Frames, Green, Rustle and Sweet Tea

Archive for 4 January 2011

Retardan: Rahasia Bunga Komersial

Sahabat,

Pernakah sahabat membeli tanaman pot berbunga di florist atau supermarket? Pastinya tanaman sedang dalam keadaan berbunga penuh, berdaun lebat, cantik dan sempurna bukan?

 

Apakah sahabat kemudian menyadari bahwa kecantikan tersebut tidak bertahan lama? Misalnya setelah satu bulan tanaman berubah menjadi kurus, tumbuh tinggi, tidak karuan, dan tanpa bunga? Atau setelah bunga rontok, tanaman tidak lagi berbunga? Sahabat merasa tertipu? :mrgreen:

 

Jangan terburu-buru menyalahkan diri sendiri atau orang lain dengan kondisi ini. Ini hanya gejala umum untuk hampir semua tanaman bunga komersial. Tentu saja tanaman tersebut mendapat perlakuan rahasia dari tempat asalnya. Apakah itu?

 

 

Tanaman berbunga yang dirawat di nursery atau greenhouse pada umumnya di rawat dengan pupuk yang sangat intensif. Kontrol ketersediann pupuk memastikan aliran pupuk ke dalam tanaman cukup setiap harinya. Bahkan pada greenhouse besar, pengairan pada tanaman juga mengandung pupuk atau zat hara dalam jumlah kecil. Jadi bisa dikatakan pemupukan terjadi di setiap penyiraman, setiap hari. Tidak heran tanaman tumbuh dengan optimal dan sehat.

Tidak hanya itu, rahasia umum yang paling ekstrim yang dilakukan adalah pemberian ZPT (Zat pengatur Tumbuh), atau PGR (Plant Growth Regulator), atau bahasa sederhananya, Hormon. Umumnya hormon yang digunakan adalah hormon sintetik dengan kosentrasi tertentu sesuai tujuan pemberian hormon.

Hormon tumbuhan menurut wikipedia adalah  sekumpulan bahan kimia/senyawa yang mampu mengendalikan pertumbuhan, perkembangan, dan pergerakan tumbuhan. Hormon ini banyak jenisnya. Salah satu hormon yang umum digunakan untuk tanaman hais dan bunga adalah asam absisat (ABA), yang sifatnya sebagai retardan atau penghambat pertumbuhan.

 

Retardan di pasaran berasal dari golongan paclobutrazol dan uniconazol. Tentu saja merk dagang yang dijual juga beragam dengan kosentrasi dan kombinasi dengan hormon lain atau pestisida yang kemudian menghasilkan efek “menghambat” pertumbuhan pada tanaman.

Kok “menghambat pertumbuhan”?

Karena efek hormon ini menyebabkan tanaman tumbuh lebih kerdil, lebat dan kompak (karena jarak buku daun menjadi sempit), dan tentu saja mempercepat masuknya fase generatif atau pembungaan, yang membuat tanaman bisa berbunga dengan umur yang dini secara serentak dan banyak! Inilah senjata sesungguhnya para petani bunga pot.

 

Cara aplikasi retardan ini umunya disiram pada akar (drenching), atau spray pada daun. Aplikasi dapat dilakukan sekali atau lebih, tergantung pada teknik dan hasil yang diinginkan. Penggunaan retardan sebaiknya merujuk pada kosentrasi tertentu sesaui aturan, karena pemberian yang berlebihan akan membuat tanaman menjadi tidak tumbuh sama sekali, daun kecil, seperti tanaman sakit. Jika sudah begini umumnya tanaman akan dibuang karena sudah tidak menarik lagi.

 

Coba lihat contoh bagaimana efek retardan pada tanaman berikut. Foto diambil dari koleksi dan experiment saya sendiri 😀


Bunga dahlia kerdil dengan jumlah bunga yang sangat banyak

 


Bunga Daisy ini juga mempunyai bunga kompak dengan bantuan PGR/retardant.

 


Salah satu bunga yang “lolos” dari pemberian PGR, tumbuh dengan normal (tinggi)

 


Tanaman Telekan, Lantana camara, tanpa PGR (kiri) dan dengan PGR (kanan)

 


Bunga sepatu (Hibiscus rosa-sinensis), tanpa PGR (kiri) dan dengan PGR (kanan), terkadang efek yang dihasilkan tidak sesuai harapan, justru membuat tanaman tampak seperti sakit.

 


Bunga sepatu (Hibiscus rosa-sinensis), tanpa PGR (kanan) dan dengan PGR (kiri)

 


Bunga Jathropa tanpa PGR (kiri) dan dengan PGR (kanan)

 


Tanaman semak (Eugenia oleina), tanpa PGR (kiri) dan dengan PGR (kanan)

 

Bunga Kaca Piring (Gardenia jasminoides), anpa PGR (kanan) dan dengan PGR (kiri)

 

 

Semua bunga ini telah tersentuh oleh PGR! *Narsis bentar  :mrgreen:

 

 

Pengaruh dari retardan pada umumnya akan hilang setelah beberapa minggu tergantung “kekuatan” retardan dan jenis tanaman. Jika pengaruh sudah hilang, maka tumbuhan akan tumbuh seperti biasa, hal ini mengakibatkan bentuk yang tadinya kompak menjadi tidak karuan. Sahabat akan lihat bagaimana bentuk tanaman sahabat yang sebenarnya! Hahahahahah… :mrgreen:

Hanya satu saran saya, tetap siram dan berikan pupuk. Lakukan pemangkasan jika nampak “kusut”, dan rawatlah secara normal. Tanaman anda akan berbunga secara normal tergantung pada kondisi lingkungan dan perawatan, bukan karena pengaruh hormon.

 

Memang pada dasarnya ini ibarat penipuan konsumen, tetapi kenyataannya banyak konsumen yang hanya butuh penampilan sesaat, seperti untuk tujuan pernikahan, hotel, dan event-event penting lain. Tetapi umumnya bagi ibu-ibu dan pecinta tanaman di rumah, sebagian besar akan merasa “sakit hati” karena tanamannya berubah menjadi “tidak secantik dahulu”.

Oh iya, jangan langsung percaya jika ada yang menawarkan tanaman kerdil dengan bunga atau buah yang lebat. Ada dua kemungkinan, tanaman itu memang kerdil secara genetik (umumnya harga sedikit mahal), atau kerdil karena pengaruh hormon sesaat. Terkesima boleh, tetapi tetaplah menjadi konsumen yang cerdas 😀

 

Salam Kebun!