Frames, Green, Rustle and Sweet Tea

Competition

Satu Minggu di Bogor (part 2)

Melanjutkan tulisan tentang satu minggu saya di Bogor yang luar biasa. Ini bagian kedua dari yang sebelumnya.

3. Kopdar Semanggi (29 Juli 2011)

Kopdar kali ini kopdar yang diadakan oleh dua Bunda, yaitu dua Ibu yang asalnya dari minang, yaitu Bunda Lily dan Bunda Bukit aka Nakjadimande (eh bener gak ya?) dan satu penggembira yang kita sudah tau siapa, ya benar Putri Usagi (lagi) 😆

Awalnya setelah kopdar Pasaraya bersama para Bapak-bapak, Putri mengajak saya untuk ikut kopdar bersama para Bunda hari sabtu di minggu yang sama, saya cuma manggut-manggut, hihihiihi… untung saja hari sabtu tersebut saya memang kosong, jadi tidak ada alasan untuk tidak hadir, mengingat saya kenal baik dengan dua bunda tersebut.

Singkat cerita, lagi-lagi saya dijemput Putri di Gambir, kondisi macet Bogor di tambah KRL yang sekarang dengan cemerlangnya berhenti di setiap stasiun, membuat saya telat! Putri bolak-balik sms saya, dan akhirnya kita ketemu di depan café something, saya lupa, pokoknya masih di gambir, lha… ternyata dua bunda itu juga ada dibelakang putri! Ups! Maaf Bund, membuat para ibu-ibu berumur ini menunggu sampe dirubung semut, hihiihihihi…

Jadilah di moment tersebut saya bertemu dengan Bunda Lily dan Bunda Bukit, sensasinya luar biasa! Hmm, sempat terjadi  ombrolan, kalau ternyata saya tidak seperti yang dibilang putri, masa kata dia ke para Bunda, “Prima itu cuma pendek, cuma sebahu” wuakakaakka… sial banget gak tuh! Well, ya akhirnya terbukti kalo si Putri lebay, dan merasa semua orang pendek, fiuuhhh… Kita berempat melanjutkan pertemuan di Plaza Semanggi, di lantai paling atas, yang outdoor tapi masih terbilang nyaman, maklum kata Bunda Lily dia maunya yang nyaman, gak capek, ini, itu, maklum sudah tua, hahahahaha…

Dalam perjalanan, Bunda Lily ngasih buku (lagi) ke saya, hahahaha… Makasih banget ya Bund, nambah-nambahin berat koper aja, wuakakakak… 😛

1. Bunda Lily, a.k.a. Bunda Don’t Worry a.k.a. Lily Suhana, beliau sudah sering saya liat penampakannya di beberapa kopdar, jadi bagi saya tidak kaget lagi, suara beliau juga saya pernah dengar via telepon, sangat ramah, keibuan, dan tetap fungky dan spontan! Hahahahaha… Lebih asik bertemu langsung daripada membaca tulisannya, karena beliau ternyata jago bercerita dan humoris. Bunda Lily sering sekali beradu opini dan menimpali Putri, ah mereka memang benar-enar seperti Ibu dan anak. Lihat saya sampai ada kejadian berfoto extreme macam begini, hahahahaha…

*

2. Bunda Bukit, a.k.a Najadimande, terkahir saya memanggilnya “Emak”, sama seperti cara Putri memanggilnya, ini membuat lebih mudah bagi saya, daripada memanggil keduanya Bunda, hahahaha… Jujur saya tidak pernah tahu wujud Bunda Bukit, saya pernah melihat di beberapa foto Putri sewaktu dia ke Bukit Tinggi, tetapi saya lupa, ternyata Bunda Bukit itu terlihat lebih muda dan lebih cantik, hihihiihi… sangat kalem, dan gak banyak bicara, tapi sekali bicara dalem, apalagi kalo nyindir si Putri, hahahahaah… Emak ini memang sepertinya diam-diam menjadi silent reader blog saya –ge-er.com, pernah satu kali beliau komen dengan username yang saya tidak kenal bahkan unik, eh ternyata setelah saya googling emailnya, ketahuan dia adalah Bunda Bukit, hahahahah… Makasih ya Mak. Selain itu Beliau kini malah rajin mengikuti weekly photo challenge, katanya sih gara-gara mulai suka pake Lightroom seperti yang selama ini saya lakukan, hahahaha… wah senangnya bisa menajdi inspirasi banyak orang.. 🙂

3. Putri Usagi, kalau yang ini tidak perlu dijelaskan, karena sudah sering diulas, hahahaha… mari kita skip! 😛

Setelah kurang lebih 30 menit, menikmati makan dan minum, tiba-tiba datang satu lagi tamu! Tamu yang saya juga kenal, yang saya juga kagumi, dan saya ingin sekali bertemu! Yup betul Bunda Monda!

4. Bunda Monda, a.k.a Monda Siregar, Bunda yang satu ini memang juga terlihat sudah berumur, tetapi wajahnya cerah, dan jauh lebih muda daripada di foto, hahahahah…  Bunda Monda adalah gambaran dari tulisan-tulisannya yang lembut dan keibuan, sangat jauh dari bayangan saya yaitu seorang Ibu-ibu batak yang gagah dan toak, hahahahaha… Bunda Monda sempet bingung memilih makanan di menu, akhirnya dia memilih apa yang saya tadi makan: Kwetiau Siram Seafood! Dan ternyata habis! Enak katanya! Hahahaha…. Recommended memang kalo makan di S*laria 😛

Kami akhirnya berbaur dengan banyak cerita, tentu saja terutama cerita dari marching band kita, sodari Putri Usagi, hahahahah… Ntah saya lupa apa saja yang kami bicarakan, pokoknya kita juga sempat berfoto-foto, dan seperti biasa, saat para blogger berfoto-foto, para tamu lain akan melongok dan bergumam “ini acara apaan ya? Kok heboh banget??” hahahaha… Kita juga sempet pindah meja, dan membuat banyak nota pesanan, karena bolak balik pesan makanan dan minuman, dan paling rame sendiri pula! Seru banget pokoknya…

Setelah acara selesai, sambil melangkah keluar gedung, kami juga sempat berfoto-foto lagi, terutama si Putri yang sengaja ngilang ke kamar mandi buat memastikan penampilannya Okeh, gubrak! Ini oleh-olehnya…

*

*

*

*

Kami melanjutkan acara jalan-jalan ke Monas, jadi alesannya sambil nganter saya ke gambir, sklaina jalan-jalan ke Monas, padahal ini akal-akalannya si Putri aja biar jadi model foto-foto, hahahaha… akhirnya kami, minus Bunda Monda, terpaksa ikut ke Monas, hahahah…

Di Monas, dua bunda memutuskan untuk menunggu saja ddekat pintu keluar, sedangkan saya dan Putri lanjut ke arah Monas. Langsung deh liat sesi foto-foto Putri, hahahaha…

*

*

*

Akhirnya perpisahan pun tiba, saya berpamitan dengan duo Bunda, dan Putri, saya sangat senang bisa kopdar dengan mereka semua…

Oh iya, sebenernya banyak foto-foto extreme yang diambil di sesi ini, cuma atas nama kemanusiaan saya tidak tega menguploadnya, wuakakakakak…

sedikit curhat…

Saya merasa sangat beruntung, saat saya datang ke Bogor dan Jakarta, banyak blogger yang mengajak atau tidak sengaja terajak kopdar, jadi waktu yang cuma sedikit itu bisa dimanfaatkan dengan maksimal. Saya merasa ngeblog bukan cuma sekedar mengisi waktu luang, tetapi juga menjalin silahturahmi, meningkatkan pengetahuan dan tentunya persahabatan yang bernilai plus-plus. Kami tidak saling mengenal, hanya mengenal lewat tulisan, tetapi pertemuan seperti sudah sangat diharapkan dan penuh dengan cerita-cerita seru. Om NH selalu bilang, this is the Beauty of Blogging, dan itu benar adanya.

Selama setahun belakangan, saya seorang pengangguran yang mencoba mengisi waktu dengan hal-hal bermanfaat, berusaha sibuk dengan apapun yang bisa menyibukkan, termasuk ngeblog. Terimakasih Tuhan yang telah memberikan jalan saya untuk membuat Blog. Saya banyak mengalami banyak peningkatan dari segi mental dan pengetahuan. Blog telah membuat hari-hari saya lebih berharga, berarti, dan penuh warna. Saya merasa orang-orang menyanyangi saya, seperti saya menyayangi mereka. Ini ajaib, karena kami tidak pernah bertemu sebelumnya. Untuk setahun terakhir ini saya banyak mengucapkan terimakasih untuk semua blogger-blogger yang telah menghiasi hidup saya…

Ke depan saya mungkin tidak akan serjain dahulu menulis, karena sudah ada kesibukan tetap yang akan saya kerjakan, tetapi saya akan coba selalu menulis, disetiap ada kesempatan.

Duh, panjang juga ya curhatnya, hahahahaha… OK, Lha!

Sampai jumpa di tulisan saya berikutnya tentang perjalanan panjang saya ke sebuah tempat yang indah…

Happy Blogging!

 

 


Antara Kita

Sosok itu beranjak dari samping jendela dan berdiri tepat di sampingku. Kami tidak bergerak, tidak pula berkata-kata. Aku masih tertunduk di titik yang sama. Bergeming tanpa mampu menatap wajahnya.

 “Nand…”

Aku menolehkan wajahku perlahan. Sekelebat bayangan bergerak cepat di depanku, tanpa isyarat, bersemayam dan menghempas riuh tepat di kiri wajahku.  Gemanya bersahutan mengisi sudut-sudut  lorong sekolah.

Aku masih di titik yang sama. Menatap kosong ke arah lantai. Merasakan perih yang teramat sangat di wajahku.

Kami berdiri sangat dekat. Lututnya lemas menghempas di lantai yang bisu. Tangannya mengepal dan bergetar. Satu dua tetes kepiluan meninggalkan jejak basah di dekat sepatuku. Tak terbendung, bersaing dengan isak tangisnya.

Aku mengelus lembut rambutnya. Dia tahu aku mengerti, aku adalah orang yang paling berdosa yang berani mencintai orang yang dia cintai. Air mataku tak tertahan lagi.

Hanya lorong sunyi dan semburat sinar senja yang menembus barisan jendela menjadi saksi persahabatan kami yang indah.


Story-Telling Contest

Selasa kemarin saya berkesempatan menghadiri Story-telling Contest tingkat kabupaten Tanah Laut, Kal-Sel yang diikuti kurang lebih 15 perwakilan dari SMP-SMP di seluruh kabupaten.

Apa itu story-telling? Jadi kontes bercerita sebuah cerita atau dongeng dalam Bahasa Inggris. Tidak hanya kelancaran bercerita dan cuap-cuap dalam bahasa Inggris, mereka juga dinilai dari penampilan, alat bantu bercerita, ekspresi dan komunikasi dengan pendengar. Seru juga lho! Selain karena tiap orang punya gaya masing-masing dalam bercerita, mereka juga saya nilai sangat baik berbicara dalam English, ya at least mereka cukup percaya diri di umur mereka yang masih muda.

