Frames, Green, Rustle and Sweet Tea

Trie

Puluhan tahun silam, hiduplah gadis kecil bernama Trie. Trie adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. Kakak pertamanya seorang perempuan bernama Eka, kakak keduanya seorang laki-laki bernama Dwi. Ibu mereka adalah seorang pedagang, sedangkan ayahnya adalah pegawai di suatu pabrik nasional. Kehidupan mereka cukup sederhana. Mereka tinggal di rumah sederhana tempat para karyawan pabrik tinggal.

 

Trie adalah gadis manis yang murah hati dan penurut. Sebenarnya dia rajin dan cekatan dalam bekerja, hanya saja pembawaannya sebagai anak bungsu membuat dominasi Eka, kakaknya, dalam mengurus kegiatan rumah tangga, sedangkan Dwi seperti anak laki-laki lain, senang bermain di luar. Maka Trie lebih senang manghabiskan waktunya di luar bermain dengan teman-temannya.

 

Eka tipikal kakak yang galak dan pemarah. Dia senang membentak dan egois. Dia kadang berbuat tidak adil kepada Trie. Sedangkan ibu mereka terlalu sibuk dengan pekerjaan. Malah cenderung tidak memperhatikan perkembangan Trie,Β  semua prihatian lebih tertuju kepada kakak tertua, Eka dan Dwi sebagai kakak laki-laki.

 

Jika malam tiba Trie harus berbagi kasur dengan Eka. Eka selalu tidur awal, dan memberi batas kasur dengan guling. Tentu saja bagian Trie sangat sempit, kadang Trie secara tidak sadar masuk ke wilayah tidur Eka. Itu membuat Eka geram dan menendang Trie hingga jatuh di kasur. Dari situlah Trie belajar untuk tidur dengan tenang dan tak banyak bergerak.

 

Satu kali, Trie lapar sepulang bermain dari luar, dia melihat Eka sedang mengulek sambal untuk nasi goreng. Trie mengatakan bahwa dia senang jika Eka mau berbagi dengannya, seraya ikut membereskan isi dapur. Tetapi Eka malah emosi dan menjadi galak, dia bilang Trie hanya mau enaknya saja, pulang jika hanya lapar. Tiba-tiba sambal nasi goreng itu dilumurkan ke muka Trie. Sontak Trie kaget dan menangis. Dwi datang menghibur Trie yang sedang kepedihan. Dari situlah Trie menjadi suka menahan keinginan, dan takut akan meminta. Dia akhirnya senang belajar untuk melakukannya sendiri, tanpa harus banyak bicara.

 

Trie anak yang suka menggambar. Ibunya pernah memarahinya karena pensilnya sering habis atau hilang. Cap sebagai anak boros dan ceroboh sempat melekat padanya. Selama ini Trie diam-diam menggambar pada satu kertas, kemudian menghapusnya, menggambar, menghapusnya lagi, niatnya hanya satu yaitu menghemat kertas, tetapi sayang dia tidak bisa menghemat pensilnya.

 

Ibunya mengancam tidak akan membelikannya pensil jika habis atau hilang. Sejak itu Trie hanya punya dua pensil, satu pensil tulis dan satu pensil warna merah yang dibelikan ayahnya. Satu hari, Trie kehilangan satu pensil tulisnya yang hanya tinggal sepanjang kelingking. Siang itu dia tidak berani pulang sekolah. Dari jam pulang sekolah dia terus mencari pensil kecil itu di setiap sudut kelas. Di halaman depan, kemudian di taman. Teman-temannya telah pulang dan sempat berkata untuk membeli yang baru. Uang dari mana pikirnya? Dia tidak putus asa, dia tetap mencari.

 

Sore mulai merayap. Trie masih di dalam kelas, diam-diam air matanya menetes. Dia takut kalau pulang ke rumah dan berkata pensilnya hilang, Ibunya akan memarahinya. Trie sudah berjanji akan menjaga pensil itu dan dihemat sampai tahun ajaran baru. Trie akhirnya pulang ke rumah dengan mata sembab. Dia tidak berkata-kata malam itu. Dia hanya bilang pulang bermain dan segera tidur. Lagi-lagi malam itu dia menangis tanpa suara. Iya ingat pensilnya yang hilang.

