Frames, Green, Rustle and Sweet Tea

Friendship

Satu Minggu di Bogor (part 2)

Melanjutkan tulisan tentang satu minggu saya di Bogor yang luar biasa. Ini bagian kedua dari yang sebelumnya.

3. Kopdar Semanggi (29 Juli 2011)

Kopdar kali ini kopdar yang diadakan oleh dua Bunda, yaitu dua Ibu yang asalnya dari minang, yaitu Bunda Lily dan Bunda Bukit aka Nakjadimande (eh bener gak ya?) dan satu penggembira yang kita sudah tau siapa, ya benar Putri Usagi (lagi) 😆

Awalnya setelah kopdar Pasaraya bersama para Bapak-bapak, Putri mengajak saya untuk ikut kopdar bersama para Bunda hari sabtu di minggu yang sama, saya cuma manggut-manggut, hihihiihi… untung saja hari sabtu tersebut saya memang kosong, jadi tidak ada alasan untuk tidak hadir, mengingat saya kenal baik dengan dua bunda tersebut.

Singkat cerita, lagi-lagi saya dijemput Putri di Gambir, kondisi macet Bogor di tambah KRL yang sekarang dengan cemerlangnya berhenti di setiap stasiun, membuat saya telat! Putri bolak-balik sms saya, dan akhirnya kita ketemu di depan café something, saya lupa, pokoknya masih di gambir, lha… ternyata dua bunda itu juga ada dibelakang putri! Ups! Maaf Bund, membuat para ibu-ibu berumur ini menunggu sampe dirubung semut, hihiihihihi…

Jadilah di moment tersebut saya bertemu dengan Bunda Lily dan Bunda Bukit, sensasinya luar biasa! Hmm, sempat terjadi  ombrolan, kalau ternyata saya tidak seperti yang dibilang putri, masa kata dia ke para Bunda, “Prima itu cuma pendek, cuma sebahu” wuakakaakka… sial banget gak tuh! Well, ya akhirnya terbukti kalo si Putri lebay, dan merasa semua orang pendek, fiuuhhh… Kita berempat melanjutkan pertemuan di Plaza Semanggi, di lantai paling atas, yang outdoor tapi masih terbilang nyaman, maklum kata Bunda Lily dia maunya yang nyaman, gak capek, ini, itu, maklum sudah tua, hahahahaha…

Dalam perjalanan, Bunda Lily ngasih buku (lagi) ke saya, hahahaha… Makasih banget ya Bund, nambah-nambahin berat koper aja, wuakakakak… 😛

1. Bunda Lily, a.k.a. Bunda Don’t Worry a.k.a. Lily Suhana, beliau sudah sering saya liat penampakannya di beberapa kopdar, jadi bagi saya tidak kaget lagi, suara beliau juga saya pernah dengar via telepon, sangat ramah, keibuan, dan tetap fungky dan spontan! Hahahahaha… Lebih asik bertemu langsung daripada membaca tulisannya, karena beliau ternyata jago bercerita dan humoris. Bunda Lily sering sekali beradu opini dan menimpali Putri, ah mereka memang benar-enar seperti Ibu dan anak. Lihat saya sampai ada kejadian berfoto extreme macam begini, hahahahaha…

*

2. Bunda Bukit, a.k.a Najadimande, terkahir saya memanggilnya “Emak”, sama seperti cara Putri memanggilnya, ini membuat lebih mudah bagi saya, daripada memanggil keduanya Bunda, hahahaha… Jujur saya tidak pernah tahu wujud Bunda Bukit, saya pernah melihat di beberapa foto Putri sewaktu dia ke Bukit Tinggi, tetapi saya lupa, ternyata Bunda Bukit itu terlihat lebih muda dan lebih cantik, hihihiihi… sangat kalem, dan gak banyak bicara, tapi sekali bicara dalem, apalagi kalo nyindir si Putri, hahahahaah… Emak ini memang sepertinya diam-diam menjadi silent reader blog saya –ge-er.com, pernah satu kali beliau komen dengan username yang saya tidak kenal bahkan unik, eh ternyata setelah saya googling emailnya, ketahuan dia adalah Bunda Bukit, hahahahah… Makasih ya Mak. Selain itu Beliau kini malah rajin mengikuti weekly photo challenge, katanya sih gara-gara mulai suka pake Lightroom seperti yang selama ini saya lakukan, hahahaha… wah senangnya bisa menajdi inspirasi banyak orang.. 🙂

3. Putri Usagi, kalau yang ini tidak perlu dijelaskan, karena sudah sering diulas, hahahaha… mari kita skip! 😛

Setelah kurang lebih 30 menit, menikmati makan dan minum, tiba-tiba datang satu lagi tamu! Tamu yang saya juga kenal, yang saya juga kagumi, dan saya ingin sekali bertemu! Yup betul Bunda Monda!

4. Bunda Monda, a.k.a Monda Siregar, Bunda yang satu ini memang juga terlihat sudah berumur, tetapi wajahnya cerah, dan jauh lebih muda daripada di foto, hahahahah…  Bunda Monda adalah gambaran dari tulisan-tulisannya yang lembut dan keibuan, sangat jauh dari bayangan saya yaitu seorang Ibu-ibu batak yang gagah dan toak, hahahahaha… Bunda Monda sempet bingung memilih makanan di menu, akhirnya dia memilih apa yang saya tadi makan: Kwetiau Siram Seafood! Dan ternyata habis! Enak katanya! Hahahaha…. Recommended memang kalo makan di S*laria 😛

Kami akhirnya berbaur dengan banyak cerita, tentu saja terutama cerita dari marching band kita, sodari Putri Usagi, hahahahah… Ntah saya lupa apa saja yang kami bicarakan, pokoknya kita juga sempat berfoto-foto, dan seperti biasa, saat para blogger berfoto-foto, para tamu lain akan melongok dan bergumam “ini acara apaan ya? Kok heboh banget??” hahahaha… Kita juga sempet pindah meja, dan membuat banyak nota pesanan, karena bolak balik pesan makanan dan minuman, dan paling rame sendiri pula! Seru banget pokoknya…

Setelah acara selesai, sambil melangkah keluar gedung, kami juga sempat berfoto-foto lagi, terutama si Putri yang sengaja ngilang ke kamar mandi buat memastikan penampilannya Okeh, gubrak! Ini oleh-olehnya…

*

*

*

*

Kami melanjutkan acara jalan-jalan ke Monas, jadi alesannya sambil nganter saya ke gambir, sklaina jalan-jalan ke Monas, padahal ini akal-akalannya si Putri aja biar jadi model foto-foto, hahahaha… akhirnya kami, minus Bunda Monda, terpaksa ikut ke Monas, hahahah…

Di Monas, dua bunda memutuskan untuk menunggu saja ddekat pintu keluar, sedangkan saya dan Putri lanjut ke arah Monas. Langsung deh liat sesi foto-foto Putri, hahahaha…

*

*

*

Akhirnya perpisahan pun tiba, saya berpamitan dengan duo Bunda, dan Putri, saya sangat senang bisa kopdar dengan mereka semua…

Oh iya, sebenernya banyak foto-foto extreme yang diambil di sesi ini, cuma atas nama kemanusiaan saya tidak tega menguploadnya, wuakakakakak…

sedikit curhat…

Saya merasa sangat beruntung, saat saya datang ke Bogor dan Jakarta, banyak blogger yang mengajak atau tidak sengaja terajak kopdar, jadi waktu yang cuma sedikit itu bisa dimanfaatkan dengan maksimal. Saya merasa ngeblog bukan cuma sekedar mengisi waktu luang, tetapi juga menjalin silahturahmi, meningkatkan pengetahuan dan tentunya persahabatan yang bernilai plus-plus. Kami tidak saling mengenal, hanya mengenal lewat tulisan, tetapi pertemuan seperti sudah sangat diharapkan dan penuh dengan cerita-cerita seru. Om NH selalu bilang, this is the Beauty of Blogging, dan itu benar adanya.

Selama setahun belakangan, saya seorang pengangguran yang mencoba mengisi waktu dengan hal-hal bermanfaat, berusaha sibuk dengan apapun yang bisa menyibukkan, termasuk ngeblog. Terimakasih Tuhan yang telah memberikan jalan saya untuk membuat Blog. Saya banyak mengalami banyak peningkatan dari segi mental dan pengetahuan. Blog telah membuat hari-hari saya lebih berharga, berarti, dan penuh warna. Saya merasa orang-orang menyanyangi saya, seperti saya menyayangi mereka. Ini ajaib, karena kami tidak pernah bertemu sebelumnya. Untuk setahun terakhir ini saya banyak mengucapkan terimakasih untuk semua blogger-blogger yang telah menghiasi hidup saya…

Ke depan saya mungkin tidak akan serjain dahulu menulis, karena sudah ada kesibukan tetap yang akan saya kerjakan, tetapi saya akan coba selalu menulis, disetiap ada kesempatan.

Duh, panjang juga ya curhatnya, hahahahaha… OK, Lha!

Sampai jumpa di tulisan saya berikutnya tentang perjalanan panjang saya ke sebuah tempat yang indah…

Happy Blogging!

 

 


Satu Minggu di Bogor (part 1)


Tada! Nah ini yang sebenarnya saya ingin tulis setelah tidur panjang plus kemalasan yang melanda saya dua bulan terakhir, hahahaha…

Sahabat pasti sudah tahu bahwa saya dua minggu kemarin sedang berada di Bogor. Hey dreams come true! Saya pernah menulis sebuah tulisan berjudul “Seandainya Saya ke Bogor”, alhamdulilah, sekarang sudah terealisasi. Di dalam tulisan tersebut saya punya keinginan untuk melakukan kopdar dengan blogger-blogger yang selama ini menghiasi kolom komentar  blog ini, dan mengejutkannya, semua di luar imajinasi saya, di luar rencana dan harapan saya. 1 minggu di Bogor menjadi sangat luar biasa!

1. Kopdar Pasaraya (24 Juli 2011)

Gaya sedakep eileykhan…

*

Mas Sus diam-diam ambil foto ini pake kamera saya 😀

*

Kopdar ini sudah banyak ditulis oleh blogger-blogger lain yang mengikuti kopdar ini. Ini adalah kopdar pertama saya, dan I’m the lucky one, saya bisa kopdar dengan blogger-blogger senior yang somehow, sangat diharapkan kehadirannya di setiap kopdar di seputar Jakarta. Tidak semua blogger pernah kopdar dengan beliau-beliau ini, dan saya beruntung menemui mereka di kopdar pertama saya.

Putri Rizkia, aka Putri Usagi, dia adalah blogger yang dekat dengan saya, kami chat dan sering sms, dan ternyata sehari setelah saya tiba di Bogor, saya sms dia, dan dia serta merta mengajak ke acara kopdar yang diadakan Uda Vizon dan Om NH di Pasaraya. Saya ragu, minder, dan gugup, gimana ya ntar? Thanks banget buat Putri yang dengan gigihnya memaksa saya untuk ikut, bolak-balik confirm, sampai mengajak Mas Sus aka Mandor Tempe untuk ikut. Hahahhaha… dalam kopdar ini Putri menjadi salah satu point of interest, karena selain riang dan kocak, suaranya yang emang bak petasan dan sifatnya yang flamboyan * (baca SKSD) wuakakakaka… pokoknya untuk tau cerita selengkapnya silahkan kujungi cerita kopdar pasaraya versi Putri. Kesan saya sama putri: tepat seperti yang saya pikir, hahahaha…

Om NH,  Trainer dan kakak kelas saya satu ini memang saya sudah tunggu kesempatannya untuk kopdar. Bagi saya, beliau ini tempat saya mendapat konsultasi “psikologi” dengan gratis kalo ketemu di chat, hahahaha…  Dan memang, belaiu eileykhan sekali! Saya suka gaya dia menyambut kami, dengan jabat tangan dan sapaan yang sangat “muda”, hahahaha… Memang sih, ternyata si Om, keliatan jauh lebih “berusia” dibandingkan apa yang saya pikirkan, hahaha.. tetapi gaya bicara dan kehangatannya sama seperti di blog, sangat belia! Ntah bagiamana ceritanya, belum apa-apa obrolan kami sudah dibuka dengan obrolan tentang gigi, hahahaha… ya ampun.. hahahahhaha…:D Cerita kopdar ini versi Om NH bisa di baca disini.

Mas Necky, ada yang aneh dulu sewaktu saya pertama mampir di blog mas necky, sepertinya saya sudah berkenalan dengan dia sebelumnya, Hahahah.. aneh, padahal tidak pernah, sampai saya menelusiri tulisan-tulisannya. Ah,  mungkin karena saya pernah liat dia sebagai penulis tamu di rumah Om NH, hehehehe…  mas necky seperti yang saya bayangkan, tapi lebih tepatnya dia ternyata lebih asyik, lebih rame dan lebih kocak daripada bayangan saya, dan satu lagi, tidak segemuk yang di foto. Hahahahaha.. Dia dan putrid tidak hentinya ngorol tentang kereta, dan mereka memang cocok sebagai narasumber tentang KRL, ibaratnya udah kaya KRL Ambassador, hahahaha… Cerita kopdar versi Mas Necky.

Mas Sus, aka Mandor Tempe, hahahha, saya sempat iseng nanya ke putri “Apa Mandor tempe ikut kopdar?” Lha kok dilalah si Putri ngajak dia! Hahahhaha… Saya dan Mandor sering terlibat chat di YM dan FB,  kami  sering tukar pendapat dan ide, bagi saya dia kakak yang penuh motivasi, terutama dalam bisnis, hahahaha… well, tapi di kopdar dia memang sangat pemalu! Terlalu pemalu malah. Cara bicaranya medog jawa, arek Malang gitu lho (eh kita satu tempat lahir lho) hahahah.. Mas Sus lebih banyak diam, dan sesekali tertawa lepas, belakangan saya baru tau kalau dia ternyata sempat didiagnosa gejala tipes oleh dokter, wah, makasih lho mas, sudah bela-belain jauh-jauh dari Cibitung buat nyamperin kita-kita di kopdar… Mas Sus sama seperti yang dia bilang, cungkring dan tinggi, hiihihihhi…

Akhirnya saya memperolah foto “normal”nya. Eits.. Tapi untuk menjaga kemisteriusannya saya kasih foto yg ini aja, hahahaha..

