Frames, Green, Rustle and Sweet Tea

Archive for 25 November 2010

Pertanian Impian (Part 1)

Firstly I’d like to make a wish that one day Indonesia Agriculture become like this 🙂

Siapa bilang pertanian itu kampungan? Siapa bilang pertanian itu identik dengan yang kotor-kotor? Siapa bilang pertanian itu cuma sebatas cangkul dan fisik?

Sebagai orang yang dibesarkan dengan ilmu pertanian *jiah! saya merasa tergerak memberikan gambaran pertanian impian yang dicita-citakan negeri ini, meskipun sayangnya, image pertanian sudah (bisa dibilang) rendah di mata masyarakat kita. Apa yang bisa harapkan dari seorang petani? Apa tidak ada kerjaan yang lain? Apa itu pula yang sahabat pikirkan selama ini.

Sekarang saya ingin membawa sahabat ke suatu tempat di mana gambaran pertanian akan menjadi sangat berbeda, suatu tempat di negerinya Obama, tempat saya dulu pernah menimba ilmu dan pengalaman. Tempat itu bernama Metrolina Greenhouses.

Sebuah perusahaan greenhouse besar seluas 150 acres, atau lebih dari 60 Ha yang berlokasi di Huntersville, North Carolina. Memilki tagline : Pride and Joy, dan diakui sebagai salah satu greenhouse paling automatis di United States dengan berbagai macam sarana mekanik yang didesain secara pribadi oleh pemiliknya Tom VanWingerdens. Greenhouse wholesaler ini memproduksi tanaman hias dan bunga dalam pot (annuals, krisan, poinsettia, dan lain-lain) yang dipasarkan hampir ke seluruh penjuru US.

Setelah Tom wafat beberapa bulan yang lalu, perusahaan keluarga ini diterukan oleh anak-anaknya dan semakin berjaya sebagai salah satu perusahaan pertanian yang diperhitungkan. Perusahaan yang mengaku tidak terpengaruh oleh resesi yang menimpa US ini membuat saya “menganga” saat pertama kali menginjakkan kaki di sana. Jujur,saya merasa kecil dan minder, sambil bertanya-tanya: Kapan Indonesia seperti ini? Ayo ikut saya berkeliling!

 

 

MG01
Gate utama Metrolina Greenhouses. Kincir angin ini gambaran nenek moyang keluarga VanWingerdens yang berasal dari Negeri Belanda.
MG03
Di bagian depan ini kita disambut dengan dinding-dinding kaca dan jembatan kecil yang melintang di atasnya. Apa itu? Itu adalah track yang bergerak automatis mentransfer tanah dan pot 🙂
MG02
Bangunan seperti tangki putih itu berisi air panas yang berfungsi sebagai pemanas, menghangatkan isi greenhouses melaui pipa yang tersebar ke seluruh bagian greenhouse.

MG13
Sisi belakang greenhouse, mungkin anda bertanya, mengapa atap greenhouse terbuka?
Atap greenhouse bergerak automatis sesuai dengan kondisi cuaca, suhu dan kelembaban. Jika suhu terlalu panas, atap akan terbuka, jika kelembaban turun atap akan tertutup. Atap ini di desain untuk kenyamanan tanaman di dalamnya 😀 Percaya atau tidak atap ini bisa diaktifkan tutup buka secara online melalui internet. Sangat canggih bukan???
MG04
Ini adalah main road dari gate utama, di sebelah kanan adalah office, di bagian kiri adalah parking lot untuk tamu. Bahkan di jalan pun mereka tidak menyia-nyiakan space dengan menanam basket (tanaman gantung) di atasnya.

