Frames, Green, Rustle and Sweet Tea

Human

I wish…

I wish I could go back in time…


Ibu Guru

Ibu Dewi, begitu kami memanggilnya. Guru muda pengajar Bahasa Inggris di sebuah sekolah di pedalaman Kecamatan Takisung, Tanah Laut. Pagi itu, Ibu Dewi bersantai menikmati indahnya dermaga dan muara sungai sebelum memulai pelajaran. Selamat mengajar bu!


Parade Ulang Tahun SMAN 1 Pelaihari (part 2)

Melanjutkan postingan Parade Ulang Tahun SMAN 1 Pelaihari (part 1) sebelumnya, berikut ini lanjutan foto-fotonya…

This slideshow requires JavaScript.

Photos are edited with Lightroom 3.3, preset: Color Creative-Color CP 2

Semoga bisa menghibur akhir pekan pembaca semua!

Salam Jepret! dan Happy Weekend!


Parade Ulang Tahun SMAN 1 Pelaihari (part 1)

Hari Selasa kemarin, komunitas fotografi Tanah Laut (TLPC) diundang oleh OSIS SMAN 1 Pelaihari untuk ikut berpartisipasi dalam dokumentasi acara parade atau pawai dalam rangka Ulang Tahun SMA mereka ke-29 yang akan mereka adakan start pukul 8 pagi. Saya dan beberapa teman (kurang lebih 7 orang) berangkat jam 8 lewat, tiba di sana, acara sudah dimulai. Seorang guru sedang memberikan sambutan dan disusul dengan pembukaan acara.

Acara bertajuk “The Innovation of Smanpel” ini mengusung tema-tema seputar lingkungan, pendidikan, seni, olahraga dan kesehatan yang tampak dari kostum-kostum yang mereka pakai saat pawai. Setiap kelas (dari kelas X sampai XII) mempunyai tema kostum tertentu yang berbeda-beda, lucu-lucu dan kreatif. Mereka juga punya yel-yel dan iringan lagu masing-masing.

Rute pawai ini sebenarnya tidak terlalu jauh, bahkan saya sempat kecewa karena mereka tidak mengambil rute pusat kota yang jelas-jelas akan lebih menarik perhatian masyarakat. Mungkin karena alasan keamanan dan ketertiban juga, heheheeh… acara segitu aja, polisi dah dimana-mana, karena barisan anak-anak SMA itu mengambil lebih dari 1/4 badan jalan. Macet pasti! 😀

Di akhir acara mereka kembali ke halaman SMA dan menunggu acara door-prize dan pemenang untuk kelas-kelas terheboh. Rangkaian acara ini akan terus berlanjut sampai akhir bulan Mei, akan ada banyak lomba-lomba dan semacamnya, semoga saya bisa meliput lagi acara-cara mereka selanjutnya. Jadi acara pawai ini baru pembukaan saja, hahahaha… dan jujur nih ya saya udah capek, betis utamanya, gara-gara satu acara ini, hahahaha…

Menarik sekali buat saya, karena pertama kalinya saya ikut acara jepret-jepret acara pawai anak sekolah. Kita menyebar di beberapa titik di rute yang mereka akan lalui. Kita juga sempat pindah tempat tiga kali, saya dibonceng oleh teman saya melaju dengan motor mengikuti iring-iringan tersebut, mirip-mirip wartawan dari koran, I felt that I was cool enough! *narsis, hahahaha…

Ok, langsung aja ini foto-foto yang berhasil saya ambil di tengah acara. Konsepnya candid aja. Saya bagi menjadi dua postingan karena fotonya sangat banyak. Ada total 84 foto, hahahahah… Mudahan bisa terlihat semua ya 😀

This slideshow requires JavaScript.

Photos are edited with Lightroom 3.3, preset: Color Creative-Color CP 2

Kok diedit sih prim? Iya iseng-iseng nih sekalin bereksperimen.. lagi suka-suka saya dong! *songong * GakGakgakKKK….