Uda Vizon, saya tidak dekat dengan Uda Vizon, tapi saya sempat mampir ke tulisan beliau tentang Surau yang dibangun di Riau, hasil rekomendasi tulisan Om NH, dan bagaimana Om NH sangat mengagumi Uda Vizon, ntah berapa kali Uda Vizon menjadi pembahasan di blog om NH, jadi saya pikir, Beliau pasti orang special. Uda Vizon, hangat, berkarisma, kalem dan lebih cakep dan imut aslinya daripada di foto, hahahaha… Uda Vizon ini terlihat awet muda, hahahaha.. *sirik 😛 Uda Vizon sempat menyinggung acara kopdar ini di tulisan ini.

Mbak Em, nah, tamu terakhir yang datang di kopdar adalah mbak Imelda dari jepang! Beliu yangs sedang liburan di Indo, sempat diajak uda Vizon untuk nyamperin kita, wah, wah, beliau sama seperti yang saya bayangkan, ibu-ibu dendi yang hangat dan seru. Saya dulu sekali pernah mampir ke blognya, dan membaca biografinya yang panjaaaaaannngg sekali, hahahaha.. Meskipun kami jarang bertemu di blog, tetapi Mbak Em, memang sudah blogger kelas kakap yang mampu menghadapi blogger anak kemarin sore seperti saya dan Putri, hahahaha… Mbak em, juga bawa kamera nya Nikon D80 dan lensanya yang f nya 2. sekian… fiiuhhh… bikin ngiri banget 😛 Mbak em juga dengan piawainya mengulas kopdar ini di sini.

Nah setelah kita ngobrol ngalur ngidul sampe kurang lebih 3 jam, akhirnya kita berpisah, Bapak-bapak naik ke atas untuk sholat. Saya, putri dan mbak Em, ke Ragusa Ice Cream, tempat Putri pernah janji bakal traktir saya dan kopdar pun berlanjut, hahahah…  Karena Mbak Em juga penasaran sama es krim “klasik” ini akhirnya kita pesen es krim yang berbeda biar bisa saling icip, hahahahah… Seru banget, karena di sini Putri dan Mbak Em sempet dengan cuek beybehnya bernarsis ria, hahahha.. Cerita lengkapnya ada di tulisan Mbak Em di sini .

*

*

*

Oh iya, Makasih mbak Em, atas traktirannya. Di sana saya sebenernya udah sempet ketar-ketir, karena takut kemaleman sampe Bogor.  Acara es krim pun berakhir, Mbak Em pulang dengan mobilnya, Putri mengantar saya ke Gambir. Eh bener, ternyata sampai bogor saya kemaleman, angkutan sudah jarang, sempet nunggu 20 menit tanpa tanda-tanda angkot dan bis yang saya mau, fiuhh akhirnya ada juga! Jam 12 baru sampai rumah… ckckckckc…

2. Kopdar Kementrian Keuangan (Lapangan Banteng)

Hhahaha.. judulnya agak lebay, tapi memang peserta kopdar ini semua — kecuali saya,  bekerja di kementrian keuangan yang letaknya bersebalahan dengan Lapangan Banteng. Saya hari itu kebetulan sudah menyelesaikan sedikit urusan di sekitar Gambir, terus nelpon Mbak Devi, dan akhirnya kita bisa kopdar di kantin kantornya Mbak Devi. Eh ternyata ada peserta kopdar lain, yaitu Mbak Dewi dan mbak Laily.

Mbak Devi, nah mbak saya yang satu ini memang akrab karena sering komen di blog saya, beliau juga sempet email-emailan dan sms-an. Mbak devi persis seperti yang saya bayangkan, dan tidak segendut yang dia sering pusingkan, hahahahah… *gendutan mama saya 😛 Bertemu mbak Devi seperti bertemu mbak sendiri, seperti sudah kenal sebelumnya, padahal kita baru pertama bertemu, tetapi semuanya berjalan seperti biasa dan tidak ada kecanggungan. Feels like home…

Mbak Dewi, kalo mbak yang satu ini saya pernah liat fotonya sebagai penulis tamu di blog om NH, ya saya ingat! Belaiu juga alumni IPB, sssttt.. kata Mbak Devi Mbak Dewi salah satu pejabat penting di kantor itu, hihihihi… lucky me ketemu dia, sama seperti alumni-alumni IPB pada umumnya *halah narsis, mbak Dewi supel dan gak jaim, hahahahaha…

Mbak Laily,kalau mbak ini saya bener-bener baru tau, hahahaha… salam kenal ya mbak…

Ya meskipun saya baru bertemu ketiganya tapi obrolan kita alhmadulillah mengalir  dan enjoyable. Setelah kita bubra, saya ikut mbak Devi keliling gedung dan lapangan banteng, terus lanjut ke gramed, dan ke sekolahnya anak-anaknya Mbak Devi: Syafa, Rafif dan Rahma di Basement Masjid Istiqlal, seru banget, sampe ada acara foto-foto depan mesjid, hahaha…  Cerita lengkapnya ada di versi mbak Devi 😀 Panjang dan membuat saya terharu, hahahahah…

Syafa gak mau di foto 😛

Rafif dan temannya..

*

*

Blogger cilik 🙂

Panjang juga tulisan ini, lanjut ke part 2 ya ntar… 😀

I love Kopdar!


TLPC : Pameran Foto Perdana

Ini tulisan dadakan!

Hi pembaca setia blog ini, hahaha… maaf ya sudah lama tidak menulis, alasannya akan saya ceritakan nanti di postingan selanjutnya, yang pasti saya menulis kali ini sifatnya dadakan tapi harus, karena ini bentuk apresiasi saya terhadap keberhasilan sesuatu, bentuk rasa bahagia dan juga rasa haru…

Hari ini TLPC (Tanah Laut Photo Club), komunitas fotografi di kabupaten tempat saya tinggal yang sempat saya ceritakan disini dan disini melaksanakan pameran foto perdananya! Bertajuk “Wajah Tanah Laut” mengangkat hal tentang sumber daya alam, wisata dan sosial budaya di kabupaten tersebut. Pameran foto ini tentu tidak hanya menguras tenaga dan pikiran, tetapi cukup menguras biaya dan juga perasaan tentunya. Ada sebuah perjuangan yang tidak mudah di balik kesuksesan acara ini, ada sebuah cerita dan ada sebuah lika-liku panjang sebuah organisasi baru yang mengawali langkahnya dengan bermodal sebuah tekad… “Kita harus tunjukkan bahwa ada TLPC di kabupaten Tanah Laut”

“Langkah pertama ini pasti akan sangat sulit, tetapi setelah ini langkah-langkah selanjutnya pasti akan lebih mudah” begitu saya pernah bilang ke teman-teman, dan untuk itu, kita butuh tangan dan kaki yang 100 kali lebih kuat untuk menjadikan acara ini terwujud. Dalam keterbatasan kekompakan, keterbatasan dana, dan keterbatasan waktu kami seperti para pemimpi kecil sederhana yang tak putus asa. Jatuh bangun dalam kegiatan ini dan masalah-masalah datang silih berganti memecut kami untuk berjuang lebih keras.

Kini semua berbuah manis, kegiatan pameran foto tersebut terbilang sukses.

Sebuah sms meluncur ke HP saya:

“Acara dibuka oleh Bupati dan unsur muspida, Kapolres mau ikut bergabung sebagai Pembina/ Penasihat, Ketua DPRD Tanah Laut akan jadi ketua kita, Bupati dan Wakil Bupati interest sekali sama hasil karya kita dan membeli salah satunya dengan harga fantastis, dan banyak orang yang datang untuk melihat..”

Bergetar hati saya membacanya, mengetahui perjuangan selama ini tidak sia-sia, ada genangan tipis di mata saya, “Selamat teman-teman atas kesuksesan kita”  dalam hati saya.

Hari ini saya hanya diam di kamar saya di Bogor, ribuan kilo dari tempat acara berlangsung. Hari ini saya menuliskan status di FB tentang suasana Bogor hari ini yang panas, kering dan barangin, mengingatkan saya tentang Pelaihari, tempat acara tersebut berlangsung, dan saya benar-benar ingin berada di sana hari ini.

Berbagai ucapan terimakasih, ungkapan syukur dan kebahagiaan datang silih berganti malam ini, seolah sudah cukup membuktikan kepada saya bahwa acara tersebut berjalan sukses meskipun saya tidak melihatnya dengan mata dan kepala sendiri. Hari pertama puasa ini seperti penuh dengan rahmat dan rasa syukur yang teramat, khususnya saya yang sedang jauh dari teman-teman seperjuangan. Hari ini hari pertama puasa ramadhan, hari ini hari ulang tahun anggota kami, Bagus, dan hari ini pula hari pameran perdana kami yang sukses. Tuhan sungguh perencana yang ulung. Alhamdulillah.

Sedikit flashback tentang saya dan TLPC…

Saya adalah “anak baru” di lingkungan Pelaihari, Kab. Tanah Laut, saya dipertemukan oleh anak-anak TLPC melalui sebuah grup di FB sekitar Januari 2011. TLPC berkembang pesat sampai akhirnya terbentuk organisasi dan rencana kegiatan, yaitu pameran pertama ini.

Saya yang seorang pengangguran tentu saja seperti menemukan tempat pelarian untuk mengamalkan kapasitas saya, semampu yang saya bisa. Berbekal sedikit ilmu dari bangku perkuliahan saya ikut aktif dalam persiapan kegiatan, mulai dari nol sampai sekarang, itulah mengapa saya tau persis betapa beratnya perjuangan kami.

Saya tahu bahwa saya tidak akan lama berdiam di tempat ini, maka saya pernah menolak saat ditunjuk untuk menjadi pengurus, saya tidak bisa menjamin sampai kapan saya masih ada di Pelaihari, sedangkan cepat atau lambat waktu perpisahan itu akan tiba, dan saya sadar akan itu.

Teman-teman di TLPC adalah orang-orang yang optimis dan penuh semangat, dan saya percaya itu, saya bisa merasakannya, dan saya memutuskan untuk “bergembira” bersama mereka, karena saya tau, ada potensi di dalamnya, ada cahaya kesuksesan yang belum tampak, maka dari itu saya tidak main-main di dalamnya. Saya bergembira, tetapi tidak main-main dalam bergembira 🙂

Persiapan pameran seperti  menuntut kami untuk lebih kreatif dan kritis mencari objek foto. Kegiatan hunting bersama seperti tidak ada habis-habisnya menghiasi hari-hari saya dua bulan terakhir, belum lagi kegiatan menyebarkan proposal yang kejar-kejaran dengan ketatnya waktu yang tersisa. Awalnya acara ini akan dilaksanakan sebelum bulan puasa, tapi sempat tertunda sampai akhirnya terlaksana hari ini (1 Agustus 2011). Kami melakukan yang terbaik yang kami bisa, sampai di hari-hari terakhir saya di sana…

Akhirnya kurang lebih satu minggu sebelum tanggal pelaksanaan acara pameran, saya harus meninggalkan Pelaihari, untuk kembali meniti karir saya kembali. Sebuah moment yang saya tunggu tetapi tidak saya inginkan.  Berat, tetapi harus. Ada rasa sedih dan “tanggung” karena harus meninggalkan acara yang hampir selesai ini. Saya terbang ke Jakarta dan stay di Bogor untuk sementara waktu. Maaf teman-teman, saya tidak bisa berpamitan ke setiap orang saat itu.

Sekarang,

Saya tahu ada senyum di setiap wajah teman-teman TLPC, hari ini, sebuah langkah pertama, sebuah langkah besar untuk keberlangsungan organisasi kita telah terlaksana. Doa dan air mata itu terjawab sudah. Harapan dan cita-cita semakin jelas terlihat.

Saya bangga pernah menjadi bagian dari kalian, dan saya jujur berat sekali harus meninggalkan TLPC, karena saya sudah merasa memiliki dan menemukan wadah yang membuat saya “berarti”. Kenangan dan persahabatan yang kita jalin selama ini tentu saja sangat terukir di ingatan saya, saya menghargainya dan tidak menyangkal bahwa semua sangat berarti bagi saya.

Sahabat dan rekan-rekan TLPC,

Saya mungkin akan berada jauh dan sangat jauh dari Pelaihari, tetapi saya tentu akan terus mendukung TLPC. Hehehhe, kan masih ada internet. Mohon jaga dan terus kembangkan komunitas ini menjadi komunitas yang baik, produktif dan berkualitas. Kekompakan, kerja keras, dan rasa memiliki adalah kunci keberhasilan langkah-langkah kita ke depan. Saya turut mendoakan dari sini.

Ah, sudah cukup menjadi sentimental! Mari bergembira atas kesuksesan ini! Saya terharu bahagia malam ini, karena kita berhasil! Well done! Terus semangat!

This slideshow requires JavaScript.

“Saya datang ke TLPC tanpa membawa apa-apa, tetapi saya pergi membawa ribuan kisah dan kenangan, terima kasih TLPC”

Salam Jepret!


I wish…

I wish I could go back in time…


Sedikit Kata…

Pembaca dan sahabat blogger,

Mungkin sahabat-sahabat blogger sedikit banyak bertanya mengapa saya sekarang sudah jarang menulis dan melakukan blogwalking. Ya, saya sibuk akhir-akhir ini di dunia offline, ada kesibukan yang menuntut waktu saya sedikit lebih banyak dari biasanya, sehingga draft-draft tulisan hanya tersimpan di otak saya.

Saya juga mohon maaf tidak bisa membalas komen-komen yang selalu setia mengisi halaman-halaman postingan saya. Saya ucapkan terimakasih. Saya tentu membaca semua komen dan membalasnya dalam hati, tetapi jika saya rasa sangat urgen, maka saya baru akan menuliskannya. Saya juga akan blogwalking satu dua kali di waktu-waktu senggang saya.