MG14
Greenhouse besar ini terdiri dari 4 area besar; Downstair, Upstair, MX1, dan MX2. Ini adalah jalan utama MX2. Setiap bagian tersebut terdiri dari beberapa section. Setiap section terpisah oleh dinding kaca yang terhubung dengan pintu automatis. Di tempat ini banyak pintu automatis yang menggunakan sensor, saat kita mendekat, pintu akan terbuka, dan kemudian tertutup kembali :mrgreen:

MG33
Ini adalah contoh atap area downstair dan upstair, area ini memiliki atap yang lebih rendah dibandingkan MX1 dan MX2 yang beratap tinggi. Maka untuk mendukung pengeluaran panas dengan cepat, mereka menggunakan kipas. 🙂

MG10
Traktor yang dikendarai tim growing (perawat tanaman). Di greenhouse ini, tim growing membawa traktor dan sepeda pedal untuk bergerak ke seluruh area. Tim shipping (pengemasan/tukang panen) dan maintenance bergerak dengan chart. Sedangkan para supervisor mengendarai skuter. Tamu dan boss naiknya golf cart 😀

MG07
Tempatnya para propagator (perbanyakan tanaman) dan transplantor (pemindahan tanaman muda) yang disebut Barn, di sini umumnya diisi oleh pekerja yang tugasnya menanam biji atau tanaman induk yang akan di kemudian ditransfer ke areal tanam. Alat didepan adalah track yang bergerak cepat yang mereka menerima plug tray kosong dan mentransfer plug tray yang selesai, begitu seterusnya.

MG08
Ini adalah hasil propagating dari biji. Tanaman muda ini akan segera ditransfer ke barn lain untuk ditransplant ke pot yang sebenarnya.

MG05
Ini adalah soil machine, yang mengisi pot dengan media tanam, pekerja cukup mentransfer satu paket tray berisi pot kosong , kemudian mesin ini akan mengisi dengan media tanam dan bergerak ke mesin transplant.

MG06
Ini yang disebut mesin tranplanting, mereka terdiri dari jari-jari robotik yang bisa bergerak menyebar dengan cepat, mencabut tanaman dari tray kemudian menancapkan tanaman muda itu ke pot yang sebenarnya, luar biasa!

Waktu awal saya datang, saya pernah bekerja di tempat ini. Tugasnya adalah berdiri di bagian output mesin, cukup memicingkan mata memastikan hasil si robot tidak ada yang miss, jika terdapat pot atau bagian pot yang gagal ditanami, tugas para manusia yang segera mengoreksinya. Gampang tapi cukup melelahkan, karena gerak mereka sangat cepat sehingga kadang kewalahan juga. Manusia mengikuti mesin, bukan sebaliknya. 😛

MG09
Dari output mesin tranplant pot akan melalui track panjang yang bergerak automatik ke rak besar (berukuran kira-kira 4×3 m) dari logam bernama “table”, lagi-lagi disini mesin yang menata pot-pot tersebut. Table-table kemudian bergerak di rel yang dimanage seorang petugas, mengarahkan pada section berapa table tersebut akan berhenti dan dibesarkan. 🙂 Di tempat ini banyak sekali sensor, so computerized!


MG35
Lautan pot yang berkembang dengan baik di areal floor (lantai).

MG23
Jika table diletakkan di lantai (floor), makan pot-pot basket akan dimasukkan ke dalam wagon atau dishes (rak besi) yang ditransfer ke kawasan atas, dekat atap. Di kawasan basket ini terdapat sistem mesin bernama Echoes. Sebuah mesin yang bekerja dengan sakelar menggerakkan roda berkabel yang siap menggantung dan memutar pot basket. Saya bekerja banyak dengan mesin ini 😉

MG22
Di area ini penanggung jawab echoes menghabiskan waktunya mengecek tanaman. Areal ini adalah salah satu area tertinggi, karena kita bisa melihat ke seluruh penjuru section.

MG24
Lautan echoes dan basket.

Nah sahabat, bagaimana jalan-jalan kali ini? saya harap tidak ada yang bingung dengan penjelasan saya :mrgreen:

Masih banyak hal di tempat ini yang saya akan tunjukkan besok. Kali ini sampai disini dulu.

Jadi nantikan jalan-jalan berikutnya di Pertanian Impian (Part 2). Sampai Jumpa. 🙂

 

Salam Kebun!

 

(Some pictures are courtesy by Liza Claudia and Emily Bosch)