 

Pensil itu ternyata tidak hilang. Teman Trie tanpa sengaja membawa pensil itu pulang. Trie sangat bahagia menemukan pensil kecilnya. Tak henti-hentinya dia bersyukur, semenjak itu dia menghemat pensil kecil itu, berhenti menggambar dan menggunakannya benar-benar sampai tahun ajaran baru.

 

Eka terkenal sangat bandel di sekolah. Eka dan Trie disekolahkan di sekolah kejuruan untuk anak-anak putri. Guru-guru sangat benci dan dendam terhadap Eka selama ini. Saat Trie masuk sekolah itu, guru-guru kemudian dengan sengaja menghukum Trie dengan tugas berat seperti mengepel dan membersihkan kamar mandi tanpa alasan jelas. Mungkin sebagai pembalasan dendam ke Eka yang diberikan melalui Trie, adiknya. Trie yang rajin dan baik hati tidak pernah mengeluh.

 

Seringkali Eka menyuruh Trie mengerjakan tugas rumahnya seperti menggambar dan menjahit. Trie yang penurut hanya bisa mengiyakan, Trie sering mengorbankan waktu tidurnya untuk mengerjakan PR-nya sendiri dan PR Eka. Di akhir tahun Eka tidak pernah lulus dari sekolah itu, dia berhenti. Sedangkan Trie menjadi anak kesayangan guru-guru. Bahkan dia sempat mendapat beasiswa supersemar, dan direncanakan oleh sekolah untuk melanjutkan sekolah tinggi di Yogyakarta. Tetapi nasib berkata lain, Trie akhirnya memilih menikah. Impian untuk sekolah tinggi itu dia pupuskan.

 

Tahun-tahun berlalu. Hidupnya sudah lebih bahagia bersama suami dan kehadiran si kecil. Si kecil tumbuh menjadi anak yang sehat dan membanggakan.

 

Saat si kecil kehabisan pensil tulisnya, Trie membelikan dua pensil sekaligus. Trie berkata, simpan pensil satunya, siapa tahu nanti hilang.


Saat si kecil ingin menggambar, Trie membelikannya satu set pensil warna. Trie selalu mengatakan jangan pernah berhenti menggambar.


Saat si kecil ingin nasi goreng, Trie mengajaknya ikut serta memasak. Trie berkata Ayo bantu mama memasak!


Saat si kecil mendapat PR, Trie mengarahkannya untuk tekun dalam bekerja. Trie berkata kerjakan tugasmu dengan penuh kemandirian, bantu teman jika mereka membutuhkan.


Saat si kecil punya adik, Trie mengajarinya untuk berbagi dan menyayangi adik-adiknya. Trie berkata, adikmu adalah saudaramu di masa tua kelak, jangan pernah ragu untuk berbagi.


Saat si kecil kini tumbuh besar, Trie terus menyemangati untuk sekolah yang tinggi dan memberikan kebebasan mengambil keputusan.

 

Hingga Si kecil kini beranjak remaja Trie tidak pernah mengeluhkan masa kecilnya. Jika ditanya dia memilih untuk diam dan tersenyum.

 

Ibu selalu memberikan yang terbaik kepada anak-anaknya. Jauh lebih baik dari yang kita perkirakan, jauh lebih baik dari masa kecilnya sendiri.

 

 

Teruntuk Mama tersayang, Trie Ervianti.

Selamat Hari Ibu

56 responses

  1. Yustika Muharastri

    Jadi inget cerita mas prima pas chat malem2 itu, mas….πŸ™‚

    21 December 2010 at 7:40 PM

    • Hahahahah..iya mbak yus, aku dah pernah cerita ya…πŸ™‚

      21 December 2010 at 7:53 PM

  2. I Love You Mom !!

    21 December 2010 at 7:42 PM

    • Salam kenal mas…πŸ™‚

      21 December 2010 at 7:55 PM

  3. thank you Allah, for our mother..

    makasi Prim, sudah berbagi ini buat kita semua
    Mama adalah surga yang tampak.

