Frames, Green, Rustle and Sweet Tea

Antara Benci dan Lupa

Teinspirasi dari banyaknya perceraian suami-istri, penghianatan kekasih, perpisahan persahabatan, orang tua yang tinggalkan anak-anaknya dan anak-anak kecil yang ditelantarkan… ini hanyalah cerita yang akhirnya ditentukan oleh kita sendiri…

 

Dahulu kala hiduplah seorang Ibu miskin yang hidup kesepian di sebuah desa. Kehidupannya telah berjalan 10 tahun semenjak suaminya yang seorang sang petani meninggalkan dunia ini. Ibu itu hidup dengan berkebun di halaman belakang dan mencari kayau bakar setiap hari. Kehidupannya yang sederhana dan tercukupi, tetapi hatinya selalu kesepian karena tidak adanya kehadiran buah hati dalam rumahnya.

Bertahun-tahun Sang Ibu memohon pada Dewa agar diberikan seorang anak yang lahir dari rahimnya. Sesuatu yang mustahil memang, tetapi si Ibu tidak pernah berhenti berdoa untuk memohon keajaiban itu datang. Hingga pada suatu malam Sanng Ibu bermimpi. Dewa datang dalam mimpi Sang Ibu.

 

“Wahai ibu yang kesepian, aku akan memberikan seorang anak laki-laki padamu. Dia adalah anak laki-laki yang cerdas, rupawan dan kuat. Dia akan menjadi orang yang paling berkuasa di negeri ini kelak. Tetapi akan ada balasan dari kebahagiaan ini, sesuatu yang harus kau bayar saat dirinya berusia 17 tahun.”

 

“Balasan apakah itu?”

 

“Air matamu”

 

“Hanya itu kah?”

 

“Kelak saat dia berumur 17 tahun, aku akan datang kepadamu dan menagih janji itu”

 

“Baiklah dewa, aku menerimanya..”

Si Ibu tidak mengerti arti airmata itu, dia hanya berpikir sebuah kebahagiaan akan menghampirinya segera. Ya seorang anak laki-laki akan terlahir sebagai anaknya. Anak laki laki yang kelak akan menjadi orang besar di negeri ini.

 

Sang anak pun lahir di dunia. Bertahun-tahun sang Ibu hidup bahagia bersama anaknya tersebut. Hidup mereka dipenuhi senyum dan tawa hingga sang anak kini hampir berusia 17 tahun. Anak itu kini sudah menjadi pemuda yang gagah, cerdas dan kuat seperti apa yang diucapkan oleh dewa. Tidak tanggung-tanggung kecerdasan dan keberaniannya telah membuat putri raja jatuh hati padanya dan memintanya untuk meminangnya. Sang anak mengatakan pada Ibunya akan menikah dengan putri raja tersebut tepat saat usianya 17 tahun. Lalu kelak mereka akan tinggal di istana bersama. Sang Ibu tentu sangat bahagia dengan rencana itu.

 

Suatu malam menjelang sang anak berusia 17, Dewa datang dalam mimpi sang Ibu.

“Wahai Ibu yang kesepian, aku datang menagih janjimu 17 tahun yang lalu”

 

“Akan kutepati janji itu, sebutkan permintaanmu…”

 

“Kau harus memilih satu dari dua pilihan… Pilihan pertama, anakmu akan membencimu seumur hidupnya, hidupmu akan menderita sampai akhir hayat meskipun kau tinggal dan hidup bersamanya. Kebenciannya kepadamu akan melebihi 1000 kebencian yang ada di dunia ini… Pilihan kedua, anakmu akan melupakanmu, kamu akan ditinggalkan sendiri seperti dulu kala saat kau masih sendiri. Semakin dia berusaha mengingatmu, semakin dia akan melupakanmu. Dia akan melupakanmu sampai akhir hayatnya”

 

Sang Ibu terdiam mendengar dua pilihan sulit itu. Air matanya kini menetes di pipinya.

 

“Jawablah, manakah yang kau pilih?”

***

Sahabat, jika sahabat menjadi Ibu itu, apakah jawaban sahabat? Sahabat lebih memilih mana?

Bayangkan jika sahabat menyayangi seseorang dan harus mengalami perpisahan dengan pilihan yang sulit seperti ini. Saya tidak tahu hikmah dari kisahΒ  saya ini, tetapi saya punya pilihan sendiri, alasan sendiri dan hikmah sendiri.

 

Bagaimana dengan sahabat?

