Frames, Green, Rustle and Sweet Tea

Rumput Tetangga

“Rumput tetangga selalu lebih hijau”

Mungkin kata-kata itu sudah seringkali lewat di telinga kita. Keadaan di mana kita merasa orang lain lebih beruntung, lebih baik, lebih berhasil, lebih bahagia, lebih ini dan lebih itu. Biasanya ini akibat kita membandingkan keadaan kita dengan orang lain yang berada di “atas ” kita.

 

Mungkin hampir semua orang pernah merasakan saat-saat seperti ini, sedikit atau banyak, jarang atau sering, intinya terbesit rasa iri di dalam hati. Menurut saya, perasaan iri adalah manusiawi sekali, iri yang baik tentunya memunculkan suatu pemikiran dan motivasi, tetapi jika berlanjut menjadi dengki, nah itu namanya penyakit hati😀

 

Tentu saja saya juga mengalaminya rasa iri ini. Kadang merasa rumput tetangga lebih hijau dari rumput kita. Terlebih lagi yang hubungannya dengan hal-hal yang tidak mampu dimiliki atau tidak mampu diraih. Banyak hal yang memunculkan perasaan ini, bisa dari sekedar ngobrol, chatting sampai blogging.

 

 

Pada satu kesempatan saya menelepon teman saya baru pulang dari US, berbagi cerita, hingga kemudian dia mengatakan bahwa  dia berniat melanjutkan S2 secepatnya. Saya berpikir, betapa beruntungnya dia. Saya iri.

Lain kesempatan saya chatting dengan teman di YM dengan teman yang sudah bekerja di Singapura dan US. Kehidupannya semakin sibuk dalam dunia kerja yang penuh tantangan. Karirnya semakin melesat. Saya berpikir, betapa beruntungnya dia. Saya iri.

Lain lagi dengan cerita seorang teman yang sedang bersiap-siap melanjutkan studi dengan besasiswa S2 di negeri tirai bambu, padahal sekarang pun dia masih di luar negeri. Cepat sekali bergerak. Saya berpikir, betapa beruntungnya dia. Saya iri.

Kemudian saya ngeblog, baca tulisan orang yang keseharian kerjanya dipenuhi dengan kegembiraan dan tulisan penuh semangat dan aura kebahagaiaan. Membangun perusahaannya sendiri. Travelling ke tempat-tempat penuh kejutan. Karir yang melesat jauh meninggalkan teman-teman seumurannya. Saya berpikir, betapa beruntungnya dia. Saya iri.

 

 

Tidak akan habis rasanya jika kita terus membandingkan diri ini dengan hal-hal yang kita tidak miliki. Hati menjadi lelah membandingkan hal-hal yang sebenarnya tidak perlu dibandingkan. Tapi namanya juga manusia, selalu saja ada masanya hati menjadi goyah.

Tetapi kehidupan ini tidak mulu masalah melihat ke atas. Dari percakapan, chatting dan blogging juga kita bisa memperoleh banyak cerita yang berkebalikan. Selalu ada cara kita untuk sesekali melihat rumput kita lebih hijau. Melihat diri ini lebih baik, lebih beruntung, dan lebih dari orang lain. Kemudian kita seperti mengobati rasa iri itu dengan rasa syukur.

 

 

Satu kali saya bertemu dengan teman lama. Dia orang baik tetapi tidak sedang bernasib baik. Sekolahpun dia tidak sampai lulus. Hidupnya dipenuhi dengan perbuatan tidak berguna. Bekerja tidak jelas juntrungannya. Dia mengeluhkan hidupnya amat berantakan. Saya terketuk, betapa beruntungnya saya. Saya bersyukur.

 

Lain kesempatan saya bertemu dengan teman yang sudah berkeluarga, tetapi hidupnya juga sakit-sakitan dan penuh dengan perjuangan. Memiliki anak di umur yang muda tanpa persiapan justru membuat hidupnya semakin runyam . Kini dia harus bekerja lebih giat dari biasanya. Lebih banyak keringat, lebih banyak air mata. Saya terketuk, betapa beruntungnya saya. Saya bersyukur.


