Frames, Green, Rustle and Sweet Tea

Archive for December, 2010

Sejenak yang Sederhana

Sahabat,

Pagi ini tidak ada kejadian spesial di rumah saya. Jam menunjukkan pukul 10 pagi. Listrik sudah padam semenjak satu jam yang lalu. Laptop saya pun perlahan menunjukkan ikon low battery tanda bahwa laptop akan juga segera padam. Tidak lama akhirnya si laptop pun menghibernatekan diri.

Saya beranjak dari dalam kamar. Hmmm…sudah lama rasanya saya tidak duduk-duduk di teras rumah. Meskipun belum jenuh rasanya saya bergumul dengan laptop dan internet setiap pagi, tetapi pemadaman listrik ini membuat saya mati gaya, mau tidak mau saya cari kegiatan lain untuk sekedar mengahabiskan waktu. Setelah sekian lama tidak menikmati suasana halaman rumah, jadilah saya putuskan pergi teras di samping rumah.

 

 

Pagi ini, di luar matahari pagi sedang bersinar cerah. Hanya ada sedikit mendung di beberapa titik, tetapi tidak mengurangi birunya langit Kalimantan pagi ini. Saya duduk berselonjor pada lantai yang belapis tikar rotan. Angin berhembus sepoi-sepoi, angin kering yang khas dan sedikit hangat. Saya melihat jauh ke sekeliling, pohon berayun-ayun sesekali, burung-burung hilir mudik sambil berkicau. Pohon kelapa dan daun pisang melambai-lambai seperti sedang memanggil angin untuk datang lagi.

 

Ada aroma seperti asap dan sesekali bau kandang sapi milik tetangga jauh tercium samar-samar, hilang pergi tertiup angin. Angin juga membawa aroma kayu dan pandan wangi yang tumbuh subur di halaman. Wangi khas sebuah pedesaan.

 

Sesekali motor dan sepeda lewat di jalanan depan rumah menghasilkan bunyi raungan mesin dan derit roda. Sekawanan sapi asyik merumput jauh di sana. Adik saya dan teman-temannya asik bermain sepak bola di tanah kosong dekat halaman samping. Teriakan, sorak dan tawa bercampur dengan gemerisik bunyi daun-daun dan gesekan ilalang yang ditiup angin.

 

Saya hanya diam. Sesekali terpejam dan mengambil nafas panjang. Mencoba meresapi, menikmati dan menyatu dengan apa yang ada dengan sederhana.

 

 

Sahabat,

Sudahkan sahabat meluangkan waktu sebentar seperti yang saya lakukan?

Tanpa melakukan apa-apa, hanya duduk dan sejenak menikmati hari ini dengan sederhana.

Hari terakhir di tahun 2010.

Kadang beranjak dari segala perhelatan kerja dan keasikan dunia fana untuk menikmati alam dan segala isinya secara sederhana seperti ini,  dapat memberikan ketenangan hati, kesegaran pikiran, keinsyafan dan rasa syukur.

Meskipun itu hanya sejenak. Sejenak yang sederhana. Sejenak yang penuh arti.

***

 

Happy New Year 2011!

Semoga tahun yang baru ini memberikan semangat baru dan kesuksesan yang baru!


Happy Birthday Mom…

Esok,

Penghujung sebuah tahun yang kita lalui bersama

Tahun yang banyak kuhabiskan di dekatmu

Tahun dimana aku terdiam melalui saat terberat di hidupku

Tahun yang banyak mengajarkanku arti pelukan dan kebersamaan

 

Untuk setiap perjuangan,

Untuk setiap senyum di pagi hari,

Untuk setiap doa yang tak henti,

dan untuk setiap darah yang mengalir di tubuhku,

 

Tuhan,

Berikan dia lebih banyak kebahagiaan…

Video ini pertama saya tonton saat duduk di bangku kuliah,
saya sempat terdiam setelahnya…
Semoga bisa menjadi renungan tentang kasih Ibu sepanjang masa…

***

 

Untuk Mama tersayang,
Selamat Ulang Tahun…

(31 Desember 2010)


Ngemeng Doang!

Sahabat,

 

Tau TOEFL kan? Test of English as a Foreign Language itu salah satu standar penilaian kemampuan bahasa Inggris seseorang yang ditunjukkan dengan nilai yang memiliki range tertentu.

Untuk bekerja di luar negeri, beasiswa, sekolah, dan tujuan lainnya, umumnya disyaratkan untuk mempunyai nilai TOEFL yang sesuai standar national atau international. TOEFL ini bisa menjadi masalah terakhir bagi seseorang jika nilainya tidak sesuai dengan harapan, artinya memang kita harus belajar lebih giat lagi…

 

 

Dilema TOEFL ini pernah terjadi juga pada saya setahun yang lalu.

 

Setelah kembali ke tanah air, banyak sekali rencana ke depan yang terlintas di kepala, salah satunya mendapat beasiswa. Pastinya sahabat sudah tahu standar TOEFL beasiswa di luar negeri, syarat nilai TOEFLnya cukup membuat megap-megap. Termasuk saya!

 

 

Saat itu saya cuma waktu sedikit untuk menyiapkan nilai TOEFL. Dengan ilmu nekat akhirnya saya daftarkan diri untuk ikut TOEFL institusional di kampus saya. Saya pikir, seharusnya tinggal di luar negeri at least memberikan sedikit progress, ditambah dengan belajar dalam waktu seminggu sebelum tes.

 

 

Hasilnya. Jeng-jeng-jeng…

 

 

Wak! Nilai saya gak nyampe seperti yang diharapkan 😳

 

Sahabat tahu kan, nilai TOEFL itu umunya terdiri dari 3 bagian, Listening, Structure dan Reading. Dulu di kampus saya pernah dengar pernyataan seorang dosen Bahasa Inggris bahwa nilai ketiganya  biasanya akan sama rata. Karena kemampuan ketiganya akan saling support satu sama lain.

 

Kenyataanya, tidak berlaku untuk saya! Nilai Listening saya jauh melesat melampaui  standar nilai yang diharapkan, kemudian nilai Structure lebih rendah, dan akhirnya nilai Reading saya amblas! Hahahahaha.. apa-apaan ini? Kalo di bikin grafik maka akan menjadi grafik menurun.

 

Awalnya saya tidak terpikir tentang gejala nilai ini. Tanpa prasangka apa-apa, saya akhirnya ikut TOEFL lagi. Cerintanya pantang menyerah nih! Tapi hasilnya lagi-lagi sama, tidak terjadi perubahan yang nyata. Kemudian saya mulai membandingkan nilai TOEFL pertama dengan yang kedua. Barulah saya tahu gejala aneh itu. Listening saya selalu lebih baik daripada dua nilai lain. Ada apa ya?

 

Saya kemudian mulai menelaah gejala ini. Mungkin ini disebabkan karena selama tinggal di US saya hanya bicara dan mendengarkan tanpa ada pembelajaran terhadap stucture atau grammar. Ya saya akui selama disana saya gak pernah menyentuh buku-buku grammar apalagi TOEFL. Jadilah hanya nilai listening saya yang lumayan, sisanya masih mengecewakan. Begini lha akibat kalo cuma sering ngemeng*) doank!

 

Pada akhirnya, saya memang harus kembali belajar tentang Stucture, Writing dan Reading lebih giat. Biar nanti nilai TOEFL sebaik Listening saya. Mudahan TOEFL berikutnya tidak terlalu mengecewakan! 😀

 

Apa sahabat juga punya dilema yang unik denganTOEFL?

***

 

*ngemeng = ngomong

PS: thanks doanya buat temen-temen, I feel much better today… (kan ceritan sakit kemarin2) 😀


Oven

Cerita berikut diambil dari pengalaman saya saat di US, kali ini saya bercerita tentang oven…

Masak adalah kegiatan wajib bagi hampir semua orang yang tinggal di US khususnya, di luar negeri pada umumnya. Jasa pembantu yang super mahal dan harga makanan resto (gak ada warung tegal lho ya) harganya bisa bikin megap-megap kalau harus beli tiap hari. Jadi mau gak mau, bisa gak bisa, tetep harus masak, apapun hasilnya! Yang penting makan!

Gue pernah baca tulisan orang indonesia di internet kalau di luar negeri “telunjuk sakti itu tidak sakti lagi” ini sebenarnya merujuk ke kebiasaan orang indonesia yang punya pembantu, apa-apa tinggal tunjuk, mau makan yang berbeda, tinggal melenggang ke warnas atau warteg, pokoknya ada duit mah, semua tinggal tunjuk, sakti bukan? Sayang, telunjuk itu dah gak akan sesakti itu lagi saat kita ada di luar negeri. Pembantumu adalah dirimu sendiri, wkakakakaaka…

 

Well, cerita sedikit, kegiatan masak gue akan di mulai sekitar pukul 6 sore. Abis pulang kerja pukul 4 biasanya gue masuk kamar, nyalain laptop, cek email, FB, ngakak-ngikik kesana kemari terus ganti celana pendek dan kaos oblong. Pergi ke dapur dan membuka kulkas. Belum kok, gue belum mau masak… gue cuma ambil box ice cream, sekantong pecan, dan sendok. Nongkrong lha gue dengan nyaman di beranda belakang, menikmati sore selepas kerja, meluruskan kaki, ditemani semilir angin dan harum rerumputan, sambil makan es krim dan pecan… What a life! Hahhahaha…

Kadang kalau stok ice cream dah ludes, gue akan ambil pisang dan yogurt, kalau gak da juga, gue akan ambil bayam, kacang mete dan mayo, kalo gak ada juga gue ngelirik es buah kalengan … pokoknya sore itu harus menyempatkan waktu duduk manis sambil makan yang enak-enak, hahahahah….

Nah, setelah puas menikmati surga dunia, gue akan menuju ke dunia nyata yang kejam, yaitu dapur! Seperti biasa gue akan cek ricek isi kulkas, cek sayur, cek lauk, ambil, tutup. Lalu cek cabinet, liat bumbu dan makanan kaleng… hmmmmm… baru deh masak!

 

Nah, karena di sana kegiatan masak adalah “kewajiban”, maka fasilitas masak juga sangat memadai. Di Amerika rata-rata dapur menggunakan kompor dan oven listrik dan tentu saja benda multiguna dan sahabat setia kita semua, microwave! Hore! “Microwave, menyelesaikan masalah, tanpa masalah…” :mrgreen: Kotak ajaib ini bisa masak apa aja dari masak nasi, ngangetin makanan, defrost daging beku, mekarin kerupuk, sampe ngeringin kaos kaki, heheee…yang terakhir gak kok, pokoknya dengan alat ajaib itu, hidup gue serasa lebih mudah… *maklum katro!

Microwave ini sebenarnya masih jenis oven, tetapi menggunakan gelombang micro panas, cmiiw. Alat inilah yang menyelamatkan gue dari kelaperan saat belom punya rice cooker. Denger dari Ceko, temen indo, masak nasi bisa pake microwave. Yup, akhirnya dengan pengalaman jatuh bangun, akhirnya gue bisa masak nasi *terharu banget pas pertama masak nasi. Biasanya nasi masukin ke mangkok besar atau tapperware, jumlah air seperti biasa, 1,5x sampai 2x volume nasi, terus gunakan panas paling gede dengan waktu 15 menit. Setelah 15 menit, nasi di aduk-aduk, kemudian masukan lagi, gunakan panas sedang atau rendah selama 5-10 menit. Tada, nasinya jadi deh !

Tapi semenjak punya rice cooker gue bisa masak tanpa gagal *ya iya lha, dan hasilnya gue masukin ke tapperware, terus simpen di kulkas…biasanya bisa buat 4-5 hari. Kalau mau makan, tinggal ambil nasi dinginnya, terus masukin ke microwave, anget deh… nice!

 

Bicara tentang microwave, gak semua benda bisa ikut diangetin. Menurut pengalaman gue liat filem kartun, telor akan meledak jika dimasukkan ke benda ini. Kemudian suatu hari gue punya telor rebus di kulkas, dengan pedenya gue masukin dah tuh telor ke microwave, gue pikir, toh bukan telor mentah. Ternyata sodara-sodara, telur itu meledak ! Wakakakkakak… Gue yang asik nyiapin sayur terkaget-kaget dan segera mematikan microwavenya. Pas gue buka, tuh telor ancur lebur, dan pecahannya sudah lengket di semua penjuru bagian dalam…yang tersisa di piring hanya bagian putih telor segede jempol, haduh….

 

Kejadian lucu lagi terjadi waktu gue dan Agus pertama kali pake oven. Dilandasi dari rasa bosen yang berkepanjangan dengan ayam goreng, akhirnya gue dengan berani menggunakan oven, buat manggang ayam. Maklum katro, gue bingung ngeliat alumunium foil…buat apa yah? Berhubung belum punya nampan buat manggang, ya udah buat alasnya ayam. Trus pencet-pencet bentar, dan oven pun nyala, gue melototin ayam dari kaca luar sambil berkata dalam hati : “ayam, kamu baik-baik ya di sana, jangan nakal…”.

Saran Agus ayam dipanggang dengan temperatur 350o, tapi karena ga sabar gue buat 400. Waktunya gue lamain dari 30 menit, jadi 40 menit. Menit-menit terakhir gue liat tuh ayam dah ngeluarin minyak dari lemak-lemaknya. Trus gue buka dan gue balik, ternyata ga rata masaknya! Gue pun masukin lagi dan menambah derajat panas menjadi 450. Entah kenapa, seketika minyak jatuh di atas besi pemanasnya dan ngeluarin api gede banget, Wak!

Agus dan gue berteriak bareng! WUAAAAAAAAAAAAAAA, api, api, api!!!!! Dalam hati gue, mampus, tamatlah riwayat karir gue disini kalo rumah ini kebakaran. Gue matikan oven, buka ovennya, gue tiup-tiup apinya, pufff…phuffff…..gak ngaruh! ya iya lha. Akhirnya teringat cara memadamkan kompor yang menggila, dengan lap basah!, gue ambil lap dan gue pukul-pukulin ke oven sambil komat kamit baca doa sebelum makan (yang inget cuma itu…), YES! Berhasil, oven sudah padam… semua kembali tenang dan hatipun senang 😀

Ayamnya? Yes, meskipun terjadi tragedi oven terbakar… ayamnya berhasil selamat…untuk lebih menyakinkan ayamnya dah masak dalemnya, gue masukin ke microwave, dan gue kasih kecap+saos…hmmmmm yummy… not bad.

