Frames, Green, Rustle and Sweet Tea

Film

[Film] Spirited Away

Yeah, I knew it’s kind of late, it should be on Sunday, whatever… 😛

Hi Sahabat Blogger,

Fiuh…kemarin badan saya rasanya sakit semua setelah berenang penuh semangat, jadi rencana mau posting review film saya tunda dulu sampai hari ini, hehehehehe…

 

spirited away dvd

Spirited Away, lagi-lagi film bergenre anime ini adalah salah satu film yang layak ditonton. Seperti film-film yang saya ulas sebelumnya yaitu The Girl Who Leapt Through Time dan Grave of The Fireflies, film ini juga banyak menuai pengarhagaan seperti Oscar pada tahun 2002 dalam kategori Film Animasi Terbaik dan menjadi anime pertama yang meraih penghargaan dalam kategori tersebut. Film ini juga memenangkan Golden Bear pada Pesta Film Internasional Berlin 2002. Menjadi film tersukses sepanjang sejarah di Jepang dengan menarik sekitar 23 juta penonton dan menuai keuntungan sebesar 30 milliar Yen!

Film ini diproduksi oleh Studio Ghibli dan disutradarai Hayo Miyazaki, seorang mangaka Jepang yang sekaligus pendiri Studio Ghibli, yang terkenal melalui film-film karyanya yang banyak menggunakan tema hubungan manusia dengan alam dan teknologi, serta sulitnya menjaga etika perdamaian. Saya sendiri merasa sering terkesan dengan film-film Studio Ghibli yang sangat “asia”, sentimentil dan penuh makna tersirat.

 

Spirited Away scenes

Cerita film ini berawal dari perjalanan Chihiro gadis kecil berusia 10 tahun dengan kedua orang tuanya saat pindah ke kota lain. Mereka tidak sengaja menemukan bekas taman hiburan yang sudah tidak terawat. Dengan penuh keingintahuan mereka pergi melihat-lihat taman hiburan tersebut yang syarat akan nuansa sepi, terpencil dan sedikit aneh. Keanehan muncul saat kedua orang tua Chihiro menemukan restoran dengan sajian makanan super lezat yang membuat mereka kalap dan tak berhenti makan.

Chihiro sendiri yang sedang berjalan-jalan seorang diri menemukan tempat pemandian yang masih bekerja tetapi tidak berpenghuni. Tiba-tiba hari menjadi gelap, dan Chihiro bertemu dengan Haku seorang pemuda yang tiba-tiba menyuruhnya untuk segera meninggalkan tempat tersebut. Keanehan semakin tampak saat tempat tersebut mendadak diterangi lampu dan banyak roh-roh yang ramai lalu lalang. Saat Chihiro bermaksud mengajak Ayah dan Ibunya pergi, Chihiro terlambat, keduanya sudah berubah menjadi babi besar yang tak berhenti makan! Chihiro ketakutan dan terus berlari, tetapi terlambat sudah, dia tidak bisa kembali ke perbatasan dunia nyata dan taman hiburan tersebut, yang ternyata adalah dunia para roh.

SA6 copy

Dengan bantuan dan petunjuk dari Haku, Chihiro akhirnya mampu tinggal di dunia roh dengan menjadi pekerja di tempat pemandian milik penyihir kuat bernama Yubaba. Yubaba inilah kunci penting bagi Chihiro yang ingin mengembalikan kedua orangtuanya ke bentuk semula dan pulang ke dunia manusia. Berbekal kemandirian dan keteguhan hati, Chihiro melaui banyak permasalahan dan rintangan dalam pekerjaannya tersebut. Dari permasalahan Bayi besar Yubaba, Hantu “No Face“, hingga perselisihan antara Yubaba dan Zineba, saudara kembar Yubaba, yang membuat Haku menjadi terluka parah.

SA7

Bagaimana Chihiro dan kebaikan hatinya mampu menyelesaikan semua masalah tersebut? Siapakah sebenarnya Haku? Akankah Chihiro mampu menyelamatkan kedua orang tuanya dan kembali ke dunai manusia?

 

Film ini cocok sekali dinikmati oleh keluarga. Film yang syarat akan pelajaran hidup tentang semangat, kejujuran, dan kekuatan hati. Petualangan Chihiro ini rasanya seperti menyentil hati kecil saya agar selalu ikhlas dan jujur dalam bersikap. Kebaikan akan selalu terpancar dan akan menuai balasan yang setimpal.

Cerita yang sederhana, imajinatif dan kaya pelajaran hidup!

SA-end

 

>>Quotes<<

No-Face: [offering a bowl of food] Try this. It’s delicious. Want some gold? I’m not giving it to anybody else!
[approaching her]
No-Face: Come closer, Sen. What would you like? Just name it.
Chihiro: I would like to leave, sir; there’s some place I need to go to right away, please. You should go back to where you came from. Yubaba doesn’t want you in the bath house any longer. Where is your home? Don’t you have any friends or family?
No-Face: [sulking] No… no… I’m lonely… I’m lonely.
Chihiro: [backing away] What is it that you want?
No-Face: I want Sen… I want Sen…

**

Zeniba: Once you do something, you never forget. Even if you can’t remember.