Yuk liat-liat jalan acaranya…

Kata Sambutan

Doa

Sharing pengalaman pemenang 2 tahun yang lalu

Wait! Hhihiihihih… Tulisan WELCOME di spanduk itu salah cetak. 😛 Entah karena salah panitia atau salah percetakanya… 🙄

Dalam kontes ini setiap peserta membawakan dua cerita, meskipun ada peserta yang hanya menyiapkan satu cerita…

Ambil Nomor Urut

Niat, dengan kostum dan gambar bikinan sendiri

Gerak tubuh memukau!

Totalitas!

Full of expression

Beberapa peserta sangat berbakat, saya merasa sedang menonton acara mendongeng di TVRI..hihihihi… tetapi ada pula peserta yang nervous dan harus meninggalkan panggung acara karena tidak bisa meneruskan ceritanya… Semoga tahun depan lebih siap lagi ya!

Putri Raja?

bawang merah bawang putih

Kisah Seekor Buaya

Peserta ini suaranya mantap!

yang hadir...

Greedy Shark!

Pengumuman pemenang oleh Juri 1

Tegang semua!

Si Juara Pertama!

5 besar!

Pemenang dan guru-guru

Selamat bagi para pemenang!

Si Juara Pertama akan diikutsertakan dalam Story-Telling contest Tingkat Propinsi di Banjarmasin, dan jika menang akan lanjut ke Tingkat Nasional! Semangat semua! 😀

Ada suatu hikmah tersirat dalam setiap acara kontes-kontes seperti ini. Selalu ada kalah dan menang, itu wajar. Bahkan terkadang penilaian kita untuk seseorang bisa jadi terpengaruhi oleh penilaian subyektif, meskipun juri tentu berusaha untuk se-obyektif mungkin, semua akan kembali pada kriteria penilaian, bobot dan jumlah nilai yang terkumpul.

Sehingga terkadang ada omongan: “Lho saya pikir dia yang seharusnya juara kedua?!” Selalu ada pro-kontra, tetapi ada baiknya mengevaluasi diri sendiri dan mencoba untuk lebih baik di kemudian hari. *sok bijak mode: on

This slideshow requires JavaScript.

Happy Blogging!


Di Balik Layar: Bukan Bang Toyyib

What a lazy weekend!

Wuah, akhirnya nulis lagi setelah libur panjang, pasca kontes menulis : Kecubung 3 Warna yang cukup menyita waktu dan pikiran, *halah.. OK, berhubung banyak blogger yang menuliskan cerita mereka di balik sepak terjang mengikuti lomba ini, Trio Cumi juga punya cerita yang mungkin bisa dijadikan panutan, hmm.. mungkin lebih tepatnya “pelajaran” wuakakakak… karena sebenernya justru hikmah dan sensasinya itu yang emang bener-bener bikin kita gak bakal lupa! *bisa banget emang si Pakdhe bikin lomba ginian, ckckckckck…

 

Semua berawal dari kedatangan sms dari Putri yang tiba-tiba mengajak saya untuk satu grup dengan saya. Saya sempet bingung, maksudnya apaan ya?? Hmm, setelah inget-inget, baru nyadar kalau Pakdhe Cholik emang ada rencana mau bikin lomba kaya cerita Dasrun. Sudah digelar ya lombanya???

Saya sms balik Putri: Maaf put, gw dah segrup sama Mr. xxx dan Mr. yyy, wkakakaak…

 

Putri jelas mencak-mencak, dia gak tau aja saya becanda, ya iya lha, justru saya baru tau lomba itu dah digelar dari sms dia, hihihihiii… OK lha, intinya saya sama Putri sudah deal jadi satu grup, berarti lamaran Putri ke saya saya sambut dengan tarian hula-hula dan kata :YES! Artinya kita tinggal cari satu orang lagi, ini yang agak-agak repot.

 

 

Jujur saya udah curiga pasti genre tulisan Putri me-refer pada masa lalunya sebagai perintis Nting, emak-emak bawel di cerbung Dasrun beberapa bulan silam, dan as you know, that might be her specialty, dan emang ujung-ujungnya dia ngajak saya untuk menghidupkan cerita Nting lagi, tuh kan! Artinya tulisan ini bakal kaya komedi situasi khas betawi, saya seperti langsung ganti midset semenjak itu:  NO mellow, No sinetron, NO serius!  *padahal awalnya saya udah kebayang ceritanya bakal menusuk-nusuk hati.. 😛

 

Saya dan Putri sempet berdiskusi tentang siapakah orang ketiga yang bakal jadi anggota terakhir kita, karena artinya kita harus melayangkan lamaran. Lamaran ini lalu dilayangkan kepada seorang blogger terkenal, hihihihiii… nekat emang! Putri menuliskan lamaran ini dengan sangat apik, dan email pun terkirim. Beberapa hari belum ada balasan! Dan saya sempat bilang sama si Putri, well, itu artinya NO!

 

Memang iya, setelah beberapa hari menunggu – kombinasi harap2 cemas dan termehek-mehek, email balasan menyatakan bahwa yang bersangkutan  tidak bersedia karena perbedaan genre or kind of that. Emang kita juga sih yang nekat, tapi di situlah sensasi dan hikmahnya: Melamar orang itu deg-degan sodara-sodara…, takut ditolak, takut kecewa, takut nyari orang lagi! Plus acara lamar-melamar ini juga membuat kita harus bisa mempelajari karakter blogger lain, jangan asal comot, banyak pertimbangan ini dan itu, tetapi emang di balik itu satu yang pasti: Jangan takut mencoba! Nekat! Kalo kita malu atau jaim malah gak dapat dapat temen! 😛

 

OK, jeda waktu begitu hampa, gak ada lagi lamaran lain yang kita layangkan, kita emang harus bener-bener nyari orang yang pikirannya bisa “seirama” sama pikiran kita, lebih tepatnya seirama dengan pikiran Putri 😆  *nyari-aman.com. Seorang blogger sepuh juga sempet kasih saran untuk melamar blogger A dan B. Ok, kita coba, kali ini sms melayang. Lagi-lagi ditolak, alasannya klise: sudah lengkap grup mereka, wuakakakaka… apes-apes!

 

Belum lagi ditambah salah satu juri bilang, kalo gak ikut lomba ini artinya cemen banget! Masa lomba gak ikut? Apa kata dunia! Beliau bolak balik manas-manasin kita buat buruan cari grup dan daftar. Hufff, dasar provokator banget, akhirnya saya dan Putri kembali pada keriwehan nyari-nyari orang. Ada dua calon. Dua-duanya kemungkin besar belum punya pasangan, atau bahkan gak tau ada lomba ini, wuakakaka… dan saya mencoba ke satu blogger dulu, yaitu teman satu almamater saya: Irvan!  😀

Irvan setahu saya tipe blogger yang gak nulis tiap hari, dan emang gak pernah saya liat sliwar-sliwir di rumah pakdhe, tetapi saya tahu dia blogger lama, dan aktif dalam komunitas blogger Bogor. Sebelum saya punya blog, saya dulu sempet nyasar ke blog dia, sempet baca-baca juga. Tulisanya rapih! Alasan utama kenapa saya milih dia: Saya tau dia kocak! Saya bisa lihat dari status-statusnya di FB, hahahah… harapannya Irvan bisa menyeimbangkan karakter Putri yang setengah pede dengan karakter saya yang setengah jayus, hihihihi… Alhamdulilah, keberanian saya bagai gayung bersambut durian, Irvan setuju! Lengkap lha kita bertiga, Putri, Irvan dan saya.

 

Masalah lain muncul, saat kita chatting di skype, kita malah bingung ide ceritanya apaan, saya sih waktu itu justru punya ide untuk cerita-cerita mellow yang penuh air mata, *halah! Sedangkan Irvan bilang ada baiknya mengangkat hal-hal yang lagi in sekarang, salah satunya tentang si NH dan masalah bolanya. Kalau Putri tetep dengan draft awal, ceritanya harus betawian dimana ada emak-emak riweh yang bawel! Wuakakakak… Pusing kan?, yang ada malah kita akhirnya diskusi tentang isu tentang PSSI yang langsung di moderatori oleh saudara Irvan, wuakakakaka… Woy idenya jadi apaan??? (- -‘)

 

Janji untuk bikin masing-masing ide cerita dan draft malah tinggal janji, masing-masing malah gak saling menghubungi, boro-boro draft, chatting bareng lagi udah gak pernah! Hingga akhirnya deadline udah kurang seminggu. Suasana mulai tegang, blog pakdhe mulai koar-koar bahwa lomba akan segera ditutup. Tapi Putri dan Irvan lempeng-lempeng aja kaya gak punya dosa, wuaakakaka… saya malah kepikiran! Mood saya yang tadinya udah mau bikin cerita kocak, ngebaca cerita peserta lain, kok malah berubah ikutan mellow! Si Putri bukannya ngasih ide apa kek, malah bolak-balik ngancem kalo dia gak mau ceritanya kaya sinetron atau serial cantik! Dengan berat hati, bakat sutradara drama dalam diri saya harus dikubur dulu 😆

 

Hari-hari berlalu semakin cepat, tapi ide belum juga datang, Putri malah koar-koar dirinya mau ada acara meeting di Singapore. Kamis lomba ditutup, dia pergi Selasa! Sempurna banget! Irvan? Nah lho, tuh anak kemana ya? No hp-nya aja gak tau! Saya segera cari tau nomor Irvan pake link pribadi, link pribadinya ada di amerika lho, wkakakakaka… yes dapet! Dan segera komfirm ke Irvan, just make sure dia masih inget kalo kita pernah berjanji sehidup semati di lomba ini, wkakakaka…

 

OK, setelah melaui proses bangun tidur, merem melek di atas kasur, saya dapat ide untuk mengangkat masalah kecil, simple, tapi bisa di improve-improve jadi lebay! Yup! Cobek dan gosip! Simply Indonesia! Saya langsung skak-mat Putri dan Irvan dengan ide saya, membaginya jadi 3 bagian, dan mengaharap mereka setuju dan mengerjakannya segera. Saya bilang ke mereka kalau cerita ini adalah hasil pikiran saya yang udah mentok dan mepet, dan so far gak ada ide lagi, kecuali mereka punya ide lain yang lebih oke. Hayo? Ada gak??? *ngancem! 😛

 

Intinya sih mau-gak mau harus dikerjain. Hehehehe… Apa mereka setuju begitu saja? Tentu tidak! Saya yakin Irvan masih bingung dalam hati “Cobek? Yakin lu prim?” belum lagi Putri ketauan banget gak fokus, bolak-balik di chat, dia malah tanya, emang lagunya apaan? Ceritanya gimana? Ibarat guru di sekolah, saya merasa gagal mengajar Putri! Padahal semua dah jelas saya tulis berbusa-busa di pesan FB. Wajar aja sih, si Putri sibuk juga nyiapin performanya buat ke Singapore, gak cuma brain lho tapi tentu saja beautyhaiyah! kalo behave, saya bantu doa aja… wuakakakaka…*pening mendadak

 

Satu hari sebelum berangkat, si Putri nyempetin diri ke salon, ubek-ubek rambut, dari yang tadinya ikal sampe lempeng-peng, wuakakakka.. serius deh itu rambut kaya agen rahasia yang di film-film, dan untuk alasan itu kayanya dia gak bisa ngerjain sebelum berangkat. Intinya Putri baru bisa ngerjain pasca pulang Singapore. Parahnya Putri kebagian episode pertama yang full of gossip emak-emak-yang udah ditakdirkan jadi bagian yang wajib dia kerjain-, so jadi kita baru bisa focus hari rabu! H-1!

