Frames, Green, Rustle and Sweet Tea

Kaktus “Captain Hook”

Seperti janji saya di postingan sebelumnya, saya akan ceritakan tentang kaktus yang durinya menyerupai pengait ini.

Kaktus ini tumbuh di sebuah pot di halaman samping rumah saya. Mama sangat benci ke kaktus ini karena seperti yang saya ceritakan, kaktus ini selain punya duri keras yang pendek dan berwarna putih itu, dia punya beberapa duri panjang berwarna gelap di bagian tengah yang ujungnya menyerupai pengait atau kail.

Kail atau pengait ini mudah sekali mengait tangan, kulit, dan benda-benda yang berpori atau berserat seperti kain, benang, bahkan daun tanaman lain. Selain menyebabkan nyeri karena durinya nyangkut, jika kita tidak hati-hati melepaskannya, maka pengait-pengait disebelahnya bisa ikut-ikutan nyangkut! Repot banget!

Lha kok dilalah, kaktus ini sengaja dicuekin, tapi pertumbuhannya gak juga merana, anakannya malah tumbuh banyak seperti kumpulan kue bulat-bulat kecil dan akhirnya membentuk bola besar yang penuh pengait. Sampai akhirnya Mama pernah menyuruh saya untuk membuang kaktus ini, karena lebih banyak menimbulkan mudharat daripada manfaat, hehehehe… tapi berhubung saya ngerasa eman-eman, saya simpan aja di daerah tersembunyi yang jarang dilalui orang, jadi tidak menggangu kan?

Satu hari saya iseng menggunting duri-duri pengait itu, dengan tujuan biar kaktus itu terlihat sedikit “ramah”. Berhasil untuk hari itu aja. Setelahnya duri pengait itu akan tumbuh lagi dan lagi. Saya jadi berpikir, apa sebenarnya manfaat duri pengait itu ya?

Lihat bagaimana benang, daun kering, kerikil dan benda-benda lain bisa tersangkut disana.

**

Suatu hari saya melihat ini

Bangkai apakah itu?

Itu bangkai katak malang yang terjebak oleh duri pengait si kaktus.

**

Dari sedikit observasi akhirnya saya bisa mengambil kesimpulan manfaat dari duri pengait itu. Hipotesis saya kira-kira seperti ini, bisa jadi benar-bisa jadi salah, tapi cukup realistis, imho 😛

  1. Duri pengait kaktus digunakan sebagai perangkap hewan kecil yang singgah pada tubuh kaktus. Contohnya katak malang di atas. Tentu saja semakin gesit sang katak mencoba meloloskan diri, semakin banyak duri pengait yang menangkapnya, sehingga katak tersebut tidak dapat bergerak dan mati pelan-pelan di atasnya. Terus apa untungnya bagi si kaktus? Tentu saja, sari-sari makanan dari tubuh katak akan terurai dan akhirnya diserap oleh kaktus, sehingga kaktus secara tidak langsung mendapat zat hara. Bisa jadi ini kaktus karnivora! *hihihihi.. lebay
  2. Duri itu adalah alat penyebaran populasi kaktus. Satu kali saya tersangkut oleh duri pengait kaktus yang ukurannya kecil, dengan mudahnya si kaktus ikut tercabut dan ikut di tangan saya, saya tentu berusaha mencabut dan melemparkannya ke tempat lain. Nah! Justru dengan teknik “nyangkut” itu, kaktus kecil itu akan mulai berkembang di tempat baru dan membentuk koloni barunya. Jadi, jika ada hewan besar atau manusia yang tidak sengaja tersangkut durinya, si kaktus bisa ikut dan berpindah tempat dan beranak pinak di tempat baru itu. Saya sudah lihat beberapa anakan yang jatuh di tanah disekitar induknya sekarang mulai tumbuh.

Hampir sama dengan teknik penyebaran tanaman “rumput bujang” yang duri-duri lunaknya suka nyangkut di celana atau kaos kaki kalau kita melewatinya. Yang nyangkut itu kan sebenarnya biji-bijinya, dan saat kita melepaskannya, si biji sudah berada di tempat yang jauh dari induknya. Mungkin pembaca ingat cerita tentang pohon “kitiran“? Nah kalau itu teknik penyebarannya dengan cara terbang!😀

**

Sungguh Maha Besar Tuhan yang menciptakan segala hal dengan sebuah alasan dan manfaat, bahkan untuk sebuah duri pengait yang kita kira sebuah “musibah”, ternyata mempunyai tugas mulia bagi si kaktus.

