Frames, Green, Rustle and Sweet Tea

Archive for 23 April 2011

Antara Kita

Sosok itu beranjak dari samping jendela dan berdiri tepat di sampingku. Kami tidak bergerak, tidak pula berkata-kata. Aku masih tertunduk di titik yang sama. Bergeming tanpa mampu menatap wajahnya.

 “Nand…”

Aku menolehkan wajahku perlahan. Sekelebat bayangan bergerak cepat di depanku, tanpa isyarat, bersemayam dan menghempas riuh tepat di kiri wajahku.  Gemanya bersahutan mengisi sudut-sudut  lorong sekolah.

Aku masih di titik yang sama. Menatap kosong ke arah lantai. Merasakan perih yang teramat sangat di wajahku.

Kami berdiri sangat dekat. Lututnya lemas menghempas di lantai yang bisu. Tangannya mengepal dan bergetar. Satu dua tetes kepiluan meninggalkan jejak basah di dekat sepatuku. Tak terbendung, bersaing dengan isak tangisnya.

Aku mengelus lembut rambutnya. Dia tahu aku mengerti, aku adalah orang yang paling berdosa yang berani mencintai orang yang dia cintai. Air mataku tak tertahan lagi.

Hanya lorong sunyi dan semburat sinar senja yang menembus barisan jendela menjadi saksi persahabatan kami yang indah.