Saat ngeblog, saya juga membaca tulisan sederhana dari para blogger tentang kehidupannya di kota kecil yang dipenuhi dengan tawa dah rasa syukur meskipun pekerjaannya tidak terlalu menjanjikan karir, meskipun hidupnya hanya seputar itu-itu saja. Tetapi tidak sedikitpun dia bersedih. Saya terketuk, betapa beruntungnya saya. Saya bersyukur.

 

 

Jadi intinya apa?

Ubah rasa iri menjadi semangat berjuang saat melihat rumput tetangga lebih hijau.

Sebaliknya, Pandai bersyukur saat melihat rumput tetangga ternyata tidak sehijau rumput kita.

 

Hidup ini tidak mulu tentang melihat orang-orang yang berada di atas, kita juga bisa melihat orang-orang yang berada di bawah pada saat yang sama. Itu yang kelak melatih kita untuk  pandai menjaga dan menyikapi hati. Itulah yang membuat hidup ini seimbang. Bersemangat dan bersyukur  pada saat yang bersamaan!

 

 

*Nasihat untuk diri sendiri: Perjalanan masih panjang prim, tetap semangat dan tetap bersyukur menjalani hidup!

 

Happy Blogging!

42 responses

  1. saat melihat ke atas, jadikan itu motivasi dan semangat, juga bersyukur kita diberi semangat dari lingkungan dekat…
    Hitung berkatmu, dan kamu tidak akan pernah selesai menghitungnya, hanya syukur yang kemudian terus terpanjat..
    Pandai bersyukur memang obat hati yang paling manjur Pim…🙂

    9 March 2011 at 1:37 PM

  2. aslih

    aku iri dengan kepribadianmu yg bisa bikin orang happy, bikin aku happy…
    aku iri dengan kebebasan berpikirmu …
    aku iri pim, setidaknya dirimu tidak sedang merasakan betapa sakit hatinya berpisah dengan seseorang yg sangat kamu cintai dan you just realize that this person is not for you, it’s imposible to be together with this person….
    aku iri, betapa kau tidak menangis sendirian di kamar tanpa ada yg memelukmu erat dan mengatakan “evrything is gonna be alright!”…
    aku iri…..!😦😦

    9 March 2011 at 1:40 PM

    • aduh neng, sabar ya…🙂

      9 March 2011 at 10:15 PM

  3. bagnidilucca

    I love the colour in your photos.

    9 March 2011 at 2:04 PM

    • 🙂 I edited by photoshop… looks warm and a bit vintage..

      9 March 2011 at 10:15 PM

  4. …… *aku masih banyak iri

    tapi aku gak iri karna ngliat rumput tetangga yg lebih hijau, karena di tempatku banyak tanaman yg lebih cantik dari rumput2 itu (klo ini gak perumpamaan, ini beneran :D)

    9 March 2011 at 2:20 PM

    • 😛 aku juga ngiri…

      9 March 2011 at 10:14 PM

  5. Aku juga sering iri dengan orang lain, Bahkan ada yang lebih muda dari aku tapi punya prestasi yang gemilang.. Siapa yang tak iri?
    Kalau di tinjau dari masa lalu aku harusnya malu karena menghabiskan masa muda dgn sia-sia, lain dengan orang lain yang dari muda telah menyibukkan waktunya dengan keseriusan.. Hemm..😀

    Tapi aku masih bersyukur, karena ternyata rumput di halaman rumah ku lebih hijau dari rumput tetangga.. hahaha….😆

    9 March 2011 at 2:22 PM

    • apalagi aku mas… (–_–)

      9 March 2011 at 10:14 PM

  6. Dulu aku sering berpikir seperti itu, iri sama temen yg bisa kuliah dimana aja, selesai kuliah langsung dapat kerja, kerja setahun langsung kawin…ah rasa-rasanya hidupnya lurus2 aja…tapi sekarang udah ngga lagi, karena masing2 orang sudah ada jalan hidupnya sendiri-sendiri.