Untuk mengisi kekosongan postingan saya, dan sekaligus mengurangi kejenuhan menulis, saya sengaja memposting foto-foto hasil karya saya. Syukur-syukur bisa tetap dinikmati. Apakah saya ingin mengubah blog ini menjadi Photoblog? Saya rasa tidak, kelak saya akan menulis lagi, bagi saya rumah ini hanyalah tempat saya bercerita dan berbagi, satu waktu bisa dalam bentuk tulisan, lain waktu berupa gambar…

Photo by Ipunk DJ (mesinketik.com)

Pembaca,

Ya, hanya inilah yang saya punya. Semoga bisa bermanfaat 🙂

Salam,

Prima

*

PS: mau tau itu foto di mana? Nantikan laporan hunting foto bareng TLPC 🙂


Pengantin diarak Ontel

Ya, itulah Bagus, teman saya yang diarak oleh para ontelis, para pecinta sepeda ontel di kabupaten Tanah Laut yang tergabung dalam WASIAT TALA (Wadah Sapida Tuha Tanah Laut). Bagus sendiri adalah anggota WASIAT sekaligus anggota TLPC (Tanah Laut Photo Club), komunitas fotografi dimana saya bergabung.

Sebuah Kartu Ucapan

Minggu. 15 Mei 2011, pukul 9 pagi, arak-arakan dimulai dari rumah Bapak Ibnu, ketua komunitas ontel, dan berakhir di rumah mempelai tempat berlangsungnya acara resepsi pernikahan. Rutenya? Keliling kota Pelaihari! Hahahahahah… Arak-arakan ini mengikutsertakan anggota WASIAT sendiri, beberapa penggemar ontel Banjarbaru dan Banjarmasin, plus beberapa anggota komunitas fotografi. Sedangkan anggota TLPC yang lain menyebar di beberapa titik untuk mengabadikan gambar moment yang unik dan jarang terjadi tersebut, termasuk saya.

Mempelai diarak menggunakan becak yang dihias dan diikuti oleh peserta arak-arakan yang lengkap dengan baju-baju retro-vintage dan baju tradisional, aaahh… seru sekali, benar-benar seperti kembali jaman tempo dulu! Acara unik ini tentu saja menjadi perhatian masyarakat sekitar, selain karena jarang terjadi, kemacetan sempat terjadi di beberapa titik, belum lagi bunyi bel sepeda yang khas sekali 🙂 Menghibur sekali. Di tengah rute, arak-arakan berhenti sejenak di Taman Tugu di pusat kota untuk melakukan sesi foto-foto bersama. Sungguh suatu kejutan dan apresiasi tersendiri bagi Bagus dan Ifeh pada hari pernikahan mereka tersebut. Acara ini juga menjadi ajang pembuktian eksistensi penggemar ontel dan fotografi di wilayah kabupaten Tanah Laut.

Di akhir rute, arak-arakan sempat berteduh ditepi jalan, karena tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Tetapi acara berjalan dengan sukses, setelah acara arak-arakan selesai, acara resepsi diteruskan seperi biasa. Kami para peserta dan pendukung acara arak-arakan makan bersama di sana.

Berfoto dengan TLPC

*

Seperti biasa nih, saya kasih foto-foto acaranya…

This slideshow requires JavaScript.

Simply edited with Lightroom 3.3 as usual…

*

Buat Mas Bagus dan Ifeh, Selamat menempuh hidup baru, dan Semoga menjadi keluarga idaman dan rame rumahnya sama anak-anak, hahahaha…:mrgreen:

PS: Mas Isro, ini lho acara yang saya pernah singgung kapan hari itu… 😀

Salam Jepret!


Sapaan Baru

Iseng-iseng kemarin saya mengubah cara sapaan chatting yang biasa menjadi anti biasa, hihihih… ketularan Pak Mars ceritanya.

Mungkin hampir semua orang mempunyai sapaan standar saat memulai chat di media online seperti: Hi!, Apa kabar?, Lagi ngapain?, Dimana nih? dan sebagainya. Sapaan standar seperti itu tentu saja sudah biasa kita dapat atau kita sampaikan. Jawabannya mungkin terlihat standar juga, seperti;  Hi juga!, Baik, Lagi di rumah, Lagi di kantor, Lagi iseng aja, dan lain-lain.

Saya kemudian berpikir untuk membuat sapaan yang tidak biasa. Sapaan yang membuat orang tersenyum membacanya. Sapaan yang menarik perhatian dan mungkin bisa memberikan aura positif. Yup, saya menemukannya! :mrgreen:

“Bagaimana perasaanmu hari ini?”

atau

“Apakah kamu bahagia hari ini?”

atau

“Apa kebahagiaan terbesarmu hari ini?”

*

Sapaan model seperti ini terkesan sangat personal, sangat akrab, right to the point, langsung ke hati si penerima, dan tentu saja membuat penerima tergelitik untuk menjawabnya dengan berpikir: Apakah aku bahagia hari ini? apakah kebahagiaan yang aku dapatkan hari ini? Sudahkah aku bersyukur untuk nikmat dan bahagia hari ini?

Memang terdengar sedikit gagu, tetapi tidak ada yang salah dengan menujukkan “perhatian” untuk sahabat atau teman. Kita bisa menujukkan ke orang tersebut betapa kita peduli terhadap perasaan mereka,  mengharapkan kebahagiaan mereka, dan mengharapkan mereka mau berbagi kebahagiaan meskipun hanya kebahagiaan sederhana.

Tidak semua orang bisa berbagi kesedihan, tetapi sebagian orang selalu ingin berbagi kebahagiaan. Meskipun si penerima sapaan ternyata dalam mood yang tidak baik atau sedang bersedih, sapaan dan pertanyaan seperti ini tentu akan memancing pikirannya untuk berpikir ke arah positif, mencari peristiwa-peristiwa yang membuatnya sedikit bahagia di antara kesedihan yang dia alami sekarang. Karena saat orang merasa sedih dan ditimpa musibah, pikirannya biasanya berkutat pada hal-hal negatif dan hal-hal yang membuat bad mood, lalu kenapa kita tidak memancing mereka untuk melupakan hal-hal buruk itu dan mengajak mereka untuk berpikir hal-hal menyenangkan penuh senyuman?

Setiap orang punya respon yang berbeda-beda, tetapi dari yang saya alami, sebagian besar memberikan respon positif:

*

“Tentu saja, setiap hari harus bahagia!”

“Aku bahagia hari ini karena banyak yang memuji hasil karyaku di FB”

“Aku bahagia karena aku bisa bernafas hari ini”

“Aku bahagia karena bunga di halamanku hari ini bermekaran”

“Aku bahagia saat melihat jagoan kecilku terbangun pagi ini dan bilang: Papa, papa..”

*

Ah, sederhana… tetapi sangat manis, bukan?

Mungkin pembaca ingin mencoba juga sapaan model saya ini? Semoga kita bisa berbagi kebahagiaan hari ini!

Happy Blogging!


Belajar Prewedding

Hmmm… kira-kira 3 atau 4 bulan yang lalu, teman saya, tepatnya kakak kelas SD saya sekaligus tetangga dekat sewaktu kecil meminta saya untuk membuat foto prewed sederhana. Saya dengan (sedikit) pede menyanggupinya. Itung-itung bantuin teman sekaligus bisa belajar moto prewed lagi (dulu udah pernah sekali).

Foto-foto berikut diambil di 3 lokasi yang berbeda, mengambil waktu 2 hari. Di sawah, di sawah dekat gunung, dan di pantai. Dilema saya selama pemotretan, saya belum bisa mengambil ekspresi yang “pas” dari mereka. Selain karena saya kurang cepat dan cekatan mengambil gambar, saya juga paling gak bisa mengarahkan gaya... 😦 *I am tired of this. Jadilah banyak ekspresi yang saya pikir seharusnya bisa lebih baik. That’s okey, I am learning anyway.. 🙂

Lagi-lagi saya bermain warna dengan Lightroom 3.3, jadi jangan heran kalau ada beda suasana/warna dengan foto yang sama. Maksud hati semoga yang melihat tidak bosan dengan bermcam-macam warna yang saya buat disini. I am happy with this project! 😀 rasanya semakin lama semakin cinta dengan Lightroom, hehehehe…

Watch out for more than 50 pictures coming! Enjoy!

This slideshow requires JavaScript.

Buat Mbak Nurul dan Mas Harto, saya ucapkan selamat menempuh hidup baru, semoga langgeng terus ya sampai kakek-nenek dan aku segera dapet ponakan, hihihihhi…

Salam Jepret!


Cuma Masalah Selera

Seorang teman saya, saya memanggilnya Kue Ber-fla, menanyakan pertanyaan simpel bertubi-tubi seputar foto-foto saya:

“Kok bisa bagus begitu warnanya?”

“Aku gak ngerti tentang foto dan warna-warna”

“Apa itu warna, komposisi warna, dan kontras?”

Haduh! Kue Ber-fla sangat curious sekali dengan apa yang ada di kepala saya saat mengolah foto-foto saya. Seolah-olah Kue Ber-fla ingin sekali belajar banyak dari saya dan ingin punya foto-foto seperti saya.

Saya sendiri suka bingung jika dihadapkan pada pertanyaan-pertanyaan sejenis itu. Apalagi sempat ada komen yang bisa dikatakan sangat “wah” di postingan saya sebelum ini, hahahahaha… Saya malah merasa biasa saja dengan foto-foto saya, dari dulu sampe sekarang ya begitu-begitu saja, naik turun seputar itu, menurut saya belum ada pencapaian yang signifikan. Bahkan teman-teman fotografer saya di sini meresponnya biasa-biasa saja, ya karena memang biasa.

Bagi teman-teman blogger yang sudah mengikuti blog saya lama, mungkin melihat memang foto saya ya begitu-begitu saja. Bagi yang mungkin sering melihat lama-lama terlihat biasa, beberapa menyebutnya bagus, bahkan mungkin saya gak tahu aja, kalau ada yang gak suka, dan saya tau itu pasti ada. Whatever shot! Saya hanya memotret dengan hati. Masalah suka gak suka itu masalah biasa. Saya punya selera dan pembaca juga punya selera. Urusan selera ini yang mau saya ceritakan sedikit.

Pertanyaan Kue Ber-fla menyadarkan saya bahwa ada satu titik dimana saya tidak bisa menjelaskan sesuatu dibalik semua pertanyaannya. Saya stuck dan ingin rasanya memindahkan isi kepala saya ke kepalanya, hingga dia bisa membaca apa yang saya rasa. Itu lah selera. Selera memang bisa dirasakan atau “sampai” pada orang lain, tapi hampir tidak mungkin diduplikasi dengan identik. Selera bisa mirip, tapi tidak bisa sama persis. Saya juga kurang tau apakah selera ini berkaitan dengan “talent” yang memang dibawa semenjak lahir? Whatever

Selera ini ternyata mempengaruhi saya dan mungkin sebagian besar orang saat melihat sebuah benda visual, contohnya gambar atau foto. Saat saya memotret: komposisi, focus, pencahayaan dan angle sangat dipengaruhi selera. Meskipun banyak teknik-tekni fotografi di luar sana, tetap selera itu sangat berpengaruh buat saya. Pada saat yang sama, kamera yang sama, suasana yang sama dan objek yang sama, dua fotografer bisa menghasilkan dua gambar yang nyata beda. Mereka bilang: depend on the man behind camera, dan itu benar menurut saya.

Berlanjut pada olah gambar atau editing. Software adalah sekedar alat yang membantu, sekali lagi tergantung siapa yang menggunakannya. Sama mobilnya bisa beda rasa saat beda sopirnya. Saat saya mengedit gambar, saya menjadi Photoshopper, atau Lightroomers dan sejenisnya, saya sangat dipengaruhi oleh selera. Saya mengajari Kue Ber-fla untuk mengerjakan foto-fotonya dengan alat-alat atau software yang saya pakai. Terus apakah hasilnya akan sama? tentu tidak. Meskipun pada akhirnya Kue Ber-fla sudah expert menggunakan software itu, apakah kemudian selera dia akan sama dengan saya? tentu tidak. Saya yakin dia akan berdiri sendiri dengan seleranya sendiri.

Menurut saya selera bisa dipengaruhi tetapi tidak bisa dibohongi. Saat kita melihat gambar atau foto yang kita suka, kita terpengaruh untuk membuatnya seperti itu. Saat teman saya memberikan ide kepada saya untuk mengubah warna ini dan itu, menggelapkannya, menerangkannya, sedikit ini dan itu, bisa jadi selera teman saya itu mempengaruhi saya, tetapi pada akhirnya saya sendiri yang akan memutuskan pada titik mana saya merasa “selesai”, dan berkata “OK, saya suka yang ini” dan rasa suka itu gak bisa dibohongi. Ya kan? 🙂

Selera itu punya basic, tetapi juga bisa dieksplorasi dan bisa ditemukan. Semakin banyak kita melihat atau mendapat referensi foto orang lain, kemudian banyak mencoba menemukan kecocokannya. Selera kita berkembang dan akhirnya kita menemukan “selera basic” kita seperti apa. Warna seperti apa yang saya suka, karakter foto seperti apa yang saya suka, tipe pencahayaan seperti apa yang saya suka. Tentu saja selera akan sedikit banyak berubah dan terus berkembang seiring waktu, tetapi selalu ada selera basic yang mempengaruhi kita dari waktu ke waktu.

Pada akhirnya. Semua orang punya selera masing-masing dalam melihat suatu gambar atau foto. Tidak ada selera yang baik atau buruk. Yang ada disukai dan tidak disukai. Bisa jadi selera foto saya tergolong selera “rendah” di mata satu orang, tetapi tergolong selera “tinggi” di mata yang lain. Selalu, ini masalah yang relatif. Tidak suka bukan berarti harus menghujat, atau menjudge, apalagi menyakiti hati orang lain. Jika ternyata suka dan kemudian memuji, itu adalah hak manusia untuk berekspresi. Syukur-syukur kita bisa saling membahagiakan.Ya kan? Perbedaan selera adalah hal yang wajar dan tidak perlu dipikirkan terlalu pelik. Ini seleraku. Ini seleramu. Kita berbeda tetapi kita tetap indah.

Kue Ber-fla mungkin sekarang sedang asik-asiknya berpetualang dengan seleranya. Saya senang bisa membantu banyak orang untuk mengeksplorasi selera mereka. Karena saya sendiri masih asik belajar mengenal selera saya dengan lebih baik, mengasahnya agar semakin tajam dan kelak bisa membuat orang bahagia dengan selera saya. Hey Kue Ber-fla, saya tidak akan mengajari kamu ini-itu terlalu strict, sama seperti seorang ayah yang melihat anaknya belajar naik sepeda, You’ll find the way! 🙂

I love this pic, Cute!