    21 December 2010 at 8:15 PM

    • Sama-sama mbak… Thank you allah for our mother…πŸ™‚

      21 December 2010 at 8:41 PM

      • Kok Mbak? “Bundo” maksudnya… hahahahahπŸ˜›

        21 December 2010 at 8:44 PM

  4. Hasil yang dituai dari Ketabahan, Kesabaran, Ketekunan dan Kerja keras tidak akan tertukar. Salam hormat saya untuk Ibu Trie.

    21 December 2010 at 8:36 PM

    • Bener kang… Nuhun… salam balikπŸ™‚

      21 December 2010 at 8:43 PM

  5. Besuk Ultah Bundaku…..

    Tadi udah telpon, tapi nggak puas….karena belum meluk beliau, belum mencium pipinya yang empuk….

    21 December 2010 at 8:42 PM

    • Wah, pas banget momentnya ya hani… besok mau peluk mama juga…πŸ˜€

      21 December 2010 at 8:46 PM

    • saya menitikkan air mata….

      Saya tahu orang tua memang selalu ingin anaknya lebih baik dari dirinya..Bundaku korban ketidak adilan dalam keluarga besarnya…Kadang sebagai anak aku protes, tapi percuma…

      Yang penting, keluarga kami sekarang adalah keluarga sederhana yang bahagia, alhamdulillah…saya percaya ALLAH selalu adilπŸ™‚

      salam hormat Hani untuk bundanya Mas Prima….πŸ™‚

      21 December 2010 at 9:14 PM

      • πŸ™‚ Iya Hani… kita kadang melupakan bagaimana masa kecil mama… padahal itulah yang membuat dia tegar seperti sekarang…

        21 December 2010 at 9:47 PM

  6. fiksi kn Prim? Ngeri ah kalo dileleti sambal😦

    Selamat hari Ibu, sampaikan utk mama’mu ya…

    21 December 2010 at 9:04 PM

    • Sayangnya ini beneran mbak…

      Ini kisah nyata…

      Saya jarang menulis cerita fiktif…

      Hahahahah….

      21 December 2010 at 9:17 PM

  7. mandor tempe

    cerita yang menakjubkan. Benar-beanr menakjubkan
    Terima kasih telah berbagi dengan saya cerita ini

    21 December 2010 at 9:15 PM

    • Hahhaha…lebay mas mandor…wkakakakak…
      sama-sama mas…

      21 December 2010 at 9:48 PM

  8. Untung “mamak” aku gak pelit kayak ibunya Trie tuh..!!

    Selamat Hari Ibu! ^__^

    21 December 2010 at 11:12 PM

    • mungkin bukan pelit, tapi lebih kepada hidup hemat dan disiplin… mbahku itu gak pelit kok, I know her wellπŸ™‚

      Selamat hari Ibu…

      22 December 2010 at 7:10 AM

  9. Selamat Hari Ibu untuk Ibu Trie dan Budhe Eka…πŸ˜€
    Juga untuk Budhe Dwi… (Maksudnya istrinya PakDhe Dwi)…
    Selamat juga buat si kecil yang beranjak dewasa…
    Salam!

    21 December 2010 at 11:56 PM

    • Makasih mas… selamat hari Ibu juga buat Ibu mas marsudi… (Ibu dan istri maksudnya)πŸ˜€

      22 December 2010 at 7:12 AM

    • Blognya mas marsudi curang nih. di sini saya bisa, hahahahaha

      22 December 2010 at 7:38 AM

      • Kalau login pasti bisa, tapi kalau pengunjung nggak bisa…πŸ˜€

        22 December 2010 at 1:33 PM

  10. tes-tes

    22 December 2010 at 7:35 AM

  11. Beruntung ya kita punya Ibu
    Saya pun kali ini berpuisi tentang Ibu

    Baru bisa BW lagi nihπŸ™‚

    22 December 2010 at 7:59 AM

    • Iya kang… Selamat hari ibu ya kang…πŸ™‚

      22 December 2010 at 9:12 AM

  12. Hm….waktu begitu cepat berlalu, kini akupun sudah menjadi seorang ibu.

    Masih inget rasanya ketika kaos kakiku sudah molor…bukannya dibeliin lagi, malah dikasih karet untuk mengareti kaos kakiku biar ga melorot, lalu tiap pulang sekolah ada bekas karet di kakiku.