**

Chihiro: I promise I’ll be back, Haku. You can’t die.
Lin: What’s going on here?
Kamajii: Don’t you see? It’s called… Love.

**

Chihiro: Granny… I just want you to know my real name! It’s Chihiro!
Zeniba: Oh, what a pretty name! Be sure to take good care of it, dear!

**

Chihiro’s Father: A new home and a new school? It is a bit scary.
Chihiro: I think I can handle it.

***

 

spirited away wallpaper

(Sumber: wikipedi.com dan imdb.com)

Selamat Menonton!

Advertisements

[Film] Grave of The Fireflies

Tada! Happy Sunday Bloggers! Film review time…

Setelah minggu lalu saya membahas film animasi  The Girl Who Leapt Through Time , hari ini lagi-lagi saya akan cerita tentang film, sama-sama animasi, sama-sama diangkat dari sebuah novel. Ntah kenapa animasi atau film yang diangkat dari novel umumnya kualitas ceritanya bisa diacungi jempol. Itulah kenapa saya suka film yang satu ini; realistik.

Grave of The Fireflies yang berarti “Kuburan para Kunang-kunang” ini bukan menceritakan tentang hantu atau misteri, tetapi tentang dua kaka beradik yang berjuang melawan kejamnya hidup pada masa perang dunia II.  Ahli sejarah animasi Ernest Rister menyandingkan film animasi ini dengan film Steven Spielberg: Schindler’s List dan menyatakan:  “It is the most profoundly human animated film I’ve ever seen”. Mantap!

Film hasil adaptasi dari novel semi-autobiografi karya Akiyuki Nosaka ini memang mengambil cerita nyata kehidupannya yang kehilangan adik perempuannya karena kelaparan di jaman perang akhir tahun 1945. See,this is based true story! Film ini diproduksi oleh Studio Ghibli pada tahun 1988, wkakakakakaka…*film lama ternyata, saya masih balita tuh. Studio Ghibli ini memang saya kenal sebagai studio film yang banyak menghasilkan film-film terkenal seperti Spirited Away dan Princess Mononoke, kapan-kapan saya bahas kedua film ini!

Cerita diawali dari serangan pesawat sekutu yang menyerang sebuah kota di Jepang. Bicara sedikit sejarah, pasca serangan Jepang di Pearl Harbor di Hawaii, Amerika menyerang balik dengan melepas bom nuklir yang meluluh-lantahkan dua kota di Jepang, tetapi tidak sampai disitu, Amerika dan sekutunya membabat habis kota-kota di jepang dengan “firebombing” , mereka membakar kota-kota di Jepang yang banyak menimbulkan banyak kematian rakyat sipil, kebakaran, dan kelaparan. Aksi firebombing di Jepang saat itu membuat tanah jepang tak henti-hentinya mengeluarkan asap berbau daging manusia! 😯

Peristiwa ini juga membuat kakak beradik Seita dan Setsuko menjadi yatim piatu. Keduanya kehilangan rumah dan mulai menjalani hidup dengan penuh keprihatinan. Berpindah-pindah tempat tinggal, sampai mencuri untuk hanya sekedar memperoleh makanan mereka lakoni. Seita adalah sosok kakak yang selalu ingin melindungi adik perempuannya, Setsuko yang masih polos dan tidak tahu apa-apa. Dalam kehidupan yang sulit pun mereka sempat masih tersenyum dan merasakan indahnya persaudaraan dan kasih sayang.

Tetapi hidup terkadang terlalu kejam untuk anak-anak seumuran mereka. Bagaimanakah Seita dan Setsuko bertahan hidup dalam kelaparan? Sampai kapan Setsuko menyebut batu adalah sebuah nasi kepal? Sampai kapan Setsuko harus menunggu Seita membelikan sekaleng kembang gula untuknya?

Sebuah film kemanusiaan yang sangat menyentuh saya. Jujur saya sempat berkaca-kaca menonton film ini. Film yang mengakat sebuah hal-hal sederhana, realistis tetapi penuh arti. Film yang menggambarkan bahwa perang bukan hanya sekedar adu kekuatan antar bangsa, tetapi menimbukan banyak tragedi kemanusiaan di baliknya. Film yang menggugah hati kita bahwa hidup di negara merdeka adalah sebuah berkah yang tidak terkira.

Tidak banyak dialog dalam film ini, tetapi justru disitulah saya bisa merasakan betapa pedihnya penderitaan keduanya. Jika anda belum pernah menangis saat menonton film animasi, tontonlah film ini. Tapi jangan lalu menyalahkan saya kalau… 😀

>>The Quotes<<

Setsuko: Why must fireflies die so young?

*

Setsuko: I lost a shoe!
Seita : Don’t worry, I’ll buy you the better ones!

*

Setsuko : Seita. Have one.
[Holds out rocks]
Seita: Setsuko, what?
Setsuko: Rice balls. I made them for you. Here, have one.
[Seita starts crying] 
Setsuko: You don’t want them?
Seita: Setsuko.
[Cries]

***

Selamat Menonton!