 

Semenjak itu gue sering tanya-tanya ke native, cara-cara pake oven, fungsi alumunium foil, derajat panas, dan bedanya bake (panas bawah) dan broil (panas atas). Lumayan meskipun gak expert banget, gue bisa menggunakan oven dengan bijak dan berdaya guna 😀 Memasak dengan oven itu ternyata menyenangkan sodara-sodara!

Kita tentu menghemat minyak, dan makanan jadi lebih sehat. Banyak sekali makanan di Amerika yang dimasak dengan cara dioven. Dari ayam, daging, pizza, buffallo wings, makanan siap saji dalam kotak juga banyak yang disiapkan dengan dioven atau microwave. Makanan yang gue oven biasanya bisa gue simpen di kulkas, ketika akan dimakan, lagi-lagi, gue pakai microwave buat ngangetin, hehehehe…benar-benar dua oven yang sangat berguna… Mereka banyak menghiasi kegiatan masak gue selama gue tinggal di sana.

 

Salah satu sudut dapur rumah di FL

 

Dapur rumah di NC, karena ini rumah asrama, maka penghuninya banyak, dan microwave-nya ada 3! 😀

 

PS: Perhatikan bahan plastik atau container yang digunakan sebagai wadah makanan saat dimasukkan ke microwave, apakah microwave-able? biasanya ada tandanya di bagian bawah. Stearofoam dan aluminimum foil gak boleh masuk, kalo tissu masih boleh…


Geng Anak-Anak

Sahabat,

Maaf akhir-akhir ini rasanya saya jarang update dan jarang BW, maklum kondisi badan tidak sehat, jadi lebih banyak meluangkan waktu untuk beristirahat… 🙂

 

Jadi, beberapa hari yang lalu, Si mamah menemukan secarik kertas yang dilipat-lipat, tertinggal  di ruang tamu. Beberapa waktu sebelumnya teman-teman adik saya yang duduk di kelas 6 memang bermain di rumah. Setelah lipatan kertas di buka, ternyata…

Hahahahahah…. isinya kocak!

 

Berikut saya zoom menjadi dua bagian…

Bagian atas:

  • Logo suratnya pake logo kabupaten 😀
  • United “Started” of America, Chicago? apa maksudnya ya?
  • Nama Gang-nya: ImCS
  • Sejauh ini baru 5 anggotanya, terdiri dari 3 anak kelas 6, dan 2 anak kelas 4 😀

 

Bagian bawah:

  • Amerika “Sericat” 😀
  • Tujuan kedua sweet banget… :mrgreen:
  • Udah kaya surat formal, ada tanda tangan ketua…
  • Lihat gambar logo elang, digambar sendiri lho, hahahahhaha….not bad… 😛

 

Saya dan mamah cuma ngikik guling-guling baca kertas ini. Semenjak hari itu Mamah dan saya suka ngecengin adik saya “Jiahhhhh…nge-geng ni yeeee…” 😀

Terakhir saya dengar mereka menyanyikan lagu kepompong bagian reffnya yang di ulang-ulang, jangan-jangan itu jingle geng-nya? :mrgreen:

Tapi syairnya berubah menjadi: “Persahabatan bagai kepompong, mengubah ulat menjadi anjing laut”

Ada apa dengan anjing luat ya? :mrgreen:

 

Aneh-aneh aja ya tingkah anak-anak… Sejauh kegiatan berisi hal yang positif saya sih setuju aja, 😀

 

Happy Blogging! Happy Holiday!

***

 

Today I would like to say to all my friends, in Indonesia, United States, Germany, Denmark, Ukraine, Poland, Brazil, Nicaragua, Mexico, China, Argentine, Australia, South Africa, and many more…

Merry Christmas and Happy Holiday!

Warmest hug, Prima


Topi itu Kembali

Saya akan sedikit narsis kali ini… hehehehehe…

Sahabat,

Kemarin saya senang sekali, topi saya yang hilang lebih dari sebulan yang lalu, telah kembali!

Si topi sekarang sudah ada di tangan saya. Saya jingkrak-jingkrak saking senengnya… beberapa kali saya memandang topi ini… begitu mendalam, seperti menemukan kekasih yang hilang *lebay :mrgreen:

 

Jadi kira-kira lebih dari sebulan yang lalu, saya menyadari bahwa topi kesayangan saya itu hilang dari kamar. Saya memang kadang ceroboh menaruhnya, tetapi kali ini benar-benar hilang, meskipun satu rumah sudah saya periksa. Hasilnya NOL. Saya juga sudah tanya ke teman-teman saya, siapa tahu tertinggal di rumah mereka. Ternyata tidak ada juga. Jadi sejak itu saya merelakan topi itu.

Ternyata sore kamarin, seorang tetangga menggunakan topi saya itu. Saya shock! Setelah melakukan dialog dengan si tetangga, topi itu ternyata sudah ada di rumah di bawa oleh ponakannya yang masih TK. Halah! ternyata adik kecil yang suka main ke rumah saya itu diam-diam membawa topi saya pulang. Akhirnya topi itu dikembalikan ke saya. Sang pemilik aslinya. Hore! 😀

Ini dia penampakan topinya:

 


Topi ini penuh kenangan bagi saya. Brandnya : Peter Grimm, terkenal gak ya? hahahahah…. kalau di websitenya harganya 45 USD, tetapi waktu itu ada diskon besar, saya cuma beli 10 USD! 😀

Topi ini saya beli di New York, saat saya akan meninggalkan Amerika. Saya awalnya tidak memperhatikan brand, yang saya lihat saya suka modelnya, dan murah pula, jadi saya segera comot, eh ukurannya pun pas di kepala saya yang agak besar 😛

Semenjak itu, topi ini adalah sahabat saya kalau saya pergi kemana-mana, kalau saya tidak bawa topi ini, berarti saya lupa atau tidak sengaja tertinggal. Topi ini seperti menjadi saksi perjalanan hidup saya ke Bali, Brunei, Bogor, Jakarta, dan kini ke Kalimantan…

Ini buktinya… Nah ini bagian narsisnya! 😀


Saat menemani saya hunting photo…

 

 


Ciawi Bogor, topinya sedang saya pegang 😛

 

 


Di Kebun Raya Bogor

 

 


Di Cifor, Bogor

 

 


Di Waduk Jatiluhur, Purwakarta

 

 


Istiqlal, Jakarta

 

 


Kepulauan Seribu, Jakarta

 

 


Brunei National Day, Bandar Seri Begawan

 

 


Wisata Kampong Air, Brunei

 

 


Kota Tua Jakarta, Jakarta

 

Nah Sahabat,

apa sahabat juga punya benda yang selalu sahabat bawa kemana-mana?

Yang rasanya ada yang kurang jika tidak membawa benda itu…


Happy Blogging!


Trie

Puluhan tahun silam, hiduplah gadis kecil bernama Trie. Trie adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. Kakak pertamanya seorang perempuan bernama Eka, kakak keduanya seorang laki-laki bernama Dwi. Ibu mereka adalah seorang pedagang, sedangkan ayahnya adalah pegawai di suatu pabrik nasional. Kehidupan mereka cukup sederhana. Mereka tinggal di rumah sederhana tempat para karyawan pabrik tinggal.

 

Trie adalah gadis manis yang murah hati dan penurut. Sebenarnya dia rajin dan cekatan dalam bekerja, hanya saja pembawaannya sebagai anak bungsu membuat dominasi Eka, kakaknya, dalam mengurus kegiatan rumah tangga, sedangkan Dwi seperti anak laki-laki lain, senang bermain di luar. Maka Trie lebih senang manghabiskan waktunya di luar bermain dengan teman-temannya.

 

Eka tipikal kakak yang galak dan pemarah. Dia senang membentak dan egois. Dia kadang berbuat tidak adil kepada Trie. Sedangkan ibu mereka terlalu sibuk dengan pekerjaan. Malah cenderung tidak memperhatikan perkembangan Trie,  semua prihatian lebih tertuju kepada kakak tertua, Eka dan Dwi sebagai kakak laki-laki.

 

Jika malam tiba Trie harus berbagi kasur dengan Eka. Eka selalu tidur awal, dan memberi batas kasur dengan guling. Tentu saja bagian Trie sangat sempit, kadang Trie secara tidak sadar masuk ke wilayah tidur Eka. Itu membuat Eka geram dan menendang Trie hingga jatuh di kasur. Dari situlah Trie belajar untuk tidur dengan tenang dan tak banyak bergerak.

 

Satu kali, Trie lapar sepulang bermain dari luar, dia melihat Eka sedang mengulek sambal untuk nasi goreng. Trie mengatakan bahwa dia senang jika Eka mau berbagi dengannya, seraya ikut membereskan isi dapur. Tetapi Eka malah emosi dan menjadi galak, dia bilang Trie hanya mau enaknya saja, pulang jika hanya lapar. Tiba-tiba sambal nasi goreng itu dilumurkan ke muka Trie. Sontak Trie kaget dan menangis. Dwi datang menghibur Trie yang sedang kepedihan. Dari situlah Trie menjadi suka menahan keinginan, dan takut akan meminta. Dia akhirnya senang belajar untuk melakukannya sendiri, tanpa harus banyak bicara.

 

Trie anak yang suka menggambar. Ibunya pernah memarahinya karena pensilnya sering habis atau hilang. Cap sebagai anak boros dan ceroboh sempat melekat padanya. Selama ini Trie diam-diam menggambar pada satu kertas, kemudian menghapusnya, menggambar, menghapusnya lagi, niatnya hanya satu yaitu menghemat kertas, tetapi sayang dia tidak bisa menghemat pensilnya.

 

Ibunya mengancam tidak akan membelikannya pensil jika habis atau hilang. Sejak itu Trie hanya punya dua pensil, satu pensil tulis dan satu pensil warna merah yang dibelikan ayahnya. Satu hari, Trie kehilangan satu pensil tulisnya yang hanya tinggal sepanjang kelingking. Siang itu dia tidak berani pulang sekolah. Dari jam pulang sekolah dia terus mencari pensil kecil itu di setiap sudut kelas. Di halaman depan, kemudian di taman. Teman-temannya telah pulang dan sempat berkata untuk membeli yang baru. Uang dari mana pikirnya? Dia tidak putus asa, dia tetap mencari.

 

Sore mulai merayap. Trie masih di dalam kelas, diam-diam air matanya menetes. Dia takut kalau pulang ke rumah dan berkata pensilnya hilang, Ibunya akan memarahinya. Trie sudah berjanji akan menjaga pensil itu dan dihemat sampai tahun ajaran baru. Trie akhirnya pulang ke rumah dengan mata sembab. Dia tidak berkata-kata malam itu. Dia hanya bilang pulang bermain dan segera tidur. Lagi-lagi malam itu dia menangis tanpa suara. Iya ingat pensilnya yang hilang.

 

Pensil itu ternyata tidak hilang. Teman Trie tanpa sengaja membawa pensil itu pulang. Trie sangat bahagia menemukan pensil kecilnya. Tak henti-hentinya dia bersyukur, semenjak itu dia menghemat pensil kecil itu, berhenti menggambar dan menggunakannya benar-benar sampai tahun ajaran baru.

 

Eka terkenal sangat bandel di sekolah. Eka dan Trie disekolahkan di sekolah kejuruan untuk anak-anak putri. Guru-guru sangat benci dan dendam terhadap Eka selama ini. Saat Trie masuk sekolah itu, guru-guru kemudian dengan sengaja menghukum Trie dengan tugas berat seperti mengepel dan membersihkan kamar mandi tanpa alasan jelas. Mungkin sebagai pembalasan dendam ke Eka yang diberikan melalui Trie, adiknya. Trie yang rajin dan baik hati tidak pernah mengeluh.

 

Seringkali Eka menyuruh Trie mengerjakan tugas rumahnya seperti menggambar dan menjahit. Trie yang penurut hanya bisa mengiyakan, Trie sering mengorbankan waktu tidurnya untuk mengerjakan PR-nya sendiri dan PR Eka. Di akhir tahun Eka tidak pernah lulus dari sekolah itu, dia berhenti. Sedangkan Trie menjadi anak kesayangan guru-guru. Bahkan dia sempat mendapat beasiswa supersemar, dan direncanakan oleh sekolah untuk melanjutkan sekolah tinggi di Yogyakarta. Tetapi nasib berkata lain, Trie akhirnya memilih menikah. Impian untuk sekolah tinggi itu dia pupuskan.

 

Tahun-tahun berlalu. Hidupnya sudah lebih bahagia bersama suami dan kehadiran si kecil. Si kecil tumbuh menjadi anak yang sehat dan membanggakan.

 

Saat si kecil kehabisan pensil tulisnya, Trie membelikan dua pensil sekaligus. Trie berkata, simpan pensil satunya, siapa tahu nanti hilang.


Saat si kecil ingin menggambar, Trie membelikannya satu set pensil warna. Trie selalu mengatakan jangan pernah berhenti menggambar.


Saat si kecil ingin nasi goreng, Trie mengajaknya ikut serta memasak. Trie berkata Ayo bantu mama memasak!


Saat si kecil mendapat PR, Trie mengarahkannya untuk tekun dalam bekerja. Trie berkata kerjakan tugasmu dengan penuh kemandirian, bantu teman jika mereka membutuhkan.


Saat si kecil punya adik, Trie mengajarinya untuk berbagi dan menyayangi adik-adiknya. Trie berkata, adikmu adalah saudaramu di masa tua kelak, jangan pernah ragu untuk berbagi.


Saat si kecil kini tumbuh besar, Trie terus menyemangati untuk sekolah yang tinggi dan memberikan kebebasan mengambil keputusan.

 

Hingga Si kecil kini beranjak remaja Trie tidak pernah mengeluhkan masa kecilnya. Jika ditanya dia memilih untuk diam dan tersenyum.

 

Ibu selalu memberikan yang terbaik kepada anak-anaknya. Jauh lebih baik dari yang kita perkirakan, jauh lebih baik dari masa kecilnya sendiri.

 

 

Teruntuk Mama tersayang, Trie Ervianti.

Selamat Hari Ibu


Si Cantik yang Penuh Racun

Gardening time!!!

 

Siapa yang tidak senang jika berada di antara bunga-bunga dan tanaman hias dalam taman. Keindahan dan keasriannya mampu membuat perasaan menjadi relax dan bahagia. Tidak salah banyak orang yang mau meluangkan waktu untuk pergi ke taman atau kebun raya, bahkan meluangkan uang untuk membuat taman yang indah di halaman rumah.