    Masih inget rasanya ketika pulang sekolah harus segera cuci baju atasan putih karena cuman punya satu, kalo lg musim hujan, kadang masih kepes2 karena kering disetrikaan

    Masih inget rasanya diomelin karena nyeruput teh manis di gelas papa yg gede…

    Masih inget rasanya mama menangis saat aku berbohong tidak latihan karate, lalu aku basahin rambutku seolah kena keringat…

    Masih inget juga tangis mama yang tak pernah henti saat kenakalanku berujung dengan kesedak uang logam 100-an yg bertengger di leherku…

    Masih inget banget, mama ngelarang aku punya pacar ‘berseragam’ dengan berbagai macam alasan yg menurutku waktu itu ga masuk akal…

    Masih inget betapa aku protes berat saat pulang sekolah aku tak menemukan mama di rumah, lalu mama berhenti dari pekerjaannya demi aku

    Maafkan aku ma…maafkan aku.

    Aku bangga menjadi bagian dari hidupmu.

    Terimakasih Allah…

    Selamat Hari Ibu….

    ****
    Prim…pagi2 dah mewek nih aku…..😦
    Salam buat mama ya prim…

    22 December 2010 at 8:39 AM

    • HUAAAAAAAAAAAAAAA….. aku juga jadi mewek….πŸ˜₯
      “Mengenang masa kecil seorang Ibu” sepertinya menjadi tema saya tahun ini..
      Mbak devi pun yang yg seorang ibu mengenang masa kecilnya…

      Seorang Ibu juga pernah memiliki Ibu, dan setiap ibu punya masa kecil yang mengajarinya banyak hal…

      Selamat hari ibu…

      22 December 2010 at 9:17 AM

  13. SubhanAllah.. salut sama Ibu Trie..
    Kasih Ibu memang nggk berujung..
    Selamat Hari Ibu mas..πŸ™‚
    Salam hormat buat ibu Trie ya..

    22 December 2010 at 8:48 AM

    • Setiap Ibu punya perjuangan dan masa kecilnya sendiri…
      Ibunya mbak dewi pasti juga punya cerita…
      Mari mengenang masa kecil Ibu kita…

      Salam…

      22 December 2010 at 9:19 AM

  14. mampir mengucapkan selamat hari ibu untuk semua ibu dan calon ibu di keluarga sahabat…

    karena ibu selalu memberi yang terbaik jauh dari segala yang pernah ku pikirkan, maka mengenang ibu selalu membuatku menitikkan air mata, karena aku selalu bahagia terlahir ke dunia ini

    salam hangat dari kota medan

    22 December 2010 at 9:25 AM

    • Iya mbak…selamat hari Ibu…πŸ™‚

      22 December 2010 at 3:41 PM

  15. Selamat Hari Ibu utk Ibu Trie dan Eka,
    Semoga Allah swt selalu melimpahkan berkah dan rakhmatNYA utk Beliau berdua .
    Terimakasih Prima utk kisah yg indah ttg Ibu iniπŸ™‚
    salam

    22 December 2010 at 9:38 AM

    • Sama-sama Bunda…

      Selamat hari Ibu untuk Bunda juga…πŸ™‚

      22 December 2010 at 3:41 PM

  16. Hari ini ada dua posting yang bikin saya merenung. Salah satunya cerita tentang Trie. Bagus mas ceritanya. Salam hangat dan selamat hari Ibu;

    22 December 2010 at 1:42 PM

    • Makasih mba Bro… selamat hari IbuπŸ™‚

      23 December 2010 at 8:48 AM

  17. Semoga ibu ibu kita, baik yang masih ada maupun yang sudah tiada selalu mendapat rahmat dan kasih sayang Nya. Amien..
    Salam.. .