 

Untungnya cerita sudah dibagi, Irvan kebagian bagian kedua dan saya yang ketiga. Rabu siang kami bertiga sempet chat.  Irvan juga lagi banyak tugas nulis, dia akan coba buat bikin sore. Siang itu Si Putri yang paling cepet jadinya, emang sih gw dah ngira bagian pertama ini emang special buat dia dan emang dia banget, jadi gak bakal susah “memuntahkannya” dalam bentuk tulisan, wkakakakka… Saya sudah sempat menulis setengah, Irvan belum sama sekali. Dalam chat ini saya bener-bener ngerasa kaya manager atau sutradara, ngatur ini itu, ngomel sampe berbusa, mengarahkan Irvan tentang cerita yang ada di kepala saya, intinya improve wajib, tapi keep on the track! Cerita kita akan punya ciri khas masing-masing, tanpa harus kehilangan alur cerita.

 

Belum lagi penat kepala saya ngatur alur cerita Putri biar nyambung sama Irvan, plus nyelesein bagian saya sendiri, Putri udah merengek minta dibikin gambar ilustrasi buat ceritanya! Kalo di kartun, pasti saya dah jedotin pala saya ke tembok! Wauakakakak…

 

Saya mulai ngerjain sore itu, bukan tulisan saya, tapi gambar! Pertama nyiapin gambar buat daftar jadi peserta yang baris 3 orang itu lho.. lanjut 3 gambar ilustrasi sekaligus! Gambar, scan, edit, kirim! Lanjut nulis cerita bagian saya, ngatur-ngatur di dashboard dan siap untuk diposting. Sampe jam 2 malem cuma buat ngoreksi dan ngatur ini itu di tampilan blog. Mata dah cenat-cenut parah, tapi demi kelangsungan ke-eksis-an di negeri blogging, saya melek!

 

 

Paginya Putri dah kirim lagi tuh hasil koreksinya dan format fix bagian dia. Oke lha dia dah beres! Dia juga saya kasih tugas buat daftar dan urus segala bentuk adminsitrasi. Irvan? Dia belom kirim draftnya! Mati dah kita! Cuma ada waktu beberapa jam, mudahan sempet!

Ada kejadian gak banget tapi penting, saya dropped! Jam 10 pagi badan saya kaya anget dan keringat dingin, liat monitor kaya maju mundur, mungkin masuk angin. Saya bahkan sempet ijin ke Putri untuk tidur dan istirahat sebentar, dia bukannya percaya malah koar-koar nyuruh saya bangun, bahkan sempet nelpon cuma mau ngasih tau, dia dah siap publish! Haiyah!… saya lanjut tidur, soalnya badan kaya abis dipukuli…

 

Siang jam 2 -an, badan saya dah mendingan, Irvan kirim tulisannya, saya baca, dan langsung okeh!  Anyway, kenapa malah gak ada yang ngoreksi tulisan saya ya? Padahal sempet detik terakhir saya malah banyak melakukan edit sana sini, nasib-nasib… Ah! Putri sempet ngoreksi beberapa logat betawi di tulisan saya yang kurang pas! Thanks put!

 

Seperti biasa saya ingatkan untuk jangan lupa menuliskan bahwa artikel ini diikut-sertakan dalam lomba K3W, jangan sampe di diskualifikasi gara-gara hal kecil, hihihihi… dan akhirnya sore sekitar pukul 3, saya lupa tepatnya, postingan Putri publish, Irvan publish, dan kemudian saya publish! Putri daftar lomba ke rumah pakdhe, well done!


Terbilang cepat sekali proses ini, emang sih kebanyakan kita kalau sudah detik-detik terakhir baru pada semangat semua, wkakakaka… padahal coba dari dulu dikerjain, kan bisa dicicil pelan-pelan… gak perlu grasak-grusuk! well, tapi alhmadulillah juga, as you see, kita beres juga! 😆

 

Thanks to Putri dan Irvan buat kerja samanya! Semoga Trio Cumi bisa masuk 5 besar! Amin…

 

 

***

 

PS: Nama Trio Cumi, terinspirasi dari si Putri yang suka bolak-balik manggil saya “Cumi”, padahal “Cumi” itu kan panggilannya Irvan di dunia nyata, wuakakakaka… dan secara rambut kita pada ikal—meskipun si Putri sempet ngelurusin rambutnya sampe jadi cumi murtad–, jadilah kita kaya cumi semua, saya sodorin aja: TRIO CUMI! Pas kan? Eh masa si Putri ngusulin nama: Tiga Serangkai!  Apa gak sekalian Tut Wuri Handayani??? 🙄

 

 


Cobek Misterius

Ini adalah bagian ketiga dari cerita bersambung “Aku Bukan Bang Toyyib”. Bagian pertama ada di rumahnya Putri Usagi, dan bagian kedua ada di rumah Irvan. Silahkan ke TKP kalau belum baca. Enjoy!

**

 

Nting nyantai di ruang tamu rumahnya sambil ngitung-ngitung duit sisa belanjaan tadi pagi. Matanya sempet ngelirik ke arah rumah Marlina. Biar dia tahu siape Nting binti Haji Mahmud, jangan harap bisa main-main ma gue! Biar tahu rasa! Masih untung cuma cobek gue belah, belum ubun-ubun lu! Nting bergumam sambil tersenyum puas.

 

Beres ngitung duit sisa belanja, Nting pindah duduk di meja riasnya. Tangannya mulai lincah moles mukanya dengan segala peralatan riasnya mulai dari bedak sampai lipstik merah delima made in Dubai dapet minta dari Mpok Rodiyeh. Gue harus tampil cantik terus, biar Bang Toyyib kagak jelalatan ke Marlina mulu, gumamnya mengingat nasihat Mpok Rodiyeh  tentang cara ngobatin suami selingkuh. Jam dinding udah nunjukin pukul 4 teng, artinya Bang Toyyib bentar lagi pulang.

 

Nggak lama, sayup-sayup terdengar deru halus mesin mobil berhenti di depan rumah Nting. Nting sontok loncat dari kursi menuju jendela, ngintip siapa yang datang. Jangan bilang Bang Toyyib pulang bawa avanza, bisa pingsan kesenengan gue! Seorang laki-laki berumur dengan kumis tebal turun dari avanza merah marun melangkah ke halaman rumah Nting. Nting yang baru beres dandan malah salah tingkah. Siape sih om-om dendi itu? Mau ngapain dia ke mari?


“Permisi…” suara om-om dendi terdengar dari arah pintu depan yang emang nggak ditutup.

Nting tergopoh-gopoh keluar kamar “Iye, ada ape ye?”

“Eh.., anu Mpok, mau tanya.., rumahnya Marlina di sini?” om-om dendi sedikit kaget lihat wanita yang nyambut dia dalam keadaan menor ala emak-emak mau kondangan, lanjut sunatan.

“Oh, bukan bang, Noh yang ntu… yang atepnya biru norak noh” Nting nunjuk rumah Marlina di seberang rumahnya.

“Makasih ye mpok” Om-om dendi itu pergi melangkah ke rumah Marlina.

 

JELASSSS  Nting langsung kebakaran jenggot. Aje gile tuh Marlina, abis laki gue digodain, sekarang om-om dendi diembat juga! Nting menutup pintunya setengah sambil terus mantau gerak-gerik si om-om dendi dari pantat sampe ke jidat.

 

“Abaaaannnggg….” Marlina teriak kegirangan persis kaya waktu dia menang togel.

Om-om dendi itu senyum-kumis-naik-turun- berjalan masuk ke halaman rumah Marlina.

“Kok lama sih Bang??? Nyasar ya?” suara cempreng Marlina seolah mecahin ketenangan kampung cerewet sore itu. Ibarat dua sejoli lama gak bertemu, keduanya saling belai dan cubit.

 

 

Mata Nting semakin liar ngeliat detail adegan mesra-mesraan yang hadir di depan mata. Kupingnya cenat-cenut seketika, berusaha ngedengar setiap kata pembicaraan mereka. Nggak cuma Nting, ibu-ibu tetangga lain juga nggak kalah ribetnya abis ngedenger ada bahan gosipan baru : Marlina kedatangan tamu om-om! seperti biasa mereka akan saling telepon dan SMS nista.

 

Jeung Nting, tolong pantau rumahnya Jeung Marlina agar nggak terjadi hal yang tidak-tidak! satu SMS setengah nista barusan masuk dari Bu RT.

 

Mpok, hapdetin aye yah. satu SMS nista masuk dari Maimunah, tetangga baru belakang rumah.

 

Nting, lu tau kan yang harus lu lakuin??? Kiss, Ameh. Haiyah!

 

Nting kembali fokus pada target: Marlina, janda gatel seberang rumah.

Nggak lama, Marlina yang sedang asik ngobrol sama si om-om sampe monyong-monyong di teras rumahnya tiba-tiba terpaku sedetik ngeliat dari kejauhan Nting mencuri pandang ke arah mereka dah kaya mata-mata FBI, Forum Bibir Indonesia.

Astajim! Nting keki ketahuan.

“Eh, Mpok??? Mpok! Mpok Nting!” seru Marlina sambil bergegas ke arah rumah Nting.

Om-om dendi ngikutin Marlina ngetuk pintu rumah Nting.

“Mpooook, aye kagak ngajak berantem sumpah! Aye baik-baik mau ngasih tau sesuatu…”

Nting keluar rumah dengan pandangan super judes ngebuka pintu. “Ade perlu ape lagi lu?”

“Eh Mpok, sebelumnya aye mau ngucapin makasih ni ye, tadi ngasih tau calon laki aye ini rumah aye..” wajah Marlina dipenuhi oleh bunga-bunga kebahagiaan, nggak ada sedikitpun mimik benci-benci tahi kucing terhadap Nting yang udah mecahin cobeknya. Dendam itu seolah lunas dengan kehadiran si om-om dendi, tempat dia kini bergelanyut mesra kaya monyet nemu tiang.

 

“Ohh… jadi ini calon laki lu?” Nting masih sinis -idung kembang kempis.

“He-eh.., namanya Bang Oyyib, lengkapnya Muhammad Toyyib! Sama kaya laki Mpok, hihiihihii..”

DEG!

Nting sontak kaget! Jadi gossip itu ternyata?? Oyyib itu? Terus laki gue?

“Nah, Mpok Nting ini bininya Abang Toyyib, ntuh supir angkot nyang aye certain, nyang aye suka naekin saban hari, bang. Lumayan, aye bayar ongkos sebulan sekalian, jatohnya lebih murah, ye kan Mpok??” Marlina sumringah, masih bergelanyut.