 

Jangan senang dulu, apakah sahabat tahu bahwa beberapa bunga dan tanaman hias juga menyimpan racun yang berbahaya, bahkan bisa menyebabkan kematian? Kasus keracunan karena tanaman hias beracun memang sangat jarang terjadi, tetapi tidak ada salahnya jika sahabat tahu siapa saja para “tersangka” agar dapat melakukan pencegahan.

 

Kali ini saya merangkum dari hasil presentasi teman-teman saya masih ketika duduk di bangku kuliah, dan ditambah dengan bacaan dari berbagi sumber mengenai para “tersangka” ini. Tanaman–tanaman ini saya pilih berdasarkan tingginya popularitasnya di lingkungan kita. Perhatikan, apakah sahabat mengenali salah satunya?

 

Dieffenbachia


Kita menyebutnya Daun Bahagia. Tanaman ini sangat popular di Indonesia, tidak hanya karena mudah perawatannya, tetapi juga karena mudah dikembangbiakkan. Siapa sangka tanaman ini jika tertelan daun atau cairan tubuhnya dapat menyebabkan diare dan radang yang perih pada daerah pencernaan seperti bibir, mulut dan kerongkongan. Pada jumlah besar bahkan dapat menyebabkan kesulitan bernafas dan kematian. Selain tertelan, getah tanaman ini dapat menyebabkan iritasi pada kulit.

 

Kandungan kalsium oksalat dalam tanaman ini yang ternyata memicu reaksi tersebut. Konon hasil gerusan tanaman ini dijadikan racun pada panah suku–suku di Afrika. Di negara maju, mereka sudah jarang menempakan tanaman indoor ini di sekitar rumah dan perkantoran yang sering di lalui anak-anak. Mungkin mereka takut anak-anak mengira tanaman ini adalah bayam! 😀

 

Oh iya, sahabat kenal dengan saudara jauh tanaman ini, Aglaonema? Meskipun tidak sedasyat si daun bahagia, tanaman ini juga tergolong beracun. Nah Lho!

 

Anthurium


Hohohohoo…. Siapa yang tidak kenal gelombang cinta? Tanaman-tanaman dalam grup ini hampir sama dengan Dieffenbachia, mengandung kalsium oksalat yang menyebakan gangguan mulut dan saluran pencernaan. Plus, adanya enzim yang menyebabkan alergi, air liur berlebih, rasa gatal dan panas. Meskipun racunnya dalam kategori sedang, tanaman ini menyebabkan gagal ginjal pada kucing dan hewan peliharaan.

 

So, kita cukup mengagumi daunnya ya, tidak perlu sampai dimakan, atau jadi pakan hewan kesayangan. 😆

 

Brunflesia


Saya tidak tahu nama lokal tanaman ini, tapi saya pernah bekerja dengan tanaman ini, mulai dari angkut, pangkas, sampai memupuk. Tanaman ini memiliki keunikan yaitu warna bunga yang akan berubah seiring waktu, saat bunga mekar, warnanya akan ungu, kemudian akan memudar menjadi pink, hingga berubah menjadi putih. Saya dulu berpikir bahwa bunga ini memiliki 3 warna bunga :mrgreen: Jika bunganya bermekaran akan menghasilkan bau yang harum semerbak, hampir mirip dengan melati, tetapi sedikit berbeda.

Seluruh bagian tanaman ini mengandung racun, terutama pada buahnya. Meskipun masih dalam kategori racun sedang, gejala racun tanaman ini menyebabkan gangguan saraf motorik.

 

 

 

Lantana


Kita menyebutnya tahi ayam, tembelekan, atau telekan. Mungkin karena bau tanaman ini yang tajam dan khas. Tanaman ini pada dasarnya adalah gulma bagi orang agronomi, tetapi adalah tanaman hias bagi orang hortikultura 😀 Tanaman ini memiliki banyak variasi warna, bahkan sudah ada jenis hybrida-nya.

Siapa sangka tanaman yang kini banyak menjadi tanaman lanskap ini menyimpan racun kategori berat yaitu jenis triterpenes. Daunnya sendiri dapat menyebabkan iritasi dah gatal-gatal. Jika tertelan, terutama buahnya yang masih mentah, maka akan menyebabkan meningkatnya sensitivitas kulit terhadap matahari, kerusakan hati, muntah, diare, pembesaran pupil, dehidrasi dan lemah. Kasus Lantana ini banyak menimpa ternak-ternak di Australia, maka dari itu tanaman ini diberantas dengan serius dari daerah peternakan.

 

Mirabilis


Ini dia bunga pukul empat! Pasti pernah melihat tanaman ini. Dulu sewaktu kecil saya sering bermain dengan bijinya. Bijinya berwarna hitam dan di dalamnya terdapat zat seperti tepung, lalu saya bermain dengan dioleskan ke muka seperti bedak 😆

Tanaman kategorei racun sedang ini mengandung racun pada akar dan biji! Apabila tertelan maka akan menyebabkan sakit perut, mual, muntah, diare. Bersentuhan dengan akarnya akan menimbulkan gatal-gatal.

 

Nerium

Bunga Mentega, orang sunda menyebutnya kere atau jure. Mungkin adalah satu tanaman paling beracun di dunia, sehingga beberapa orang menyebutnya Tumbuhan dari neraka 😯  Tanaman ini banyak tumbuh di daerah tropis, khususnya digunakan sebagai tanaman pinggir jalan, karena bunganya yang indah dan mekar serempak.

 

Bunga mentega mengandung racun di seluruh bagian tubuhnya. Racunnya tergolong sangat tinggi hingga para ahli menggambarkan bahwa cukup satu daun dari Nerium untuk mematikan seorang anak-anak atau bayi! Banyak kasus keracunan tanaman ini dilaporkan di seluruh dunia, tetapi tidak sampai pada kasus kematian.

 

Racun paling penting dalam bunga Nerium oleander adalah oleandrin dan nerrine yang berhubungan dengan glikosid jantung terkosentrasi pada getah putihnya. Getah ini jika terkena kulit dapat menyebabkan kulit mati rasa, radang dan alergi. Sedangkan jika tertelan akan menimbulkan gejala sakit pada organ pencernaan, seperti muntah, perut sakit, diare yang disertai pendarahan, dan gejala pada organ jantung, seperti debar jantung tidak teratur bahkan pada kasus ekstrim korban mengalami sirkulasi darah tidak teratur, pucat dan kedinginan. Kasus lain menyebutkan keracunan bisa menimbulkan gangguan saraf pusat dan hilang kesadaran.

 

Nah, sahabat apa sahabat mengenal tanaman-tanaman di atas? Masih banyak tanaman hias beracun lain, tetapi ini dulu ya 😀

 

Penanggulangan keracunan akibat tanaman sebaiknya dilakukan sesegera mungkin setelah gejala tampak untuk mengurangi akibat buruk yang lebih jauh. Jika iritasi terjadi pada kulit, maka segera bilas dengan air yang mengalir segera, jauhkan dari paparan sinar matahari dan garukan. Jika gejala semakin parah dan sakit, segera bawa ke paramedis.

Jika tertelan, maka sebaiknya minum banyak air, atau jika baru terjadi dan memungkinkan sebaiknya dimuntahkan untuk mengeluarkan racunnya. Minum zat penawar racun seperti air kelapa, susu dan pil arang. Jika kondisi semakin parah, sebaiknya segera larikan ke rumah sakit. Jika terjadi pada hewan ternak atau kesayangan, sebaiknya segera bawa ke dokter hewan.

 

Bunga dan tanaman hias memang banyak manfaatnya bagi manusia, tetapi kita harus tetap bijak dalam penggunaannya. Letakkan tanaman-tanaman beracun jauh dari jangkauan anak-anak, dan tentunya awasi gerak-gerik anak dan hewan kesayangan kita saat bermain dengan tanaman. Untuk mengurangi resiko iritasi dan alergi pada kulit, sebaiknya gunakan sarung tangan saat berkebun, dan tentu saja membersihkan diri sebelum makan dan minum.

 

Tentu saja sahabat tidak perlu menjadi parno atau kemudian memangkas semua tanaman di halaman, sekali lagi, ini hanya pengetahuan, selalu bijak dan berhati-hati adalah modal utama untuk keselamatan di semua bidang bukan?

 

Salam Kebun!

 

Gambar: Om google dan koleksi pribadi


Toilet Flush

Sebuah tulisan terinpirasi dari tulisan om NH18 bertajuk Jongkok VS Duduk


Flush atau kegiatan menyiram, atau membilas setelah kita buang air adalah kegiatan wajib yang sering kita lakukan, (ya iya lha sering!) Bagi kita yang menggunakan wc jongkok, kegiatan menyiram ini di lakukan secara manual. Caranya sudah tidak perlu saya jelaskan, yang pasti selain toiletnya disiram, “muara” (minjem istilah om NH) kita juga wajib disiram, supaya bersih dan kinclong kembali 😀

Berbeda dengan toilet jongkok yang serba manual, toilet duduk sudah dibekali flush yang dirancang untung menyiram bagian toilet dengan cara menggerakkan gagang atau menekan tombol penyiram (pasti tau kan?).

Nah dari pengalaman saya dan cerita teman-teman, terkadang banyak dilema yang muncul dari kegiatan siram menyiram ini. Khususnya bagi orang Indonesia yang hanya akrab dengan toilet jongkok yang serba manual.

 

Menyiram muara

Toilet duduk banyak memberikan masalah bagi orang Indonesia yang terbiasa menyiram “muara-nya” setelah ritual. Di dekat toilet duduk biasanya disediakan tisu gulung untuk “mengelap”, tetapi tentu saja rasanya kurang plong kalo tidak disiram air. Bersyukurlah jika ada shower kecil di dekat situ, sehingga kegiatan siram “muara” tidak menjadi masalah.

Jika tidak, maka kreatifitas kita dipaksa bekerja. Ada yang selalu berbekal tissue basah dalam tas sebagai sentuhan akhir, ada yang mengambil tisu, kemudian basahi di wastafel, kemudian melakukan ritual dengan tenang. Saya sendiri dulu berbekal jirigen plastik bekas susu yang diisi air bersih, maklum jarang ada gayung di sana, jadi ketika selesai tinggal siram deh 😀

Oh iya, hati-hati juga saat menyiram muara jangan sampai air meleber kemana-mana, mekipun itu air bersih, orang eropa atau amerika tidak suka lantai kamar mandi yang becek atau basah.

 

Flush Rusak

Repot kan kalo rusak! Saya pernah kejadian seperti ini, saya terbiasa ngeflush sebelum melakukan ritual, tiba–tiba setelah selesai, saya mau ngeflush, gagang flush nya jadi los! OMG, tangkinya gak terisi air! Rupanya toilet itu suka ngadat mendadak kalo kita nekan gagang flushnya berlebihan, ada-ada aja, untungnya ada ember di sekitar situ, saya isi air, lalu saya siram secara manual. Fiuhhh… Kadang tragedi flush rusak ini bikin puyeng, keluar toilet bisa keringetan! 😀

Satu lagi, jangan percaya begitu saja, jika anda selesai nge-flush, lihat apa “jejak” anda sudah tersiram dengan baik, jika tidak, flush sekali lagi. Saya pernah dapet jackpot hanya karena orang main tutup dan flush, tanpa check lagi. Rasanya: horror!

 

Automatic Flush

Jaman sudah makin canggih,bukan cuma urinoir yang pake sensor, toilet juga. Umumnya flush auto ditemukan di toilet umum di mall, bandara, hotel, convention hall, dan lain-lain. Ada jenis toilet yang dibekali flush auto dan manual, jadi saat sensor rusak, kita tetap bisa flush secara manual. Tetapi ada juga yang full auto, ini yang sering bikin repot juga.

Sensor akan menembak ke badan kita yang berada di dekat toilet dalam waktu agak lama. Saat kita menjauh dari sensor, maka flush akan keluar sendiri. Sensor dapat berada di belakang, samping, atas, bahkan di pintu! 😀

Saya typical orang yang rajin ngeflush, satu kali ritual bisa ngeflush 4 kali, jadi untuk yang pake sensor, saya harus minggir dulu dari area sensor, kemudian masuk ke areal sensor lagi, begitu bolak balik, 😀 repot kan, mana celana lagi diturunin pula!

Oh ya, sebaiknya kita harus tau dulu di mana sensornya! Saya lupa, rasanya di bandara Minneapolis, US, toiletnya punya sensor di pintu, kita gak akan bisa ngeflush sampai kita keluar dari pintu toilet! Hahahahahahah… kebayang gak??? “Makkk, kagak bisa disiram!!!” Kita pasti sudah “mampus deh gue” gara-gara gak nemu dimana sensor flushnya, eh pas pintu ditutup, tuh flush keluar! 😳 Padahal muka udah pengen nangis!

 

Lavatory

Lavatory atau toilet pesawat adalah satu toilet yang unik. Kita bisa melakukan skimming tentang apa saja yang ada di hadapan kita sebelum benar-benar melakukan ritual. Ruang maha sempit ini memang sedikit membuat stres, udah sempit, macem-macem lagi tombolnya 😀

Toilet pesawat didesain tanpa air di bagian lubangnya, flushnya menggunakan air bertekanan tinggi yang mengeluarkan suara seperti “deru” air, dan seketika itu pula, airnya menghilang dengan cepat bersama “jejak” kita. 😀 Saya jujur kaget saat pertama kali, hahahhahah…

Nah, flush lavatory ada yang menggunakan tombol, ada yang menggunakan sensor, hahahaha.. kebayang gak sih saya harus minggir bolak balik dari sensor hanya untuk memicu flushnya keluar, mana lagi tuh ruangan sempit banget…Hahhahaha… lebih riweh dari toilet auto biasa !

Satu lagi jangan lupa mengunci pintu lavatory, karena akan terhubung ke lampu tanda di bagian atas yang menunjukkan toilet sedang digunakan atau tidak.

 

Bagaimana dengan sahabat sendiri ? Pernah mengalami dilema dengan flush toilet ?

 

Pictures: www. google.com


Kokokan Malam

Sahabat,

Dini hari ini sekitar pukul 01.30, saya mendengar ayam jantan milik tetangga sebelah berkokok.

Tidak hanya sekali atau dua kali, kokokan itu cukup lama dan panjang.