    9 March 2011 at 3:19 PM

    • wah, nambah umur nambah pengalaman… begitulah mbak, maklum aku kadang masih belum tua pikir…

      9 March 2011 at 10:13 PM

  7. yup.. bersyukur dan bersabar adalah kunci kebahagiaan hidup..🙂
    lihatlah keatas untuk meningkatkan semangat juangmu, dan lihatlah kebawah untuk menempa kepedulianmu..🙂

    9 March 2011 at 5:15 PM

  8. kalo selalu ngeliat ke atas emg rasanya bakalan ngiri terus. baru deh abis ngeliat ke bawah, kita bisa dgn lantang berkata “betapa beruntungnya saya”🙂
    terima kasih, mas udah ngingetin😀

    9 March 2011 at 5:18 PM

  9. Bersukur bersukur…,

    mari bersyukur….,
    n.n

    9 March 2011 at 11:37 PM

  10. Beuuuh. . Gag nahan ngeliat potonya, ajib banget. Pingin rasanya gw berada disitu.
    Oh ya, iri dan bersyukur kayaknya itu adalah bagian dari sifat tiap manusia. Semoga kita bisa menyikapinya dengan benar dan baik ya Prim.

    Salam.. .

    10 March 2011 at 1:49 AM

  11. bener prim..
    gua juga orangnya gampang sekali iri ama orang lain.
    yah yang penting kita harus lebih banyak mensyukuri apa yang kita udah dapetin ya. jangan ngiri terus.. karena banyak orang lain yang lebih susah dari kita juga…🙂

    enjoy life….

    10 March 2011 at 2:52 AM

  12. Supaya jangan iri terus, batasi bergaul dgn mereka yg di atas kita. Tapi kalau bisa bersikap wajar justru bergaul dgn orang sukses bisa membuat kita ikut sukses.

    10 March 2011 at 4:44 AM

  13. riez

    Rumput yang selalu hijau memang menggoda tinggal bgimana tingkat iman kita (eitz bukan menggurui lho)

    10 March 2011 at 7:31 AM

  14. Hm…senang aku membacanya prim…

    adekku sudah semakin matang🙂 (buaahhhh kali yak pake mateng segala)
    meski soal iri-iri itu susah sekali kita hilangkan…selalu ada.

    Setuju dengan kak Monda, ada baiknya kita berbagi manfaat dengan yg kurang beruntung…hidup kita jauh akan lebih bermakna prim….

    tetap semangat ya adekku, selalu ada jalan selagi kita mau dan Tuhan mengijinkan !

    10 March 2011 at 7:57 AM

  15. Cuyyyyy
    Dari semua postingan lo,,
    Ini yang paling kerennn
    TOP dah ahhh,,,
    Gw sukaaaa ‎​ƪ(‾ε‾“)ʃ ‎​ƪ(‾ε‾“)ʃ

    Kdang gw juga suka kaya gitu,,
    Ngiri liat kehidupan orang yg lebih baik dari gw,, tapi saat gw melihat kebawah ada banyak orang yang gak seberuntung gw,,,

    Hidup hanya ttg bersyukur dan menerima,,
    Maka semua akan menjadi lebih baik

    10 March 2011 at 8:32 AM

  16. Syukuri rumput halaman rumah kita
    karena inilah milik kita yang terindah🙂

    10 March 2011 at 8:57 AM

  17. siiippp…keren….
    kita harus bersemangat sekaligus bersyukur dengan apa yang kita dapat saat ini…

    btw soal rumput tetangga…mas prima doyan makan rumput yah??? kok bawaannya mupeng gitu liat rumput tetangga… hihihi…:mrgreen: *kabuuuuurrrrrr!!!*