 

Nting makin bengong. Jadi itu alasan Marlina naik angkot laki gue saban hari?? Oh May Jod!

 

Marlina permisi pulang sambil masih cengar-cengir bersama om-om dendi bernama Oyyib itu. Nting diem melempem, lemes kaya balon kempes. Pucet kaya abis ngeliat kunti. Ya Allah, gue udah fitnah Marlina…

 

 

“Nyak! Diem aje? Kata Pak Ustad jangan suka diem, ntar kesurupan! Hiiii….” Ntong tiba-tiba muncul dari kamarnya sambil ngebawa benda bulat warna item buluk.

Nting kaget ngelihat Ntong gotong-gotong cobek. “Heh, cobek siape tuh??”

“Ya elah Nyak pikun! ya punya Ncing Marlina lha. Kan Ntong pinjem kapan itu, telat dikembaliin, ini baru mau Ntong anterin.” Ntong berlalu, meraih sandal dan bergegas ke rumah seberang.

“Ntong, bentar, ntooonggg… “ Nting kebingungan ngedengar penjelasan Ntong.

 

Cobek Marlina? Terus cobek yang pecah? Aneh amat?

 

Belum sempat Nting mencegah Ntong yang keburu lari, Bang Toyyib, laki Nting manggil Nting dari samping rumah.

“Nting sayang, abang dah pulang nih… laper!”

Nting masih tertegun di depan teras, mendadak bego campur budek.

“Kok diem aja nih bini abang, masak ape hari ini?” Bang Toyyib ngelus-ngelus bahu Nting dari belakang.

Nting noleh. Liat lakinya, masih sama. Liat angkotnya, sama juga, kagak ganti avanza.

 

Bang Oyyib, bukan Bang Toyyib.

Cobek Marlina, bukan cobek pecah.

Terus punya siape ye?

 

“Seneng nggak sama cobek barunya?” lanjut Bang Toyyib cengar-cengir sambil kedip-kedip genit.

 

Nting keselek.

 

“HHHAAAAAAAAAAAAHHHH!!!! Abang yang beli????”

“Lha, emang kenape?” Bang Toyyib ikutan keselek kaget.

 

Sayup-sayup terdengar dari rumah Marlina.

…sabar sayang, sabarlah sebentar

aku pasti pulang

karna aku bukan

aku bukan bang toyyib…


Nting pingsan seketika.

 

***

 

Artikel ini diikutsertakan dalam Pagelaran Kecubung 3 Warna di newblogcamp.com.



Super Sister – Best Brother

Tada!

Dimana-mana orang pada masang photo kakak adik buat ikutan Giveaway Mama Calvin: Maret Ceria, setelah menengok ke TKP, rasanya jadi pengen ikutan juga. Setelah ubek-ubek album foto jadul, akhirnya terkumpul juga beberapa foto yang mungkin bisa ikutan. Ini dia!

Hheheheheh… ini bukan saya memang, ini adik-adik saya.

 

Perkenalkan:

Super Sister: Ega. Ega adalah anak kedua dari Papa dan mama saya, adik perempuan saya satu-satunya, lahir 1993 di Malang, sama seperti saya, di rumah sakit yang sama dengan saya lahir. Karakternya keras kepala dan cerdas, kata Mama, paling cerdas di antara kami bertiga. Semenjak kecil suaranya toak (keras) dan matanya bolak dan serem kalo melotot.Hahahahha…

Kulitnya nurun si Papa, lebih gelap dari saya dan si bungsu (bisa dilihat di atas). Sewaktu kecil dia pernah mengeluh: Kenapa sih aku cewek sendiri tapi malah item? Kata Mama: Setiap orang punya kelebihan dan kekurangan, dan kekurangan itu agar manusia tidak sombong.

Adik saya ini salah satu yang berprestasi di sekolah, kritis dan jago matematika, nilainya sewaktu SMP pernah tertinggi kedua se-kabupaten! Cool! Sekarang dia lagi lagi duduk di bangku SMA di sebuah kota di Jawa Timur… Sukses ya Ga!

 

 

Best Brother: Danang, si bungsu, lahir 1999 di Martapura. Tampilannya cenderung tenang, santai dan gak neko-neko. Normal dalam bidang akademis, cerdas dalam hal game dan gadget! a.k.a. oprek-oprek! Haduh! dalam waktu tidak lebih dari satu-dua menit, dia bisa mengerti bagaimana memainkan suatu game atau bagaimana suatu gadget bekerja. Sifatnya yang manja (mungkin karena bungsu) dan menggampangkan hal-hal penting kadang membuat Mama stres, kalau sudah musim ujian, maka Mama adalah orang yang stres, jauh lebih stres dibandingkan dia sendiri.

Pemalu dan gak pede tampil di muka umum sudah rahasia umum, tetapi aslinya sanguin sejati, ramah dan banyak temennya. “Mamaaaa…makaaaannnn..” adalah kata-kata permanent- by default yang diucapkan setiap pulang sekolah, gak heran badannya gembul. Fiuh!

Cita-citanya simple, mau jadi koki yang jago masak kaya Mama! 😀 Sekarang dia lagi duduk di kelas 6, dan bentar lagi mau Ujian Nasional. Good Luck Bro!

 

 

Itu dia profile dua adik saya yang tampil di foto. Kenapa mereka berdua? Kenapa gak bertiga sama saya? Setelah saya telusuri, ternyata saya sulit menemukan foto kami bertiga! Wajar saja karena umur saya dan Ega, berjarak cukup jauh, apalagi dengan Danang. Jadi yang ada kalau foto bareng hasilnya menjadi dua anak-anak, dan satu om-om, wkakakakaka… *gak banget!

Jadi demi kepentingan bersama dan ke-imut-an yang harus ditampakkan dalam foto adik-kakak ini, saya memilih mereka berdua aja. Foto-foto diambil dari album foto jaman mereka masih balita sampai SD. Beberapa sudah rusak termakan usia, dan alhamdulillah berhasil di scan, 🙂  Mudahan selain bisa narsis di Maret Cerianya Mama Calvin, juga sebagai salah satu perwujudan sayang saya ke mereka, Jiaaahhhh…

 

 

For my SUPER SISTER and BEST BROTHER, love you both!


Kisah Desktop dan Laptop

Alkisah tersebutlah sebuah komputer tua yang tinggal di sebuah rumah. Komputer tua itu terdiri dari monitor, keyboard, mouse, CPU (mesin computer) dan kabel-kabel yang menghubungkannya. Mereka memanggilnya Desktop. Tepat di sebelah rumah itu, tersebutlah sebuah rumah lain yang dihuni oleh sebuah komputer model baru yang lebih praktis, berukuran kecil dan mudah dibawa kemana-mana. Mereka memanggilnya Laptop. Si Desktop dan Si Laptop hidup bertetangga.

 

Suatu hari Si Desktop dan Si Laptop bercakap-cakap dari jendela rumah.

“Hey, Laptop! Mujur benar nasibmu kawan.” Seru Si Desktop.

Si Laptop tidak mengerti “Mengapa kau berkata begitu, Desktop?”

“Jelas saja, lihat dirimu, indah, menarik, cerdas, badanmu juga ringan sehingga sering diajak jalan-jalan oleh pemilikmu.” Jelas Si Desktop dengan pandangan iri.

“Lalu apa bedanya?” Si Laptop rupanya masih kurang puas dengan penjelasan Si Desktop.

“Lihatlah diriku, aku sudah tua sekali, kerjaku agak lambat, badanku kusam dan penuh debu, banyak lecet dimana-mana, keyboardku saja sudah hampir hilang tulisannya, belum lagi badanku yang berat dan penuh kabel ini, tidak mungkin ikut jalan-jalan dengan pemilikku. Aku bosan diam di sini. Aku iri kepadamu, Leptop.”

“Aku ingin menjadi sepertimu…” Lanjut Si Desktop bergumam.

 

Si Laptop tiba-tiba terdiam sambil menunduk. Wajahnya mengisyaratkan kesedihan. Si Desktop merasa heran dan bertanya.

“Mengapa kau bersedih Laptop? Bukankah hidupmu bahagia?”

“Aku justru iri padamu Desktop, setiap hari aku lihat kau bekerja dengan pemilikmu, siang malam pemilikmu menggunakanmu dengan penuh semangat. Dia menulis blog, menulis cerita dan mengedit foto untuk lomba-lomba, mencari informasi dan ilmu pengetahuan di internet, mengerjakan tugas kantor, membantu mengerjakan PR anak-anak dan kadang menuliskan artikel untuk surat kabar. Lebih jauh lagi pemilikmu terkadang mengajarkan tentang komputer dan internet kepada tamu-tamu yang datang, sehingga ilmu yang dia punya bermanfaat untuk orang lain.” Laptop menjelaskan dengan mata berkaca-kaca.

 

“Bagaimana dengan pemilikmu, Laptop?” Tanya Si Desktop lagi.

“Pemilikku sering mendiamkan aku saja. Dia hanya sering bermain game berjam-jam dan menggunakan internet hanya untuk bersenang-senang dan melihat situs-situs yang tidak berguna. Belum lagi dia selalu memamerkan diriku di depan teman-temannya. Aku hanyalah barang pameran yang sering di bawa kemana-mana hanya untuk kepuasan semu belaka, tanpa ada manfaat yang berarti. Padahal aku mampu melakukan lebih banyak daripada itu. Aku ingin sepertimu, Desktop” Jawab Si Laptop lirih.

 

Desktop tertegun mendengar penjelasan Laptop. Ia termenung membayangkan kondisi Si Laptop.

“Sekarang, apakah kau mau menjadi seperti aku?” Tanya Laptop, memecah lamunan Desktop.

 

“Tidak, Laptop. Aku kini bersyukur bahwa ternyata pemilikku menggunakan aku dengan sangat baik, meskipun aku sudah tua dan lambat, tetapi aku sering melakukan hal-hal bermanfaat dan banyak membantu orang.” Desktop tersenyum.

 

“Kau benar Desktop, apalah arti sebuah penampilan, merk, dan segala kecanggihan yang aku punya, jika ternyata tidak mampu bermanfaat bagi banyak orang. Aku tidak lebih baik darimu.” Kata Laptop dengan bijaksana.

 

Si Desktop kini tersenyum. Komputer tua itu kini menyadari, yang terpenting bukanlah sebaik apa penampilannya, melainkan sebesar apa manfaat yang bisa dia lakukan.

**

 

Pesan moral:

1.       Gunakanlah dan hargailah suatu barang bukan semata-mata karena penampilan fisik belaka, tetapi karena manfaatnya bagi diri sendiri dan orang lain.

2.       Lebih baik menjadi seperti alat sederhana yang berguna bagi orang lain, daripada menjadi seperti alat canggih yang tidak berguna.

 

Cerita ini diikutsertakan dalam Lomba Menulis Cerita Anak Sarikata.com 2011.