Saya diam. Pukul berapa sekarang? Kenapa jadi tengah malam begini si jago itu berkokok?

 

Sebenarnya saya sendiri sudah pernah mendengar kokokan ayam di tengah malam buta. Tetapi sampai sekarang saya tidak tahu alasan logis mengapa mereka berkokok di malam hari. Saya bahkan  juga tidak tahu mengapa mereka selalu berkokok di pagi hari?

Ada yang bilang mereka berkokok untuk menyambut matahari pagi.

Lalu apa yang mereka sambut di malam hari?

Mengapa mereka berkokok di malam hari?

Sahabat,

Saya teringat sebuah cerita saat saya masih kecil, entah cerita atau mitos itu benar atau tidak, tetapi mitos itu menjadi alasan menarik sejauh ini untuk menjawab pertanyaan saya di atas.

Seseorang dahulu menjelaskan kepada saya, saya lupa siapa… bahwa anjing atau serigala adalah mahluk yang mampu melihat bangsa jin. Itulah mengapa anjing suka melolong pada malam hari, mereka seperti sedang menyambut jin yang sedang lewat, semakin panjang lolongannya, makin banyak jin yang dilihat oleh si anjing…

Sebaliknya, ayam adalah mahluk yang mampu melihat malaikat. Sebelum matahari terbit, banyak malaikat turun ke bumi menebarkan berkah dan doa. Cahaya para malaikat membangunkan ayam, dan ayampun berkokok menyambut malaikat yang sedang turun ke bumi, jadi bukan karena mereka melihat matahari.

Lalu, bersyukurlah jika kita mendengar ayam berkokok di malam hari, karena sebenarnya ayam itu sedang melihat malaikat yang sedang melintasi bumi di malam hari. Sinar para malaikat mungkin tidak tampak oleh mata manusia, tetapi mereka tidak bisa membohongi mata ayam. Begitu terangnya cahaya malaikat sampai dalam lelapnya pun, ayam bisa terbangun dan berkokok.

 

Mitos yang menarik bukan?

Nah, apa sahabat pernah mendengar mitos ini? atau sahabat punya mitos lain, mengapa ayam berkokok di malam hari?

Silahkan di share disini ya… 🙂

 

Happy Blogging!

 


Bersahabat dengan Kesederhanaan

Sahabat,

 

Pertengahan tahun 2009 saya pulang kembali dari ke tanah air setelah satu tahun tinggal di Amerika. Tentu saja kondisi Indonesia sudah sedikit banyak berubah, meskipun hanya setahun, saya bisa merasakan kemajuan pesat di berbagi bidang. Begitu pula dengan gaya hidup yang semakin syarat dengan teknologi dan trend.

 

Lalu saya berpikir, apa kemajuan yang saya peroleh selama ini? Ya saya akui pengalaman bekerja dan tinggal di luar sedikit banyak menambah ilmu dan wawasan saya tentang banyak hal. Bagaimana dengan gaya hidup dan pola pikir? Hmmm..ini satu yang menarik bagi saya. Secara tidak sadar saya telah mengubah paham-paham yang memenuhi otak saya sebelum saya tinggal di luar negeri.

 

Dulu saya berpikir untuk selalu tampil wah, ingin tampil dengan “kulit” yang mentereng, mendahulukan gengsi, brand-minded, ingin dipandang tidak dengan sebelah mata, memandang orang hanya dari “kulit”nya. Sedikit banyak saya sering terlibat persaingan kurang sehat atau sikut sana-sikut sini. Intinya kesemuanya berhubungan dengan materi dan gengsi.

 

Ketika lingkungan saya menjadi semakin bergejolak dengan hal-hal di atas, saya malah banting stir dengan satu kata: kesederhanaan. Bukan karena saya tersadar mendadak, atau tiba-tiba saya dapat hidayah di sebuah pengajian, tetapi ini semua berasal hanya dari: kebiasaan. Ya, kebiasaan saya selama tinggal di luar negeri.

 

Banyak gejolak dalam diri saya sendiri saat menghadapi kondisi lingkungan di tanah air. Tidak jarang saya menjadi stres sendiri dengan segala pro-kontra dalam pikiran saya. Maju atau mundur? Iya atau tidak? Bagaimana baiknya?

 

“Prim, kayanya lu harus ganti BB deh! Biar kita bisa BBM-an, biar gaul gitu lho… “

Saya kembalikan jawabannya pada diri saya, apa yang saya lakukan jika saya berada di luar negeri ? Handphone saya di sana biasa saja, tidak perlu bermerk wah, fitur yang sesuai kebutuhan,  jauh dari yang namanya trend, dan pastinya yang murah ! saya belum butuh BB atau yang lain saat ini.

 

“Prim, baju merk X lagi diskon lho… borong yuk ! “

Saya berpikir lagi, harga baju sangat mahal di luar sana, saya bahkan tidak sempat memperhatikan brand, yang penting nyaman dan murah atau ada diskon. Orang sana juga kebanyakan tidak sibuk dengan brand dan fashion. Tidak jarang saya pergi ke toko barang second hand, hanya untuk mendapatkan barang bagus layak pakai dengan harga murah. Lagipula baju saya sudah cukup banyak. Lain kali saja.

 

“Prim, liat deh laptopnya: Apple! Keren banget ya,pasti orangnya tajir abis, bla, bla…”

Saya berpikir, saya sudah pernah menyentuh brand itu, rasanya biasa saja, tidak membuat saya mendadak menjadi pandai dan bijaksana. Tidak penting inputnya, yang terpenting adalah sebaik apa outputnya bagi orang sekitar. Sahabat, bukan saya menjelekkan produk tersebut, hanya saja saya bisa mendapat barang dengan fitur lebih baik dengan harga yang sama. Brand-minded nyatanya lebih menyusahkan buat kantong dan hati. Saya salah satu korbannya.

 

“Males deh ngomong ma dia, kampung banget, dia kan cuma kerja jadi SPG, bla, bla”

Saya berpikir, masa sih? Di luar sana, boss berbicara dengan anak buah seperti teman, hangat dan professional, jauh dari soal diskriminasi. Tidak sedikitpun terlintas apa jabatanmu? Seberapa mahal mobilmu? Toh, manusia sama, miskin kaya sama saja. Sama makan nasi dan minum air. Apa penampilan dan materi akan melahirkan kasih sayang tulus dan persahabatan? Tidak. Saya lelah dengan kesenjangan sosial yang diciptakan dengan sengaja. Tidak melahirkan apa-apa kecuali iri hati dan kesombongan. Saya jadi malah capek hati sendiri.

 

 

Sahabat,

 

Banyak hal yang kemudian saya kiblatkan pada kesederhanaan hidup yang saya alami selama tinggal di luar negeri. Kesederhanaan yang membuat saya merasa lebih nyaman, apa adanya dan tanpa kepura-puraan. Pola pikir yang banyak mengajari saya tentang hidup lebih tenang dan lapang. Membebaskan pikiran saya dari firasat dan prasangka yang membuat saya tersenyum lebih tulus dan lebih cerah.

 

Tentu tidak mudah untuk sebuah permulaan. Banyak godaan dan aral yang melintang yang membuat saya sedih dan gundah seperti contoh yang saya sebutkan di atas. Tetapi selalu focus pada tekad dan kenangan saya selama tinggal di luar negeri membuat saya semakin kuat dan kuat menjalani hidup dengan kesederhanaan. Tahun ini memang sangat sulit bagi saya dalam mengolah hati dan pola pikir, tetapi saya yakin akan lebih mudah dengan berjalannya waktu.

 

Saya bangga karena saya pernah belajar kepada sebuah kehidupan berbeda, di negeri yang berbeda, di mana saya bersahabat baik dengan kesederhanaan. Meskipun kini saya sudah jauh dari negeri itu, kesederhanaan meninggalkan jejaknya di hati saya. Dan saya berjanji akan mengenangnya terus.

 

Saya pribumi yang belajar dari sebuah perjalanan hidup di negeri orang. Bukan hanya sekedar ilmu dan pengetahuan, tetapi banyak hal yang tidak dapat dibeli dengan uang. Tuhan tidak hanya memberikan saya kesempatan luar biasa untuk tinggal ke luar negeri, tetapi  sekaligus memberikan saya kesempatan untuk belajar. Belajar hidup yang lebih baik.

 

Saya kuatkan tekad di tahun mendatang. Sadar tidak sadar, mau tidak mau, saya merasa inilah kesederhanaa yang saya inginkan, dan saya akan berjuang lebih keras untuk itu. Ada tiga poin penting yang selalu saya ingat dalam menjaga persahabatan saya dengan kesederhanaan :


  1. apakah saya sudah tulus dan apa adanya?
  2. apakah ini hanya keinginan dan gengsi atau memang kebutuhan?
  3. apakah saya menilai orang ini hanya dari penampilan dan materi semata?

 

Saya sering mempertanyakan tiga poin tersebut pada diri saya sendiri. Yup, semoga tahun depan saya bisa menjawab pertanyaan itu dengan jawaban yang kuat dan tegas.

***

 

Artikel  ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Muhasabah Akhir Tahun di BlogCamp.

 


HUT Tanah Laut (Part 2): Bakar Jagung!

Ho-ho.. sesuai janji saya kemarin pada HUT Tanah Laut (Part 1), kali ini saya akan tampilkan foto-foto pada acara bakar jagung!

Acara ini bertajuk: Bakar Jagung Terpanjang. Entah terpanjang seprovinsi atau se-Indonesia? Yang pasti rangkaian dari acara ulang tahun Kabupaten Tanah Laut, Kal-Sel, ini menjadi acara yang di tunggu semua undangan dan masyarakat sekitar.

Acara Bakar Jagung ini berlokasi di Taman Tugu kota Pelaihari, tepat diseberang Balairung Kota, tempat diadakannya acara hari jadi kota pada pukul 09.00. Acara Bakar Jagung ini di buka pukul 11.00 dengan semangat setelah pembacaan doa berakhir. Menurut pernyataan Bapak Bupati sebanyak lebih dari 5000 jagung manis kupas sudah dipersiapkan! Jagung manis ini adalah hasil bumi daerah sendiri lho..

Terus siapa yang membakar jagung tersebut? Semua orang terlibat, baik undangan, masyarakat, bahkan bapak bupati dan gubernur juga sempat menikmati jagung bakar ini. Jagung yang telah siap bakar dan arang telah dipersiapkan di sepanjang jalan taman. Tempat-tempat pembakaran juga telah siap sedia. Tinggal panaskan arang, dan bakar!

Jangan tanya bagaimana suasananya, yang pasti ribut 😀 Ayo ikuti saya!

HUT Kab. Tanah Laut (13)
Ini spanduk dan lokasinya.

 


Tempat bakar jagung masih rapi dan belum tersentuh 😀

 

Jagung Bakar (3)
Kelompok anak SMA

 

Jagung Bakar (2)
Gaya dulu cuy…

 

Jagung Bakar (9)
Salah satu kelompok anak SMP

 

Jagung Bakar (7)
“Aw pelan-pelan dong kipasnya, kan panas…”

 


Jagung-jagung yang berbaris dengan manisnya…

 


Anak pramuka ikut riweh…

 

Jagung Bakar (8)
“Mak, kita dipoto tuh mak…”

 

Jagung Bakar (11)
Bakar jagung nyambi ngobrol ma tetangga, teuteeeuuuppppp…

 


“La, la, laaaa…. kamulah satu-satunya…”

 

Jagung Bakar (12)
Kalau apinya segede itu, saya jamin gosong!

 


Semangaaaaaatttttttttttt!!!!!!!

 

Jagung Bakar (16)
Pak Satpol PP aja ikut nimbrung… :mrgreen:

 

Jagung Bakar (14)
Barisannya rapih!!!

 

Jagung Bakar (17)
Jagung kuning di makan si Kuning a.k.a. para penari.

 

Jagung Bakar (18)
Tiap SMP punya sasirangan almamater, ini dari SMP yang lain…

 


“Sabar ya anakku sayang…”

 


“Maaaaak, jagung aku manaaaaaaaaa…”

 

Jagung Bakar (22)
Duh ibu…sampe lupa copot helm!

 


“Mak, aku akan berjuang!”

 

Jagung Bakar (33)
“Lu bisa bakar jagung gak sih?”
“Berisik lu!”

 

Jagung Bakar (28)
Masuk tipi!

 

Jagung Bakar (29)
Jagung Bakar (31)
Jagung Bakar (30)
Jagung Bakar (21)
“Kok mas itu moto aku sih..???”

 

Jagung Bakar (20)
Santai pak…santaaaaiiiiii….

 


“Satu makan di sini, satu lagu buat bekal besok..”

 

Jagung Bakar (23)
“Yes, jagungku besar!”

 

Jagung Bakar (24)
“Panas-panas malah di poto!”

 

Jagung Bakar (26)
“Aaaaggghhhhh…Susah amat sih….”

 

Jagung Bakar (27)
“OOooohhhhh yesssss”

 

Jagung Bakar (36)
“Yang haus, yang haus, yang hauuuusssss….. “

 

Jagung Bakar (38)
“Makaaannnn yuuuuukkkkk….yukyaa….”

 

Jagung Bakar (40)
“WOY! pada makan aja, Bantuin gue!!!”

 

Jagung Bakar (41)
“Asiiiikkk jagungku udah mateng…”

 

Jagung Bakar (39)
“Jagung emang maknyuuuuussssss”

 

Jagung Bakar (43)
Mojok nih pak…

 

Jagung Bakar (46)
“Jagung siap makan!!!”

 

Jagung Bakar (45)
Kok sampe kecolok ke muka sih mbak…

 

Jagung Bakar (47)
Nasib jagung gosong, di gigit, terus ditinggal…

 

Jagung Bakar (32)
“Neng, abang minta satu ya?”

 

Jagung Bakar (34)
“Mah, cepetan adek udah lapeeerrrr…”

 

Jagung Bakar (35)
Duh pak.. sampe dua begitu, takut gak kebagian apa laperrrrrr….

 

Jagung Bakar (37)
“Jagung emang TOP! jempol!”

 

Jagung Bakar (44)
Si manis yang single fighter… 😀

 

Jagung Bakar (48)
Jagung Bakar (49)
Nah ini adalah barisan depan, yang diperuntukkan bagi Gubernur, Bupati dan undangan…

 

Jagung Bakar (52)
Jagungnya dikasih margarine…yummy….