Jangan lupa lanjut ke Parade Ulang Tahun SMAN 1 Pelaihari (part 2)

Salam Jepret!


Pernikahan di Desa

Ini cerita dua minggu yang lalu, saya diundang ke sebuah pernikahan super sederhana di sebuah desa kecil di Kecamatan Durian Bungkuk. Alih-alih sebagai tamu, saya memang juga diminta secara pribadi sebagai tukang foto dadakan, ya karena memang mungkin karena keterbatasan dana, pernikahanpun dirayakan tidak dengan suasana wah dan penuh makanan, toh yang hadir pun hanya tetangga dan warga sekitar saja. Saya pun dengan sukarela menjadi fotografer free charge! *mudahan gak riya

on the way...

Kesederhanaan pernikahan ini membuat saya tertegun sesaat, menyadari bahwa tidak selalu sebuah pernikahan dirayakan dengan kemeriahan acara dan gemerlapnya makanan. Di desa itulah saya melihat pernikahan dalam kesederhanaan juga tetap bisa menjadi sebuah moment kebahagiaan suami dan istri yang tentunya tetap halal dan resmi, at least itu yang saya liat dari wajah pengantinnya.

Hampir saja saya merasa ilfil dan menjudge mereka yang tidak-tidak, tetapi hati kecil saya merasa, apalah artinya kemeriahan acara jika tidak bahagia, hihihihiihi… sisi lain hati saya juga merasa bahwa ini juga sebuah pelajaran, bahwasanya banyak orang yang jauh lebih kekurangan dari diri kita tetapi mereka tetap pandai bersyukur dan tersenyum! *sok dewasa 😛

**

Ada cerita lucu waktu pertama saya datang di sana. Karena areal makan dan tempat duduk hanya seluas halaman rumah, maka keadaannya agak kucar-kacir, bahkan tidak ada “singgasana” khusus buat pengantin, saya menyalami pengantin wanita yang memang saya kenal, dia duduk dan mengobrol di dekat kursi para ibu-ibu, dan tentu saja saya celingak-celinguk cari yang mana pengantin pria.

Karena merasa tidak menemukan cirri-ciri pengantin pria, saya mencari posisi untuk duduk, kemudian saya bertanya sama temennya temen yang duduk di depan saya, kenalnya saat berangkat bareng tadi.

“Pengantin prianya yang mana ya mas?”

“Lho, jelas tho yang pake jas…”

Hah??? Saya kaget, sambil liat kanan kiri, pengantin prianya ternyata duduk tidak lebih dari 2 meter di sebelah saya, wkakakakkakaka… 😳 kebayang kan saking sederhananya, saya sampai siwer mana tamu mana pengantin… fiuhhh… Aduh saya malu sekali mempertanyakan pertanyaan gak penting itu. 😛

Tetapi kelucuan ini bertambah setelah 5 menit saya bertanya itu, mas yang saya tanya tadi, menanyakan hal sebaliknya.

“Kalau yang wanita yang mana ya mas?” katanya sambil bisik-bisik.

Wakakakakkaka…. “Itu yang pake baju putih.. soalnya saya kenal”

Ternyata dia juga bingung dari tadi! 😛 *asli saya ngakak dalam hati.

**

Gak lama, ternyata ada cara selamatan kecil di dalam rumah yang dihadiri oleh tamu laki-laki. Tidak banyak, cuma makanannya banyak! Mereka memang keluarga jawa, jadi tentu menggunakan adat jawa. Jadi ada seorang ustad/ulama yang membaca bacaan doa di depan tamu dan sebongkah makanan. Kemudian setelah selesai, makanan dibagikan. Setiap orang mendapat dua lembar daun pisang yang diisi oleh seseorang yang mengambil nasi dan lauknya, satu demi satu. Porsinya porsi kuli! Saya pikir tadi buat dimakan di tempat, eh ternyata buat di bawa pulang.