Header buat Jasmineamira

Hmmm… sahabat, maaf baru muncul sekarang. Saya sibuk banget akhir-akhir ini, apalagi weekend kemarin, kayanya kerjaan gak berhenti datang dan pergi *sok sibuk… Ya beginilah jadi photographer amatiran, suka cari side job yang cukup bikin kelimpungan sendiri, hehehehee…

 

 

Well, di antara kesibukan saya kemarin, masih sempet ngerjain header para pemenang KUIS Header Impian si juara pertama: Putri Jasmine yang relatif baru saya kenal tetapi syukurnya tidak menimbulkan kesusahan dalam komunikasi, mungkin juga karena dia ternyata junior saya di IPB, hehehehee…

Putri ini penyuka kupu-kupu dan warna pink. Keputusannya mengubah theme kira-kira seminggu yang lalu juga atas masukan saya jika dia ingin header dan backgroundnya diganti, harus cari theme yang mendukung keduanya, eh dia ganti beneran, sebenernya ini juga lebih memudahkan kerja saya nantinya.

Informasi tentang ukuran dan segala tetek bengek header+background sudah saya dapat! Saya mulai bekerja dan sempat menghasilkan satu header!

 

 

Hmmm.. setelah satu hari berpikir, saya batalkan draft ini, this is just too dreamy, too cartoony… 😀 Gak mature banget! wakakakakaak…  Terkadang agak sulit juga untuk menyamakan atau mendekatkan seperti apa selera dan karakter sesorang, sekaligus pada saat yang sama tetap menjaga mood saya sendiri untuk tetap stabil pada selera itu. Intinya ya gak asal kita suka, tapi dia juga oke. Makanya saya bolak-balik bilang ke Putri untuk jangan ragu-ragu untuk kritik dan kasih saran kalau ada sesuatu yang gak kena di hati.

Akhirnya saya email ke Putri dan memutuskan bahwa saya akan merombak habis headernya.

 

Saya focus pada sosok Putri dan karakternya yang saya dapat dari beberapa info di blognya dan di blog Pakdhe Cholik! Ternyata mempelajari seseorang itu gak mudah juga ya… Tapi saya akhirnya dapat idenya! Saya pun mulai bekerja lagi!

Setelah melalui banyak revisi ini itu, sms dan email bolak-balik ke putri *thanks ya put, akhirnya selesai juga header yang fix!

ini headernya:

 

Saya akan jelaskan sedikit cerita tentang header ini…

Warna bau-abu ini dipilih untuk menyamakan beberapa warna theme asli itu sendiri, warna abu-abu juga terlihat netral dengan pink dan merah. Abu-abu juga terlihat lebih modern dan minimalis.

Kupu-kupu itu tentunya menggambarkan sosok putri sendiri yang senang menelaah cinta dan kehidupan.. *halah, dan sebagai penyuka anak-anak, saya masukkan unsur anak-anak dan unsur cinta di dalamnya… Not bad combination!

Header ini perpaduan dari beberapa gambar dan brush di photoshop, jadi saya jamin ini bukan cropping dari foto orang lain, jadi mudahan this is original editing by me! 🙂

 

Bergerak ke background, saya masukkan 3 warna yang mungkin cocok di padukan, yaitu pink, abu-abu dan putih. Dengan sentuhan gaya minimalis dan tetap memasukkan unsur kupu-kupu pink, saya rasa ini akan sangat berkarakter! Awalnya jumlah kupu-kupunya sedikit, tetapi Putri request untuk membuatnya lebih banyak mungkin agar terlihat lebih ceria, dan ini hasil akhirnya!

 

dan ini penampakan setelah dipasang pada theme:

Wuaaaahhhhhh!!! It’s done!

Thanks to Putri atas kerja samanya sejauh ini. Akhirnya selesai juga! Please enjoy!

 

 

Banyak hikmah tersirat dalam pembuatan header ini..

Mempelajari karakter…

Komunikasi…

Kesabaran…

Persahabatan…

Seperti kata Om NH, this is the Beauty of Blogging! Ada banyak hikmah dalam setiap peristiwa dalam blogging…

 

Sahabat, how do you like it?

 

Happy Blogging!

 


Kuis Header Impian: Announcement!

Hore!

Akhirnya bisa posting pengumuman pemenang! Maaf ya semua, entah kenapa internet dari tadi malam mendadak jadi lemot, sekarang pun masih seperti merayap, bahkan kadang stop sama sekali… Mungkin ada burung bangau lagi terbang nabrak menara pemancar Indosat? Whatever…  :mrgreen:

Oke, langsung saja, hari kamis minggu lalu saya mengadakan kuis berjudul : Kuis Header Impian yang berhadiah desain header (plus background, if applicable) yang di desain oleh saya sesaui dengan kriteria atau permintaan sang pemenang. Peserta berkewajiban menjawab judul dan penyanyi sebuah intro lagu berikut:

 

Nah, entah kenapa sedikit sekali blogger yang berminat ikut kuis ini 😥 , mungkin saya juga yang kepedean kali ya sok artis bikin kuis-kuis segala, wkakakaakakak… mana katanya soalnya sulit! Lho? padahal petunjuk saya atau clue yang saya berikan sudah sangat jelas, tinggal di googling pasti ketemu! Apalagi yang emang tau jawabannya terus gak mau ikutan… ups! 🙄

Ya sudahlah, meskipun hanya berhasil menjaring 9 peserta (dikit kan??? ), tetapi niat sharing dan beramal tetap harus lanjut! 😀

 

Ok lha langusng saja, jawaban dari Kuis Header Impian adalah:

 

Alika – Sahabat Tersayang

>>>yang mau download lagu lengkapnya download di sini<<<

 

Dan syukurnya 9 peserta tersebut semua menjawab dengan benar! dan undian dilakukan oleh sang dewan juri, yaitu adik saya sendiri, jadi mudah-mudahan kuis ini bersih dari nepotisme dan keinginan pribadi saya, wkakakakkkaa…

 

Ini penampakan si juri kuis, Si Bungsu yang endut!

 

Sang Juri Kuis

 

dan ini hasil undiannya:

 

 

1. Husfani A. Putrihttp://jasmineamira.wordpress.com/,

Di lembar undian saya sengaja menulis PUTRI IPB, karena dia memang mahasiswa IPB, saya relatif baru mengenalnya di dunia blog ini, tetapi tulisan-tulisannya yang bagus membuat saya betah di sana. Apalagi di tambah foto-fotonya di sekitar kampus, wah bikin kangen kampus. Ketauan deh kalo kita satu almamater! 😆

2. Grandis zendy s., www.mipequenosanctuario.blogspot.com

Grandis a.k.a Peres, blogger satu ini sekarang sedang bekerja di Papua, saya mengenalnya di dunia blog karena blognya yang mengetengahkan topik gardening. Selain itu meskipun cowok, Grandis sangat kreatif membuat kerajinan dan soal masakan? Jangan tanya! Yang cewek bisa kebakaran jenggot 😀

3.  Lily Suhana, bundadontworry.wordpress.com

Bunda Lily a.k.a Bunda Dont Worry, siapa sih yang gak kenal beliau? Tulisan-tulisannya yang penuh tips dan manfaat patut ditengok setiap hari, karena saya sendiri banyak belajar di dalamnya… Bocoran nih, emang si Bunda ini lucky banget ya, ini pertama kalinya dia ikut-ikut kuis lho! Ternyata menang! 😀

 

SELAMAT BAGI YANG BERUNTUNG!

 

Buat yang belum beruntung, jangan berkecil hati ya…  Jujur pengennya saya, 9 peserta itu saya bikinin semua, cuma saya takut malah gak bisa nepatin janji. Jadi belum bisa sekarang untuk memberikan hadiah kepada semua peserta itu. Satu lagi, ini bukan masalah bagus atau gak, ini cuma undian! Faktor keberuntungan 🙂

Terimakasih kepada semua sahabat yang berpartisipasi di kuis pertama saya ini. Meskipun sepi peserta, semoga tidak mengurangi kegembiaraan saya sendiri, wkakakakkaa… lain kali semoga kuisnya lebih rame ya 😀 Amin

Happy Blogging!

 

 

PS: Pemenang akan saya hubungi langsung lewat email. Thanks!

 

 


Kuis Header Impian

Hello!

Akhirnya kuis yang saya bilang kemarin bisa launching hari ini…

 

Semenjak saya posting tentang header yang saya buat untuk Mbak Devi di postingan : Header untuk Sahabat, banyak sekali respon positive yang mengatakan hasil karya saya itu lumayan dan tidak mengecewakan, dan banyak komen yang meminta saya dengan senang hati membuatkan header untuk rumahnya…

Jujur saya kelimpungan, karena tidak mungkin rasanya mengiyakan semua request tersebut, tetapi rasanya juga tidak adil jika mengabulkan beberapa permintaan dan menolak yang lain, maka dari itu, saya berinisiatif untuk mengabulkan permintaan itu dengan membuat kuis. Yah, tentu saja 3 orang pemenang kuis ini akan mendapat header spesial saya akan buat untuk ketiga pemenang tersebut, tentu saja sesuai dengan kriteria yang mereka inginkan. Tertarik?

 

 

OK, caranya gampang, dengarkan intro lagu di bawah ini, dari intro ini sebenarnya sudah tampil melodi dari syair awal dan sedikit reffnya…

 

 

Nah, ada yang masih bingung lagu apakah ini?

BACA PETUNJUKNYA:

Lagu ini adalah lagu anak-anak. Lagu ini membawa penyanyinya berjaya di AMI awards 2006 dalam tiga kategori sekaligus! Musisi sekaligus pencipta lagu ini baru saja wafat bulan Januari 2011 . Beliau juga sebelumnya pernah melahirkan seorang penyanyi cilik terkenal yang kini telah dewasa dan masih menyanyi. Penyanyi lagu ini pertama kali muncul dalam ajang pencarian bakat: AFI Junior.

Pasti sekarang bisa kan???

 

Sahabat cukup menjawab siapa penyanyi dan judul lagunya, dengan cara mengirimkan jawaban berformat:

 

Nama: _____________ (Nama Asli)

Email:  _____________( Email yang aktif dan selalu dipantau)

URL Blog: ___________ (Alamat Blog)

Jawaban: ____________ (Penyanyi dan Judul Lagu)

ke EMAIL saya : prima_wkh@yahoo.com, dengan subject:  KUIS HEADER IMPIAN


Oh iya, kuis ini di tutup Minggu, tanggal 27 Februari 2011, pukul 24.00. Jadi cuma ada 4 hari waktunya, hehehehe… Pengumuman pemenang pada Rabu, 2 Maret 2011.

 

PS: Sahabat akan mendapatkan konfirmasi melalui email jika jawaban telah masuk ke email saya. Jika jawaban benar, maka sahabat berhak mengikuti undian untuk merebutkan posisi sebagai 3 pemenang. Saya akan hubungi melalui email kepada tiga pemenang untuk melakukan diskusi tentang teknis pembuatan header tersebut. 🙂

 

Sahabat tersayang, selamat menebak dan mengikuti kuis sederhana ini… Good Luck!

 

 

Happy Blogging!

 

Hmmm… penyanyi asli lagu ini gak boleh ikutan kuis ini ya… *gubrak!


Sehat itu Murah

Sepertinya judul di atas bertolak belakang dengan sebuah petuah umum: Sehat itu Mahal. Bagi mereka yang sedang sakit, tentu saja sehat akan terasa mahal atau tidak dapat diuangkan. Padahal sehat itu relatif murah bagi mereka yang ingin hidup sehat.