 

Jagung Bakar (53)
Kecium gak harumnya…. 😀

 

Jagung Bakar (55)
Bapak-bapak undangan ikutan riweh!

 

Jagung Bakar (56)
Si cantik nge-jagung juga… 😆

 

Jagung Bakar (50)
Mantep kan….

 

Jagung Bakar (51)
Kipas terooossss….

 

Jagung Bakar (54)
Hummm..ada yang udah laper???

 

 

Sahabat, begitulah susana bakar jagung pagi itu. Hectic, panas, lucu dan enak pastinya, saya sempet kebagian satu jagung, dikasih ibu-ibu cantik 🙂 Manis banget jagungnya, plus bau-bau asep 😀

Cuma satu hal yang tidak saya lakukan, saya gak sempet narsis, jadi bersyukurlah kalian tidak liat tampang saya kali ini, hahahahahah….padahal-pengen.com

Maaf yang pada jadi laper, silahkan pergi ke pasar, bakar jagung sendiri-sendiri, saya posting gambar sebanyak ini juga jadi laper, hahahahaha….

Sampai disini dulu jalan-jalan kita.

Salam Jepret!


HUT Tanah Laut (Part 1)

Sebenarnya saya tidak mau membuat part 1, part 2, hanya saja banyak foto yang sayang sekali jika dilewatkan, tetapi jika ditampilkan dalam satu post, rasanya berat sekali untuk membuka halamannya. Maka saya suka membaginya menjadi beberapa bagian post.

 

Tanggal 8 Desember 2010 ini Kabupaten Tanah Laut, Kal-Sel, tempat saya tinggal sekarang, merayakan ulang tahunnya yang ke 45. Hari Ulang tahun ini dirayakan dengan acara semi formal yang diadakan di jalan didepan Balairung Kota Pelaihari. Upacara ini dihadiri oleh Gubernur, Bupati, Camat-camat, para wakil rakyat,  tokoh masyarakat, pegawai negeri, dan pastinya warga masyarakat yang datang dengan penuh antusias. Undangan acara ini sebagian besar menggunakan kain Sasirangan sebagai batik khas dari Kalimantan Selatan.

Acara dimulai sekitar pukul 09.00 WITA. Yuk ikut saya melihat-lihat jalan acara…

 

HUT Kab. Tanah Laut (2)
Suasana pagi sebelaum acara dimulai, rumah adat di belakang itu adalah balairung.

 

HUT Kab. Tanah Laut (3)
Anang-Galuh tingkat Kabupaten, kaya abang none jakarta gitu…bersiap-siap menyambut Bupati dan Gubernur.

 

HUT Kab. Tanah Laut (4)
Dateng juga deh beliau-beliau… Kedatangan diarak dengan grup tari dan musik rebana khas banjar, Yang di depan itu muter-muter payung, entah apa maknanya, hahahhaha…

 

HUT Kab. Tanah Laut (5)
Nah ini wajah pak Gubernur Kal-Sel dari dekat. Maaf ya sodara-sodara, saya masih gak pede foto dekat-dekat ala wartawan, takutnya dikira photographer incert inpestigasi! :mrgreen:

 

HUT Kab. Tanah Laut (7)
Suasana panggung dan para undangan, Bapak Gubernur dan Bupati di sambut dengan tarian Pendet dari daerah Bali. Lho kok Bali???

 

HUT Kab. Tanah Laut (6)
Ini melambangkan bahwasanya di Kab Tanah Laut ini banyak sekali pendatang atau transmigran dari luar daerah, salah satunya dari Bali. Warga bali yang hidup dan berkembang pada salah satu kecamatan di kabupaten ini tetap mengusung budaya dari daerahnya. Tari yang melambangkan kesukacitaan ini ditampilkan sebagai salah satu bentuk keragaman budaya masyarakat.

 

HUT Kab. Tanah Laut (8)
Setelah tari Bali, acara di ramaikan dengan vocal group lokal ibu-ibu yang menyanyikan lagu Hymne Tanah Laut, dan satu lagu daerah banjar. Hahhaha…jujur awalnya false, cuma lama-lama udah gak grogi, jadi false nya berkurang 😛

 

HUT Kab. Tanah Laut (9)
Suasana bangku undangan. Full of Sasirangan! Saya pribadi baru sadar bahwa kain ini sekarang semakin berkembang dari motif dan warna. Nice…

 

HUT Kab. Tanah Laut (10)
Ada perwakilan dari anak-anak sekolah juga…

 

HUT Kab. Tanah Laut (11)
Bapak Bupati memberikan sambutan dan pidato mengenai perkembangan di segala bidang yang diraih oleh Kabupaten Tanah Laut. Utamanya dalam bidang ekonomi dan industri. Memamng hasil utama dari kabupaten ini adalah tambang (bau bara dan bijih besi) dan pertanian (sapi potong dan jagung).

 

HUT Kab. Tanah Laut (12)
HUT Kab. Tanah Laut (18)
Rumah jagung! hasil kreatifitas petani jagung… 😀

 

HUT Kab. Tanah Laut (13)
Nah ini lokasi acara bakar jagung yang akan dilaksanakan setelah acara berakhir. Tempatnya tepat di seberang Balairung, di Taman Tugu. Sempat turun hujan sekitar 5 menit, untung saja reda.

 

HUT Kab. Tanah Laut (14)
Sambil mendegarkan pidato Gubernur (setelah pak bupati pidato), si Ibu sudah bersiap-siap dengan jagungnya. Duh bu..udah gak sabar ya… 😀

 

HUT Kab. Tanah Laut (15)
Acara ditutup dengan doa dan bunyi-bunyian dari alat yang saya juga tidak tahu namanya, hahahahah….

 

HUT Kab. Tanah Laut (16)
Prinsip alat musik ini sama seperti angklung, tetapi dipukulkan ke tanah, setiap orang memainkan nada sendiri-sendiri tetapi menjadi harmoni yang menciptakan suasana pedesaan, kata teman ini salah satu alat musik orang dayak, saya juga tidak tahu pastinya 🙂

Dan acara jagung bakarpun di mulai!
*
*
*
Eits! Foto-foto acara bakar jagung ini saya skip! Sengaja untuk part 2, karena banyak gambar seru!!!

*

*

HUT Kab. Tanah Laut (19)
Selain itu tampil juga grup tari Reog Ponorogo yang diawali dengan tarian kuda lumping.
Kok jadi Reog?
Asal sahabat tahu, di kabupaten ini orang keturunan dari Jawa Timur tinggi sekali populasinya, pantas saja grup tari ini berkembang dari orang-orang lokal. Lha saya juga orang jawa timur lho rek! 😀

 

HUT Kab. Tanah Laut (20)
Reognya muncul!

 

HUT Kab. Tanah Laut (21)
Yang mainin musik…

 

HUT Kab. Tanah Laut (17)
Sepuhnya tim reog…heheheheh…

 

HUT Kab. Tanah Laut (22)
HUT Kab. Tanah Laut (25)
HUT Kab. Tanah Laut (24)
Nah, sekarang reog-nya ada dua…

 

HUT Kab. Tanah Laut (23)
Mulai atraksi jatuh bangun yang melambangkan pertarungan… 😀

 

HUT Kab. Tanah Laut (26)
Seksi kan rambut si reog… :mrgreen:

 

 

HUT Kab. Tanah Laut (27)
Nah ini grup tari yang lain, lebih kepada eksploitasi anak-anak, hahahahah….

 


HUT Kab. Tanah Laut (30)
Ternyata penari dewasanya masih dandan, hahahaha…cape deh…

 

HUT Kab. Tanah Laut (29)
HUT Kab. Tanah Laut

HUT Kab. Tanah Laut (31)

Nah berhubung matahari sudah terik dan saya lapar berat, jadi saya putuskan untuk pulang, kelamaan sih nunggu si om dandan, hahahahha…

***

 

Sahabat, nah penasaran kan bagaimana serunya suasana bakar jagung yang saya skip foto-fotonya?

Nantikan di postingan selanjutnya: HUT Tanah Laut (Part 2): Jagung Bakar!

 

Salam Jepret!


See The Sun Again…

Ini hanya sebuah syair lagu

Juga sebuah doa

Untuk saya, dan untuk orang-orang di luar sana,

Yang menunggu impian,

Yang menunggu bahagia,

Yang menunggu, melihat matahari itu lagi

Yakinlah teman,

Malam dingin selalu berganti dengan pagi yang hangat

Kebahagiaan akan datang

Dan kita akan melihat matahari itu lagi

Amin

 

Nikon D40. 1/4s. f/5.6. ISO 400

See the Sun

I’m comin’ ’round to open the blinds
You can’t hide here any longer
My God you need to rinse those puffy eyes
You can’t last here any longer

And yes they’ll ask you where you’ve been
And you’ll have to tell them again and again

*

And you probably don’t want to hear tomorrow’s another day
Well I promise you you’ll see the sun again
And you’re asking me why pain’s the only way to happiness
And I promise you you’ll see the sun again

*

Come on take my hand
We’re going for a walk, I know you can
You can wear anything as long as it’s not black
Please don’t mourn forever
She’s not coming back

Do you remember telling me you found the sweetest thing of all
You said one day this was worth dying for
So be thankful you knew her at all
But it’s no more

*

(Dido, taken from Album: Life for Rent)

 

 

Lagu Dido ini sebenarnya menceritakan tentang sahabatnya yang mengalami depresi berat akibat patah hati, di lagu ini dia memberikan semangat dan membantu sahabatnya untuk meninggalkan masa lalu yang kelam, memandang jauh ke depan, di mana akan datang harapan dan kebahagiaan yang baru.

 

>>>Download lagunya di SINI<<<<


Anak Desa ke Amerika (Part 2)

Ini adalah catatan perjalanan saya saat pergi ke US 2008 silam. Bagi yang belum membaca bagian pertama silahkan membaca disini: Anak Desa ke Amerika (Part 1)

 

Pesawat dari Jepang akhirnya mendarat di Minneapolis, MN. Bandara ini akan menjadi gerbang masuk bagi gue dan Agus sebagai non-imigran, kalo gue lolos di imigrasi maka akan lebih gampang kesononya (begitu sih kata yang senior-senior). Tahu rasanya menginjakkan kaki di Negeri Paman Sam ini? Biasa aja tuh. Wakakkakakaka…. *songong mode: on

Minneapolis Airport, sempet narsis

So abis kita keluar dari pesawat  gue dan agus dah lari-lari kaya kuda lumping makan beling. Buru-buru biar cepet diurus sama imigrasi, yup, akhirnya dapat awal-awal juga. Padahal gak ngaruh. Bandara ini gede, gue sempet ngelirik ke area luar dari balik kaca-kaca tebel itu, ini kan awal summer? Kenapa diluar mendung sendu begitu? Gue terus inget MN kan emang “Ice Box” nya US,so jangan ngarep anget-anget pas summer! lol. Gue langsung  antri, terus gue dan agus digiring ke ruangan khusus teroris, wkakakakaka… alias ruangan khusus untuk para non imigran dengan status istimewa kali ya. Beginilah nasib orang indo, apalagi gue yang pertama kali dateng ke sono, gue diajak ramah tamah* dulu (baca: di bawah pengawasan) 😀

Kata gosip dari yang sudah-sudah, mending yang mau berangkat turunnya sini aja, lebih sepi yang non-imigran…jadi diurusnya cepet, gak serame LA pastinya. Intinya kita cuma dikacangin terus suruh isi form, dan tunggu lumayan lama karena biasanya mereka akan cek database kita, dan ngurus orang lain selain intern kaya kita. Aneh-aneh yang masuk sana, ada orang rusia yang ngamuk-ngamuk karena gak lolos ntah karena alasan apa. Ada orang hispanic yang disuruh jelasin apa yang ada di kopernya sambil di ubal-ubal tuh koper, Duh!

Setelah mulai sepi, baru deh, kita dipanggil, ditanya ini itu dan photo dan sidik jari, dan ada kejadian aneh waktu dia mengidentifikasi rambut gue, gue bilang “black” dia bilang “Dark Brown”! eh? Kok bisa? Gue ngotot ini nih item, jelas-jelas gue gak suka maen layangan atau mandi di kali 😛 Akhirnya setelah gue dinyatakan berambut item, gue dapet stampel dari imigrasi dan ucapan: Good Luck! Kita bisa pergi deh…Hore!

Kok bagasi ga diperiksa yah??? Justru ternyata bagasi gue dah di bobol waktu tadi gue nunggu, wakakkaka…, anehnya gemboknya gak rusak, malah di tempel di kopernya dengan keadan rapi 😛 canggih amat!

Pas di tempat declare bagasi, barang-barang yang ada makanannya dibongkar abis-abisan! Anehnya indomie rasa ayam bawang gue diambil just because kata “ayam”, padahal rasa soto dan mi goreng kan juga ayam! aneh. Konyolnya dia bilang “Product from Malaysia is not good”, wkakakakaka…gue kan dari indo pak, kenapa jadi negara sebelah yang kena aib, wkakakaakakak… gue diem aja, pis ah!

Gue mulai sadar orang sini gak bisa mengucapkan nama belakang gue dg bener, ada yang manggil yutebret, ada yang hatebret, bahkan ada yang nyerah, dan bilang “gimana aku nyebutnya???” duh…..gue juga baru ngeh kalo mereka dari tadi manggil gue, heheheee, kirain mereka lagi nge-rap!

Penerbangan di lanjutkan ke Ohio.

Columbus Airport, OH

Sampe di Columbus, OH

Udah mulai tenang… bisa jalan-jalan dan beli souvenir, pertama kali dapet duit receh. Keliyeng-keliyeng liatnya, ini berapa cent ya??? Whatever, masuk kantong langsung.

Hahhaha…di bandara Columbus ini kita dengan sotoy-nya nyasar ke pintu keluar yang buntu, mana koper berat banget lagi. Maka dengan berbekal ilmu “bacalah” dan “tanyalah” Kita berhasil naik taksi ke University Plaza Hotel (Hotelnya The Ohio State University). Si abang taksi-nya orang item udah tua. Berhubung baru liat dollar yang kerincingan, gue ngelirik tuh duit koin itu berkali-kali. Pas bayar taksi gue kasih dah tuh satu lembar 50 dollar dan semua receh, biar si abang itung sendiri, wkakakaka…sampe sempet bikin “cape deh” si abang . Gue inget dia sempet ngomong “No Tips!”. Mungkin dia gak boleh nerima tips kali ya. Bingung gue.