Salam Jepret!

PS: Ya ampun, saya nulis ini udah kaya fotografer besar aja, wkakakakakaka… maaf para fotografer senior, ini cuma pendapat dari anak kemarin sore yang tentu masih jauh dari sempurna… 🙂


Dialog Lucu

Dulu saya ingat Mas Asop beberapa kali memposting tentang dialog-dialog lucu yang terjadi di kesehariannya. Nah kali ini saya juga punya dialog singkat yang mungkin bisa membuat pembaca tersenyum…

**

PENSIL UJIAN

Febri         : Bu, aku dapat pensil ujian dari Wali kelas…

Ibu Febri : Gratis? Tumben…

Febri        : Iya, katanya udah di jampi-jampi biar lancar pas ujian.

Ibu Febri : HAH? Masa sih? Kamu jangan pake pensil itu ya Feb!

Febri         : Iya, itu kan dosa..

Ibu Febri: Bukan! Nanti kamu kesurupan!

*

Hikmah: Jaman kaya gini kok ya masih ada guru yang pake cara-cara aneh dan gak masuk akal buat meluluskan muridnya, heheheheh…

**

GAMBAR PAHLAWAN

Si bungsu pulang sekolah bawa hasil keterampilan membuat bingkai gambar/poster dari kardus dan kertas kado, pinggirnya dihias pita lucu.

Saya           : Wah, apaan tuh? Coba liat?

Si Bungsu : Keterampilan mas, bingkai poster. Bagus kan?

Saya           : Iya, ini gambar pahlawan revolusi ya? *pura-pura ngetes*

Si Bungsu : Iya lha…

Saya           : Kamu hafal gak nama-namanya?

Si Bungsu : Gak semua…

Saya          : Nah, ini di tempel aja di atas kasur kamu, jadi biar cepet hafal. Aku dulu gitu waktu jaman kuliah. *kasur si Bungsu emang model kasur tingkat*

Si bungsu : Hiiiiiiiii…

Saya           : Kok hiii???

Si Bungsu : Ih mas, ini kan foto orang-orang dah mati, ntar kalo malem-malem melet gimana??? *sambil menjulurkan lidah*

Saya           : 🙄 bener juga ya..  :mrgreen:

*

Hikmah : Anak-anak punya banyak imajinasi, apalagi anak jaman sekarang, imajinasinya makin tinggi, gambar pahlawan aja bisa jadi serem! wakakakakaka… 😀

**

ALAY DEH!

Dodol dan Dedel terlibat obrolan seru, padahal mereka baru saling mengenal. Tidak jarang mereka tertawa seolah-olah sudah sangat dekat.

Dodol: Eh, lu tau gak, desain produk yang baru tuh gak banget deh. A-el-a-la-ye, ALAY!

Dedel : Masa sih?

Dodol: Iya, ih desainnya aja alay, apalagi orang yang bikin! pasti alay juga *cekikikan*

Dedel : Hihihihihhhi… Itu kan gw yang desain. 😀

Dodol : Hah? Masa? 😯

Dedel : Hhehehheh… iya, emang kenapa? 

Dodol : *Mangap makin gede*

*

Hikmah: Hati-hati dalam berucap, bisa jadi orang yang kita hujat sebenarnya ada di depan mata! Wakakakaka…

**

Happy Blogging!


Ada Apa dengan April?

Welcome May!

Dapet contekan dari Putri Usagi buat nulis tentang apa-apa yang terjadi sebulan kemarin, syukur-syukur bisa jadi evaluasi, pelajaran dan penambah semangat bulan-bulan ke depan. Time to flash back! *ssst..orang pelupa lagi mikir keras*

Awal-awal bulan April sempet dibikin tewas sesaat karena hectic ikutan lomba Kecubung 3 Warna di BlogCamp, maklum kita pada deadliners semua (Saya, Putri dan Irvan) jadinya jatuh bangun buat ngejar batas waktu lomba dan sempet pake acara demam segala pula. Fiuh, tapi akhirnya lumayan juga hasilnya, bisa jadi juara 5! Cihuy! Lumayan bisa nambahin tabungan plus dapat hadiah buku dari Pakde : “Seroja” *ternyata kita bertiga dapat buku yang sama lho, mau barter gak put? gakgakgakgakkk… Thanks Pakdhe!

Hmm.. Awal april ini juga saya resmi bergabung dengan Komunitas Fotografi di Kabupaten Tanah Laut, tempat saya tinggal sekarang, bernama Mata Lensa Tanah Laut, yang belakangan telah mengubah nama menjadi Tanah Laut Photo Club (TLPC), heheheh… maklum organisasi baru, suka masih galau, haiyah! Langsung juga ikutan hunting bareng di pantai Suarangan, dan mulai belajar portrait (pake model), ternyata susah juga.. hehehhe…

Bulan April ini juga TLPC mulai bergerak cepat, kami mulai bergerak untuk legalitas organisasi, pergi ke notaris dan kantor-kantor  pemerintah, bikin baju dan ID-card, ketik Profile organisasi dan proposal. Hmmm… Dari komunitas ini, saya lumayan dapat temen-temen baru, seneng juga berada di komunitas yang bisa belajar, bergaul dan having fun! Saya mendukung sekali keberlangsungan organisasi ini karena saya bisa melihat prospek yang bagus ke depannya. Semangat teman-teman!

Hmm, iya bulan April ini saya juga datang banyak banget paket buku, baik karena lomba ataupun gift dari blogger yang baik hati. Blog saya juga mulai dikunjungi oleh wajah-wajah baru *yang ngerasa baru say cheese! Wakakakakak… penuh warna warni, mulai dari blog ibu-ibu yang masih setia nyeritain tentang anak dan suaminya, blog anak muda galau yang suka nulis cerita panjang-panjang, sampai om-om satu almamater yang punya foto-foto keren! Gak lupa juga beberapa blogger lama yang mulai rajin update tulisan, join Post a Day 2011, join Weekly Photo Challenge *yes berhasil terhasut!, dan blogger pemusik yang lagi demen posting video-video keren+narsis dan para pengamen yang lucu2 ngeluarin album baru! Cool! You guys simply colored my life!

Bulan april ini Weekly Photo Challenge berhasil diikuti semua! Bagi teman-teman wordpress yang suka foto-foto *dengan kamera apapun, plis ikut program ini! Kenapa saya semangat menghasut? Karena program ini meningkatkan kreatifitas, relatif mudah, bisa nambah-nambahin postingan dan cerita tiap minggunya, dan tentunya traffic + persahabatan makin banyak, banyak lho blogger asing yang nyasar ke blog saya gara-gara foto. Hihihihiihih… Oh iya, program ini gak maksa kita bercerita tentang foto dalam bahasa Inggris kok, silahkan pakai bahasa kita aja, ntar kalo mereka pada bingung, itu sih derita bule-bule yang pengen baca, 😛 wkakakakak…

Mulai aktif lagi ikut di siaran radio bahasa Inggris tiap jumat malam di sebuah radio lokal dan sempet terkejut saat panitia sebuah kontes bercerita dalam bahasa inggris meminta saya jadi juri! *pasti ini kecelakaan! Wakakakakak… Pilihan yang baik dan buruk. Baik karena saya bisa sekalian jadi seksi dokumentasi dan buruk karena saya gak siap apa-apa, dari skill dan baju! *Kemeja gak disetrika pun dipake! hmm… bulan April ini target untuk baca novel Inggris belom selesai 🙄 Semoga bisa lebih lancar bulan ini! Yes!

Project bikin header pemenang kedua Lomba Header Impian, Grandis, berhasil dicancel karena ribet sama layout blogspot dan diganti dengan pengiriman benih Torenia yang saya kumpulkan selama sebulan, wkakakakaka… Since he likes gardening so much, I hope that could be a nice replacement and yet a challenge for him to grow Torenia! Chaiyo Grandis! Next one… header buat Bunda Lily, Bund, maafkan anakmu ini yang lelet banget ngerjainnya… I’ll do my best! *ngerayu 😀

Anyway, bulan ini selain dapet job buat foto-foto di nikahan yang sederhana itu, saya juga dapet job buat pemotretan dua ABG yang cantik-cantik, selama dua hari-dua lokasi, hihihihihi… Job ini pun memaksa saya untuk belajar foto portrait lebih baik lagi, meskipun amatir, tapi hasilnya cukup memuaskan mereka lho, bahkan mereka mau lagi for the next project! Cihuy! Sambil menyelam minum air, sambil jalan-jalan dan belajar moto, bisa dapet duit, hihihihihi… Kapan-kapan saya posting deh hasil job ini! 😀

Bulan ini juga dapat kucuran semangat untuk berbisnis dari blogger-blogger yang sudah memulai bisnisnya sendiri. Awalnya mereka hanya kirim email secara personal tentang hal-hal sederhana di postingan saya, tetapi malah berlanjut ke arah diskusi ke masalah bisnis dan masa depan. Nice! Saya salut sama mereka-mereka ini karena mampu berbagi hal-hal yang positif  dan semangat yang begitu membara! Oh iya, dapat juga E-book dari Mas Isro sebagai kado ultah blognya. Tapi belom  download karena internet masih lemot parah! Thanks ya Mas!

Nah, menjelang Ujian Nasional anak-anak SMP selama seminggu saya diminta ngelesin anak tetangga, hehehehe…  Bahasa Inggris dan Matematika oke lha bisa, nah pas IPA justru saya pusing gara2 banyak rumus fisika bertebaran, wkakakkakaak… susah juga ternyata! 😛 Mudah-mudahan lulus ya Dik Elsa. Maaf kalo guru lesnya suka manyun+jidat kerut-kerut agak lama kalo liat soal-soal fisika, hihihihi…

Lain-lain, kegiatan saya masih gitu-gitu aja, berenang rutin 2 kali seminggu, ubek-ubek tanaman di halaman belakang, nyuci baju, ngembat cemilan di dapur sampe nyikat kamar mandi, hehehehe… Oh iya, bulan april ini saya lagi nunggu kabar tentang kerjaan, eh dapat kabar ternyata masih harus menunggu lagi, ya sudah ternyata emang harus sabar… Mudah-mudahan impian saya balik ke Bogor bisa segera terlaksana. Amin. Jealous aja sama temen-temen yang pada doyan bolak-balik kopdar kaya orang ngemil, thus I need to make sure to arrange kopdar schedule properly! *sok iye banget kaya ada yang mau kopdaran aja! GakgakgaKKgakkk… 😀

Well, that’s all for April! So busy, So colorful and yet, So worthy!

Happy Monday!

PS: berhubung internet lagi lemot lebay, acara BW masih dalam suasana merayap dan tertatih! *haiyah!


Nacho & Portable Toilet

Setelah dulu saya pernah cerita tentang toilet flush, kali ini saya cerita tentang portable toilet. Terispirasi dari tulisan Mas Bayu yang tinggal di CA, tentang horornya toilet portable yang dia temui di arena balapan mobil. Saya juga jadi teringat sebuah kisah konyol yang berhubungan dengan toilet portable di tempat kerja.

Jadi, tempat kerja saya dulu adalah sebuah greenhouse besar yang sangat luas, di dekat office dan break-room memang ada banyak toilet permanen yang sangat nyaman, tetapi untuk pekerja yang tempat kerjanya jauh di ujung, tentu saja menimbulkan masalah jika gejala kebelet sudah melanda, mau tidak mau, hasrat melakukan ritual harus segera dituntaskan. Maka dari itulah ada beberapa toilet portable yang berjajar di beberapa titik di dalam greenhouse.

Bentuknya seperti kotak besar , umumnya berwarna biru atau abu-abu. Di tempat kerja saya itu, toilet portable itu punya jadwal untuk dibersihkan, yaitu hari rabu, jadi pada hari kamis, jumat, sabtu, toilet portable masih cukup bersih dan manusiawi, tetapi dari hari senin sampai rabu, toilet itu berubah menjadi horor dan berbau “kematian”, Hahahahah… jelas aja, toilet itu menampung benda-benda berbahaya selama berhari-hari, di dalamnya sebenernya ada larutan berwarna biru yang harumnya seperti karbol, mungkin sebagai penyerap bau. Tetapi tentu saja tidak akan bertahan lama. Jika sudah hari senin, selasa, rabu, saya lebih baik melakukan ritual kecil dan besar dengan mengayuh sepeda saya ke toilet office, daripada harus melakukannya di toilet itu, hiiiiiii…. :mrgreen:

Suatu hari, toilet portable masih cukup bersih, saya yang bekerja di echoes dengan tanaman basket, melihat dari ketinggian, Nacho, bapak-bapak blesteran mexican-jepang, rekan kerja saya di section sebelah sedang mengayuh sepedanya ke arah toilet portable, padahal saya juga sedang berjalan ke sana karena kebelet pipis.

Nacho melihat saya setengah berlari ke arah toilet, dasar dia emang aslinya usil, eh malah mempercepat sepedanya, seperti tidak mau kehilangan kesempatan untuk menggunakan toilet lebih dulu. Dia tahu saya juga sedang terburu-buru.

“No, Nacho, I am first!”

Nacho tersenyum karena berhasil meraih gagang pintu toilet lebih dulu, dan masuk ke dalam. Damn!

“Nacho! Please hurry!” Saya ngomel dari luar.

“I can’t, sorry prima! Hahahahah…” Nacho menjawab dari dalam.

Sebenarnya ada dua toilet portable, bersebelahan satu sama lain, tapi saya tidak biasa menggunakan toilet yang satunya, selain toilet itu bertuliskan LADIES, toilet itu bertanda merah, yang berarti ada orang di dalamnya.

“You can use another!” Nacho berteriak lagi dari dalam.

Saya tidak menjawab, saya kemudian iseng naik ke echoes tepat di atas toilet portbale itu, alih-alih mengecek tanaman sambil menunggu si usil Nacho melakukan ritual.

Lama juga ternyata si Nacho. Dari atas saya bisa melihat seorang Ibu keluar dari toilet sebelahnya, artinya toilet itu kosong, tidak sampai beberapa detik, seorang ibu-ibu tua dari arah barn berganti masuk ke dalam. Biarlah, aku tunggu Nacho keluar saja, saya pikir.