 

Dengan segala fasilitas alat olah raga, jadwal fitness, susu bernutrisi tinggi, atau latihan yoga tentu hidup sehat dengan mudah dapat diraih, tetapi bagi saya yang masih belum bekerja dan hidup numpang dengan orang tua, bergaya hidup sehat plus mahal ala majalah “Men’s Health” tentu saja bisa bikin saya megap-megap. Padahal sehat kan untuk semua orang? Tidak memandang usia, ekonomi dan status. Jadi, meskipun kantong kering, kita bisa mulai hidup sehat dengan yang murah meriah.

 

Saya akan share beberapa aktivitas harian saya yang mungkin bisa menginspirasi sahabat untuk hidup sehat yang murah meriah. Syukur-syukur bisa mulai dipraktikkan. Saya sendiri berusaha untuk konsisten dengan “ingin hidup sehat”, berat memang, tetapi jika ingat-ingat banyak keluarga saya yang kena jantung, stroke dan lain-lain, rasanya jadi bangkit lagi! Bangkit karena takut 😀

 

Kebersihan

Bangun tidur wajib beres-beres kamar. Membersihan kasur dari debu, kemudian menyapu lantai kamar dan membuka jendela agar udara segar masuk. Sederhana memang, tetapi hal kecil seperti ini awal hidup sehat lho. Kamar adalah tempat kita beristirahat, jika kamar kita saja kotor, pengap, dan penuh baju kotor, rasanya akan sulit untuk menjadi sehat meskipun kita sudah minum susu berliter-liter, hahahahaa…

 

Kebersihan badan tentu saja syarat mutlak bagi kesehatan. Tidak ada salahnya saat weekend kita sedikit berlama-lama di kamar mandi, sabunan dua kali dan shampooan dua kali. Pasti akan terasa beda. Tidak lupa juga menggosok gigi pagi setelah makan dan malam sebelum tidur. Malas? Ya saya juga sering, tetapi bayangkan berapa juta bakteri berpesta di mulut  jika kita tidak gosok gigi sebelum tidur. Apa harus menunggu kecoa datang malam-malam kemudian membersihakan sisa makanan di mulut kita? Hahahahahaa….

 

Pola Makan

Saya suka susu, tapi gak sanggup kalo harus minum susu setiap hari. Tapi saya selalu ingatkan mama untuk selalu menyediakan sayur atau buah. Saya memang pecinta sayur dan buah. Keduanya membuat perut saya nyaman dan tentunya melancarkan rutinitas ke belakang. Jika pada suatu hari mama tidak masak sayur dan tidak ada buah. Saya akan cari timun atau tomat di kulkas, dan saya jadikan lalapan atau dicemil. Timun kan murah! 😀

 

Saya secara resmi saat ini tidak makan nasi dalam jumlah banyak. Bukan diet, hanya menyesuaikan dengan aktivitas. Jika dulu saya bekerja di lapang, tentu saja energi yang saya butuhkan lebih banyak dibandingkan hanya diam di rumah. Mengurangi porsi nasi rupanya membuat saya juga tidak cepat gemuk dan tidak cepat mengantuk. Jadi makan nasi itu bukan karena kemauan, tetapi karena kebutuhan. Mau coba? Setelah seminggu anda akan terbiasa.

 

Saya tidak minum suplemen jika badan sedang fit. Saya biasanya akan merasa jika ada yang salah dengan badan saya, saat itulah saya akan segera minum vitamin , minum banyak air dan bersitirahat. Kita wajib tahu sinyal-sinyal apa yang dikeluarkan tubuh kita, lakukan antispasi di awal sebelum semakin buruk.

 

Selain itu saya tidak menyimpan cemilan di tempat terbuka dan mudah dijangkau, karena kebiasan saya, kalau belum habis gak berhenti, hahahahaa… Agar gak kebablasan, ambil cemilan secukupnya saja. Membawa satu toples atau satu bungkus cemilan ke kamar adalah keputusan yang salah 😀

 

Latihan

Rasanya kurang bijak bagi saya yang sedang cekak mengamburkan uang di tempat fitness. Maka berenang dan jalan kaki adalah pilihan latihan saya. Berenang di tempat saya tergolong murah, harga tiketnya hanya Rp. 2000, tempatnya pun relatif dekat. Jadi saya biasanya seminggu dua kali berenang, 2000 x 8 = 16 ribu /bulan. Hmmm, tidak mahal kan? Untuk gerak harian saya suka jalan kaki selama satu sampai dua jam setiap hari. Saya gak jogging kok, 😀 karena saya gak berjodoh dengan jogging, kaki saya suka sakit, jadi jalan kaki cepat adalah pilihan saya. Kombinasi latihan ringan (jalan kaki) dan berat (renang), sudah cukup buat saya. Oh iya, berenang 30 menit itu lebih baik daripada dua jam bermain air (ya iya lha!) dan sambil jalan kaki kita bisa menghirup udara segar plus hunting photo (itu sih saya banget).

 

Aktivitas pendukung

Berkebun adalah kegiatan yang saya sukai. Mulai dari beres-beres tanaman, menanam tanaman baru hasil minta ke tetangga, sampai siram-siram pot membuat saya berkeringat dan tentu saja sehat dan bermanfaat. Jika malas berkebun membantu mama sapu-sapu rumah dan sikat kamar mandi bisa jadi pilihan lho. Badan sehat, mama senang!

 

Syukurnya saya bukan perokok, dan saya selalu menghindari papa saya yang sedang merokok. Saat beliau merokok saya akan pastikan saya berada di ruangan yang berbeda. Di rumah seperti ada aturan tidak tertulis bahwa papa sebaiknya merokok di dekat pintu atau jendela. Hehehehe…

 

Saya jarang jajan di luar, selain boros, syukurnya mama selalu bisa bikin cemilan sendiri di rumah, seperti tahu goreng atau pisang goreng, kacang atau kedelai rebus, agar-agar, kolak atau bubur kacang ijo, kalau sedang rajin mama bisa bikin kue-kue yang yummy! 😀 Makan makanan rumah adalah salah satu cara hidup sehat paling mudah, paling tidak bisa terhindar dari sakit perut dan diare.

 

Sehat Pikiran

Berpikiran positif dan bahagia adalah cara hidup sehat yang paling murah. Hindari penyakit hati, gossip, dan hal-hal yang membuat stress berlebihan. Bergaul dengan orang-orang positif dan penuh senyum bermanfaat untuk menghindari pikiran negatif. Sambil jalan kaki atau jogging, kita bisa berkunjung ke rumah teman dan berbagi cerita penuh tawa, why not?

 

Berinternet dan blogging yang sehat sudah pasti suatu keharusan. Menghindari menulis status yang menyedot kebahagiaan diri sendiri seperti keluhan dan keputus-asaan. Membaca artikel dan buku yang bermanfaat adalah cara menyegarkan sekaligus menyehatkan pikiran. Nonton kartun lucu? Oke juga!

 

Jadi gak perlu mahal kan untuk jadi sehat? Semua orang pasti ingin hidup sehat, tinggal bagaimana mengatur dan membiasakan. Hidup sehat yang mudah dan murah tidak sulit asalkan kita mau. Lakukan hidup sehat sahabat, sebelum sehat itu mahal!

***

Artikel ini disertakan dalam sebuah kontes di Blognya Kakaakin:



Belajar dengan Telinga

Sahabat,

Pasti banyak di antara kita yang merasa stuck dengan kemampuan Bahasa Inggris kita. Ada yang merasa pas-pasan, ada yang menyerah karena merasa tidak mengalami perkembangan berarti meskipun sudah belajar mati-matian, bahkan ada yang merasa gak bakat, atau malah enggan. Jangan tanya saya kenapa, saya sendiri pun mengalami banyak dilema seputar bahasa internasional ini 😀

 

Di postingan “Ngemeng Doang” yang lalu saya bercerita mengenai dilema nilai TOEFL saya yang aneh bin ajaib, karena nilai listening saya yang jauh melesat, sedangkan nilai yang lain amblas Entah kemana. Beberapa komentar dari teman-tema menyebut kebalikannya. Mereka baik di nilai lain, tetapi jika harus berbicara langsung, mereka tidak lebih baik. Saya sendiri sedang berusaha untuk menyeimbangkan antara skill berbicara dan skill menulis. Itu dilema saya.

Setiap orang  pasti mengalami dilemanya masing-masing dengan yang namanya Bahasa Inggris. Meskipun bahasa ini sudah diajarkan semenjak di bangku SD, bertahun-tahun lamanya, tetapi tetap saja kita banyak memilih prinsip “kalau bisa dihindari, kenapa harus dideketin” :mrgreen:

 

Wajar  saja sebenarnya kalau kita berbahasa Inggris tidak selancar native, toh kita juga seoarang native buat bahasa kita sendiri, Bahasa Indonesia. Lagipula jika kita pikir-pikir, Bahasa Inggris itu bisa jadi bahasa ke-3, ke-4 atau ke-5 kita. Kok bisa? Ya, saya sendiri, bisa berbahasa Indonesia, Jawa, Banjar, Madura dan Sunda, artinya Bahasa Inggris adalah bahasa ke-6 saya. Nah, buktinya kita bisa mengerti banyak bahasa daerah. Artinya Bahasa Inggris itu sebenarnya bisa jadi bahasa daerah kita juga kan? *Bahasa daerah dari hongkong! 😀 Kenapa kita mudah belajar bahasa daerah? Mungkin saja karena kita terbiasa mendengarkan. Ya nggak?

 

Bahasa Inggris saya berkembang pesat saat saya sempat tinggal di US selama setahun. Terutama listening dan speaking. Bukan karena saya belajar Bahasa Inggris atau ambil kursus Inggris di sana tetapi hanya karena, mau tidak mau, saya mendengar bahasa itu setiap hari. Every single day. Kebayang kan, bagaimana yang tadinya kita bisa cuap-cuap seenak jidat di negeri sendiri, tiba-tiba dihadapkan pada situasi dimana setiap kata keluar melalui pemikiran dahulu. Jadilah saya sedikit kalem. Kalem-kalem minder :mrgreen:

 

Pengalaman berbicara dan mendengarkan Bahasa Inggris ini tentu saja banyak dipenuhi kejadian lucu dan menarik. Berbicara dengan native yang punya aksen macem-macem dan style berbicara berbeda bisa jadi suatu dilema baru, belum lagi ditambah dengan interaksi dengan student asing lain yang pastinya masih sama-sama belajar. Dalam kasus saya terkadang English seorang student bisa jadi merusak English student lain, hahahahaha…

 

 

Satu kali saya berbicara dengan student Brazil bernama Leo.

“I like miyuk, how about you?”

“What? Miyuk?”

“yes, miyuk… you don’t know?”

“What’s that?”

“drink”

“Is that from fruit?”

“No, no, no…”

“It’s alcohol?”

“Nooo, it’s good”

“I don’t know…”

Lama saya dan Leo tanya jawab hanya untuk sekedar menjawab apa sebenarnya minuman bernama miyuk itu. Tapi tidak juga menemukan makna kata itu.