Nyampe hotel, gue mulai ngutak atik peralatan dari tipi mpe showernya. Untung gue ga gaptek-gaptek banget, agus aja ga ngerti gimana cara nyalain showernya, padahal dia dah siap mandi, lol.

Ohio dingin brrrrr… Jam 8 malam masih terang  benderang. Suasananya beda banget, sunyi, jalan-jalan sepi gak jelas, ada penduduknya gak ya? 😛 Karena ga bisa pake telpon dari kamar, gue titip pesan ke Univ lewat telpon di front desk, gratis kok…trus tanya passcode bwt wifi nya ! yuhuuuuuuuuu ! cepet banget!

Paginya nyari sarapan murah di Burger King, ternyata buat sarapan, masih belum ada menu aneh-aneh,  akhirnya kita cuma makan roti digoreng gitu dan sirup super manis. Kesini-sini gue ngeh itu yang namanya pancake, biskuit dan syrup (-_-‘), oh ya plus susu cokelat dingin, wkakakakak… aneh emang. Udah gitu kita belum mengenal self-service,  itu nampan masih teronggok manis plus sampahnya di meja! Parah!

Agus, Jean, Adrian Luke dan Rod

Jam 9 pagi orang OSU (Ohio State Univ) bakal jemput kita. Kita pikir kita cuma berdua intern-nya, ternyata ada yang lain. Luke dari UK, Jean-luk dari France, Adrian dari Panama, cowok semua. Like usual kita Orientation Day,dengerin Mr. Chrisman cuap-cuap, dan kasih nasihat ini itu terutama berlalu lintas bagi anak UK dan Indo yang nyetir di kiri, pengalaman sudah banyak yang kecelakaan, wkakakak…, terus lanjut makan siang super wah di chinese resto, dan jalan-jalan ma Rod keliling OSU. Udah gak perlu dijelasin gimana heboh ma katro nya, pokoknya tuh Univ gede gila, terutama fasilitas olahraganya…

Abis itu jam 3 kita langsung terbang ke Florida tempat host kita. Pas di bandara kita cuma betiga ma Jean-luk, sedangkan Luke dan Adrian berangkat besok. Di Bandara, Rod ngedrop gue, Agus dan Jean, sempet say goodbye pake acara telat kasih souvenir dan nitip souvenir ke orang office. Lu tau gue ngasih apa? Angklung! Wuakakakkaa.. gue bawa 4 biji gede-gede, NIAT! *untung gak plus duren ma pete 😀

OSU Stadium

Kejadian konyol lagi neh… Koper Agus dituker sama orang! Ntah dituker entah dimaling. Kok bisa? Kapan? Agus kalap dan lari ke dalem buat nyari bantuan pernafasan aka security. Terus gue liat koper “bukan punya agus itu” ada tulisan Luke bla-bla, United Kingdom. Nah lho! Ternyata sodara-sodara saking riwehnya koper yang dituruni Rod ternyata bukan koper agus, tapi punya Si Luke, walhasil gue ma Jean Cuma bengong sambil nyengir kuda sambil mikir si Agus tadi kok bisa gak ngeh kalo itu bukan kopernya?

Agus kira ada orang yang ngambil kopernya dan nuker ma koper lain, dan dia tiba-tiba udah bawa-bawa polisi bandara gede banget + berkacak pinggang, gile sumpah serem banget ! “Tidak ada pencuri koper di sini” Dia bilang gitu ke Agus. Agus cuma terbata-bata gak jelas setengah mewek intinya “Pak, bantuin aye pakkkkkk..koper aye ilangggg!!!!!”

Trus gue jelasin masalahnya pelan-pelan dengan english pas-pasan ke pak polisi dan dia ngerti (untungnya… padahal gue dah mulut berbusa+muncrat-muncrat). Trus  pak polisi bawa agus buat  telp Office. Masalah selesai. Rod datang dan bawa koper yang bener, Thanks God! Si Jean cuma diem bengong liat kekonyolan gw dan agus, dia cengok ala boneka dengan mata biru dan bulu mata yang super blondie *orang katro jarang liat bule dari deket ya begini… 😀

Permasalahan kembali muncul saat kita nyampe Orlando, Florida. Fyi, bandara orlando keren abis! Mereka membuat susana Bandara sangat bernuansa wisata! Mulai dari tanaman tropis, palm, sampe gambar dinding yang bertema Disney, Universal Studio, SeaWorld, dll. Untuk ke areal kedatangan kita harus naik monorel yang melalui seperti danau yang keren. Seru deh!

Document yang ketinggalan di pesawat

 

Oh iya, permasalah berikutnya, Agus ninggalin document  orientasi dari ohio di dalam cabin! God! Ada-ada  aja. Pala gue botak lama-lama kalo begini. Kan kita dijemput ma Ceko dan Jorge di bandara. Udah deh, dia ma Ceko lari ke information desk nyari dokumen ketinggalan itu. Gue cuma nunggu ma Jorge dan ngorol kesana kemari. Untung semua bisa lancar, Agus got the document, terus kita lanjut perjalanan pake mobil ke Apopka… perjalanan 1 jam, kita sempet makan di McD, dan tidur dengan selamat di rumah baru yang lumayan nyaman.

 

 

Satu lagi… summer di Florida panas banget. Lebih-lebih dari bogor! rasanya matahari deket banget ma kepala.

***

 

Yah, begitulah catatan perjalanan saya ke Amerika. Semoga bisa memberikan manfaat dan wawasan bagi yang mau ke sana. Jangan sampe katro kaya saya ya 😀

Happy Friday!

 


Anak Desa ke Amerika (Part 1)

Tulisan ini ditulis pada Juni 2008 untuk milis kumpulan anak-anak program internship. Saya menuliskan kembali dengan sedikit editan. Semoga bermanfaat dan menghibur.

Semua dimulai dari bandara Soekarno Hatta *ya iya lha…, Gue ke US bareng Agus, temen satu host di sana. Resminya gue cuma di antar oleh 2 teman kostan (thanks mas eka+amay), tapi ada juga Indah adik kelas yang nganter gue + Agus, sedangkan agus di anter banyak banget orang, dari orang tua, sampe temen2nya yang numplek-bleg di mobil APV, gile…satu RT masuk!

Proses check in kita ternyata terlambat… soalnya layar monitor informasi penerbangan yang ga beres (kecewa dah…), jadi kita harus ngantri panjang banget dan kita termasuk orang-orang yang terakhir check in, buktinya ga ada orang di belakang barisan kita. Meskipun akhirnya masih bisa sempet balik keluar dan photo-photo*tetep narsis

Saya dan Agus di dalam pesawat Emirates

Nah, kita kan naik Emirates, fyi, makanannya lumayan enak, maksudnya, cocok di lidah orang indonesia… dan itu kayanya menjadi makanan yang “cocok di lidah” terakhir sepanjang perjalanan gue…hehehehee… dan di jamin halal!

Terus nyampe Changi, Singapore, sekitar jam 10 malam, agak bengong dikit, karena kita ga tau harus ngapain atau kemana. Jadi dengan langkah pede, gue dan Agus menuju kemana orang-orang berjalan, alias ngikut.. heheheee… Kesotoyan ini pun berakhir dengan aksi muter-muter gak jelas, hahahahah…kok kita kembali ke tempat ini ya? *wak!  Ketemu ma information desk, kita buru-buru tanya deh, trus tanya lounge kita dimana, eh ternyata masih satu tempat, cuma beda level, hehehee.. Pelajaran pertama buat yang mau berangkat, jangan malu bertanya, daripada sesat di bandara. Mereka ngerti kok kalo kita orang awam, tapi plis, pasang telinga baik-baik dan bicara agak keras, mereka budek kalo kita ngomong sambil flirting a.k.a malu-malu.

Sampe di lounge, dasar insting mamalia, ngeliat kasur anget langsung hibernate 😀 tapi kayanya Agus ga bisa tidur, dia cuma tidur bentar dan keluar ngutak-ngatik internet gratis… gue? Sukses bersama selimut dan bantal! sampe jam setengah tiga pagi gue bangun, agus dah kemana tau. Gue terus mandi tuh… trus saking dinginnya ac, kamar mandi itu jadi ikutan dingin, terutama kalo kita jauh-jauh dari showernya 😀 Pelajaran kedua, pelajari cara kerja showernya, ati2, mana air panas, mana air bekas AC, hehehee… setiap perubahan arah pada keran shower menunjukkan bagaimana hasilnya, kalo ternyata air mendidih yang keluar, coba diangin-anginkan trus tiup-tiup dikit, ya ga lha! 😛 pokonya sebelum lepas baju, pastikan kamu dah ngerti cara pengaturannya… sediakan waktu 3 menit buat ngutak-ngatik dan ngerusakin, hehehee

Di Changi Airport, Singapore

Kita berangkat ke tempat check in jam 4 pagi meskipun pesawat take off jam 6, sekedar memastikan agar kita gak bingung atau nyari-nyari dimana gatenya. Sepanjang Changi banyak hal yang bisa buat cuci mata, dari bangunannya, took-toko  free duty, resto, kran minum langsung, sampe eskalator yang automatic hidup kalo dideketin (meskipun terlihat mati, mereka hidup lho….ati2 kaget, heheheee). Setelah berhasil berdecak kagum dan foto-foto, kita check in di tempat check in pesawat kita: Northwest. Be calm dengan penjaga yang Tanya-tanya segala macam tentang bom dan bawaan kita. Beginilah nasib jadi orang indo. Masa gue ditanya siapa yang packing tas gue? Ada bom gak kira-kira? Ya elah pak, bom mah gak ada, ada juga bumbu pecel! Wakakkakaka… Mereka bisa bahasa melayu, jadi nyantai aja. Meskipun ada penjaga yang terkesan ganas-genit! duh gitu deh… pokoknya gak banget. Kebanyakan orangnya india aca-aca gitu 😀

Waktu check in, gue tanya aja tentang kapan dan dimana bagasi diambil kan gue ceritanya baru pertama, mana transit-transit pula, dan minta duduk yang pewe ke si mbak.

Nah, kejadian heboh pertama terjadi, waktu gue mau masuk ruang boarding, wajib mengeluarkan boarding pass dan paspor. Agus dah duluan, gue sibuk nyari paspor… Wak! paspor gue ilang! Gw masih berpikir ini cuma mimpi! Agus yang udah cengok di dalem cuma bengong plus bingung liat gue. Gue di luar langsung bonkar muat barang, nyari paspor nyempil di mana… dari charger, majalah mpe chiki-chiki keluar semua! Akhirnya karena putus asa, gue curhat ma gate keeper-nya. Minta tolong tanyain Agus di dalam apa dia bawa paspor gue, ternyata ga! Gue lemes seketika, masa gue harus balik ke Indo? Oh NO! Pengen nangis mode : on

Tempat check in! Apa mungkin di sana? Gue segera lari-lari kaya orang kesetanan balik ke tempat check in, dengan mata berkaca-kaca dan tas yang murat marit kaya kena bom, gue lari di eskalator tea, duh lumayan jauh pula. Untung Changi masih sepi, ga kebayang mereka liat ada anak kampung blesteran jawa-batak sesenggukan, lagi bawa ransel lari-lari nyari paspor! Voila! Paspornya masih tergeletak di sofa yang gue dudukin, padahal bapak-bapak yang disebelah gue duduk masih dengan posisi sama: tidur sambil ngiler. Untung ga ada yang ambil…sujud syukur banget dah! Pelajaran ketiga: “periksa bawaan anda sebelum meninggalkan tempat, jangan sampai barang anda tertinggal atau hilang dicomot tuyul…semoga selamat sampai tujuan… “ *bagus kan, dah kaya di dalem bus way 😀

Cerita berikutnya terjadi di atas pesawat…

Gak tau kenapa mungkin karena ulah gue yang rada pecicilan di atas pesawat,  mbak pramugari, lebih tepatnya ibu pramugari karena udah emak-emak, sampe  kenal ma kita, terutama gue! keliatan banget kita tuh dah kaya anak kecil belasan tahun yang lagi berpetualang naik peswat cuma buat ngerjain pramugarinya 😀 FYI, orang sono bilang gw masih kaya 17, padahal kan gw dah 23!

Pertama, waktu di kasih roti si ibu pramugari, sebut saja “Si Ibu”, gue dah makan kaya orang kesetanan a.k.a kelaperan,  trus dia bilang, “Take your time…” sambil nepuk pundak. Intinya, jangan cepet-cepet! Kamu ntar keselek, kan airnya belum dateng. Gue cuma nyengir kuda sambil mulut penuh roti. Malu banget dah. Oh iya, yang namanya dijonaisse (munkin temennya mayonaise), sumpah ga enak banget. Huek! kaya pipis basi. Baunya terngiang-ngiang  sampe ke jidat, *welcome to western food style!

Trus, sepanjang di atas pesawat Si Ibu itu yang seliweran di gang gue (gang? Gang kelinci kaleeee), mulai dari nawarin minum, mpe nawarin maenan dan produk pesawat buat anak-anak udik kaya gue 😛 Inget banget waktu gue di tawarin minum. Si Ibu berdiri di bagian depan gang, kira-kira 3 m dari gue. Si Ibu tanya  “drink????” karena gak ada yang jawab, akhirnya gue angkat tangan, dan menjawab tanpa bersalah “Orange juice!”, wakakkakakaka… kampung abis! trus Si Ibu dengan muka “plis deh” bilang pake gerak-gerak telujuk… “ Wait your turn, Okey???” berasa jadi anak TK gue! trus gue jawab dalam ati : terimakasih ibu guru….. malu banget sumpah, trus pas dia nuangin minum buat gue, dia tanya, temen kamu mau apa? * waktu itu agus lagi ke toilet, “sama, orange jucie…”, trus dia nuangin, “this for your friend… this is for you…”  kok dia jadi ngedikte gitu? sambil bengong, gue ngeliat dia senyum 😀

Daaaannnnn dengan sukses tiba-tiba gue menumpahkan satu gelas orange juice itu tepat ke badan gue! Damn! Parahnya mpe muncrat ke selimut, bangku dan ke stokingnya Si Ibu, selamat! stoking anda beroma jeruk! Wak!