Saya dapat giliran, nasi dan lauk yang banyak itu sudah ada di atas daun pisang saya, sok-sokan bisa bungkus daun, saya mulai beraksi, tetapi bolak-balik gagal, bapak-bapak sebelah saya kemudian bertanya:

“Mau dibantu mas bungkusnya?”

Hehheehhe… ternyata saya emang gak bakat jadi penjual nasi, wkakkakaka… si bapak lancar banget! *dari tadi kek!

Terakhir, ada pemuda yang berkeliling bagi2 kerupuk dan rempeyek. Setelah semua sudah kebagian, si ustad kasih wejangan dikit, dan kata penutup. Tetapi ditengah-tengah kekhusukan itu, terdengar bunyi, kriuk-kriuk-kriuk! Wkakakakka…. Itu suara saya lagi ngemil rempeyeknya! Wkakaakkakakak…

Seketika setengah dari hadirin seperti tiba-tiba melihat ke arah saya! OMG, saya buru-buru telan rempeyek yang ada di mulut dan kembali tenang. Jaim seperti tidak terjadi apa-apa. Entah lha mungkin makanan itu gak boleh di makan di tempat, meskipun itu hanya rempeyeknya…hehehee,  atau kenapa ya? berisik? Ada yang tau kenapa?

**

Nah pas giliran ambil makanan resepsi, ada beberapa pemuda yang sengaja diam dan mempersilahkan golongan “lebih tua” untuk ambil makan duluan.

“Emang kenapa sih? Beda gitu?” saya nyeletuk

“Ya kan untuk menghormati” jawabnya.

Temen saya di belakang nyeletuk, “Pantesan Indo gak maju-maju, ngantri aja pake aturan umur, kapan yang muda-muda bisa unjuk gigi!”

Saya cuma ngikik mendegar celetukan itu. Ada benernya juga ya.

**

Okelah, berikut saya kasih aja beberapa foto-foto hasil jepretan iseng di pernikahan itu, hehehhhe… Enjoy!

This slideshow requires JavaScript.

Happy Weekend!


Weekly Photo Challenge: Old

An old woman I met was sitting in the kitchen. She’s my friend’s grandma, visited my friend’s house for a wedding ceremony of her grand-daughter. I don’t know her name, neither her age. We just called her “Mbah” simply nickname means “grandma”.

 

Mbah came from a village in Central-Java, crossed the sea to our island in her age. I do believe it is such a strong effort, yet admirable. She spook Javanese with a gently thick accent, acted like an old lady, tend to be calm, groomed, poised but still humble, represent her age and ancient javanese background she preserved.

 

In the following days, I met her, she was wearing Kebaya again. Kebaya is a traditional javanese women dress. We actually have now, modern ones which are more colorful and stylist, but surely for ceremonial event only, not as daily clothes. But she is still wearing the old style ones every day, again, every single day. For me it looks so uncomfortable.

 

I asked her relatives, “Doesn’t she want to change her dress to more comfortable one, such a daster (maternity dress)?”

“She doesn’t want”

“But, why?”

“I don’t know… She just looks like other old lady in her village, kind of an inherited habit… ”

 

I’ve never got the exact reason from her until now. I am wondering how tough she preserves the culture while present women might start to be “take it easy”, and I am thinking whether other old javanese ladies out there do the same thing. and how many? How long? Do you have idea?

 

Hmmm… Interesting and rare.

 

PS: sorry for my poor english! 🙂


Weekly Photo Challenge: Light

I admit that I missed the previous challenge last week, not because I didn’t have any photo, but I was just simply busy occupied by a writing competition, and thus I forgot it! 😆

This week photo challenge’s theme is LIGHT!

A Little Light, A Big Help

 

This photo was taken last evening, when my village got no power. It took about 2 hours started at 7 pm. My little brother and his friend had a homework to do which embroiled them into a such a studying in the dark.

Most of houses in Indonesia, esp. in village must have kerosene lamp as substitute of light whenever the power have been cut for awhile. It’s surely annoying, but as you see, it couldn’t discourage students, e.g. my brother to keep studying.