“what’s the color?”

“white”

“OMG, Leo, do you mean MILK??”

“Yes, MIYUK!”

 

 

Sodara-sodara ternyata emang tuh orang Brazil nggak bisa ngucapin huruf L ketemu K, Hahahahah… MILK berubah jadi MIYUK. Kali ini saya belajar bahkan satu kata sederhana bisa tidak dimengerti hanya karena adanya aksen.

Lain halnya dengan Fernanda, dia student Brazil keturunan Jerman, senang menggunakan imbuhan “don’t you think?”. Setiap pertanyaan dan pernyataan akan diimbuhi dengan kata-kata itu.

“It’s good, don’t you think?”

“I think you like flower, don’t you think?”

“I don’t know, don’t you think?”

“I don’t think it correct, don’t you think?”

Duh, malah riweh nggak sih? Untuk hal ini saya kadang harus membiasakan diri untuk mengenali mana pernyataan mana imbuhan. Jangan dicontoh ya. Sengaja tidak sengaja saya justru sempat ikut-ikutan menggunakan kata-kata ini.

“Fernanda I think you need to stop say-don’t you think-, don’t you think?” *bingung deh lu 😆

 

 

Lain student Brazil, lain lagi student dari Ukraine yang suka menambahkan kata “yes” disebuah pertanyaan.

“Prima, you like chocolate, yes?”

“he does not know, yes?”

“it is delicious, yes?”

Fungsinya seperti “right” pada “It’s nice, right?”, hanya saja karena bahasa asli mereka suka menggunakan “Da” yang berarti “yes” di akhir kalimat, kebiasaan ini malah terbawa sampai ke Bahasa Inggris.

 

Ada satu anak Ukraine senior bernama Vladimir yang sudah lumayan dalam berbahasa Inggris karena pergaulannya yang intensif dengan native. Suatu pagi di bulan pertama saya di US, dia menyapa saya pagi itu.

“Prima, What’s up man!”

Nah saya bingung deh apa artinya? Gimana menjawabnya? Saya taunya How are you?

Kemudian saya dengan polosnya bertanya tentang “what’s up”, hmmm… fungsinya sama dengan how are you, hanya saja kita bisa menjawabnya dengan “what’s up” juga atau dijawab, fine, good, seperti biasa. Oh iya, orang Amerika suka menggunakan sapaan “How are you doing” yang tidak terdengar “are” nya, sehingga menjadi “How you doing?”

 

 

Ada karyawan di tempat kerja bernama Perc, dia orang kulit hitam yang jika berbicara seperti sedang nge-rap! Yeah, mereka punya aksen yang kental, persis seperti yang di film-film atau lagu barat. Satu hari saya sedang santai bekerja. Hari itu memang hari yang santai buat semua orang.

“Primo (he called me Primo, not Prima), what’s up… Are you chilling?”

Saya sempet bingung…dan menjawab sekenanya:” No Perc, It’s hot!”

Suasana Greenhouse siang itu memang panas, kok bisa-bisanya dia bilang “dingin”? Perc cuma ketawa geli dengar jawaban saya, dan ternyata…

Ya Tuhan , ternyata “chilling” yang dia maksud bukan “beku”, tetapi “santai” hahahaahahaa… Jadi Perc sedang nyidir saya, “Prima, kamu lagi kerja apa santai-santai aja?” 😀

Banyak bahasa Inggris prokem yang saya temui di US. Saya juga sedikit banyak belajar dari mendengarkan.

 

 

Berbicara dengan native bisa jadi adalah kendala saat kita mengucapkan suatu kata dengan pengucapan yang salah. Di sebuah toko elektronik, seorang kasir menanyakan alamat saya untuk di-input ke dalam database garansi.

“2009 Marden Road” (terdengar: 2009 Marden Rut)

“Marden Root?”

“Yes, Marden Root” saya jawab dengan pede. Si Mbak kasir bengong beberapa detik.

“Sorry sir, you mean Root, or Road?”

OMG, saya salah mengucapkan! Road itu dilafalkan seperti “Rowd” bukan “Rut”, pantesan si mbak kasirnya bingung. Saya pun sedikit banyak juga belajar bagaimana malafalkan suatu kata dengan benar.

 

 

Selain salah mengucapkan, salah mendengarkan juga tidak jarang terjadi. Suatu ketika kami kedatangan student baru dari South Africa turunan Scotland, Ross.  Ross ini tentu saja seorang native speaker, dia berbicara ala british dengan kecepatan yang bikin saya harus fokus saat berbicara dengan dia. Saya merasa ada di film Harry Potter saat itu.

“Ross, well, Art will drive you to the store”

“Oh, hiwud?”

Saya bengong sebentar, dia ngomong apa ya? Apa itu suatu kata?

“Sorry, what you say?”

“I said, He would?”

Hahahahah…sodara-sodara ternyata dia mengucapkan dua kata itu dengan cepat, dan saya nggak menangkap maksudnya, jadi dia seperti menekankan seperti kata “beneran?” atau “serius nih?” His English is just too beautiful for us… 😆

 

 

Nah, begitu kira-kira beberapa cerita lucu seputar belajar Inggris selama saya berada di Amerika. Kesalahan dan kelucuan itu justru membuat banyak peningkatan yang cukup signifikan terutama untuk kemampuan mendengar dan berbicara saya sekarang. Semua ternyata berawal dari “mendengarkan” kan?

Mulut memang bisa kita atur-atur bagaimana outputnya, tetapi telinga adalah indra yang sifatnya menerima saja, jadi apa yang kita dengar akan segera menjadi pembelajaran bagi kita. Maka dari itu jangan menyia-nyiakan indra yang satu ini. Di manapun, kapanpun, jika kita bisa mendengarkan Bahasa Inggris maka cobalah untuk menyimak. Bisa jadi lagu, bisa berita, film atau percakapan orang asing. Tentu saja diiringi oleh keberanian mencoba berbicara juga. Mudah-mudahan kita bisa karena biasa.  Semangat!



Lomba Blog 2010 Berhadiah Jutaan Rupiah | belajaringgris.net
Tiada Hari Tanpa Bahasa Inggris
artikel ini didukung oleh belajar hipnotis

 

PS: Thanks to all my friends mentioned above, miss you guys 🙂


Doa Nur

Sahabat, kali ini saya menulis cerita fiksi lagi, mohon maaf jika ada perbedaan paham, namanya juga fiksi :mrgreen:

 

Nur masih tertegun di bibir tangga masjid. Matanya kosong, seperti sedang menerawang entah kemana. Beberapa teman-teman seumurannya berlarian ke luar masjid, sesekali dibarengi gelak tawa dan senyuman. Orang-orang dewasa juga mulai meninggalkan masjid. Pengajian malam itu sudah selesai dan waktu telah menunjukkan pukul sembilan.

Gadis kecil berumur sebelas tahun itu menoleh ke arah seorang lelaki tua, dialah Ustad Lutfi yang mengisi materi pengajian hari ini. Matanya terus memandang orang tua itu sampai menghilang di kegelapan. Bibir Nur bergetar sesekali, seolah-seolah ingin menyampaikan sesuatu. Suatu pertanyaan yang mengganjal di hatinya sedari tadi.

Nur mengalihkan pandangannya. Dia urungkan niatnya untuk bertanya. Malam sudah makin larut. Nur kemudian meraih sandal jepit usangnya, memeluk sajadah dan mukena yang penuh jahitan, dan berjalan pelan.

Langkah kaki Nur sedikit pelan malam itu. Rumah Nur agak sedikit jauh dari masjid tetapi tidak pernah menghalanginya untuk pergi ke pengajian. Nur, gadis  kecil yang berani dan mandiri itu masih menerawang ke sebuah ucapan yang masih terngiang di telinganya. Ucapan yang membuat hatinya takut.

…Kemudian semua manusia akan di bangkitkan oleh Allah, dikumpulkan di suatu padang yang luas, bernama Masyar. Kita kan dibangkitkan sebagai manusia yang muda, kita tidak lagi saling mengenal, tidak lagi mengenal anak, istri, orang tua. Hanya diri kita sendiri yang akan mempertanggung jawabkan segala perbuatan kita di dunia…

 

Secuil kalimat ustad malam itu seolah-oleh membuat Nur takut. Dia takut hari akhir itu tiba. Dia takut hari kebangkitan itu tiba. Dia takut akan sesuatu.

Nur meremas semakin kuat sajadahnya. Jalanan sudah sepi malam itu. Nur mempercepat langkah kakinya. Pikirannya melayang ke wajah Ibunya dan semua kenangan bersama ibunya.

Nur hidup sebagai anak yatim. Ibunya berjualan sayur setiap hari di pasar. Mereka hidup sederhana dan bahagia selama ini meskipun terkadang beratnya biaya hidup dan sekolah Nur terkadang membuat Ibu Nur harus bekerja lebih keras demi beberapa lembar rupiah. Rumah peninggalan ayahnya dari anyaman bambu itu menaungi mereka dari panas dan hujan. Meskipun begitu, Nur bahagia tinggal bersama Ibunya.

Nur, mengusap air mataya dengan kerudung putihnya. Air mata itu tiba-tiba mengalir pelan dari ujung matanya. Nur teringat akan kerja keras ibunya selama ini. Nur teringat dia pernah mengeluh karena harus menyicil biaya buku sekolah. Nur juga pernah mogok makan, hanya karena ibunya membatalkan janji menggorengkannya ayam hari itu. Nur pernah juga memaksa ibu untuk membelikannya majalah anak-anak, padahal Nur bisa saja meminjam pada temannya.

Ibu kini sudah sering sakit-sakitan. Batuk ibu tidak juga reda seminggu terakhir. Mantri puskesmas bilang kemungkinan ibu terkena TBC. Ibu, apa Ibu marah pada Nur? Apa ibu lelah bekerja? Apa ibu menahan sakit selama ini? apa Ibu tidak takut sendiri di rumah?

Air mata Nur semakin deras mengalir. Nur berlari menuju rumahnya yang sudah tampak dari jauh. Gadis kecil itu mengambil langkah tercepatnya. Sandal jepit itu menghantam batu jalanan dengan gesit, jilbab putih itu berkibar di tiup angin. Mata Nur sudah nanar. Bibirnya seperti ingin meneriakkan sesuatu. Ada sesuau yang ingin dia sampaikan kepada ibunya, sesuatu yang penting, sesuatu yang mungkin tidak bisa dia ubah.

 

Nur membuka pintu dapur dan menuju ke kamar. Ibunya sedang terbaring di sana. Bibir wanita tua itu jelas sedang tersenyum melihat anak semata wayangnya telah datang. Nur seketika memeluk wanita tua itu dan menangis tak terbendung. Badan kurus wanita itu tidak mengurangi hangatnya pelukan seorang ibu. Ibu Nur mengusap punggung anaknya lembut.

 

“Ada apa Nur? Kenapa nangis?”

 

Nur seperti tidak mampu membuka bibirnya. Air mata dan isakan itu masih menyelemuti wajahnya. Nur mendekatkan bibirnya pada telinga Ibunya. Bibirnya berbisik lirih.