Dia langsung dengan sigap menyita selimut gue “ You can’t use this” karena dah basah dan dia pergi kebelakang, lalu balik bawa tisu basah banyak banget, dan bilang “Clean your self please” Sumpah ga enak banget… why did it happen to me!! Jangan ditanya muka Si Ibu waktu itu, kaya mau nelen gue kali! Makanya dia inget banget muka gue. Selamat gue sudah jadi salah satu penumpang dibawah pengawasan! 😀

Kejadian lagi, gue dengan pedenya melenggang mpe ke pantat pesawat dan tanya restroomnya mana? Si Ibu bilang “tuh” sambil nunjuk kotak sempit deket dapur. Gue akhirnya pup dengan sukses, meskipun tempatnya dah kaya peti mati! *mentok kanan-kiri. Gue rasa Si Ibu tuh lagi ketawa dalam ati, jelas-jelas  gue duduk di depan, dan di bagian tengah pesawat ada toilet juga, kenapa gue jadi malanglang sampe ke belakang? 😛 Setelah pup, gue keluar sambil senyum, nanya ke pramugari yang lain yang lebih cantik… “ minta air putih dunk”, tiba-tiba ga disangka, Si Ibu nyapa dari belakang  “mau air putih?” tapi dengan gaya bicara “mau gue gampar lu?” *wak! Habis selesai minum, gue tanya naroh gelasnya gimana. Dia nunjuk buang di situ. Karena masih siwer ma keadaan dapur pesawat, gue buang gelas plastiknya ngasal, di atas tutup tempat sampahnya. Si Ibu lagi-lagi, langsung tertawa sambil melengos, bilang “Duh kamu buang sampah aja ga becus, tempatya bukan disitu honey, tapi disono!” sambil nunjuk lautan pasific dari jendela, wkakakakaka… Pokoknya ada aja yang bikin dia mengelus dada, sumpah gue ga enak banget.

Sampai akhirnya pesawat mendarat di Jepang. Waktu gue turun dari pesawat, dia dengan sopan menyapa penumpang turun, “Thank you” “Have a good day” dan tau apa yang di lakukan ke gue??? Sambil ketawa ngakak dia neplok-neplok bahu gue keras banget! Kaya Ibu ke anaknya, dalam ati: “Mimpi apa gue bisa ketemu anak kaya lu!”Wakakaka… dah kaya kenal dekeeeeettttt banget, gara-gara gue tukang rusuh di pesawat. Padahal untuk pelayanan gue acungin jempol banget deh si Ibu, dia sigap dan ramah. Hiks, gue jadi sempet nyesel… kenapa ga photo bareng dia yah? Lumayan kan buat kenang2an.

Lanjut…

Di Narita Airport, Jepang

Transit di Jepang! Banyak gadis-gadis jepang yang inggrisnya aneh, aksen inggrisnya udah kaya orang pake behel, sambil ngemut permen 3 biji! Beruntung gue dari Indonesia yang ga punya aksen seaneh gitu, sepanjang jalan, gue cuma ngetawain aja. Gak sempet beli apa-apa, langsung masuk lagi ke pesawat selanjutnya…

Dan kejadian tak terlupakan terulang lagi…. mentang-mentang Northwestnya berangkat dari Jepang, makanan pertama gue langsung ikan laut masak kuning gitu, salad tanpa dressing, dan Sashimi! ya ampun salmon mentah gitu! Dengan semangat dan kuat hati akhirnya langsung dimakan! duh..kok rasanya ga karuan gini. Sambil ngunyah…inget-inget Pak Bondan di acara kuliner, kayanya shasimi pake cuka? Ya ampun! Cukanya ternyata nyempil ga keliatan, kirain puding! Gubrak! Pantesan rasanya pengen muntah langsung makan salmon fillet itu. Akhirnya gue dan Agus dah kaya acara masak bareng, salmonnya di celup-celup di cuka dulu sampe masak atau berubah pucet, trus ditiriskan dan di santap (lumayan menghilangkan bau amis sekitar 50%), Tapi tetep aja, serasa abis ngelakuin dosa apa gitu. Bau Shasiminya sampe nempel ke gelas-gelas…huek!

Makan paginya lebih aneh. Kaya campuran keju, sour cream ga jelas ma sayur asin. Gue ga habis! Jadi tiba-tiba kangen ma WarNas sebelah kostan 😀 menderita bathin banget!

***

Bagaimana kelanjutan kisah ini? Apa yang terjadi saat Si Anak Desa menginjakkan kaki di Negeri Paman Sam?

Nantikan kelanjutannya di Anak Desa ke Amerika (Part 2)


Kapan Harus Menyiram Tanaman?

Gardening time!

 

Kapan harus menyiram tanaman dalam pot?

Pertanyaan klasik yang sering kita dengar atau mungkin kita tanyakan ke penjual tanaman.

Bagaimana jika sahabat dihadapkan dengan pertanyaan tersebut.

Ada yang menjawab: “Kira-kira satu hari sekali saja”

Ada yang menjawab: “Pagi dan sore” dan berbagai jawaban lainnya.

 

Tanaman hakikatnya adalah mahluk hidup yang sama dengan manusia, cuma bedanya tanaman tidak bergerak dan tidak berbicara. Jika mereka kepanasan mereka diam, jika kebecekan mereka diam, jika sakit mereka diam. Terus mau bagaimana? Ya itu artinya tugas kita lah yang harus mengenal mereka lebih dekat.

Seperti juga manusia, tanaman “minum air” jika merasa haus. Jadi pernyataan penyiraman dilakukan satu kali sehari, dua kali sehari rasanya kurang tepat. Saya menyiram tanaman saat mereka terlihat haus 😀

Bagaimana melihat tanaman yang haus? Tanaman yang layu adalah bentuk kehausan tingkat akut yang bisa berarti kematian. Jadi jika kita menyiram tanaman layu, ya mereka memang haus, tapi kita bisa sambil berdoa, siapa tahu mereka tidak akan bangun lagi, hahhahaha…

 

 

Berikut tips dari saya untuk melihat tanaman yang butuh disiram:

  • Cek kondisi tanah atau media tanam, jika pot kecil dan media ringan tidak ada salahnya membalik pot, sambil menahan bagian atas tanah, kemudian sentuh dengan tangan. Jika tanah terlihat kering dalamnya, maka saatnya kita menyiram. Jika tanah terlihat basah, kita bisa menundanya sampai besok. Pada umumnya tanaman menyukai tanah yang lembab (seperti handuk anda setelah mandi), bukan basah, dan bukan pula kering.

 

  • Jika pot berukuran besar, kita bisa gunakan kawat kuat atau stik untuk menusuk tanah kemudian mencabutnya kembali, lihat kondisi tanah yang menempel pada kawat, masih cukup lembab kah? Jika sudah terbiasa kita bisa mengira-ngira berat pot. Jika pot sudah kering pasti akan sangat ringan, artinya anda harus menghindari pot sampai seringan itu. Dari berat pot ini kita juga bisa tahu, seberapa banyak air yang kita berikan.

 

  • Kondisi tanaman juga bisa tampak jika kehausan. Beberapa tanaman ada yang daunnya akan bergerak vertikal untuk mengurangi permukaan penguapan, ada pula yang terlihat lemas atau tidak turgor, tetapi belum layu, ini menandakan kondisi air dalam tanaman sudah berkurang.

 

  • Jika kita menyiram kelompok tanaman sejenis dengan ukuran tanaman, pot, tempat yang sama, kita bisa mengambil satu sampel pengecekan, kemudian lakukan kebijakan siram atau tidak untuk kelompok tanaman tersebut. Saya yakin mereka memiliki kondisi yang sama.

 

 

Selain tips tersebut, ada beberapa tips penting lain seputar tanaman dan penyiraman.

  • Setiap tanaman memiliki kebutuhan air yang berbeda, jika kita sedang rajin, kita bisa mencari tahu dari buku-buku populer kebutuhan air tanaman tersebut, ada yang banyak, sedang dan sedikit. Tanaman banyak air tidak akan masalah dengan penyiraman berlebih tetapi pada umumnya tanaman ini peka terhadap kekeringan. tanaman sedikit air seperti jenis kaktus dan sukulen, akan sensitif terhadap tanah yang jenuh air.

 

  • Kondisi tanah dengan jenuh air yang sedang atau lembab, pada umunya disenangi tanaman karena baik tanaman suka air atau tidak suka air dapat mentoleransi kondisi ideal ini. Kondisi tanah yang kering akan berakibat kematian, kondisi tanah yang basah terus mnerus juka akan berakibat mudahnya terjadi serangan jamur dan bakteri yang berakibat pembusukan.

 

  • Lihatlah kondisi cuaca hari ini! Jika hari ini seharian turun hujan mungkin kita harus berpikir dua kali untuk menyiram tanaman diteras depan rumah. Sebaliknya jika hari ini sangat panas dan kita merasa haus, mungkin tanaman kita sedang mengalamai hal yang sama. Tetapi hal ini tentu tidak berlaku untuk tanaman pot dalam ruangan tertutup.

 

  • Kondisi ruangan ber AC yang kering tentu membuat tanaman lebih cepat kering. Ruangan sejuk  tidak berarti menjauhkan tanaman kita dari kematian akibat keterlambatan penyiraman.

 

  • Ukuran tanaman yang lebih besar atau permukan daun yang lebar membuat tanaman lebih cepat kehilangan air. Perhatiakan juga ukuran pot tanaman. Dengan ukuran tanaman yang sama, tentu saja pot yang lebih kecil akan lebih cepat kering.

 

  • Permukaan tanah yang kering belum tentu tanda bahwa tanaman butuh air, permukaan atas tanah memang bagian yang paling duluan kering.

 

  • Penyiraman sedikit demi sedikit lebih baik daripada penyiraman sekali dalam jumlah besar yang membuat sampai air mengalir keluar pot.

 

  • Siramlah tanaman pada tanah atau media tanam, bukan daun! (kecuali jenis anggrek). Jika malam tiba, suhu turun dan air masih menempel pada daun, bersiap-siaplah mendapat serangan jamur! Sebaiknya siram tanaman jangan terlalu sore. Biarkan air pada daun sempat kering sebelum malam tiba.

 

Kira-kira seperti itulah tips-tips penyiraman dari saya. Jika sahabat ada yang ingin menambahkan silahkan jangan ragu menulis di kolom komentar.

 

Tanaman dalam pot lebih repot dipelihara daripada tanaman yang ditanam di halaman atau tanah. Pada tanaman pot kita adalah tokoh utama yang “mengasuh” tanaman tersebut, sedangkan tanaman di luar lebih bisa bertahan dari kekeringan karena bumi adalah satuan bidang yang menyimpan banyak air dari hujan atau sungai. Jadi jika kita bisa sedikit cuek dengan tanaman yang ditanam di halaman, kita harus lebih hati-hati dengan tanaman dalam pot.

 

Saya di sini hanya menulis sedikit pengalaman saya di bidang tanaman. Mohon koreksi dan masukan jika ada yang salah atau kurang tepat.

 

Salam Kebun!


Aroma Buku

Do you like smell of books?

 

Sahabat, tahu tidak saya salah satu penggemar bau buku atau aroma buku. Ya. Bau buku.

 

Aroma buku dapat membuat saya merasa tenang, merasa klasik, merasa menjadi diri saya sendiri. Semenjak kecil saya suka mencium bau buku, terutama buku baru. Bau tersebut mampu membuat saya berimajinasi tentang hal-hal menarik yang akan segera saya dapatkan dari buku tersebut. Aneh gak ya?

 

Saya ingat saya suka membaca semenjak kecil (itulah kenapa saya sudah rabun semenjak smp!), saya senang jika mendapat satu kardus buku bekas, entah buku pelajaran, buku cerita atau majalah, semua saya lalap habis. Dan tentunya tidak lupa saya menikmati saat-saat membuka kerdus tersebut, mencium bau buku yang menyebar di sekeliling saya… kemudian mulai mengipaskan lembaran-lembaran kertas tersebut ke wajah… seggggggeeerrrrrrrr… 😀

Saya senang sekali setiap kali  ikut Pakde saya yang seorang pustakawan di perpustakaan daerah. Seharian itu saya bisa menikmati hari hanya dengan mengambil buku, membacanya sebentar, pindah ke buku lainnya, berjalan melalui rak-rak yang penuh buku dengan perasaan seperti pangeran kerajaan super pintar yang punya banyak buku, hahahahhaah…lebay…

 

Sama halnya dengan pergi ke toko buku. Si mamah dulu mungkin menganggap toko buku adalah tempat penitipan anak yang paling pas buat saya, ketika si mamah berbelanja, dia cukup melepas saya di toko buku, dan saya akan “jinak” di sana, hahahaha… dan bagi saya mama seperti melepas saya di surga, mata saya berkaca-kaca saat melalui tumpukan buku-buku… kalau ada arena bermain “mandi buku”, mungkin saya akan langsung nyebur di dalamnya 😀

 

Saking banyaknya saya menerima buku bekas dari teman orang tua atau saudara, saat SD kelas 4 saya sampai bisa membuka taman bacaan di rumah, hahahahaha…tidak besar, tetapi setiap buku ada nomornya. Jika membaca di tempat maka gratis dan yang dibawa pulang harus membayar 50-100 rupiah, 😀

 

Tetapi hobi membaca ini tidak terlalu terbawa sampai sekarang, buktinya saya tidak terlalu semangat membaca buku-buku tebal yang tidak jelas bagus tidaknya. Tetapi mencium aroma buku masih saya sukai sampai sekarang. Bau campuran kertas, tinta dan lem tersebut seperti aromatheraphy yang unik bagi saya. Begitu perhatiannya saya dengan bau buku, sampai saya mengamati satu demi satu jenis kertas dan baunya. Dari kertas koran, komik, majalah, dan buku atau novel. Kertas yang agak burem, akan berbeda dengan kertas putih, dan yang paling enak buat saya adalah buku yang kertasnya glossy tebal dan tintanya berwarna. So Yummy… 😀 Hanya saja buku dengan kertas seperti itu rata-rata mahal, jadi saya cuma bisa menikmatinya di toko buku.

 

Kemarin saya bertanya-tanya, apa ada orang yang menyukai bau buku seperti saya? Setelah googling, hahahaha..ternyata banyak juga yang menyukai bau buku. Saya bahkan menemukan sebuah produk semprotan aerosol berjudul : Smell of Books, hahahahahah…. Saya tidak menyangka!