 

42 responses

  1. Hehehehhehe… cerita aneh memang.. gak papa lha, mumpung lagi melowπŸ˜€

    17 February 2011 at 8:17 PM

    • Hani kalau lagio mellow malah sok2an berpuisiπŸ˜€

      17 February 2011 at 11:47 PM

  2. Wew, kirain ceritanya senada sama yg nyetrum2 itu Mas, ternyata beda karakter;
    Saat saya mencoba memposisikan diri sebagai seorang ibu (seperti tokoh diatas), saya tidak bisa memilih. Bingung. Kalaupun dipaksa, saya memilih yg pertama. Pahit memang, tapi kan masih bisa memandang wajah buah hatinya. Duh ceritanya ngenes (sedih) Mas PriM..

    17 February 2011 at 8:33 PM

    • biar gak bosen mas, wkakakakak…πŸ˜€ jgn dipikirin mas…ini sekedar fiksi belaka wkaakkkakkaak… gubrak!

      19 February 2011 at 10:11 AM

  3. yustika

    Bingung mau milihnya, pilihan 1 dan 2 sama2 gak enak, hahahaha….

    Kalo lg melow, makan marshmallow ajaπŸ˜€

    17 February 2011 at 8:41 PM

    • halaaahhhh…. ya sudah makan mashmellow aja yuk. wkakakaka

      19 February 2011 at 10:00 AM

  4. DSK

    ceritanya bagus bikin terharu,
    bingung ga bisa jawab, pilih atau aja ah xixixi

    lam kenal ya …

    17 February 2011 at 8:45 PM

    • πŸ˜› Thanks mbak…

      19 February 2011 at 9:59 AM

  5. pilihan yang berat mas, apakah ini yang disebut tulisan ilmiah mas.. berat banget makna dari tulisan ini.. tapi pelajarannya dan pendewasaan dari realita terdapat pada tulisan ini mas.

    17 February 2011 at 9:30 PM

    • hahaha… ini biasa aja mas.. sedang memutar sebuah permasalahan hati yang dituang dalam sebuah cerita…πŸ™‚

      19 February 2011 at 9:59 AM

  6. duh, Prima……….. mellow kenapa sih sayang…………… ??
    kalau bunda , sebagai seorang ibu, pasti milihnya nomer dua,
    gpp dia melupakan sang ibu, toh kenangan selama 17thn membesarkannya gak akan pernah hilang dr hati dan jiwa sbg ibu.

    daripada hrs disuguhi kebencian seluruh kebencian yg ada didunia , lebih baik, sang ibu dilupakan, tp tetap sang anaknya bahagia, walaupun gak mengenal dia.
    salam

    17 February 2011 at 9:48 PM

    • kalo bunda sih kebaca pilihannya…πŸ˜› *dipentung!

      19 February 2011 at 9:57 AM

  7. aku mungkin pilih yg kedua Prim krn aku tdk ingin di hati anakku ada kebencian sekecil apapun & kpd siapapun. Lebih baik dia melupakanku tp tetap baik kpd semua orang, mungkin jg padaku meskipun dia lupa aku ibunya, daripada dia mengingatku tp membenciku…

    Salam.

    17 February 2011 at 10:39 PM

    • calon ibu nambah satu… wkakakakkak

      19 February 2011 at 9:57 AM

  8. πŸ˜₯ Benci rasanya kalau di suruh memilih, kenapa tak langsung kau suguhkan roti tidak usah di suruh milih roti atau donat!

    Tapi, kalau kita menyayangi seseorang akan baik jika kita melepaskan dia dan jika itu bisa membuat orang yang kita sayang bahagiaπŸ™‚

    Rasanya memang sakit, tapi mungkin ini lah waktunya membuktikan kalau sayang ini tak hanya kata-kata belaka….

    *ngomong apa aku yah?*

    17 February 2011 at 11:46 PM

    • whuaaa… jadi terharuuuuu….😦

      19 February 2011 at 9:56 AM

  9. wah gak mau milih ah…. hehehe

    walaupun kayaknya sih mendingan pilihan pertama kali ya. kalo anaknya benci kan masih bisa diubah supaya gak benci lagi. at least dia gak lupa gitu…

    18 February 2011 at 12:59 AM

    • πŸ˜€

      19 February 2011 at 9:56 AM

  10. aq milih buat merelakan dia pergi….daripada harus setiap hari melihat dia ada dg penuh kebencian…. *benerin sanggul*

    18 February 2011 at 7:00 AM

    • Wakakakaakaka…. penghayatan banget, sampe benerin sanggul, wkakkakakak

      19 February 2011 at 9:55 AM

  11. wah, dlematis..

    saya pilih nomer dua. balik lagi ke tujuan awal si ibu.

    kalau saya jadi ibu, tujuan hidup saya adalah membuatnya bahagia, bukan supaya dia ingat saya sampai tuaπŸ™‚

    18 February 2011 at 7:43 AM

    • weisss….. yang mau jadi ibu ni ye…πŸ˜‰

      19 February 2011 at 9:52 AM

  12. pilihan yang sulit Prim,,
    kalo seandainya dihadapkan pada pilihan diatas,, akan memilih nomer 2,,
    saya tidak akan mengijinkan seorang anak, membenci ibu yang ada didekatnya seumur hidup,,
    tapi kalau anak melupakan ibunya, anak hanyalah titipan dari yang empunya, jadi dia adalah milik-Nya, tetapi ibu akan mempunyai sebuah kenangan yang akan selalu hidup menemani sisa hari2nya, tergantung dia memaknai semuanya..

