Frames, Green, Rustle and Sweet Tea

Archive for 22 April 2011

Story-Telling Contest

Selasa kemarin saya berkesempatan menghadiri Story-telling Contest tingkat kabupaten Tanah Laut, Kal-Sel yang diikuti kurang lebih 15 perwakilan dari SMP-SMP di seluruh kabupaten.

Apa itu story-telling? Jadi kontes bercerita sebuah cerita atau dongeng dalam Bahasa Inggris. Tidak hanya kelancaran bercerita dan cuap-cuap dalam bahasa Inggris, mereka juga dinilai dari penampilan, alat bantu bercerita, ekspresi dan komunikasi dengan pendengar. Seru juga lho! Selain karena tiap orang punya gaya masing-masing dalam bercerita, mereka juga saya nilai sangat baik berbicara dalam English, ya at least mereka cukup percaya diri di umur mereka yang masih muda.

Yuk liat-liat jalan acaranya…

Kata Sambutan

Doa

Sharing pengalaman pemenang 2 tahun yang lalu

Wait! Hhihiihihih… Tulisan WELCOME di spanduk itu salah cetak. 😛 Entah karena salah panitia atau salah percetakanya… 🙄

Dalam kontes ini setiap peserta membawakan dua cerita, meskipun ada peserta yang hanya menyiapkan satu cerita…

Ambil Nomor Urut

Niat, dengan kostum dan gambar bikinan sendiri

Gerak tubuh memukau!

Totalitas!

Full of expression

Beberapa peserta sangat berbakat, saya merasa sedang menonton acara mendongeng di TVRI..hihihihi… tetapi ada pula peserta yang nervous dan harus meninggalkan panggung acara karena tidak bisa meneruskan ceritanya… Semoga tahun depan lebih siap lagi ya!

Putri Raja?

bawang merah bawang putih

Kisah Seekor Buaya

Peserta ini suaranya mantap!

yang hadir...

Greedy Shark!

Pengumuman pemenang oleh Juri 1

Tegang semua!

Si Juara Pertama!

5 besar!

Pemenang dan guru-guru

Selamat bagi para pemenang!

Si Juara Pertama akan diikutsertakan dalam Story-Telling contest Tingkat Propinsi di Banjarmasin, dan jika menang akan lanjut ke Tingkat Nasional! Semangat semua! 😀

Ada suatu hikmah tersirat dalam setiap acara kontes-kontes seperti ini. Selalu ada kalah dan menang, itu wajar. Bahkan terkadang penilaian kita untuk seseorang bisa jadi terpengaruhi oleh penilaian subyektif, meskipun juri tentu berusaha untuk se-obyektif mungkin, semua akan kembali pada kriteria penilaian, bobot dan jumlah nilai yang terkumpul.

Sehingga terkadang ada omongan: “Lho saya pikir dia yang seharusnya juara kedua?!” Selalu ada pro-kontra, tetapi ada baiknya mengevaluasi diri sendiri dan mencoba untuk lebih baik di kemudian hari. *sok bijak mode: on

This slideshow requires JavaScript.

Happy Blogging!