 

PS: ternyata film animasi ini pernah di film-kan (bukan animasi), cek covernya, saya juga baru tahu 😛

>>>Download TORRENT nya di SINI<<<

Sumber: wikipedia and google.


[Film] The Girl Who Leapt Through Time

Happy Sunday Bloggers!

Minggu-minggu yang santai seperti ini rasanya paling enak membahas hal-hal yang fun dan ringan!

Yup, film! Sepertinya menjadi hal yang bisa sedikit menyegarkan pikiran setelah weekday yang penuh dengan drama! *Drama Quen kaleee… 😛  Here we go!

Mungkin sahabat blogger sudah ada yang tahu tentang film ini, bagi yang belum tau, silahkan membaca, bagi yang sudah tahu, silahkan juga membaca! 😀

Well, The Girl Who Leapt Through Time adalah film anime jepang keluaran tahun 2006. Eits! Jangan keburu berprasangka buruk mendengar kata “anime”, ini bukan anime sekelas Pokemon atau Chibi Marukochan yang sering kita lihat minggu pagi di tv. Film ini layak di tonton bagi kamu yang remaja dan dewasa! Kenapa? Ya karena anak kecil akan susah mengerti jalan cerita film ini 😀

Film yang diangkat dari Novel Tsutsui Yasutaka, Toki o Kakeru Shōjo ini memang tidak memboyong cerita yang biasa menjadi jalan cerita anime klise anak-anak. Menurut saya, ceritanya penuh dengan pelajaran hidup dan mengajak penontonya untuk turut mengerutkan dahi, pokoknya gak bisa sambil bengong nontonya! 😀

Bercerita tentang gadis remaja di Tokyo bernama Makoto yang mampu melakukan perjalanan waktu (time-leap) semenjak dirinya lolos dari kecelakaan kereta api. Kemampuan mengejutkan ini membuat Makoto dapat kembali ke masa lalu seenak jidatnya, mulai dari mencegah terlambat masuk sekolah, memperbaiki nilai ujian, sampai mencegah kematian seseorang.

Awalnya terlihat menyenangkan, hingga suatu saat Makoto menyadari tidak semudah itu mengubah masa depan, banyak akibat yang ditimbulkan karena sebuah perubahan tersebut. Dalam kebimbangannya Makoto juga menyadari kemampuan time-leaping-nya tidak bertahan lama, jumlahnya berkurang seiring berkurang sebuah tatoo angka di tangannya! Cerita ini semakin kompleks saat Makoto  menyadari bahwa dirinya jatuh cinta terhadap Chiaki.

Bagaimana Makoto mengatasi masalah-masalah baru yang membuat hidupnya berantakan? Bagaimana jika kemapuan time-leapingnya telah habis sedangkan masih banyak hal yang harus diselesaikan? Siapakah Chiaki sebenarnya? Adakah orang lain yang melakukan time-leaping ini selain dirinya?

Nah, untuk menjawab pertanyaan itu silahkan sahabat menonton film ini sendiri. Pasti di akhir cerita kita banyak mendapat pelajaran yang berguna.

Oh iya sebagai informasi film ini merupakan Film Animasi Terbaik dalam kategori ANIMA’T pada Festival Film Internasional Catalunya, Penghargaan Utama Animasi pada Penghargaan Film Mainichi, Film Animasi Terbaik pada Penghargaan Akademi Jepang dan Japan Media Arts Plaza, serta Pameran Anime Internasional Tokyo. Tuh kan!

Saya sendiri sudah menonton dua kali! hahahahahah… awalnya saya sempat curiga film anime ini anime biasa, tapi saya salah. Semenjak itu saya jadi sering berburu film -film anime kelas berat lain yang menuai penghargaan. Saya pikir, tidak mungkin penghargaan diberikan jika film animenya cupu! 😀

>Beberapa quotes menarik dalam film ini<

Yuri Hayakawa: Makoto!
Makoto Konno: What?
Yuri Hayakawa: Did you decide between sciences and humanities?
Makoto Konno: No. You?
Yuri Hayakawa: Nope.
Makoto Konno: That’s good.
Yuri Hayakawa: Can’t make up your mind right away, yeah? Who knows what’ll happen in the future? It never ends…

**

Makoto Konno:  If today… If today were a normal day, there wouldn’t have been any problems. But… I’d forgotten that today was an extremely unlucky day. It’s crazy… but I’m going to die. This is it. If I had known, I would have gotten up earlier. I wouldn’t have slept in. Wouldn’t have been late. Done a better job on my tempura. Avoid being knocked over by stupid boys. And today was supposed to be NICE day…

**

Yuri Hayakawa:  Makoto! Time waits for no one…

**

(Pictures: http://www.google.com)

Selamat Menonton!

PS: Sssttt, saya dulu dapat film ini hasil download dari torrent! :mrgreen:

>>>>Ini LINK TORRENT-nya: KLIK DISINI!