Simply touchy for me wondering how hard people a long-long time ago lived without electricity. Utterly miserable for everyone, for students as well, but no reason to stop studying. As long as they have light, however weak it is, it would become a really big help, and they shouldn’t ever give up to such a situation.

Should be a gratitude having nice light like now, isn’t it?  🙂

Happy Blogging!


Overlay + Gaussian

This easy tutorial really works for you who love narcism 😀

Hi sahabat Blogger.

Tutorial photoshop kali ini salah satu tutorial yang saya sering gunakan, karena simple dan hasilnya lumayan bagus. Buat sahabat yang sering pakai photoshop mungkin sudah sering menggunakan cara ini, tapi bagi yang jarang pakai, atau punya photoshop tapi gak pernah dipakai, cobalah tutorial berikut, siapa tau tutorial ini bisa berguna buat membuat tampilan foto narsis jadi berbeda 😛

Ini contoh foto sebelum edit dan setelah. Cekidot!

Hasil Overlay-Gaussian

TUTORIAL-nya:

Bagaimana? Mudah kan! Berikut contoh-contoh foto narsis lainnya :mrgreen:

 

contoh3

contoh2

contoh4

contoh5

contoh6

😀 😀 😀 Hayo siapa ini??? 😀 😀 😀

 

Selamat Mencoba!

Salam Jepret!

 

PS: Saya ucapkan banyak terimakasih kepada semua model yang dengan sengaja tampil di postingan kali ini. 😆


Santai Bareng Si Aya

What a lazy day….

 

Hari saya lagi males mau nulis-nulis, hari ini juga jadwal berenang saya batal, seharian di rumah saja, makan tidur, maen internet pasti…hehehehehehe….

Saya mau istirahat dulu sehari ini dari nulis-nulis atau mikir yang berat-berat, 😀 sesekali santai enak juga rupanya.

 

Sambil santai makan empek-empek buatan si mamah,

Saya kenalin nih temen saya Si Aya.

Si Aya ini tetangga depan rumah saya, wajahnya imut dan chubby. Dia juga penurut dan tidak cengeng. Si Aya ini suka makan, apa aja doyan, dia juga suka ikut jalan-jalan atau sekedar nimbrung  kalo ada yang lagi ngobrol-ngobrol….hihihihihi…

“Ayaaaaa….!!!”

 

“Lagi ngapain Aya….? Maen ya?”

 

“Duileh galak amat ya… cuma mau ngenalin Aya ke temen-temen kakak di blog…”

“Aya suka ngemil snack ya?”

 

 

“Jiaaahhhh… katanya suka maen bulu tangkis ma Mamah?”

 

 

“Hihihhihiih… Lho suka pop ice juga?”

 

 

“Oke deh, kakak juga mau santai nih…”

 

Sahabat Blogger, ya sudah hari ini saya sama Aya mau santai dulu ya…. Sampai jumpa di postingan berikutnya 😀

Salam Santai!


Edit, Gambar, dan Award

Selamat Hari Raya Idul Adha!  Happy Qurban! 😀

 

Sahabar Blogger, kemarin saya iseng-iseng menengok  FB sahabat kita, Mbak Iyha a.k.a Advertiyha. Tidak bosan rasanya melihat-lihat foto blogger yang kata saya mirip Sophia Latjuba ini..Hahahahhahaa…

Well, saya banyak menemukan foto-foto narsis yang mungkin di ambil menggunakan hp, sehingga kualitas hasilnya kurang memuaskan. Saya pun jadi geregetan, hmmm… rasanya jadi ingin saya edit, siapa tahu jadi bagus!