Semoga pengetahuan ini tidak hanya memperluas wawasan kita tentang tanaman, tetapi juga mengandung renungan tentang hikmah sebuah penciptaan.

Salam Kebun!

26 responses

  1. Lucunya Pohon kaktus,kena durinya sakit

    6 May 2011 at 12:52 AM

  2. kalo buat ngelindungin diri bisa juga gak sih? sapa tau rasa kaktusnya enak bgt sampe harus ekstra ngelindungin diri make duri seabreg gitu😀 *lebay

    iya, kalo duri biasa jelas untuk melindungi diri, karena batang kaktus kan mengandung air, juicy gt! Nah, coba kita sayur!

    6 May 2011 at 2:27 AM

  3. Dulu pernah beli kaktus yang berwarna warni gitu didaerah Cibodas puncak, tapa ga tahan lama. Sekitar dua mingguan sudah ‘wafat’ semua kaktusnya.

    Itu jelas mati karena stress perbedaan suhu yang extreme…

    6 May 2011 at 4:33 AM

  4. Menarik..
    Fotonya; ulasannya;
    Tapi, biasanya kaktus juga ada bunganya. Kecil sih, tapi kehadirannya menjadi bergarga dan dinanti di sela-sela banyaknya duri2…🙂

    Thanks mas yori, sampai saat ini kaktus itu belum berbunga… jadi penasaran juga gimana bunganya…

    6 May 2011 at 5:50 AM

  5. Saleum,
    Sepintas saya liat kaktusnya seperti kue Onde – Onde, tau kan mas?🙂 kan warnanya hijau tu sementara durinya keputih putihan gitu… berhubung orang rumah saya gak pelihara kaktus makanya saya gak tau macam2 kaktus, trims dah berbagi info kaktus2 yang “lihai” disini.
    Saleum

    Saleum apaan sih?

    6 May 2011 at 7:33 AM

  6. Agung Rangga

    huaaah…
    Malang sekali nasib si katak…😥

    Salam kenal kak…😀
    foto-fotonya keren…😉

    Thanks ya, salam kenal

    6 May 2011 at 7:59 AM

  7. Kataknya gosong kayak habis di goreng😀

    Subhanallah. Sesungguhnya Allah menciptakan sesuatu pasti ada alasan dan manfaatnya.

    hehehehe… katak goreng ya? *jadi inget waku di US, liat kaki katak digoreng, langsung eneg!

    6 May 2011 at 8:24 AM

  8. yustika

    Kalo kaktusnya ndak kepake di rumah kirim ke Grogol aja mas buat saya😀

    Itu bangkai cicak ya? Muka cicaknya kayak kebakar gitu, gosong, hehehe…

    Fungsi duri kaktus mgkn buat proteksi diri dari predator kali ya (kayak yg di game komputer itu mas, wkwkwkwk…)

    Dulu kata guru IPA pas jaman SD bilangnya duri kaktus fungsinya utk mengurangi transpirasi, tp sampe skrg saya ndak begitu mudheng,itu bentuk adaptasi morfologi karna menyesuaikan habitat atau apa ya? wkwkwk.. *lulusan pertanian yg durhaka :))

    duh, aku dah bilang itu bangkai katak! iya emang bener, karena kan batang kaktus kan mengandung air banyak, kalo gak berduri, udah dilalap! Yang aku omongin disini kan fungsi duri pengait, bukan duri yang biasa2 itu…😛
    nah duri itu kan sebenrnya adalah modifikasi daun, jadi tentu saja fungsinya hampir mirip, cuma luas penampangnya jadi sempit…

    6 May 2011 at 8:41 AM

  9. great, Prima! infonya menarik, saya ga usah repot googling, udah disuguhi dengan sangat menarik.

    jadi besok2 klo ada kaktur yang seperti, kira bikin matinya gimana? dikubur? dibakar? atau dicincang? *serius*

    soalnya kan klo dibiarin idup kesian makhluk2 kecil yang terperangkap, blom lagi klo kena anak2 … iya ‘kan? mending diberangus😛