    18 February 2011 at 8:04 AM

    • saya sudah menyangka seorang ibu akan melakukannya…πŸ™‚

      19 February 2011 at 9:49 AM

  13. Sebagai seorang ibu, lebih baik memilih no. 2. Ibu mampu mengorbankan cintanya untuk kebahagian seorang anak, namun ia tak kan sanggup jika ia hrs dibenci oleh anaknya seumur hidupnya.

    18 February 2011 at 8:49 AM

    • selamat anda memang seorang ibu… wkakakakak *sotoy

      19 February 2011 at 9:44 AM

  14. Sebuah pilihan yang sangat sulit yach…jika dibandingkan dengan pasangan, pilihan pertama kita hidup dengan dia, namun kita menderita dan kebencian luar biasa, saya pilih yang kedua aja, karena saya mempunyai alasan yang tersendiri, memberikan dia hidup bahagia sudah cukup buat kita, walaupun berat di kita

    18 February 2011 at 12:14 PM

    • πŸ™‚ mantap…

      19 February 2011 at 9:44 AM

  15. apa hikmahnya ya… *mikir*

    dewa-nya ngasih dispensasi segala.πŸ˜†

    18 February 2011 at 1:14 PM

    • *saya juga bingung… wkakakakka

      19 February 2011 at 9:40 AM

  16. Primaaaaaa….
    cerita apaan niiiiiih…
    kok gak hepi ending siiiiiih!!!!!
    *penganut paham hepi ending sejenis drama korea*

    Ogah jawab ah!!!!

    18 February 2011 at 2:26 PM

    • Jiakakakakakak…. tenang mbak dari sekian jawaban komentator, ada kok yang akhirnya happy ending…πŸ˜‰

      19 February 2011 at 9:40 AM

  17. Dua pilihan yang suliiiitttttttttttt
    tapi kalau hanya itu jalannya, harus tetap dipilih salah satu
    kalau aku pilih yg nomer dua aja mas..
    heheheh
    koq jadi ikutan mellow gini ya aku mas..
    jadi ngebayangin gitu kalau aku dalam posisi si ibu
    heheheh

    18 February 2011 at 2:46 PM

    • calon ibu2 kayanya nih…. *soalnya yang jawab no 2 rata2 ibu2…πŸ˜›

      19 February 2011 at 9:38 AM

  18. Gak ada pilihan lain yakkk
    Gw milih si anak putus ama anak raja,, trus hidup sederhana ama ibunyaa

    18 February 2011 at 10:01 PM

    • ini sutradara lagi satu… extreme! wkaakakakak…

      19 February 2011 at 9:38 AM

  19. Kayaknya si ibu sudah memilih jawabannya dengan (air mata) karena rasa kasih sayangnya itu dan sang dewapun berkenan membiarkan siibu melanjutkan kehidupannya dengan sibuah hatinya.

    Eh, Gw suka banget poto langitnya. Itu langit senja kan yak ?

    Salam.. .

    19 February 2011 at 1:45 AM

    • Iya, deket rumah itu!πŸ˜€

      btw, akhir yang indah mas… hahahahaah… calon sutradara!

      19 February 2011 at 9:37 AM

  20. nomer 2 kayanya prin.. lebih baik saya sebagai ibu akan ditinggalkan dari pada dia memiliki kebencian seumur hidup.

    lebih baik memberi damai di hatinya daripada membuat hatinya akan semakin terluka oleh amarah dan kebencian..

    so .. Lupakankah aku, tapi aku tak akan pernah melupakan dan mencintaimu

    OMG…..

    sakittt.. sakit….

    tapi harus memilih

    19 February 2011 at 7:41 AM

    • Jiakakaakkaakak…. mbak jum siap jadi ibu kayanya…πŸ˜€

      mulai melow kan, kan, kaaaannnnnn…

      19 February 2011 at 9:36 AM

  21. Hanya memberi …
    Tak Harap kembali …

    saya pilih yang kedua

    salam saya Prim

    20 February 2011 at 10:36 AM

  22. pilih yg kedua….

    mangap nih telat komen, pan kite hbs jalan2 ke luar kota….hehehe

    20 February 2011 at 2:04 PM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s