Oh iya, sebelum ini saya coba hub mbak Iyha lewat email dan sms minta izin buat pasang foto wajahnya di blog saya. Sayang sampai detik ini tidak ada kabar IYA atau TIDAK, but I take as yes! :mrgreen:

Mudahan yang bersangkutan berkenan dan tidak marah ya… 🙂

 

Ini foto aslinya, kayanya modelnya abis mandi :mrgreen: :

dan ini hasil editannya:

Cantik bukan? Hahhahaha…emang aslinya juga cantik sih :P, berikut tutorialnya dengan Photoshop:

  • Atur brightness dan kontras secukupnya
  • Atur saturation, tambah nilai warna merah dan kuning, kurangi hijau dan biru, pokoknya sampai tingkat warmth yang diinginkan.
  • Menghilangkan noise: duplikat layer background, kemudian ganti mode layer menjadi OVERLAY, go to menu: Filter, choose BLUR, then GAUSSIAN BLUR secukupnya. Tada! Jadi deh… jika berlebihan atur opacity layernya. Easy!

Sekarang foto si Mbak sudah punya taji! Waakakkaka… serasa hasil studio foto! 😀

Well, lanjut…

Tangan saya tiba-tiba gatel pengen gambar sketsa muka si mbak… tapi sudah hampir setahun saya tidak menggambar.. Ya sudah Nekat aja! Majuuuuuuuuuu…..

Ini hasilnya…. 😀

Lumayan lha daripada lu-manyun… 😀  Jari saya seperti dilemaskan setelah menggambar sketsa ini, sudah lama tidak gambar sketsa orang. Rupanya setelah saya lihat-lihat, kesalahan gambar sketsa saya ini terletak dari wilayah bibir… susah sekali menyamakan dengan aslinya… I gave up to make it! The lips too sexy I guess.. hahahahah… 😀

Maaf ya Mbak Iyha, kalo gambarnya agak-agak serem :mrgreen: dan gak terlalu mirip, maklum amatir sok jago! 😛

Saya terus mikir, daripada gambar ini hilang dan terlupakan, saya jadikan Award saja! Pasti dipajang sama yang punya! Good Idea!

 

 

Dan ini dia Award Perdana yang dikeluarkan oleh PrimeEdges!

Kepada Mbak Iyha a.k.a. Advertihya mohon dibawa pulang award-nya sebagai

My First Award Giver,

kan ceritanya mbak Iyha ini orang pertama yang ngasih saya award. Jadi ini adalah award balasan sebagai bentuk terimakasih saya. Makasih Mbak Iyha 😀

 

Senangnya hari ini saya bisa bikin award! meskipun award-nya gak penting 😛

 

Happy Blogging! *muah

 

 


Mengenang Liburan di NYC

These pictures below I made more than one year ago, but they deserve to be shown….

Halo Sahabat Blogger, karena kemarin saya sedikit bercerita tentang pengalaman hidup di US, saya sempat membuka folder-folder berisi foto-foto selama saya di sana, terutama saat saya dan teman-teman berlibur ke New York.

Terdiam sejenak pada satu folder bernama “retouch”, pikiran saya seperti kembali ke masa-masa itu. Kami ber-10 terbang ke US dengan tujuan yang sama, belajar dan mencari pengalaman. Program Internship dari The Ohio State University seperti mengabulkan doa kami menginjakkan kaki di negerinya Obama ini. Selama setahun kami bergulat dengan pekerjaan dan pengalaman hidup yang mengajarkan banyak hal tentang kemandirian, semangat, profesionalisme, dan tentunya persahabatan.

Meskipun kami terpisah-pisah di beberapa state berbeda, tetapi komunikasi tetep berjalan dengan baik. Pada akhirnya, tengah bulan Junuari 2009, tepat di minggu ulang tahun saya, sesuai rencana kami pun berlibur ke NYC. Salju sedang tebal saat itu, suhu mencapai minus 9 derajat C, tetapi tidak mengoyahkan semangat kami untuk jalan-jalan dan tertawa bersama selama kurang lebih 10 hari. Sungguh pengalaman yang tidak terlupakan seumur hidup saya.