    *efek PLN berulah lagi pagi ini bawaannya mau memberangus apa yang bisa diberangus :D*

    waduh, cukup disayur aja mbak… wkakkakkaka… jgn dibuang lha mbak.. mungkin bia diletakkan di tempat yang tinggi, jauh dr jangkauan anak-anak…

    6 May 2011 at 8:41 AM

    • yustika

      kasih ke saya aja mbak, ntar ditaruh pot2 kecil, trs dijual, jd duit deh.. hahahaha…..

      bisnis terus…. hihihiihihih…

      6 May 2011 at 8:46 AM

  10. zee

    Dengan kata lain Kaktus tersebut adalah jebakan Batman, ya. Jadi kena semua…

    6 May 2011 at 9:03 AM

  11. Alasan kedua lebih masuk akal daripada alasan pertama, mas Prima. tapi tentu saja kita tak pernah tahu karena kebenaran sejati memang hanya milik Penciptanya. Tapi layak dipikirkan maknanya. hmm….

    6 May 2011 at 9:25 AM

  12. Mau ngomentarin foto2nya ajahhh.
    kereeeeennnn ^^

    6 May 2011 at 10:06 AM

  13. Sekali lagi: “kaktus yang keren”. Jadi pengen melihara. Dulu ibu saya juga pernah memelihara beberapa jenis kaktus. Nyaris tidak perlu perawatan extra. Tinggal dijemur saja sudah tumbuh subur. Hehehe…

    Eh kayaknya setelah pindah rumah juga punya kaktus lagi. Ntar deh ku-foto2 kalok main ke sana.

    Salam

    6 May 2011 at 11:19 AM

  14. saya juga suka kaktus, enak ga perlu terlalu sering disiram

    6 May 2011 at 12:36 PM

  15. Hmmm dua hipotesis Mas Prim masuk akal juga.🙂
    Saya pikir cuma tanaman sejenis kantong semar yang karnivora.😀

    6 May 2011 at 1:29 PM

  16. hehe..kaya rambutan ijo ya prim..

    huhuh..kasihan deh katak..
    makanya jangan main jauh2 ya..
    jadi aja kena duri..

    6 May 2011 at 2:41 PM

  17. Setahu aku kaktus itu pohon yang paling kuat yachh….soale aku dirumah punya tapi dr jenis yang lain…jarang disiram tp msh tetap hidup heheheh….

    iya kalo punya anak kecil emang bahaya memelihara kaktus yang kayak gitu….terlalu banyak durinya….misal anak2 lagi pada main lari2an trus jatuh ke pohon kaktus itu gimana? apa pantatnya ngga gosong kayak bangkai kodok tadi hihihih……

    6 May 2011 at 2:43 PM

  18. owww em jiii.. kasihan katak yang malang itu, bagaimannna kalau katak itu ternyata pangeran?
    kasihan sekali pangeran itu, harus mati di atas kaktus sebelum mencium putri nya😦

    *komen orang kagak paham tanaman, pahamnya sama dongeng*
    ahahahahhahahhaha…
    pisss mas prim😀

    6 May 2011 at 2:55 PM

    • bisa dijadiin cerpen tuh is.. hehhehhe

      6 May 2011 at 9:39 PM

  19. “menghayal”, mbayangin duri kaktus nyangkut berbulan bulan di rambut saya, wow amazing tumbuh kaktus disana..

    hihihhihihih

    kesian kataknya ya prim, tapi itulah daur kehidupan🙂

    6 May 2011 at 3:11 PM

  20. Ann

    Ukurannya sebesar apa ya, kali aja bisa buat menghalau kucing/anjing yang masuk ke rumah😉
    Oya, suka lihat foto yang terakhir, suka dengan ekspresi kataknya🙂

    6 May 2011 at 9:15 PM

  21. bagus buat tanaman hias, atau juga jebakan buat nyamuk mungkin,,, hehehhe

    7 May 2011 at 8:58 AM

  22. wah, bisa dikembangin tuh, jadi usaha budidaya kaktus.

    7 May 2011 at 10:29 AM

  23. wahhh memang ya semua di ciptakan tuhan ada maksud nya. eh kasian banget sih katak nya. sampai membangkai gitu. hihi

    7 May 2011 at 3:14 PM

  24. bangkai kataknya seperti sudah dibakar..

    8 May 2011 at 8:41 AM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s