Frames, Green, Rustle and Sweet Tea

Archive for 16 April 2011

Pohon “Kitiran”

Masa kecil saya di Kalimantan, memang dekat dengan alam. Komplek Perumahan PG. Pelaihari memang berada di tengah rimba dan kebun tebu. Jadi wajar saja kalau saya dan teman-teman akrab sekali dengan kegiatan outdoor dan petualangan di alam bebas, kalau istilah jawanya: blasak-blasak!

Di belakang komplek saya dulu ada sebuah hutan, khas hutan hujan tropis kalimantan, yang ditumbuhi semak dan pohon besar. Beberapa titik tanah kosong di sekitar perumahan itu sudah mulai digarap oleh warga sebagai kebun, meskipun tidak banyak, dari ketela pohon, ubi jalar, jagung dan lain-lain. Sehingga saya dan teman-teman harus masuk lebih dalam ke hutan untuk bermain, soalnya kalau main di kebun orang bisa dimarahin, suka bikin rusuh dan porak poranda kebun, hahahaha…

Suatu hari saya mungkin masih duduk di kelas 2 atau 3 SD, teman-teman saya mengajak saya berpetualang ke dalam hutan. Iseng-iseng kami ingin mencari biji-bijian berwarna abu-abu kehitaman seperti manik-manik, yang bisa di bikin kalung dan gelang, uniknya biji-bijian itu punya lubang di tengahnya sehingga gampang untung dirangkai dengan benang…entah apa namanya. Ada yang tahu?

Banyak cerita tentang seramnya hutan itu, banyak anak-anak yang lebih besar mengatakan agar kami tidak masuk hutan terlalu jauh, karena bisa tersesat. Meskipun ragu-ragu, dengan dalih mencari sumber biji-biji itu lebih banyak, toh akhirnya saya ikut acara masuk hutan itu dengan berpesan pada diri kami untuk mengingat setiap jalan yang kami lalui agar bisa kembali pulang. Saya lupa, mungkin kami berjumlah sekitar 4-5 anak.

Petualangan itu di mulai setelah pulang sekolah. Diawali dengan melalui kebun-kebun, pisang-pisang, sampai alang-alang, dan aliran sungai kecil yang masih jernih… Tapi sampai sejauh itu, kami belum menemukan tanaman manik-manik itu. Kami mulai kelelahan. Kami memutuskan untuk istirahat di bawah pohon. Beberapa orang mengeluh dan mengajak pulang. Kami mulai makan buah rambusa dan ciplukan yang kami temukan di sepanjang perjalanan. Ada yang tau tanaman ini? 😀

Rambusa (Passiflora foetida) masih satu keluarga dengan markisa, buahnya kecil seukuran duku, rasanya asem-asem manis, katanya sih itu makanan ular, hehehehe…

Sedangkan ciplukan (Physalis angulata), sekarang dikenal sebagai salah satu tanaman herbal yang kaya manfaat dan unsur obat. Rasanya manis jika sudah masak, plus ada rasa khas yang ciplukan yang tidak bisa saya gambarkan dengan kata-kata 😆

Tiba-tiba seorang teman saya mengambil sesuatu dari tanah. Sebuah benda seperti kelereng kecil dan bersayap.

“Woy ini kan… biji pohon…pohon… apa ya namanya? Tau nggak?” tanya dia ke anak-anak yang lain.

Kami menggeleng-geleng tidak tahu.

“Ini biji kitiran!” kata dia asal.

“Kitiran???” kami melihat benda asing itu.

Teman saya kemudian melempar biji bersayap itu ke udara, dan biji itu kembali ke bumi sambil berputar seperti baling baling bambu doraemon. Persis kitiran juga. Kami takjub!

“Wowwww… bagus!”

Teman saya mengajak kami untuk mencari pohon kitiran yang pasti ada di dekat sini. Kami bersemangat untuk menemukan pohon yang kami beri nama pohon “kitiran”. Agak susah juga karena kita harus melihat ke atas dan kebawah, mencari tahu pohon manakah yang pohon kitiran??