Setelah liburan tersebut, beberapa bulan kemudian, saya iseng-iseng mencoba mengedit foto mereka satu persatu. Tidak hanya sekedar sebuah hadiah kepada sahabat-sahabat saya tersebut, tetapi sebagai bukti betapa berartinya mereka buat saya, betapa berartinya kenangan yang kita lalui bersama…

Saya juga menampilkan foto-foto asli sebelum dilakukan editing atau olah digital agar sahabat blogger juga bisa belajar editing. Saat itu saya masih amatir sekali, proses edit menghabiskan waktu cukup lama dan proses gagal-berhasil. Tetapi hasilnya lumayan. Oh, Watermark “PIM” adalah watermark sederhana yang saya buat sebelum sekarang berubah menjadi “primeedges”.

 

AG namanya, dia sahabat yang pediam dan selalu take it easy dengan segala hal, oleh karena itu saya  memberi caption “Silent Confession”

 

 

AS, sahabat yang periang, percaya diri, dan penuh kehangatan seperti matahari di sore hari, sehingga tidak salah jika caption yang saya berikan adalah “Afternoon Love”

 

 

 

CK, sahabat yang satu ini jatuh cinta pada student dari Eropa Timur. Dazhdebog adalah nama dewa matahari di Eropa Timur. Rasanya sampai  sekarang pun dia tidak pernah melupakan gadis pujaannya itu.

 

 

AN ini sahabat yang suaranya cempreng, selalu rame dan berjiwa kepemimpinan. Berisik tapi indah, seperti “Morning Rustle”.

 

 

 

CC, sahabat yang pendiam tetapi memiliki pandangan jauh ke depan, jiwa wirausahanya sangat kental.

 

 

AR, adalah sahabat yang pintar dan cekatan, jiwa wirausahnya juga sangat kental. Penyihir dimensi terinsprasi dari jaketnya yang seperti penyihir, hihihihi…

 

 

NB, sahabat yang lucu, sabar dan penyayang, meskipun aslinya dia psikopat! Dark Blaze! hahhahaha….

 

 

IJ, sahabat yang lucu, dan pandai memasak, dan terkadang suka lemot. Ekspresi wajahnya meninspirasi saya tentang kekuatan doa dan impian.

 

 

TF, sahabat yang pandai, periang, sabar dan kebapakan. Paling suka dengan suasana meriah “Cosmopolitan Conquest”

 

 

It’s me! 😀  yup, alis saya memang cacat seperti itu sejak kecil akibat kenakalan saya sendiri.

 

***

To all my friends above, I miss you guys…

Salam Jepret!

 


Best Friend Wedding

Pernikahan Sahabat. Akhirnya tiba waktunya, akhir pekan ini,  bagi dua sahabatku Ema Fatimah dan Dwi Yulianto naik ke pelaminan… Dua bulan yang lalu dengan modal nekat dan tempat pas-pasan, lahirlah jepretan-jepretan amatir dari kamera kecil ini sebagai my first pre-wedding picture-Job! Finally it’s done.

Aku mengucapkan selamat menikah.

Selamat menempuh hidup baru berdua.

Semoga menjadi pasangan yang awet sampe kakek-nenek.

Maaf tidak bisa datang saat hari-H, semoga kelak kita bisa berjumpa pula.. 😀

It’s a pleasure able to take part in the preparation.

It’s always be a festivity of me! 🙂



Kids, how do you like them?

Anak-anak, bagaimana anda menyukai mereka? Mahluk kecil ini seringkali memberikan ekpresi wajah yang jujur dan apa adanya, yang tidak jarang pula membuat kita tertawa dan gemas. Anak-anak, sama seperti kita pada usianya, menjadi buah hati dan kesayangan semua orang. Kita tidak perlu berpikir atau berusaha untuk menyukainya. Dengan melihat wajah mereka saja, we know, that they deserve to be loved!

PS: Saya mohon keikhlasan dari orang tua yang buah hatinya ikut tampil dalam blog ini. Semoga tidak ada hutang-piutang di antara kita :D. Foto anak-anak yang ditampilkan adalah anak-anak dari bermacam-macam ras di dunia, mostly taken in Indonesia and United States. Please Enjoy!