Beberapa detik kemudian Nacho keluar dari toilet dan merapihkan ikat pinggangnya. Kemudian otak usilnya segera bekerja! Tiba-tiba dia mengedor-gedor toilet sebelah dengan keras, menggoyang-goyangnya seperti gempa bumi, kemudian menggedor-gedornya lagi sambil tertawa puas. Saya kaget!

“NACHO! WHAT ARE YOU DOING!!??” saya berteriak dari atas.

Nacho sontak kaget melihat saya.

“WHATTTeee…” Nacho melihat toilet, kemudian melihat saya lagi, dan kemudian sadar dia salah sasaran! Dia pikir saya ada di dalam toilet sebelah!

Nacho tanpa banyak babibu, segera kabur dengan sepedanya. Saya di atas tidak berhenti menahan tawa. Setelah saya buang air kecil, saya iseng bersepeda ke section Nacho dengan wajah sedikit serius…

“Nacho!”

“Prima, what happen just now??” Muka Nacho polos-polos jaim.

“You’re bad Nacho…, you caused an old lady passed out inside the toilet!”

Kami berdua ngakak sejadi-jadinya. Saya bercerita, setelah Nacho kabur, ibu-ibu tua keluar dari toilet sambil celingak celinguk keringatan gara-gara keusilan Nacho, dan bisa dibayangkan bagaimana wajah si Ibu saat tragedi itu terjadi, wakakakakaka… :mrgreen:

Begitulah kejadian lucu tentang toilet portable, kenangan lucu antara saya dan Nacho yang tidak akan pernah terlupa.

So, hati-hati ya kalo mau usil, jangan sampe salah sasaran! 😀

Happy Blogging!

Sumber gambar di sini dan di sini


Seandainya Saya ke Bogor…

Hmmm.. judul di atas rasanya sudah bisa menjelaskan apa yang saya bakal tulis di sini… 😛 Sekali lagi ini hanya seandainya, hanya rencana, hanya angan-angan dan tidak ada indikasi bahwa saya akan segera ke Bogor atau apa, syukur-syukur kejadian, kalau tidak ya sudah… artinya bukan batal, tetapi hanya mundur saja waktunya…

Berprasangka baik saja, apa yang saya tulis di sini adalah doa, dan semoga Tuhan mendengar doa saya… amin.

Sudah hampir 8 bulan semenjak saya meninggalkan Bogor bulan Agustus 2010, tempat saya dulu pernah menimba ilmu, tempat saya dulu hidup di sebuah kecamatan di bagian barat kabupaten bogor, tempat teman-teman saya banyak berkumpul, dan tempat di mana saya merasa ada di rumah, dalam artian saya sudah biasa dengan makanan warung nasinya, sudah biasa dengan macetnya, sudah biasa dengan hujan setiap sore, dan sudah hafal dengan trayek angkotnya 😀

Seandainya saya balik ke Bogor, saya ingin…

1. Jalan-jalan di kampus Darmaga, makan siang di kantin Sapta, duduk menikmati pohon-pohon rindang di sekitar gedung GWW, jalan-jalan di Bara (sebuah jalan sebelah kampus tempat banyak penjual makanan) saat malam tiba *karena kalo siang panas! dan tentu saja wisata kuliner di tempat-tempat favorite saya… 🙂

2. Naik angkot dan Bis Pakuan, wuakakakaka…. bukan berarti saya kangen sama macetnya daerah garmen yang selalu bikin perjalanan 1 jam menjadi 2 jam, tetapi lebih kepada: melintasi jalanan-jalanannya, pemandangannya, dan segala sensasi yang selalu saya rasakan tiap kali naik angkot… termasuk duduk miring di deket pintu ketiup2 angin *haiyah!

3. Bertemu dengan sahabat-sahabat lama, ada yang sedang sibuk dengan S2 nya, ada yang masih sibuk dengan skripsi, ada yang sudah bekerja, ada yang baru saja memulai kuliah S2 nya, ada yang baru pulang dari luar negeri, Hmmm… Yuk reunian lagi! Saya siap jadi tukang fotonya! 😀

4. Jalan-jalan di Bogor, pastinya! hahahaha… dari mulai ke Botani Square, mall-nya IPB yang entah sudah seperti apa sekarang, terus lanjut ke Ekalokasari Plaza, yang kata temen udah jadi keren sekarang, sekeren apa ya??? terus pengen juga ke Kebun Raya, sekedar hunting foto dan nyobain jajanan di sekitar pasar Bogor, hmmm… berhubung saya sering baca kalo di Surya Kencana banyak kuliner khas Bogor. Saya aja belum pernah menjelajahi daerah situ, wkakakak… kalo lewat sih pernah, wkakakka… so, next time, wajib jalan-jalan ke sana!

5. Kopdar sama Trio Cumi, hihihihih… Kalo Irvan mungkin bisa ditemui di sekitar kampus, wkakakka…, nah kalo Putri karena dia di jakarta, jadi ada dua pilihan dia yang mau ke Bogor, atau kita yang ke Jakarta… Well, cuma sekedar berbagi kebahagiaan karena hasil susah payah kita menulis cerbung di kontes Kecubung 3 Warna ternyata membuahkan hasil yang lumayan… Si Putri katanya mau traktir saya es krim di Monas! Hore!  hihiihihhi… Monggo Putri dan Irvan silahkan direncanakan ya, tapi dengan catatan, saya sudah di Bogor, wuakakakaka… *keburu bulukan gak ya mereka???

6. Kopdar Bogor + Jakarta! Nah kalo ini saya sih belum ada rencana secara detail, yang pasti saya mau-mau saja kopdar dengan blogger kenalan saya di sekitar kampus *yang ngerasa ngacung! wkakakkakaa… dan beberapa blogger lain yang berdomisili di Bogor. Jika juga ada waktu dan biaya, karena Bogor gak terlalu jauh dari Jakarta, saya ingin sekali kopdar dengan blogger-blogger di Jakarta.. ya syukur-syukur ada yang mau kopdar sama saya *sok pede… Mulai dari yang sepuh, ibu-ibu, om-om, mbak-mbak, dan ababil-ababil, hayuk aja! Meskipun nomor urut antrian untuk Kopdar dengan Om NH adalah 629! 😯 wuakakakakaaakkk… *aduh, ada calo yang jual nomor lebih awal gak sih?!

7. Bersilahturahmi ke orang-orang yang saya hormati… Mudahan ada rejeki dan bisa mampir ke rumah orang tua sahabat saya di Purwakarta, di Lembang, Bandung dan tentunya Emak-Bapak di Kayumanis, tempat saya pernah tinggal beberapa bulan dengan gratisan… Hayuk Mak, kita berkebun lagi! 😀

Mungkin itu dulu kali ya… entar kalo kebanyakan malah bingung.. hehehehe… Silahkan para pembaca meng-aminkan, Amiinnnn… 😀

Happy Monday!

Today, I simply pray to my Almighty, I follow what You say, either granted or not, I believe the time is coming to me, I just can’t wait to see that and feel again Your blessing is overwhelming…


Misteri Blogging

 

Hikmah: Dunia Blog adalah dunia maya yang penuh misteri, tidak seorangpun bisa menjamin kebenaran tokoh dan tulisan di dalamnya. Jangan cepat-cepat menjudge status, gender, sifat, dan apapun sebelum kita benar-benar membuktikannya dengan info yang akurat. Tidak semua yang kita baca dan kita lihat seperti itu adanya. Take it easy! :mrgreen:


Courtesy Books + Slideshow

Hohohohooo…

Seneng banget kemaren dua paket datang bersamaan, dua-duanya berasal dari blogger – blogger senior, dan sama-sama berisi buku!

Pada kesempatan ini, saya akan menuliskan buku-buku yang sudah saya dapatkan selama 6 bulan terakhir saya aktif menulis di blog. Langsung aja ya!

 

1. For One More Day (Satu Hari Bersamamu)  by Mitch Albom

Buku ini adalah buku hadiah kuis reboan dari Pakdhe Cholik, blogger senior yang punya BlogCamp dan sering ngadain lomba dan kuis buat blogger-blogger yang haus kuis kaya saya, hihihihi… Saya inget waktu itu saya menebak foto suami Bunda Lily, berhubung saya kenalnya sama Bunda Lily aja, ya saya jawab saja nama lengkap beliau, eh ternyata lolos dan keluar dari kaleng susu, hihihihi…

Buku pertama saya yang saya dapatkan dari kegiatan blogging, bercerita tentang seorang ayah yang mengalami kehancuran dalam rumah tangganya, tetapi pada satu ketika, hidupnya berubah saat dia bisa bertemu kembali dengan ibunya yang sudah lama meninggal. Kok bisa? Hehehehehe… baca sendiri ya. Di tulis dengan sangat manis, terfocus pada kenangan tentang Ibu dan Anak, touchy and riveting

Berkat buku ini saya sempat terpancing menuliskan sebuah postingan “Saat-Saat Aku Membenci Mama“, terispirasi dari buku tersebut. 🙂

 

2. Menjaring Uang di Internet dengan WordPress MU – Zaenal A. Rozi

Lagi-lagi buku dari Pakdhe Cholik, karena saya waktu itu menang juara 6 lomba KUCB, kontes menulis cerpen yang ada hikmah-hikmahnya gitu… Postingan yang menang itu adalah postingan “Doa Nur“, *pamer.com 😀

Buku ini seperti menjawab pertanyaan saya di postingan yang di tulis Pakdhe tentang cara mendulang dollar lewat blog, heheheh… saya sih waktu itu tertarik banget dan nanya dengan semangat tentang hal ini. Eh kok ya ternyata gayung bersambut, Pakdhe malah kaya mau bilang: “Nih tak kasih jawabannya!” Hehhehehe… Moga kelak buku ini berguna ya… Jujur saya baru baca bagian depannya, dan karena kesibukan lain, saya belum bisa baca sampe abis. Buku ini ada CD nya lho, hmm… seems interesting!

 

3. Tipping Point – Malcolm Gladwell

Nah ini buku yang kemarin baru datang! Kata temen yang kerja di toko buku, buku ini sempet laris lho! Buku ini hadiah dari Pakdhe Cholik lagi, hehehhehe… *mudahan gak bosen ya pakdhe bolak balik ngirim ke sini 😀 Hadiah sebagai Penulis Tamu dalam rangka Road To 1000 di BlogCamp. Weleh-weleh… Si Pakdhe, postingannya udah mau nyampe 1000 aja, ckckckck… Oh iya, artikel yang ditampilkan di blog itu judulnya: “Yes, Akhirnya Saya Lulus” *pamerlagi.com 😛

Saya baru baca nih pendahuluannya tadi malam, kayanya bakal gak bisa berhenti, hihiihih… Buku psikologis dan motivasi tentang bagimana hal-hal kecil berhasil membuat perubahan besar… tentang epidemi, tentang saat-saat dramatis yang membuat perubahan total… Can’t wait to continue turning the pages!


4. Buku-buku dalam bahasa Inggris

 

Ini juga dateng kemarin lho… Lho ini apa ya? Ini sebenernya murni gift dari seorang blogger senior yang humble dan wise. Suatu hari saya chat dengan beliau dan mengutarakan keinginan saya untuk meminjam buku koleksi atau novel bekas dalam bahasa inggris, karena saya sendiri merasa kurang sekali dalam vocabulary, jadi kuncinya saya harus banyak membaca, dimulai dari membaca fiksi! 😀

Eh, kok ya ternyata beliau tidak meminjamkan, tetapi malah memberikan saya buku tersebut, tiga sekaligus, plus onkir lagi! Maknyus banget kan??? Saya secara pribadi mengucapkan banyak-banyak terimakasih kepada Blogger baik hati ini, atas support dan pemberiannya yang sangat berharga. Meskipun buku-buku ini sudah tua, tetapi yang penting bisa dibaca, menarik, dan beraroma classy! I love the book’s smell! *halah gratisan aja bawel! 😀

 

Terakhir tapi tidak untuk yang terakhir, saya banyak mengucapkan kepada Pakdhe Cholik, kepada sponsor-sponsor lomba, kepada juri-juri lomba, dan kepada blogger baik hati no.4 yang saya sangat hormati, Terimakasih banyak. Semoga buku-buku itu kelak dapat berguna bagi saya dan banyak orang. Sehingga pahala tetap mengalir kepada beliau-beliau… amin… Salam Salim dari saya!

**

 

TERRREERERETTTTT…TEREREEETTTT…..!!!

Hehehheehe… Pengumuman nih, karena kemarin di postingan sebelum ini saya masukin gambar pake slideshow, eh ada beberapa yang nanya, gimana caranya?? Padahal saya sendiri aja baru tahu cara pake-nya dapet info dari Andrew, heheheh… *kemana aja ya saya???

 

Caranya gampang ternyata,

1. Tentu saja upload semua foto/gambar yang kita ingin pajang di postingan tersebut.

2. Selesai upload, kita lihat ada 4 tab dibagian atas: From Computer, From URL, Gallery, dan Media Gallery. Pilih Gallery!

3. Arahkan ke bagian bawah halama gallery, dan temukan Insert Slideshow! That’s all 😀

5. Coba preview! dan lihat hasilnya!

Voila! Semua foto yang ada di gallery postingan akan muncul dalam slideshow.. Good luck! 🙂

 

Happy Blogging!


Di Balik Layar: Bukan Bang Toyyib

What a lazy weekend!

Wuah, akhirnya nulis lagi setelah libur panjang, pasca kontes menulis : Kecubung 3 Warna yang cukup menyita waktu dan pikiran, *halah.. OK, berhubung banyak blogger yang menuliskan cerita mereka di balik sepak terjang mengikuti lomba ini, Trio Cumi juga punya cerita yang mungkin bisa dijadikan panutan, hmm.. mungkin lebih tepatnya “pelajaran” wuakakakak… karena sebenernya justru hikmah dan sensasinya itu yang emang bener-bener bikin kita gak bakal lupa! *bisa banget emang si Pakdhe bikin lomba ginian, ckckckckck…

 

Semua berawal dari kedatangan sms dari Putri yang tiba-tiba mengajak saya untuk satu grup dengan saya. Saya sempet bingung, maksudnya apaan ya?? Hmm, setelah inget-inget, baru nyadar kalau Pakdhe Cholik emang ada rencana mau bikin lomba kaya cerita Dasrun. Sudah digelar ya lombanya???