****************************************************************************************************************************

 Stop Press!

Hopea odorata

Famili: Dipterocarpaceae
Nama umum: Merawan (nama dagang untuk kayu dari beberapa jenis kayu keras ringan Hopea spp).

Penyebaran dan habitat
Asli Asia Tenggara, menyebar mulai India (Pulau Andaman), Myanmar, Thailand dan Indocina dan ke selatan sampai semenanjung Malaysia utara. Pada kebanyakan sebaran alaminya, jenis ini tumbuh di hutan tropis dataran rendah dengan tanah subur sampai ketinggian 300 m dpl, lokasi tumbuhnya tidak jauh dari sungai. Namun, populasi di India tumbuh di hutan basah selalu hijau pada ketinggian, jauh dari sungai. Pertumbuhan terbaik pada daerah bercurah hujan tahunan lebih 1.200 mm dan suhu rata-rata 25 – 27°C. Dapat tumbuh pada habitat yang beragam serta mudah dibudidayakan.

Pemanfaatan
Kayunya keras, ringan dan kuat, digunakan untuk konstruksi berat dan  ringan,  mebel, vinir  dan  banyak kegunaan lainnya. Kerapatan kayu 0,5 – 0,98g/cm3 pada kadar air 15%. Cocok ditanam pada tanah yang telah terdegradasi, juga banyak ditanam sebagai tanaman hias dan penaung. Kulitnya mengandung tannin tinggi, dapat digunakan untuk penyamak kulit, juga menghasilkan getah bermutu rendah (damar batu).

****************************************************************************************************************************

Akhirnya kami menemukan juga pohon kitiran itu, letaknya agak berjauhan dengan pohon-pohon yang lain, pohonnya tinggi dan lebat. di bawahnya kami banyak menemukan biji kitiran tersebut, mungkin ratusan jumlahnya, saya segera  mengantongi biji kitiran itu dengan kantong plastik yang kami persiapkan dari rumah untuk dibawa pulang.

Beberapa orang terlihat bersenang-senang dengan melempar-lempar biji kitiran itu ke udara, sangat menyenangkan bagi kami yang pertama kali menemukan biji bersayap aneh itu. Seorang anak malah naik ke atas pohon dan melempar banyak sekali biji kitiran yang sengaja diambil dari bawah, hahahaha… Kami girang dan tak henti bersorak.

Sampai pada suatu momen, tiba-tiba angin bertiup kencang beberapa kali, dan ratusan biji kitiran jatuh dari pohonnya. Itu adalah satu keindahan yang pernah saya lihat seumur hidup saya. Kami bersorak! Kami tertawa dan melompat. Biji-biji kitiran berputar, dan terbang jauh di tiup angin siang yang hangat, menyebar, berputar, berakrobat di angkasa, seolah-olah sedang menghibur kami yang kelelahan.

Biji-biji kitiran terbang jauh. Mereka kelak akan tiba pada suatu tempat yang jauh dari induknya, dan menjadi pohon kitiran muda dan akan menghasilkan lebih banyak biji kitiran. Tuhan sungguh Maha Indah…

Kami pulang. Meskipun tidak mendapat biji manik-manik, kami pulang dengan sekantong biji kitiran. Tidak henti-hentinya saya bercerita kepada teman yang lain, bahwa di dalam hutan ada sebuah pohon ajaib yang punya biji yang bisa terbang dan berputar. Itulah pohon kitiran. Saya memberikan biji kitiran ke teman-teman saya yang lain seolah-oleh ingin berbagi kebahagiaan tentang pengalaman indah tersebut.

***

Literatur dan gambar:

http://www.rimbundahan.org/environment/plant_lists/dipterocarpaceae/Hopea-odorata.jpg

http://lekowala.blogspot.com/2005/06/hopea-odorata-in-botanic-gardens_1156.html

http://bpthbalinusra.net/isbseedleaflet/99-merawan-hopea-odorata-roxb.html

http://kumpulanspasi.wordpress.com/2010/09/10/mengendarai-khayalan/

http://wikipedia.org

Advertisements