    10 March 2011 at 9:13 AM

  18. terus semangat baaang. karena kita ga akan pernah tau gimana rencana Tuhan selanjutnya. bersyukur ya bang ;D hihi bagus deh postingannya ♥

    10 March 2011 at 11:27 AM

  19. betol
    setuju Prim
    selalu bersyukur membuat senyum terus mengembang dan merasa beruntung setiap waktu😀

    10 March 2011 at 12:14 PM

  20. Betul sekali, jangan suka melihat rumput tetangga kemudian membanding-bandingkannya dengan rumput halaman rumah kita.

    karena kita harus fokus dengan rumput halaman rumah kita, mau kita apakan ? mungkin kalau mencontoh untuk dijadikan lebih baik tidak apa-apa.. hanya sebagai acuan dalam membuat rumput yang lebih baik..

    10 March 2011 at 1:23 PM

  21. Alhamdulillah. Bersyukur karena sll org yg mengingatkanku. Makasih mas..🙂

    10 March 2011 at 3:49 PM

  22. yah,,,,,rumput tetangga memang lebih hijau…tapi mawar mawar di taman kita lebih indah…🙂

    indahnyahidup ini apabila kita mensyukuri segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita…🙂

    10 March 2011 at 4:11 PM

  23. Mas Prima, ada pupuk untuk rumput gak? biar rumput kita gak kalah hijau sama rumput tetangga😀

    10 March 2011 at 5:33 PM

  24. Hiyaaaaa bener banget, obat untuk rasa iri melihat kehidupan orang lain nggak ada selain rasa syukur pada apa yang udah kita dapat.😥
    Dari pada melihat ke atas, lebih baik lihat ke bawah. Masih banyaaaaaak orang yang nasibnya lebih buruk dari kita. Jadikan itu acuan untuk bersyukur. Tapi, bukan berarti bersyukur itu merasa puas diri lho ya.😀 Bedanya tipis sih…
    Rasa iri sebenernya bisa diubah sebagai pemicu lho. Pemicu untuk kita jadi lebih semangat dalam menjalani hidup. Katakanlah, setidaknya untuk mencapai seperti apa yang telah orang lain capai.🙂

    10 March 2011 at 6:37 PM

  25. kalao istilah dalam bahasa Jawa dan org jawa, ini disebut dengan Wang Sinawang….
    http://ahmedfikreatif.wordpress.com/2010/04/24/semua-hanya-wang-sinawang/

    syukur syukur…..😀

    Ini seperti kisah tukang becak dengan seorang direktur sebuah perusahaan yang hidup bertetangga. Abang tukang becak sering melihat sang direktur naik mobil mewah dengan sopir. Ia berpikir betapa nikmatnya hidupnya. Kemana-mana naik mobil AC diantar-antar, beli sesuatu tinggal gesekkan kartu kredit dll. Sementara sang direktur juga sering melihat abang tukang becak tertidur di dalam becaknya di siang hari yang cukup terik dan berprasangka betapa enaknya tetangganya yang tukang becak itu bisa tidur kapan saja bahkan di bawah terik siang hanya di dalam becak saja. Sementara ia harus menelan pil tidur untuk bisa sekedar memejamkan mata. Setiap hari pikirannya selalu dihantui perasaan takut dirampok, berprasangka buruk kepada orang yang mendatanginya, dll. Ia tidak pernah bertatap muka dengan istri dan anaknya karena kesibukannya. Harta berlimpah yang ia miliki pun tak bisa ia nikmati sepenuhnya.

    salam.