Saya sms balik Putri: Maaf put, gw dah segrup sama Mr. xxx dan Mr. yyy, wkakakaak…

 

Putri jelas mencak-mencak, dia gak tau aja saya becanda, ya iya lha, justru saya baru tau lomba itu dah digelar dari sms dia, hihihihiii… OK lha, intinya saya sama Putri sudah deal jadi satu grup, berarti lamaran Putri ke saya saya sambut dengan tarian hula-hula dan kata :YES! Artinya kita tinggal cari satu orang lagi, ini yang agak-agak repot.

 

 

Jujur saya udah curiga pasti genre tulisan Putri me-refer pada masa lalunya sebagai perintis Nting, emak-emak bawel di cerbung Dasrun beberapa bulan silam, dan as you know, that might be her specialty, dan emang ujung-ujungnya dia ngajak saya untuk menghidupkan cerita Nting lagi, tuh kan! Artinya tulisan ini bakal kaya komedi situasi khas betawi, saya seperti langsung ganti midset semenjak itu:  NO mellow, No sinetron, NO serius!  *padahal awalnya saya udah kebayang ceritanya bakal menusuk-nusuk hati.. 😛

 

Saya dan Putri sempet berdiskusi tentang siapakah orang ketiga yang bakal jadi anggota terakhir kita, karena artinya kita harus melayangkan lamaran. Lamaran ini lalu dilayangkan kepada seorang blogger terkenal, hihihihiii… nekat emang! Putri menuliskan lamaran ini dengan sangat apik, dan email pun terkirim. Beberapa hari belum ada balasan! Dan saya sempat bilang sama si Putri, well, itu artinya NO!

 

Memang iya, setelah beberapa hari menunggu – kombinasi harap2 cemas dan termehek-mehek, email balasan menyatakan bahwa yang bersangkutan  tidak bersedia karena perbedaan genre or kind of that. Emang kita juga sih yang nekat, tapi di situlah sensasi dan hikmahnya: Melamar orang itu deg-degan sodara-sodara…, takut ditolak, takut kecewa, takut nyari orang lagi! Plus acara lamar-melamar ini juga membuat kita harus bisa mempelajari karakter blogger lain, jangan asal comot, banyak pertimbangan ini dan itu, tetapi emang di balik itu satu yang pasti: Jangan takut mencoba! Nekat! Kalo kita malu atau jaim malah gak dapat dapat temen! 😛

 

OK, jeda waktu begitu hampa, gak ada lagi lamaran lain yang kita layangkan, kita emang harus bener-bener nyari orang yang pikirannya bisa “seirama” sama pikiran kita, lebih tepatnya seirama dengan pikiran Putri 😆  *nyari-aman.com. Seorang blogger sepuh juga sempet kasih saran untuk melamar blogger A dan B. Ok, kita coba, kali ini sms melayang. Lagi-lagi ditolak, alasannya klise: sudah lengkap grup mereka, wuakakakaka… apes-apes!

 

Belum lagi ditambah salah satu juri bilang, kalo gak ikut lomba ini artinya cemen banget! Masa lomba gak ikut? Apa kata dunia! Beliau bolak balik manas-manasin kita buat buruan cari grup dan daftar. Hufff, dasar provokator banget, akhirnya saya dan Putri kembali pada keriwehan nyari-nyari orang. Ada dua calon. Dua-duanya kemungkin besar belum punya pasangan, atau bahkan gak tau ada lomba ini, wuakakaka… dan saya mencoba ke satu blogger dulu, yaitu teman satu almamater saya: Irvan!  😀

Irvan setahu saya tipe blogger yang gak nulis tiap hari, dan emang gak pernah saya liat sliwar-sliwir di rumah pakdhe, tetapi saya tahu dia blogger lama, dan aktif dalam komunitas blogger Bogor. Sebelum saya punya blog, saya dulu sempet nyasar ke blog dia, sempet baca-baca juga. Tulisanya rapih! Alasan utama kenapa saya milih dia: Saya tau dia kocak! Saya bisa lihat dari status-statusnya di FB, hahahah… harapannya Irvan bisa menyeimbangkan karakter Putri yang setengah pede dengan karakter saya yang setengah jayus, hihihihi… Alhamdulilah, keberanian saya bagai gayung bersambut durian, Irvan setuju! Lengkap lha kita bertiga, Putri, Irvan dan saya.

 

Masalah lain muncul, saat kita chatting di skype, kita malah bingung ide ceritanya apaan, saya sih waktu itu justru punya ide untuk cerita-cerita mellow yang penuh air mata, *halah! Sedangkan Irvan bilang ada baiknya mengangkat hal-hal yang lagi in sekarang, salah satunya tentang si NH dan masalah bolanya. Kalau Putri tetep dengan draft awal, ceritanya harus betawian dimana ada emak-emak riweh yang bawel! Wuakakakak… Pusing kan?, yang ada malah kita akhirnya diskusi tentang isu tentang PSSI yang langsung di moderatori oleh saudara Irvan, wuakakakaka… Woy idenya jadi apaan??? (- -‘)

 

Janji untuk bikin masing-masing ide cerita dan draft malah tinggal janji, masing-masing malah gak saling menghubungi, boro-boro draft, chatting bareng lagi udah gak pernah! Hingga akhirnya deadline udah kurang seminggu. Suasana mulai tegang, blog pakdhe mulai koar-koar bahwa lomba akan segera ditutup. Tapi Putri dan Irvan lempeng-lempeng aja kaya gak punya dosa, wuaakakaka… saya malah kepikiran! Mood saya yang tadinya udah mau bikin cerita kocak, ngebaca cerita peserta lain, kok malah berubah ikutan mellow! Si Putri bukannya ngasih ide apa kek, malah bolak-balik ngancem kalo dia gak mau ceritanya kaya sinetron atau serial cantik! Dengan berat hati, bakat sutradara drama dalam diri saya harus dikubur dulu 😆

 

Hari-hari berlalu semakin cepat, tapi ide belum juga datang, Putri malah koar-koar dirinya mau ada acara meeting di Singapore. Kamis lomba ditutup, dia pergi Selasa! Sempurna banget! Irvan? Nah lho, tuh anak kemana ya? No hp-nya aja gak tau! Saya segera cari tau nomor Irvan pake link pribadi, link pribadinya ada di amerika lho, wkakakakaka… yes dapet! Dan segera komfirm ke Irvan, just make sure dia masih inget kalo kita pernah berjanji sehidup semati di lomba ini, wkakakaka…

 

OK, setelah melaui proses bangun tidur, merem melek di atas kasur, saya dapat ide untuk mengangkat masalah kecil, simple, tapi bisa di improve-improve jadi lebay! Yup! Cobek dan gosip! Simply Indonesia! Saya langsung skak-mat Putri dan Irvan dengan ide saya, membaginya jadi 3 bagian, dan mengaharap mereka setuju dan mengerjakannya segera. Saya bilang ke mereka kalau cerita ini adalah hasil pikiran saya yang udah mentok dan mepet, dan so far gak ada ide lagi, kecuali mereka punya ide lain yang lebih oke. Hayo? Ada gak??? *ngancem! 😛

 

Intinya sih mau-gak mau harus dikerjain. Hehehehe… Apa mereka setuju begitu saja? Tentu tidak! Saya yakin Irvan masih bingung dalam hati “Cobek? Yakin lu prim?” belum lagi Putri ketauan banget gak fokus, bolak-balik di chat, dia malah tanya, emang lagunya apaan? Ceritanya gimana? Ibarat guru di sekolah, saya merasa gagal mengajar Putri! Padahal semua dah jelas saya tulis berbusa-busa di pesan FB. Wajar aja sih, si Putri sibuk juga nyiapin performanya buat ke Singapore, gak cuma brain lho tapi tentu saja beautyhaiyah! kalo behave, saya bantu doa aja… wuakakakaka…*pening mendadak

 

Satu hari sebelum berangkat, si Putri nyempetin diri ke salon, ubek-ubek rambut, dari yang tadinya ikal sampe lempeng-peng, wuakakakka.. serius deh itu rambut kaya agen rahasia yang di film-film, dan untuk alasan itu kayanya dia gak bisa ngerjain sebelum berangkat. Intinya Putri baru bisa ngerjain pasca pulang Singapore. Parahnya Putri kebagian episode pertama yang full of gossip emak-emak-yang udah ditakdirkan jadi bagian yang wajib dia kerjain-, so jadi kita baru bisa focus hari rabu! H-1!

 

Untungnya cerita sudah dibagi, Irvan kebagian bagian kedua dan saya yang ketiga. Rabu siang kami bertiga sempet chat.  Irvan juga lagi banyak tugas nulis, dia akan coba buat bikin sore. Siang itu Si Putri yang paling cepet jadinya, emang sih gw dah ngira bagian pertama ini emang special buat dia dan emang dia banget, jadi gak bakal susah “memuntahkannya” dalam bentuk tulisan, wkakakakka… Saya sudah sempat menulis setengah, Irvan belum sama sekali. Dalam chat ini saya bener-bener ngerasa kaya manager atau sutradara, ngatur ini itu, ngomel sampe berbusa, mengarahkan Irvan tentang cerita yang ada di kepala saya, intinya improve wajib, tapi keep on the track! Cerita kita akan punya ciri khas masing-masing, tanpa harus kehilangan alur cerita.

 

Belum lagi penat kepala saya ngatur alur cerita Putri biar nyambung sama Irvan, plus nyelesein bagian saya sendiri, Putri udah merengek minta dibikin gambar ilustrasi buat ceritanya! Kalo di kartun, pasti saya dah jedotin pala saya ke tembok! Wauakakakak…

 

Saya mulai ngerjain sore itu, bukan tulisan saya, tapi gambar! Pertama nyiapin gambar buat daftar jadi peserta yang baris 3 orang itu lho.. lanjut 3 gambar ilustrasi sekaligus! Gambar, scan, edit, kirim! Lanjut nulis cerita bagian saya, ngatur-ngatur di dashboard dan siap untuk diposting. Sampe jam 2 malem cuma buat ngoreksi dan ngatur ini itu di tampilan blog. Mata dah cenat-cenut parah, tapi demi kelangsungan ke-eksis-an di negeri blogging, saya melek!

 

 

Paginya Putri dah kirim lagi tuh hasil koreksinya dan format fix bagian dia. Oke lha dia dah beres! Dia juga saya kasih tugas buat daftar dan urus segala bentuk adminsitrasi. Irvan? Dia belom kirim draftnya! Mati dah kita! Cuma ada waktu beberapa jam, mudahan sempet!

Ada kejadian gak banget tapi penting, saya dropped! Jam 10 pagi badan saya kaya anget dan keringat dingin, liat monitor kaya maju mundur, mungkin masuk angin. Saya bahkan sempet ijin ke Putri untuk tidur dan istirahat sebentar, dia bukannya percaya malah koar-koar nyuruh saya bangun, bahkan sempet nelpon cuma mau ngasih tau, dia dah siap publish! Haiyah!… saya lanjut tidur, soalnya badan kaya abis dipukuli…

 

Siang jam 2 -an, badan saya dah mendingan, Irvan kirim tulisannya, saya baca, dan langsung okeh!  Anyway, kenapa malah gak ada yang ngoreksi tulisan saya ya? Padahal sempet detik terakhir saya malah banyak melakukan edit sana sini, nasib-nasib… Ah! Putri sempet ngoreksi beberapa logat betawi di tulisan saya yang kurang pas! Thanks put!

 

Seperti biasa saya ingatkan untuk jangan lupa menuliskan bahwa artikel ini diikut-sertakan dalam lomba K3W, jangan sampe di diskualifikasi gara-gara hal kecil, hihihihi… dan akhirnya sore sekitar pukul 3, saya lupa tepatnya, postingan Putri publish, Irvan publish, dan kemudian saya publish! Putri daftar lomba ke rumah pakdhe, well done!


Terbilang cepat sekali proses ini, emang sih kebanyakan kita kalau sudah detik-detik terakhir baru pada semangat semua, wkakakaka… padahal coba dari dulu dikerjain, kan bisa dicicil pelan-pelan… gak perlu grasak-grusuk! well, tapi alhmadulillah juga, as you see, kita beres juga! 😆

 

Thanks to Putri dan Irvan buat kerja samanya! Semoga Trio Cumi bisa masuk 5 besar! Amin…

 

 

***

 

PS: Nama Trio Cumi, terinspirasi dari si Putri yang suka bolak-balik manggil saya “Cumi”, padahal “Cumi” itu kan panggilannya Irvan di dunia nyata, wuakakakaka… dan secara rambut kita pada ikal—meskipun si Putri sempet ngelurusin rambutnya sampe jadi cumi murtad–, jadilah kita kaya cumi semua, saya sodorin aja: TRIO CUMI! Pas kan? Eh masa si Putri ngusulin nama: Tiga Serangkai!  Apa gak sekalian Tut Wuri Handayani??? 🙄

 

 


Cobek Misterius

Ini adalah bagian ketiga dari cerita bersambung “Aku Bukan Bang Toyyib”. Bagian pertama ada di rumahnya Putri Usagi, dan bagian kedua ada di rumah Irvan. Silahkan ke TKP kalau belum baca. Enjoy!

**

 

Nting nyantai di ruang tamu rumahnya sambil ngitung-ngitung duit sisa belanjaan tadi pagi. Matanya sempet ngelirik ke arah rumah Marlina. Biar dia tahu siape Nting binti Haji Mahmud, jangan harap bisa main-main ma gue! Biar tahu rasa! Masih untung cuma cobek gue belah, belum ubun-ubun lu! Nting bergumam sambil tersenyum puas.

 

Beres ngitung duit sisa belanja, Nting pindah duduk di meja riasnya. Tangannya mulai lincah moles mukanya dengan segala peralatan riasnya mulai dari bedak sampai lipstik merah delima made in Dubai dapet minta dari Mpok Rodiyeh. Gue harus tampil cantik terus, biar Bang Toyyib kagak jelalatan ke Marlina mulu, gumamnya mengingat nasihat Mpok Rodiyeh  tentang cara ngobatin suami selingkuh. Jam dinding udah nunjukin pukul 4 teng, artinya Bang Toyyib bentar lagi pulang.