    22 December 2010 at 2:09 PM

    • Amin, amin, amin mas…πŸ™‚

      22 December 2010 at 3:42 PM

  18. Belajar dari pengalaman, karena pengalaman adalah guru yang terbaik. Pengalaman pula yang mampu membuat kita berusaha membuat segalanya menjadi lebih baik lagi.

    Salam untuk ibu2 Indonesia

    22 December 2010 at 2:16 PM

    • YUp. Ibu akan belajar dari pengalaman dari masa kecilnya, dia akan pastikan anaknya tidak akan bernasib seperti dirinya…begitulah Ibu, mulai dan penuh kasih…

      22 December 2010 at 3:43 PM

  19. Ibuuu
    betapa hebat engkau.

    inget cerita2 tentang ibuku waktu kecil.

    22 December 2010 at 3:12 PM

    • Ingatlah cerita masa kecil ibumu, dari situlah dia belajar untuk memperjuangkanmu…

      Nice…πŸ™‚

      22 December 2010 at 3:44 PM

  20. Lia

    Whuuaahhhh…..jadi mewek di kantor….

    22 December 2010 at 3:32 PM

    • Hhahaaha… (kasih tisu)… selamat hari Ibu ya Lia…

      22 December 2010 at 3:45 PM

  21. huhuhu… saking terharunya saya sampe nangis bombay..

    tulisan kamu bagus banget prim… sumpah… tulisan ttg ibu yang paling keren yang pernah saya bacaπŸ™‚

    22 December 2010 at 4:37 PM

    • Hhahahahaahah… padahal saya nulisnya kaku banget, gak pake mikir, wkakakakaa…

      Mungkin ini diambil dari kisah nyata, jadi sangat terasa, khususnya bagi saya, syukur2 bisa dinikmati oleh orang…

      Untuk Mbak Rime, calon ibu yang baik… Selamat Hari IbuπŸ™‚

      22 December 2010 at 6:23 PM

      • hehehe, makasihπŸ™‚

        btw mas prima, saya ga merayakan Natal, jadi ga akan ada kue-kue enak di rumah saya tanggal 25 Desember… saya hanya kebagian nyium aroma kue pesenan orang, dan sedikit kue gosong, heheheπŸ™‚

        22 December 2010 at 7:06 PM

      • Hahahahaha… maaf😳 saya juga gak kok, cuma kalo diundang, saya mau kok…πŸ˜€

        22 December 2010 at 7:14 PM

  22. Mas Prim, cerita ini,, sangat indah…πŸ™‚
    dan dengan suksesnya berhasil membasahi mata saya..πŸ™‚
    thanks udah berbagi tulisan ini, semoga ibunda kita diberikan keberkahan, keluasan rezeki dan selalu dianugerahi kebahagiaan dunia akhirat,,πŸ™‚

    salam hormat dan sayang saya untuk ibunda mas Prim..

    22 December 2010 at 5:55 PM

    • amin mbak Iyha….

      Makasih sudah menajdi pengunjung setiaku, hehehehe

      Untuk Mbak Iyha, calon IBu buat buah hatinya, Selamat Hari Ibu…

      22 December 2010 at 6:28 PM

  23. bener2 cerita yang bagus. ternyata buat bunda ya mas
    tapi kadang ada yang jadi pendendam mas kalo masa kecilnya merasa tidak adil
    “saya tambahin ya mas
    pasti adiknya bernama catur dan panca,enem,pitu,wolu,sanga,sepuluhπŸ˜€ “

    22 December 2010 at 6:56 PM

    • Hehehhhe,,,kalo Trie memang nama asli..kalo Eka dan Dwi saya ubah namanya…
      mereka cuma 3 bersuadara mas…πŸ˜€

      23 December 2010 at 8:49 AM

  24. Ann

    Jangan pernah berhenti menitipkan doa untuk mereka.

    22 December 2010 at 10:52 PM

    • iya mas… selalu…

      23 December 2010 at 8:50 AM

  25. sweeet…πŸ™‚

    22 December 2010 at 11:51 PM

    • jiaaahhhh…kalo bukan karena sakit, apsti gak sempet mampir, LOL

      23 December 2010 at 8:51 AM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s