 

Produk ini diciptakan bagi mereka yang suka membaca e-book tetapi membutuhkan suasana dengan keharuman buku yang menginspirasi mereka untuk semangat membaca buku 😀 Sangat pengertian sekali! Saya tidak tahu bagaimana cara pakainya, saya pikir mungkin disemprotkan pada alat pembaca e-book seperti halnya baju yang disemprot parfum, makan baunya akan bertahan lama dan membuat seolah-olah kita sedang membaca sebuah buku, buka e-book.

 

Lucunya semprotan ini mempunyai varian dengan aroma berbeda. Ada aroma daging asap atau panggang, so hommy. Ada aroma klasik yang memberikan keharuman buku-buku kuno seperti di perpustakaan. Ada aroma rumah perpaduan antara sofa dan aroma kucing peliharaan anda. Yang terakhir aroma yang didesain untuk wanita untuk memicu senstifitas dan imajinasi (gak kebayang gimana baunya???).

Maaf kalo jadi promosi, hehehehe…tapi tidak ada maksud promosi barang di sini :mrgreen:

 

 

 

Nah, bagaimana dengan sahabat disini?

Apa juga suka dengan bau buku?

Atau bahkan sudah addicted? Hahahahha…

 

 

Saya berpikir jika ada parfum yang berbau seperti buku baru, saya mungkin akan membelinya!

It’s truly me! Sangat saya! 😀

 

Happy Monday!

 


Jalan-Jalan ke Pedesaan Kalimantan

Akhirnya kita bisa jalan-jalan lagi!

“Prim, anterin mama ke kondangan ya?”

“Kok gak bareng papa?”

“Aduh kondangan lagi padet, jadi harus dibagi-bagi orangnya.”

“Emang ke mana, ma?”

“Agak di pedalaman, deket gunung”

Jadi deh minggu kemarin saya asoy geboy naik motor pergi ke kondangan sama si mamah. Niatnya sih kondangan, cuma sekali kondangan, 100 jepretan terlampaui..wkakakakkaka…

Saya memang sengaja membawa kamera, karena si mamah bilang pedalaman deket gunung, pasti banyak objek bagus kan !

Desa itu bernama Panjaratan, di kaki gunung Karamaian, kira-kira 20-30 menit dari kota Pelaihari.

Btw, tidak ada yang menarik untuk di foto dari acara kondangannya, pengantinnya malah ngilang ganti baju, jadi gak satupun gambar yang saya ambil, hehehehe…

Sesi pemotretan ini dimulai saat perjalanan pulang dari kondangan tersebut. Ayo ikut !

Pengantar: Harap bersabar untuk me-loading gambar, FLICKR sedang bekerja keras saat ini untuk mengeluarkan 39 foto terbaik saya secara bersamaan! 😀

DSC_3821 copy

desa di kalimantan (2)

desa di kalimantan (3)

desa di kalimantan (4)

desa di kalimantan (5)

Sahabat jangan mengira rumput hijau itu adalah padi! 😀 itu benar-benar rumput atau alang-alang yang tumbuh di atas rawa, sebenarnya rawa ini adalah pelebaran dari sungai yang apabila banyak hujan akan meluap luas sampai menyerupai rawa. Tanah yang sedikit tinggi tentu saja tidak akan tergenang.

Sungai di kalimantan selatan umumnya berwarna cokelat. Mungkin selain karena tanahnya yang berwarna kemerahan, juga karena banyaknya penambangan intan yang “mengaduk-ngaduk” tanah sungai sehingga airnya menjadi keruh.

Jalan beraspal sudah ada di desa ini, tetapi untuk dapat bergerak gesit di perairan mereka menggunakan “klotok” yaitu sampan bermesin. 😀

desa di kalimantan (6)

desa di kalimantan (7)

desa di kalimantan (8)

Begitulah typical rumah mereka. Rumah Panggung. Rumah yang didesain untuk mencegah air masuk jika tiba-tiba air pasang. Saya cuma berguman apa tidak ada buaya atau anaconda yang tiba-tiba menerjang dari bawah ya? :mrgreen:
desa di kalimantan (9)

desa di kalimantan (10)

desa di kalimantan (11)

desa di kalimantan (12)

desa di kalimantan (13)
Pemandangan jembatan seperti ini banyak ditemukan di tempat ini. Penduduk di sini banyak berternak sapi. Mungkin karena mencari rumput lebih mudah 😀

desa di kalimantan (14)

desa di kalimantan (15)
Perjalanan dilanjutkan…

desa di kalimantan (16)

desa di kalimantan (17)

desa di kalimantan (18)

desa di kalimantan (19)
Saya masih dibuat kagum, bagaimana mereka membangun jembatan kayu yang menghubungkan satu rumah dengan rumah yang lain… Kalau begini susah kalau mau main bulu tangkis di depan rumah, kecuali main polo air 😀
desa di kalimantan (20)

desa di kalimantan (21)

desa di kalimantan (22)

desa di kalimantan (23)
Hmmm…gambar 22 adalah contoh rumah khas Kalimantan Selatan…
desa di kalimantan (24)

desa di kalimantan (26)

desa di kalimantan (28)
Di sepanjang jalan saya banyak menemukan ternak-ternak yang seliweran, ada sapi yang mau mandi, sapi menyeberang jalan, bebek-bebek yang berenang, atau sekedar kumpul gak jelas di tengah jalan 😀
desa di kalimantan (27)
Nah kalau ini biawak yang bertemu dengan kucing, suasana tegang seketika, saat saya dekati, kucing lari, dan biawak juga lari mundur 😀
desa di kalimantan (29)
desa di kalimantan (30)

desa di kalimantan (31)

desa di kalimantan (32)

desa di kalimantan (33)

desa di kalimantan (34)
Setelah keluar dari desa tersebut, jalanan mulai sepi dari rumah-rumah. Sepanjang jalan hanya hutan, banyak pohon pisang, karet dan durian.
Mendung semakin gelap, tiba-tiba hujan turun dengan deras, saya dan mamah berteduh di warung penduduk. Ternyata pemilik warung penduduk itu adalah ibu dari tetangga rumah, walah…akhirnya kita malah dihidangkan makanan dan minuman.
desa di kalimantan (35)
Ini adalah tape ketan hijau yang diwarnai dengan daun katuk, satu makanan khas orang banjar, plus kopi hangat di saat hujan… hmmm… rejeki! 😀
desa di kalimantan (36)
desa di kalimantan (37)

desa di kalimantan (38)

Setelah hujan reda kami pun melanjutkan perjalanan pulang.

Semoga jalan-jalan kali ini bisa menambah wawasan sahabat di sini…

desa di kalimantan

 

Salam Jalan-jalan!


Jawaban Menebak Photo

Langsung saja!

Berikut adalah jawaban dari postingan iseng saya kemarin: Menebak Photo

Cekidot!

 

 
x1
DSC_4022
Jawaban: Kupu-kupu atau lebih tepatnya ngengat, ngengat ini saya temukan terbang malam2 di meja belajar saya, karena warnanya unik, saya jepret deh…

 
x3
DSC_3873
Jawaban: Sapi! Hahahahha… banyak yang tertipu meskipun ada juga yang benar, recently saya baru ngeh kalo telinga sapi berbulu seperti itu 😛

 

 
x4
DSC_3788
Jawaban: Tikus… mahluk-mahluk imut ini  :mrgreen: tertangkap saat mereka terjebak dalam bak mandi yang belum  jadi… 😛

 
x5
DSC_3758
Jawaban: Capung warnanya biru… 🙂

 

 
x6
DSC_2260
Jawaban: Cicak! (soalnya kecil) Ntah ini jenis cicak apa, yang pasti warnaya lebih gelap kehijauan, setelah terkena flash kamera diketahui jarinya berwarna merah! apa jangan-jangan ini anak tokek ya???? 🙄

 

 
x8
File135
Jawaban: Hahhahaha… mirip mata burung, tapi ternyata mata Hamster!

 

 
x9
DSC_1465
Jawaban: Anak ayam yang lagi merem…sendu banget ya…. 😀

 

 

Karena tidak ada jawaban yang 100% benar, maka tidak ada yang menerima hadiahnya… :mrgreen:

>>>Padahal emang gak ada ada hadiahnya… next time ada hadiahnya… 😀

 

 

Thanks ya sahabat-sahabat yang telah berusaha menjawab!  It just for fun!

Happy Blogging!


Menebak Photo

Duh, akhir-akhir ini super duper sibuk, semoga weekend ini bisa nulis dan BW dengan normal.

Sahabat bloggers, membagi waktu untuk tetap eksis di dunia blog memang suatu tantangan, saya mulai ngerasa “kucar-kacir” dan terhempas di antara lembah kesibukan yang menerjang tiada henti seminggu terakhir ini *lebaaayyyy….

Karena malas mau menulis panjang lebar, saya cari ide lagi dari koleksi foto-foto saya…

ide 1: Photo hewan

ide 2: Menebak Photo

Kira-kira sahabat bisa menebak gak ya ini hewan -hewan ini?

Saya ambil potongan bagian tertentu dari tubuh hewan -hewan tersebut, kira-kira dari secuil gambar itu , apa sahabat bisa menebak hewan apakah ini…

x1

Gambar 1

 

 

x3

Gambar 2

 

 

x4

Gambar 3

 

 

x5

Gambar 4

 

 

x6

Gambar 5

 

 

x8

Gambar 6

 

 

x9

Gambar 7

 

Hehehhehehe… pasti mudah ya? Soalnya hewan-hewan ini mudah ditemukan di sekitar kita 😀

Saya cuma iseng doank sih… silahkan dijawab ya, besok saya kasih tau jawabannya…

 

Happy Blogging!

 

PS: Tebakan ini tidak ada hadiahnya dan tidak mengandung unsur paksaan :mrgreen:


Lho kok tulisannya…

Sahabat Bloggers,

Dulu saya setiap naik kereta express pakuan Jakarta – Bogor sering diperlihatkan gambar ini di kereta.

Yup, ini adalah space iklan yang disediakan oleh PT. KAI bagi kita yang ingin pasang iklan di dalam kereta. Tentu saja tidak gratis, heheheh…

 

Saya cuma berguman… ini persis di luar negeri, sebagian besar iklan-iklan produk yang dipasang di sana juga menarik dan kreatif. Tetapi di Indonesia masih jarang perusahaan yang mau memasang iklan di kereta, terutama kereta express. Mungkin karena masyarkat lebih banyak menggunakan kereta ekonomi atau AC-ekonomi, daripada kereta express yang memang harganya jauh lebih mahal.

 

Menurut saya space iklan dan isi iklan tersebut sudah cukup baik. Warna OK dan tulisan jelas.

Tetapi tiba-tiba saya tersenyum membaca satu tulisan di iklan tersebut 😆

Kenapa jadi salah begitu ya?

Coba perhatikan lagi hasil zoomnya.

 

Memang tidak ada gading yang tak retak, tetapi seharusnya iklan yang disebar dalam jumlah besar dengan skala nasional seperti ini pasti sudah melaui revisi dan koreksi. Apa tidak ada satupun staff PT. KAI yang menyadari ini ya?

Foto ini di ambil Agustus 2009. Ntah lha apa sampai sekarang tulisan tersebut masih ada atau tidak. Jika sudah tidak, itu lebih baik, artinya ada koreksi dan etikat baik untuk membuat yang lebih baik dan benar.

 

 

Sekedar pengingat bagi saya sendiri yang suka ceroboh dalam tulisan.

Ada kalanya untuk hal-hal yang sangat penting, kita bisa minta tolong orang lain untuk mengoreksi.

Saya yakin kejelian 4 mata lebih baik dari hanya 2 mata 🙂

 

Happy December!


Hilang Focus!

Sahabat hari ini saya:

Hilang focus…

Melakukan kesalahan berulang… dan

Menyadari kesalahan berulang itu setelah ulangan ke-tiga!

I wish I could go back in time, and fix it…

 

Awalnya hari ini saya dapat kerjaan input data kependudukan yang dibayar perlembar, easy job, tapi saya harus berlomba dengan waktu, makin banyak makin bagus upahnya…fiuh…

Segalanya terasa mudah sampai akhirnya saya mendapat email yang menyebutkan bahwa “kerjaan lain” saya salah, dan klien saya mengkritik saya. Katakanlah kerjaan lain itu adalah membuat dokumen dalam bahasa Inggris. Kerjaan lain sebenarnya ini erat hubungannya dengan masa depan saya 😦

Awalnya saya tenang-tenang saja, saya membalas dan memperbaiki dokumen tersebut. SEADANYA, tanpa pikir panjang. Lalu saya balik ke kerjaan saya yang ada di depan mata.

 

Kemudian beberapa jam berlalu, email balasan datang yang menyebutkan kesalahan baru (lagi) yang saya perbuat.

Duh! lagi-lagi saya sadar saya ceroboh… saya berpikir cepat, apa? Apa? APAAA?????

Dengan jurus seribu Pede dan “asal jadi” saya kirimkan hasil perbaikan dokumen tersebut, dan seperti biasa, saya: back to my current job.

***

 

Sudah beberapa jam tidak ada balasan. Saya curiga. Sebelum saya memutuskan untuk berhenti dengan kerjaan hectic itu malam ini, saya melihat lagi isi sent item email saya.

 

Sahabat saya tertegun sebentar membacanya.

Saya seperti sedang membuat seonggok sampah!

Apa-apaan ini? Sampah? Kecerobohan tingkat tinggi yang fatal!

 

Sahabat, pikiran normal berkata bahwa saya sekarang sudah di ujung tanduk.

Ya Tuhan, bisakah saya memperbaikinya?

Penyesalan akhirnya…

Seandainya saya tidak terburu-buru membalas email dengan dokumen yang dikoreksi seadanya.

Seandainya saya tidak bernafsu untuk menyelesaikan kedua job ini.

Seandainya saya bisa sedikit menata emosi dan konsentrasi.

Saya tidak akan hilang focus.

 

 

Pernahkan sahabat mengalamai hal ini?

Sahabat dihadapkan oleh lebih dari satu tugas, tetapi tugas yang satu membuat tugas lain menjadi hilang focus sehingga malah menyebabkan kesalahan fatal salah satunya. Parahnya kita sadar bahwa itu seharusnya bisa dihindari.

Persis seperti orang bodoh yang minum susu kadaluarsa, dia akan muntah setelah beberapa menit meneguk nikmatnya susu tersebut.

 

Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari cerita hari ini.

 

PS : Maaf belum sempat BW, saya butuh tidur dan memikirkan cara memperbaiki kesalahan ini 😦