 

Nggak lama, sayup-sayup terdengar deru halus mesin mobil berhenti di depan rumah Nting. Nting sontok loncat dari kursi menuju jendela, ngintip siapa yang datang. Jangan bilang Bang Toyyib pulang bawa avanza, bisa pingsan kesenengan gue! Seorang laki-laki berumur dengan kumis tebal turun dari avanza merah marun melangkah ke halaman rumah Nting. Nting yang baru beres dandan malah salah tingkah. Siape sih om-om dendi itu? Mau ngapain dia ke mari?


“Permisi…” suara om-om dendi terdengar dari arah pintu depan yang emang nggak ditutup.

Nting tergopoh-gopoh keluar kamar “Iye, ada ape ye?”

“Eh.., anu Mpok, mau tanya.., rumahnya Marlina di sini?” om-om dendi sedikit kaget lihat wanita yang nyambut dia dalam keadaan menor ala emak-emak mau kondangan, lanjut sunatan.

“Oh, bukan bang, Noh yang ntu… yang atepnya biru norak noh” Nting nunjuk rumah Marlina di seberang rumahnya.

“Makasih ye mpok” Om-om dendi itu pergi melangkah ke rumah Marlina.

 

JELASSSS  Nting langsung kebakaran jenggot. Aje gile tuh Marlina, abis laki gue digodain, sekarang om-om dendi diembat juga! Nting menutup pintunya setengah sambil terus mantau gerak-gerik si om-om dendi dari pantat sampe ke jidat.

 

“Abaaaannnggg….” Marlina teriak kegirangan persis kaya waktu dia menang togel.

Om-om dendi itu senyum-kumis-naik-turun- berjalan masuk ke halaman rumah Marlina.

“Kok lama sih Bang??? Nyasar ya?” suara cempreng Marlina seolah mecahin ketenangan kampung cerewet sore itu. Ibarat dua sejoli lama gak bertemu, keduanya saling belai dan cubit.

 

 

Mata Nting semakin liar ngeliat detail adegan mesra-mesraan yang hadir di depan mata. Kupingnya cenat-cenut seketika, berusaha ngedengar setiap kata pembicaraan mereka. Nggak cuma Nting, ibu-ibu tetangga lain juga nggak kalah ribetnya abis ngedenger ada bahan gosipan baru : Marlina kedatangan tamu om-om! seperti biasa mereka akan saling telepon dan SMS nista.

 

Jeung Nting, tolong pantau rumahnya Jeung Marlina agar nggak terjadi hal yang tidak-tidak! satu SMS setengah nista barusan masuk dari Bu RT.

 

Mpok, hapdetin aye yah. satu SMS nista masuk dari Maimunah, tetangga baru belakang rumah.

 

Nting, lu tau kan yang harus lu lakuin??? Kiss, Ameh. Haiyah!

 

Nting kembali fokus pada target: Marlina, janda gatel seberang rumah.

Nggak lama, Marlina yang sedang asik ngobrol sama si om-om sampe monyong-monyong di teras rumahnya tiba-tiba terpaku sedetik ngeliat dari kejauhan Nting mencuri pandang ke arah mereka dah kaya mata-mata FBI, Forum Bibir Indonesia.

Astajim! Nting keki ketahuan.

“Eh, Mpok??? Mpok! Mpok Nting!” seru Marlina sambil bergegas ke arah rumah Nting.

Om-om dendi ngikutin Marlina ngetuk pintu rumah Nting.

“Mpooook, aye kagak ngajak berantem sumpah! Aye baik-baik mau ngasih tau sesuatu…”

Nting keluar rumah dengan pandangan super judes ngebuka pintu. “Ade perlu ape lagi lu?”

“Eh Mpok, sebelumnya aye mau ngucapin makasih ni ye, tadi ngasih tau calon laki aye ini rumah aye..” wajah Marlina dipenuhi oleh bunga-bunga kebahagiaan, nggak ada sedikitpun mimik benci-benci tahi kucing terhadap Nting yang udah mecahin cobeknya. Dendam itu seolah lunas dengan kehadiran si om-om dendi, tempat dia kini bergelanyut mesra kaya monyet nemu tiang.

 

“Ohh… jadi ini calon laki lu?” Nting masih sinis -idung kembang kempis.

“He-eh.., namanya Bang Oyyib, lengkapnya Muhammad Toyyib! Sama kaya laki Mpok, hihiihihii..”

DEG!

Nting sontak kaget! Jadi gossip itu ternyata?? Oyyib itu? Terus laki gue?

“Nah, Mpok Nting ini bininya Abang Toyyib, ntuh supir angkot nyang aye certain, nyang aye suka naekin saban hari, bang. Lumayan, aye bayar ongkos sebulan sekalian, jatohnya lebih murah, ye kan Mpok??” Marlina sumringah, masih bergelanyut.

 

Nting makin bengong. Jadi itu alasan Marlina naik angkot laki gue saban hari?? Oh May Jod!

 

Marlina permisi pulang sambil masih cengar-cengir bersama om-om dendi bernama Oyyib itu. Nting diem melempem, lemes kaya balon kempes. Pucet kaya abis ngeliat kunti. Ya Allah, gue udah fitnah Marlina…

 

 

“Nyak! Diem aje? Kata Pak Ustad jangan suka diem, ntar kesurupan! Hiiii….” Ntong tiba-tiba muncul dari kamarnya sambil ngebawa benda bulat warna item buluk.

Nting kaget ngelihat Ntong gotong-gotong cobek. “Heh, cobek siape tuh??”

“Ya elah Nyak pikun! ya punya Ncing Marlina lha. Kan Ntong pinjem kapan itu, telat dikembaliin, ini baru mau Ntong anterin.” Ntong berlalu, meraih sandal dan bergegas ke rumah seberang.

“Ntong, bentar, ntooonggg… “ Nting kebingungan ngedengar penjelasan Ntong.

 

Cobek Marlina? Terus cobek yang pecah? Aneh amat?

 

Belum sempat Nting mencegah Ntong yang keburu lari, Bang Toyyib, laki Nting manggil Nting dari samping rumah.

“Nting sayang, abang dah pulang nih… laper!”

Nting masih tertegun di depan teras, mendadak bego campur budek.

“Kok diem aja nih bini abang, masak ape hari ini?” Bang Toyyib ngelus-ngelus bahu Nting dari belakang.

Nting noleh. Liat lakinya, masih sama. Liat angkotnya, sama juga, kagak ganti avanza.

 

Bang Oyyib, bukan Bang Toyyib.

Cobek Marlina, bukan cobek pecah.

Terus punya siape ye?

 

“Seneng nggak sama cobek barunya?” lanjut Bang Toyyib cengar-cengir sambil kedip-kedip genit.

 

Nting keselek.

 

“HHHAAAAAAAAAAAAHHHH!!!! Abang yang beli????”

“Lha, emang kenape?” Bang Toyyib ikutan keselek kaget.

 

Sayup-sayup terdengar dari rumah Marlina.

…sabar sayang, sabarlah sebentar

aku pasti pulang

karna aku bukan

aku bukan bang toyyib…


Nting pingsan seketika.

 

***

 

Artikel ini diikutsertakan dalam Pagelaran Kecubung 3 Warna di newblogcamp.com.



Super Sister – Best Brother

Tada!

Dimana-mana orang pada masang photo kakak adik buat ikutan Giveaway Mama Calvin: Maret Ceria, setelah menengok ke TKP, rasanya jadi pengen ikutan juga. Setelah ubek-ubek album foto jadul, akhirnya terkumpul juga beberapa foto yang mungkin bisa ikutan. Ini dia!

Hheheheheh… ini bukan saya memang, ini adik-adik saya.

 

Perkenalkan:

Super Sister: Ega. Ega adalah anak kedua dari Papa dan mama saya, adik perempuan saya satu-satunya, lahir 1993 di Malang, sama seperti saya, di rumah sakit yang sama dengan saya lahir. Karakternya keras kepala dan cerdas, kata Mama, paling cerdas di antara kami bertiga. Semenjak kecil suaranya toak (keras) dan matanya bolak dan serem kalo melotot.Hahahahha…

Kulitnya nurun si Papa, lebih gelap dari saya dan si bungsu (bisa dilihat di atas). Sewaktu kecil dia pernah mengeluh: Kenapa sih aku cewek sendiri tapi malah item? Kata Mama: Setiap orang punya kelebihan dan kekurangan, dan kekurangan itu agar manusia tidak sombong.

Adik saya ini salah satu yang berprestasi di sekolah, kritis dan jago matematika, nilainya sewaktu SMP pernah tertinggi kedua se-kabupaten! Cool! Sekarang dia lagi lagi duduk di bangku SMA di sebuah kota di Jawa Timur… Sukses ya Ga!

 

 

Best Brother: Danang, si bungsu, lahir 1999 di Martapura. Tampilannya cenderung tenang, santai dan gak neko-neko. Normal dalam bidang akademis, cerdas dalam hal game dan gadget! a.k.a. oprek-oprek! Haduh! dalam waktu tidak lebih dari satu-dua menit, dia bisa mengerti bagaimana memainkan suatu game atau bagaimana suatu gadget bekerja. Sifatnya yang manja (mungkin karena bungsu) dan menggampangkan hal-hal penting kadang membuat Mama stres, kalau sudah musim ujian, maka Mama adalah orang yang stres, jauh lebih stres dibandingkan dia sendiri.

Pemalu dan gak pede tampil di muka umum sudah rahasia umum, tetapi aslinya sanguin sejati, ramah dan banyak temennya. “Mamaaaa…makaaaannnn..” adalah kata-kata permanent- by default yang diucapkan setiap pulang sekolah, gak heran badannya gembul. Fiuh!

Cita-citanya simple, mau jadi koki yang jago masak kaya Mama! 😀 Sekarang dia lagi duduk di kelas 6, dan bentar lagi mau Ujian Nasional. Good Luck Bro!

 

 

Itu dia profile dua adik saya yang tampil di foto. Kenapa mereka berdua? Kenapa gak bertiga sama saya? Setelah saya telusuri, ternyata saya sulit menemukan foto kami bertiga! Wajar saja karena umur saya dan Ega, berjarak cukup jauh, apalagi dengan Danang. Jadi yang ada kalau foto bareng hasilnya menjadi dua anak-anak, dan satu om-om, wkakakakaka… *gak banget!

Jadi demi kepentingan bersama dan ke-imut-an yang harus ditampakkan dalam foto adik-kakak ini, saya memilih mereka berdua aja. Foto-foto diambil dari album foto jaman mereka masih balita sampai SD. Beberapa sudah rusak termakan usia, dan alhamdulillah berhasil di scan, 🙂  Mudahan selain bisa narsis di Maret Cerianya Mama Calvin, juga sebagai salah satu perwujudan sayang saya ke mereka, Jiaaahhhh…

 

 

For my SUPER SISTER and BEST BROTHER, love you both!


Oleh-oleh dari US!

Horeeee!!!

Minggu lalu temen saya Aslih yang baru pulang dari US bilang kalo dia udah kirim paket berisi oleh-oleh!

Jelas saya senang plus penasaran kira-kira apa ya oleh-olehnya, karena jujur saya gak pernah minta oleh-oleh ke dia, ngarep sih iya, tapi gak kepikiran sih buat minta *sama aja dong, wkakakakkaa… bukan apa-apa, saya tau kok repotnya orang packing dan gotong-gotong barang dari sono, pastinya berat dan ribet, belum lagi kalo titipan orang ini dan itu yang seabrek. Justru permintaan oleh-oleh, dikit banyak, emang akan sangat membebani, dengan dasar itu lha, terkadang kita harus stop untuk merengek tentang oleh-oleh! 😛

Dia sampe dengan selamat di Indo aja saya udah seneng banget 😀

 

Anyway, yang bikin penasaran, Aslih bilang, dia packing paketnya pake kotak dus kaya isi bom, wkakakakak… jadi makin penasaran, emang apaan sih kok sampe dibungkus kotak dus segala??

 

Eh, barusan aja tiba-tiba ada pak pos dateng , beliau udah hafal alamat saya di sini lho *gara-gara keseringan dapat paket! 😛 Hore! Hore! Paketnya Aslih nyampe! Hmm… kotaknya ringan! Apa ya? Langsung deh buka-buka paketnya kaya orang kesetanan…

Ini dia!

Topi, gantungan kunci dan kartu pos! 😀

OK, saya juga gak tau kenapa muka saya di poto ini makin bulet pake topi itu (- -‘), wkakakakaka…

 

Topi,

Emang dulu jaman di US, saya suka banget pake topi, karena selain kerja di luar ruangan, topi membantu saat rambut saya amburadul gara-gara angin atau ketombe gatel terus digaruk-garuk… Saya juga punya topi abu-abu kesayangan yang sempet ilang yang saya ceritain di postingan ini, dan topi itu adalah topi satu-satunya yang masih layak pake, yang lainnya udah ilang atau gak layak pake saking parahnya… jadi topi ini lumayan buat alternatif kalo lagi bosen pake topi yang biasa saya pake. Topi ini berarti menjadi topi Aeropostale ketiga yang pernah saya punya! 😀 Thanks Aslih! Love it!

Do I look cool? 😆

 

Gantungan kunci,

Gantungan kunci bergambar barisan gedung dan bertuliskan Seattle, WA… Ini tempat si Aslih dulu tinggal, di Washington State… Langsung dipasang di tas! Lumayan… 😀

Kartu Pos,

Kalo ini sebenarnya titipan saya pas Aslih ke Bandung, saya minta dia beliin postcard Indonesia yang saya akan kirim dalam program Postcrossing, program kirim mengirim postcard secara acak ke beberapa orang di seluruh belahan dunia! It sounds fun, isn’t it? Saya baru mau mulai nih… karena di tengah hutan ini, rasanya sulit banget dapetin postcard bagus-bagus, jadi saya sekalian nitip si Aslih aja… 😀

 

Sekali lagi, thanks ya Slih oleh-olehnya sudah nyampe dengan selamat… See you soon! 🙂

 

Happy Blogging!

 

 


Bersantai tadi Siang…

Siang tadi, Saya kirimkan sms ini kepada seoarang teman, Lulu, yang sedang sibuk dengan tugas-tugas kuliahnya di kampus…

 

Aku lagi duduk di teras depan rumah teman, menikmati desiran angin, langit biru, awan-awan yang berarak. Only me and nature… Sederhana tapi luar biasa sensasinya…

 

Lulu membalas…

Mana buktinya? Aku lagi kerja dengan laptop. Antrian tugas dah nunggu, hehehe. Aku berusaha ikhlas biar berkah dan gak cenut2 palaku.

