihihihihi…si mamah emang cekatan kalo disuruh bikin makanan baru, bukan promosi lho ya, beliau emang suka bereksperimen dari martabak sampe empek-empek! wkakakakakak

Ada yang tau Tahu Guling ini???

Jujur saya baru pertama dengar dan baru pertama makan. Si mamah bilang dia tau dari temannya.

Jadi bahannya: Tahu goreng, Kol, Timun, Touge (direbus), sedangkan kuahnya mirip kuah empek-empek: bawang merah goreng, bawang putih, gula merah, gula pasir, cuka dan garam. Oh iya plus cabe merah dan cabe kecil. Dimakan dengan kerupuk udang!

Rasanya? Maknyus + Pedes! lebih enak dari Tahu Gejrot lho… 😆

Ada yang mau coba? Gampang dan enak!

Salam Maknyus!

 

PS: foto diambil saat saya tengah makan, habis setengah, baru sadar kalo belom di jepret! hahahhahaha…