    10 March 2011 at 6:54 PM

  26. Kalau sudah termotivasi, paling asyik jika bisa memotivasi teman2 juga. Ayo… jangan lupa vlog-nya. Hehehe…

    10 March 2011 at 7:46 PM

  27. waktu kita akan habis terbuang percuma kalo kita terlalu sibuk membandingkan kehidupan kita ama yg lain mas..

    bersyukur..itu yg paling penting *nasehatin diri sendiri

    10 March 2011 at 10:37 PM

  28. Piiiim, ituh foto keren bangggets……….
    aku sukaaaa………. 🙂

    Hidup dengan penuh rasa syukur lah yang menjadikan hati kita damai .
    karena hidup sebenarnya hanyalah masalah syukur dan penerimaan
    agar kita tdk mudah kecewa tentunya
    salam

    10 March 2011 at 11:19 PM

  29. tidak selamanya yg hijau itu baik lho…!
    terkadang kita tidak menyadari bahwa kebutuhan kita tidaklah sama dengan apa yg dimiliki orang lain. tapi kita sering kali kepanasan dengan milik orang lain.

    artikelnya mantab sob… inspiratif🙂

    11 March 2011 at 12:39 AM

  30. pada satu kesempatan saya melihat seorang dulur blogger pinter membuat rancangan header pada blog dengan foto-foto yang indah.. saya iri

    dan seandainya saja dia mau membuatkan untuk blog saya, tentu saja saya tidak akan iri.. justru saya akan bersyukur..bersyukur dan bersyukur hehehe

    yupz betul Mas Prim kuncinya hanyalah bersyukur agar kita bisa menikmati hidup ini..

    11 March 2011 at 1:33 AM

  31. Ann

    Aku cukup menikmati pagi ini dengan merapikan taman dan rumput rumah sendiri.
    Nice article, tumben menemukan tulisan seperti ini di primeedges🙂

    11 March 2011 at 10:39 AM

  32. wooooooooiiii.

    11 March 2011 at 11:00 AM

  33. zee

    Hai Prim.
    Memang harus sering2 bersyukur atas rezeki yang kita punya, agar tidak mengeluh dan membanding2kan dengan orang lain.
    Tapi memang gambar rumput di atas itu hijau sekali ya. Rumput apa itu Prim? Beli dimana? Biar aku pasang di rumah😀

    11 March 2011 at 11:25 AM

  34. Nice post Mas Primm..
    Aku sukaaaaa….
    hidup harus dipenuhi dengan syukur dan semangat…
    makasih mas undah menginspirasi…

    11 March 2011 at 2:42 PM

  35. yustika

    Kayak filsafat Yin Yang mas, kalo hari ini kita mengalami kesusahan, esok hari kita akan mengalami kebahagiaan. Makin tingkat kesusahan yang kita alami, maka makin tinggi pula kebahagian yang kita raih. (dapet ilmu ini dr konsumenku di toko.. hehe..)

    Aplg kalo liat perjuangan org lain yg berusaha ‘lebih’ shg dapat hasil yg ‘lebih’ juga, itu bisa jd katalis buat kita.. Parameter sukses tiap org pun berbeda2.. Hijau di mata kita, blm tentu hijau di mata org lain, begitu jg sebaliknya🙂

    Sudah baca novel “9 Summers 10 Autumns-Dari Kota Apel Ke The Big Apple”-nya mas Iwan Setyawan (alumni IP* jg lho)? .. Salut deh sama perjuangan hidupnya..🙂

    11 March 2011 at 10:31 PM

  36. Agar hidup ini indah..
    Yuk marii buang perasaan iri *penyakit hati*
    lebih banyak bersyukur menerima yang ada dan bersemangat untuk meraih yang belum ada..

    11 March 2011 at 11:14 PM

  37. Pri Harum Belawati

    Melihat ke atas, memberi kita secerca harap untuk maju..
    Melihat ke bawah, mengajarkan kita arti bersyukur atas semua anugrah Allah untuk kita..
    Sungguh Inspiratif mas^^..
    Tersadar, bahwa saya masi jauh dari pribadi yang pandai bersyukur..
    Izin share ya mas…

    18 May 2011 at 6:40 PM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s