 

Wakakakaak, aku gak bawa kamera nih, ibuku lagi bantuin masak di sini. Aku rebahan deh di sofa teras depan. Sepi banget… cuma ada bunyi gemerisik daun, tenggoret, dan kicau burung. Kampung banget nih…

 

Minggu depan aku pulang kampung. Aku juga mau ngerasain yang sama ah…

 

Aku bersyukur bisa menikmati hari2 meskipun gak selalu indah… Aku bersyukur masih sempat menikmati alam yang masih alami ini…

 

Kamu makin bikin aku iri. Sial. Mana Bogor lagi panas banget! –>udah masuk jebakan prima 😕

 

Di sini juga panas. Cuma angin sejuk dan bersih… Sesekali tercium bau kayu dibakar dari dapur tetangga, dan sekawanan capung bermain di antara gemerisik daun-daun pohon kersen… 😀

 

Stop!! 😕 Disini bau sampah dan ikan mati T_T

 

Hahhahaha… sepertinya makan siang sudah siap.. Urap, tempe, tahu dan ikan asin… Have a good day!

 

Tak ulek2 kamu pim…

***

 

Senangnya hari ini bisa menikmati hari, sambil bikin ngiri temen… hihihihihii… sori ya Lulu, I just wanna share my happiness, I wish you were here... 😀

“Sesederhana apapun hidup kita, bersyukurlah… Itu adalah nikmat yang tidak terhingga… “

 

Happy Blogging!


Chit-chat Super Ngasal!

Chatting di YM, FB, dan berbagai media chatting online memang menyediakan sarana gratis dan nyaman untuk berbincang dengan orang lain tanpa batasan waktu. Sebagian mungkin hanya ingin say Hi, atau menanyakan kabar, tetapi tidak sedikit mereka yang chatting untuk menghabiskan waktu, curhat, gosip dan lain-lain…

Tadi siang, Titi, teman sekampus dulu, online dan kamipun terlibat chattingan santai tentang berbagai hal, mulai dari gosip temen lama, bisnis online yang ingin diseriusinya, tentang peserta Thailand got talent yang suaranya bisa jadi cowok dan cewek, dan tidak lupa juga masalah asmara… 😀

Titi mengawali chatnya tentang asmara dengan menceritakan kekesalannya karena bolak-balik di sms oleh seorang pemuda yang membuatnya risih, tentu saja saya sebagai pendengar yang baik segera memberikan masukan dan saran simple dan mengena… tetapi dasarnya saya yang emang gak pernah serius atau sok-sok serius, saya selalu membawa percakapan kecil macam ini menjadi cerita usil berbuah tawa…

Cekidot!

Ya begitulah seringnya saya selalu menyelingi curhatan orang dengan ngasal alias ngebanyol, *terutama dengan teman yang sudah deket ya… 😛

 

Ok, ini serius

Kalau teman-teman dihujani oleh sms seperti si Titi, apa yang kalian lakukan???

 

Happy Blogging!


Header buat Jasmineamira

Hmmm… sahabat, maaf baru muncul sekarang. Saya sibuk banget akhir-akhir ini, apalagi weekend kemarin, kayanya kerjaan gak berhenti datang dan pergi *sok sibuk… Ya beginilah jadi photographer amatiran, suka cari side job yang cukup bikin kelimpungan sendiri, hehehehee…

 

 

Well, di antara kesibukan saya kemarin, masih sempet ngerjain header para pemenang KUIS Header Impian si juara pertama: Putri Jasmine yang relatif baru saya kenal tetapi syukurnya tidak menimbulkan kesusahan dalam komunikasi, mungkin juga karena dia ternyata junior saya di IPB, hehehehee…

Putri ini penyuka kupu-kupu dan warna pink. Keputusannya mengubah theme kira-kira seminggu yang lalu juga atas masukan saya jika dia ingin header dan backgroundnya diganti, harus cari theme yang mendukung keduanya, eh dia ganti beneran, sebenernya ini juga lebih memudahkan kerja saya nantinya.

Informasi tentang ukuran dan segala tetek bengek header+background sudah saya dapat! Saya mulai bekerja dan sempat menghasilkan satu header!

 

 

Hmmm.. setelah satu hari berpikir, saya batalkan draft ini, this is just too dreamy, too cartoony… 😀 Gak mature banget! wakakakakaak…  Terkadang agak sulit juga untuk menyamakan atau mendekatkan seperti apa selera dan karakter sesorang, sekaligus pada saat yang sama tetap menjaga mood saya sendiri untuk tetap stabil pada selera itu. Intinya ya gak asal kita suka, tapi dia juga oke. Makanya saya bolak-balik bilang ke Putri untuk jangan ragu-ragu untuk kritik dan kasih saran kalau ada sesuatu yang gak kena di hati.

Akhirnya saya email ke Putri dan memutuskan bahwa saya akan merombak habis headernya.

 

Saya focus pada sosok Putri dan karakternya yang saya dapat dari beberapa info di blognya dan di blog Pakdhe Cholik! Ternyata mempelajari seseorang itu gak mudah juga ya… Tapi saya akhirnya dapat idenya! Saya pun mulai bekerja lagi!

Setelah melalui banyak revisi ini itu, sms dan email bolak-balik ke putri *thanks ya put, akhirnya selesai juga header yang fix!

ini headernya:

 

Saya akan jelaskan sedikit cerita tentang header ini…

Warna bau-abu ini dipilih untuk menyamakan beberapa warna theme asli itu sendiri, warna abu-abu juga terlihat netral dengan pink dan merah. Abu-abu juga terlihat lebih modern dan minimalis.

Kupu-kupu itu tentunya menggambarkan sosok putri sendiri yang senang menelaah cinta dan kehidupan.. *halah, dan sebagai penyuka anak-anak, saya masukkan unsur anak-anak dan unsur cinta di dalamnya… Not bad combination!

Header ini perpaduan dari beberapa gambar dan brush di photoshop, jadi saya jamin ini bukan cropping dari foto orang lain, jadi mudahan this is original editing by me! 🙂

 

Bergerak ke background, saya masukkan 3 warna yang mungkin cocok di padukan, yaitu pink, abu-abu dan putih. Dengan sentuhan gaya minimalis dan tetap memasukkan unsur kupu-kupu pink, saya rasa ini akan sangat berkarakter! Awalnya jumlah kupu-kupunya sedikit, tetapi Putri request untuk membuatnya lebih banyak mungkin agar terlihat lebih ceria, dan ini hasil akhirnya!

 

dan ini penampakan setelah dipasang pada theme:

Wuaaaahhhhhh!!! It’s done!

Thanks to Putri atas kerja samanya sejauh ini. Akhirnya selesai juga! Please enjoy!

 

 

Banyak hikmah tersirat dalam pembuatan header ini..

Mempelajari karakter…

Komunikasi…

Kesabaran…

Persahabatan…

Seperti kata Om NH, this is the Beauty of Blogging! Ada banyak hikmah dalam setiap peristiwa dalam blogging…

 

Sahabat, how do you like it?

 

Happy Blogging!

 


Kuis Header Impian: Announcement!

Hore!

Akhirnya bisa posting pengumuman pemenang! Maaf ya semua, entah kenapa internet dari tadi malam mendadak jadi lemot, sekarang pun masih seperti merayap, bahkan kadang stop sama sekali… Mungkin ada burung bangau lagi terbang nabrak menara pemancar Indosat? Whatever…  :mrgreen:

Oke, langsung saja, hari kamis minggu lalu saya mengadakan kuis berjudul : Kuis Header Impian yang berhadiah desain header (plus background, if applicable) yang di desain oleh saya sesaui dengan kriteria atau permintaan sang pemenang. Peserta berkewajiban menjawab judul dan penyanyi sebuah intro lagu berikut:

 

Nah, entah kenapa sedikit sekali blogger yang berminat ikut kuis ini 😥 , mungkin saya juga yang kepedean kali ya sok artis bikin kuis-kuis segala, wkakakaakakak… mana katanya soalnya sulit! Lho? padahal petunjuk saya atau clue yang saya berikan sudah sangat jelas, tinggal di googling pasti ketemu! Apalagi yang emang tau jawabannya terus gak mau ikutan… ups! 🙄

Ya sudahlah, meskipun hanya berhasil menjaring 9 peserta (dikit kan??? ), tetapi niat sharing dan beramal tetap harus lanjut! 😀

 

Ok lha langusng saja, jawaban dari Kuis Header Impian adalah:

 

Alika – Sahabat Tersayang

>>>yang mau download lagu lengkapnya download di sini<<<

 

Dan syukurnya 9 peserta tersebut semua menjawab dengan benar! dan undian dilakukan oleh sang dewan juri, yaitu adik saya sendiri, jadi mudah-mudahan kuis ini bersih dari nepotisme dan keinginan pribadi saya, wkakakakkkaa…

 

Ini penampakan si juri kuis, Si Bungsu yang endut!

 

Sang Juri Kuis

 

dan ini hasil undiannya:

 

 

1. Husfani A. Putrihttp://jasmineamira.wordpress.com/,

Di lembar undian saya sengaja menulis PUTRI IPB, karena dia memang mahasiswa IPB, saya relatif baru mengenalnya di dunia blog ini, tetapi tulisan-tulisannya yang bagus membuat saya betah di sana. Apalagi di tambah foto-fotonya di sekitar kampus, wah bikin kangen kampus. Ketauan deh kalo kita satu almamater! 😆

2. Grandis zendy s., www.mipequenosanctuario.blogspot.com

Grandis a.k.a Peres, blogger satu ini sekarang sedang bekerja di Papua, saya mengenalnya di dunia blog karena blognya yang mengetengahkan topik gardening. Selain itu meskipun cowok, Grandis sangat kreatif membuat kerajinan dan soal masakan? Jangan tanya! Yang cewek bisa kebakaran jenggot 😀

3.  Lily Suhana, bundadontworry.wordpress.com

Bunda Lily a.k.a Bunda Dont Worry, siapa sih yang gak kenal beliau? Tulisan-tulisannya yang penuh tips dan manfaat patut ditengok setiap hari, karena saya sendiri banyak belajar di dalamnya… Bocoran nih, emang si Bunda ini lucky banget ya, ini pertama kalinya dia ikut-ikut kuis lho! Ternyata menang! 😀

 

SELAMAT BAGI YANG BERUNTUNG!

 

Buat yang belum beruntung, jangan berkecil hati ya…  Jujur pengennya saya, 9 peserta itu saya bikinin semua, cuma saya takut malah gak bisa nepatin janji. Jadi belum bisa sekarang untuk memberikan hadiah kepada semua peserta itu. Satu lagi, ini bukan masalah bagus atau gak, ini cuma undian! Faktor keberuntungan 🙂

Terimakasih kepada semua sahabat yang berpartisipasi di kuis pertama saya ini. Meskipun sepi peserta, semoga tidak mengurangi kegembiaraan saya sendiri, wkakakakkaa… lain kali semoga kuisnya lebih rame ya 😀 Amin

Happy Blogging!

 

 

PS: Pemenang akan saya hubungi langsung lewat email. Thanks!

 

 


Kuis Header Impian

Hello!

Akhirnya kuis yang saya bilang kemarin bisa launching hari ini…

 

Semenjak saya posting tentang header yang saya buat untuk Mbak Devi di postingan : Header untuk Sahabat, banyak sekali respon positive yang mengatakan hasil karya saya itu lumayan dan tidak mengecewakan, dan banyak komen yang meminta saya dengan senang hati membuatkan header untuk rumahnya…

Jujur saya kelimpungan, karena tidak mungkin rasanya mengiyakan semua request tersebut, tetapi rasanya juga tidak adil jika mengabulkan beberapa permintaan dan menolak yang lain, maka dari itu, saya berinisiatif untuk mengabulkan permintaan itu dengan membuat kuis. Yah, tentu saja 3 orang pemenang kuis ini akan mendapat header spesial saya akan buat untuk ketiga pemenang tersebut, tentu saja sesuai dengan kriteria yang mereka inginkan. Tertarik?

 

 

OK, caranya gampang, dengarkan intro lagu di bawah ini, dari intro ini sebenarnya sudah tampil melodi dari syair awal dan sedikit reffnya…

 

 

Nah, ada yang masih bingung lagu apakah ini?

BACA PETUNJUKNYA:

Lagu ini adalah lagu anak-anak. Lagu ini membawa penyanyinya berjaya di AMI awards 2006 dalam tiga kategori sekaligus! Musisi sekaligus pencipta lagu ini baru saja wafat bulan Januari 2011 . Beliau juga sebelumnya pernah melahirkan seorang penyanyi cilik terkenal yang kini telah dewasa dan masih menyanyi. Penyanyi lagu ini pertama kali muncul dalam ajang pencarian bakat: AFI Junior.

Pasti sekarang bisa kan???

 

Sahabat cukup menjawab siapa penyanyi dan judul lagunya, dengan cara mengirimkan jawaban berformat:

 

Nama: _____________ (Nama Asli)

Email:  _____________( Email yang aktif dan selalu dipantau)

URL Blog: ___________ (Alamat Blog)

Jawaban: ____________ (Penyanyi dan Judul Lagu)

ke EMAIL saya : prima_wkh@yahoo.com, dengan subject:  KUIS HEADER IMPIAN


Oh iya, kuis ini di tutup Minggu, tanggal 27 Februari 2011, pukul 24.00. Jadi cuma ada 4 hari waktunya, hehehehe… Pengumuman pemenang pada Rabu, 2 Maret 2011.

 

PS: Sahabat akan mendapatkan konfirmasi melalui email jika jawaban telah masuk ke email saya. Jika jawaban benar, maka sahabat berhak mengikuti undian untuk merebutkan posisi sebagai 3 pemenang. Saya akan hubungi melalui email kepada tiga pemenang untuk melakukan diskusi tentang teknis pembuatan header tersebut. 🙂

 

Sahabat tersayang, selamat menebak dan mengikuti kuis sederhana ini… Good Luck!

 

 

Happy Blogging!

 

Hmmm… penyanyi asli lagu ini gak boleh ikutan kuis ini ya… *gubrak!