 

“Bu, Nur takut. Nur nggak mau ninggalin Ibu, Nur gak mau melupakan Ibu…  selamanya…”

 

Wanita itu tersenyum, air matanya tak terbendung mendengar ucapan anaknya. Dia yakin sesuatu di pengajian malam ini menyentuh hati anaknya.

Gadis kecil yang masih begitu polos dan apa adanya itu masih memeluknya Ibunya, bibirnya bergetar dan berdoa malam itu. Sebuah doa yang mungkin tidak pernah diucapkan anak-anak lain. Doa yang mungkin tidak akan pernah terkabul.

 

Tuhan, jika hari akhir itu tiba. Kau boleh hapus semua ingatanku selama di dunia, tapi janganlah  Kau hapus ingatanku akan Ibuku karena aku tidak ingin dia sendiri dan kesepian.

***

 

Sahabat, hikmah cerita ini adalah:

  1. Jangan sia-siakan waktu bersama-sama orang tua kita, kita tidak tahu sampai kapan kita bisa bersama mereka dan sampai kapan kita bisa mengingatnya.
  2. Berbaktilah sebanyak-banyaknya kepada Ibu dan Ayah selagi mereka masih hidup.
  3. Ingatan kita dalah milik Tuhan. Tuhan bisa menghapus ingatan kita kapan saja.

Artikel ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Cermin Berhikmah di New BlogCamp.

*gambar dari sini


Bersahabat dengan Kesederhanaan

Sahabat,

 

Pertengahan tahun 2009 saya pulang kembali dari ke tanah air setelah satu tahun tinggal di Amerika. Tentu saja kondisi Indonesia sudah sedikit banyak berubah, meskipun hanya setahun, saya bisa merasakan kemajuan pesat di berbagi bidang. Begitu pula dengan gaya hidup yang semakin syarat dengan teknologi dan trend.

 

Lalu saya berpikir, apa kemajuan yang saya peroleh selama ini? Ya saya akui pengalaman bekerja dan tinggal di luar sedikit banyak menambah ilmu dan wawasan saya tentang banyak hal. Bagaimana dengan gaya hidup dan pola pikir? Hmmm..ini satu yang menarik bagi saya. Secara tidak sadar saya telah mengubah paham-paham yang memenuhi otak saya sebelum saya tinggal di luar negeri.

 

Dulu saya berpikir untuk selalu tampil wah, ingin tampil dengan “kulit” yang mentereng, mendahulukan gengsi, brand-minded, ingin dipandang tidak dengan sebelah mata, memandang orang hanya dari “kulit”nya. Sedikit banyak saya sering terlibat persaingan kurang sehat atau sikut sana-sikut sini. Intinya kesemuanya berhubungan dengan materi dan gengsi.

 

Ketika lingkungan saya menjadi semakin bergejolak dengan hal-hal di atas, saya malah banting stir dengan satu kata: kesederhanaan. Bukan karena saya tersadar mendadak, atau tiba-tiba saya dapat hidayah di sebuah pengajian, tetapi ini semua berasal hanya dari: kebiasaan. Ya, kebiasaan saya selama tinggal di luar negeri.

 

Banyak gejolak dalam diri saya sendiri saat menghadapi kondisi lingkungan di tanah air. Tidak jarang saya menjadi stres sendiri dengan segala pro-kontra dalam pikiran saya. Maju atau mundur? Iya atau tidak? Bagaimana baiknya?

 

“Prim, kayanya lu harus ganti BB deh! Biar kita bisa BBM-an, biar gaul gitu lho… “

Saya kembalikan jawabannya pada diri saya, apa yang saya lakukan jika saya berada di luar negeri ? Handphone saya di sana biasa saja, tidak perlu bermerk wah, fitur yang sesuai kebutuhan,  jauh dari yang namanya trend, dan pastinya yang murah ! saya belum butuh BB atau yang lain saat ini.

 

“Prim, baju merk X lagi diskon lho… borong yuk ! “

Saya berpikir lagi, harga baju sangat mahal di luar sana, saya bahkan tidak sempat memperhatikan brand, yang penting nyaman dan murah atau ada diskon. Orang sana juga kebanyakan tidak sibuk dengan brand dan fashion. Tidak jarang saya pergi ke toko barang second hand, hanya untuk mendapatkan barang bagus layak pakai dengan harga murah. Lagipula baju saya sudah cukup banyak. Lain kali saja.

 

“Prim, liat deh laptopnya: Apple! Keren banget ya,pasti orangnya tajir abis, bla, bla…”

Saya berpikir, saya sudah pernah menyentuh brand itu, rasanya biasa saja, tidak membuat saya mendadak menjadi pandai dan bijaksana. Tidak penting inputnya, yang terpenting adalah sebaik apa outputnya bagi orang sekitar. Sahabat, bukan saya menjelekkan produk tersebut, hanya saja saya bisa mendapat barang dengan fitur lebih baik dengan harga yang sama. Brand-minded nyatanya lebih menyusahkan buat kantong dan hati. Saya salah satu korbannya.

 

“Males deh ngomong ma dia, kampung banget, dia kan cuma kerja jadi SPG, bla, bla”

Saya berpikir, masa sih? Di luar sana, boss berbicara dengan anak buah seperti teman, hangat dan professional, jauh dari soal diskriminasi. Tidak sedikitpun terlintas apa jabatanmu? Seberapa mahal mobilmu? Toh, manusia sama, miskin kaya sama saja. Sama makan nasi dan minum air. Apa penampilan dan materi akan melahirkan kasih sayang tulus dan persahabatan? Tidak. Saya lelah dengan kesenjangan sosial yang diciptakan dengan sengaja. Tidak melahirkan apa-apa kecuali iri hati dan kesombongan. Saya jadi malah capek hati sendiri.

 

 

Sahabat,

 

Banyak hal yang kemudian saya kiblatkan pada kesederhanaan hidup yang saya alami selama tinggal di luar negeri. Kesederhanaan yang membuat saya merasa lebih nyaman, apa adanya dan tanpa kepura-puraan. Pola pikir yang banyak mengajari saya tentang hidup lebih tenang dan lapang. Membebaskan pikiran saya dari firasat dan prasangka yang membuat saya tersenyum lebih tulus dan lebih cerah.

 

Tentu tidak mudah untuk sebuah permulaan. Banyak godaan dan aral yang melintang yang membuat saya sedih dan gundah seperti contoh yang saya sebutkan di atas. Tetapi selalu focus pada tekad dan kenangan saya selama tinggal di luar negeri membuat saya semakin kuat dan kuat menjalani hidup dengan kesederhanaan. Tahun ini memang sangat sulit bagi saya dalam mengolah hati dan pola pikir, tetapi saya yakin akan lebih mudah dengan berjalannya waktu.

 

Saya bangga karena saya pernah belajar kepada sebuah kehidupan berbeda, di negeri yang berbeda, di mana saya bersahabat baik dengan kesederhanaan. Meskipun kini saya sudah jauh dari negeri itu, kesederhanaan meninggalkan jejaknya di hati saya. Dan saya berjanji akan mengenangnya terus.

 

Saya pribumi yang belajar dari sebuah perjalanan hidup di negeri orang. Bukan hanya sekedar ilmu dan pengetahuan, tetapi banyak hal yang tidak dapat dibeli dengan uang. Tuhan tidak hanya memberikan saya kesempatan luar biasa untuk tinggal ke luar negeri, tetapi  sekaligus memberikan saya kesempatan untuk belajar. Belajar hidup yang lebih baik.

 

Saya kuatkan tekad di tahun mendatang. Sadar tidak sadar, mau tidak mau, saya merasa inilah kesederhanaa yang saya inginkan, dan saya akan berjuang lebih keras untuk itu. Ada tiga poin penting yang selalu saya ingat dalam menjaga persahabatan saya dengan kesederhanaan :


  1. apakah saya sudah tulus dan apa adanya?
  2. apakah ini hanya keinginan dan gengsi atau memang kebutuhan?
  3. apakah saya menilai orang ini hanya dari penampilan dan materi semata?

 

Saya sering mempertanyakan tiga poin tersebut pada diri saya sendiri. Yup, semoga tahun depan saya bisa menjawab pertanyaan itu dengan jawaban yang kuat dan tegas.

***

 

Artikel  ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Muhasabah Akhir Tahun di BlogCamp.

 


Bebek Aja Bisa… [Indonesia Bersatu]

Selamat Hari Sumpah Pemuda! Ayo satukan hati dan tekad!

Jika bebek-bebek muda ini saja bisa bersatu padu menuju Negeri Bhinneka Tunggal Ika, mengapa kita tidak?

Kita memang beda, tapi arah tujuan kita sama, Indonesia Jaya!

***

 

Artikel  ini diikutsertakan pada Kontes Iklan Indonesia Bersatu di BlogCamp

Semoga Menang!


Bawalah Cintaku

Tada! Akhirnya selesai dan akhirnya gue juga dipaksa menarsiskan diri di kontes yang diadain Pakde Cholik cs 😀

Di luar kontes ini, gue emang suka lagu ini. Oh ya, you might download the song using the following link! 😉

 

Bawalah Cintaku

by Afgan

 

Sempat tak ada lagi
Kesempatanku untuk
Bisa bersamamu

Kini ku tahu
Bagaimana caraku
Untuk dapat terus denganmu

*

Bawalah pergi cintaku
Ajak ke mana pun kau mau
Jadikan temanmu
Temanmu paling kau cinta

Di sini ku pun begitu
Trus cintaimu di hidupku
Di dalam hatiku
Sampai waktu yang pertemukan
Kita nanti

***

 

<<Lagu Afgan – Bawalah Cintaku DOWNLOAD DI SINI >>

 

>>>>>>Foto ini diikutsertakan pada Kontes Lagak dan Lagu di BlogCamp.

SEMOGA MENANG!!! 😀


Dream?

Mimpi itu percaya. Percaya bahwa suatu hal mungkin terjadi. Orang sering bilang: “Stop dreaming!” tapi pada kenyataannya, dunia ini besar dari mimpi. Mimpi Galileo tentang bumi yang tak berujung dan berbentuk bulat, mimpi James Watt tentang komunikasi jarak jauh, mimpi Edison tentang dunia yang terang di malam hari, dan mimpi-mimpi orang terdahulu yang membesarkan dunia ini, sekarang tanpa keraguan kita mengatakan: Mereka tidak bermimpi. Lalu kenapa harus berhenti bermimpi? Aku tidak ingin menjalani hidup apa adanya, let it flow mereka bilang, tanpa mimpi, tanpa kesan dan berakhir dengan pusara. Aku ingin melihat setiap sudut dunia, berkelana dengan orang-orang tersayang, melihat keindahannya yang tak bertepi, meresapi berkah yang Tuhan ciptakan, dan melakukan satu hal baik dan sederhana di setiap tempat. Mengajar anak-anak membaca di pegunungan Nepal, membantu korban bencana di Haiti, menanam pohon di Afrika Barat, atau sekedar bercanda dengan penderita HIV di Papua. Hmmm, terdengar menyenangkan bukan? 😀

 

 

diikutsertakan dalam Dream Competition di blog-nya Atanotoo

Semoga menang!