Frames, Green, Rustle and Sweet Tea

Archive for 23 November 2010

Suaranya False!

False Notes? An unbearable irritation!

Sahabat Blogger,

Pernahkan sahabat harus bertahan mengahadapi suara false atau sumbang? Apa yang saat itu sahabat rasakan?

Saya ingin bercerita tentang kejadian kemarin malam. Adik laki-laki saya yang berumur 12 tahun tinggal sekamar dengan saya, tetapi ranjang kita terpisah. Saya saat itu sedang enak-enaknya rebahan meluruskan badan yang sedikit lelah setelah berenang, sambil mendegarkan alunan lagu-lagu slow bervolume kecil dari laptop saya.

Adik saya tiba-tiba berkeliling kamar dengan joget-joget gak jelas, bernyanyi mengikuti lagu yang sedang dia dengarkan melaui headset hp. Saya pun mengalah dan mematikan suara dari laptop saya. Tapi lama-lama saya tidak bisa tahan dengan suara adik saya itu! False parah!

Niat saya yang tadinya ingin relax malah menjadi tegang dan terganggu dengan nada-nada dan lirik yang gak jelas. Duh! Ntah kenapa saya jadi sedikit emosi.

 

“Woy, berenti! False tau!”

Adik saya sempet bengong dengan wajah kecewa.

“Cuma ada dua pilihan, kamu dengerin lagu tapi gak pake nyanyi atau dengerin pake speaker, tapi gak pake nyanyi juga.”

Adik saya manyun seketika, suasana menjadi hening. Saya jadi merasa sedikit bersalah.

 

Tapi beberapa menit kemudian adik saya tanpa sadar bernyanyi lagi, false lagi, Ya Tuhan!

Saya pergi dari kamar dengan muka dilipet-lipet…saya kesal!

Kenapa ya saya jadi kesal? Saya kilas balik, saya sendiri sebenarnya sudah sering mendengar suara false orang saat bernyanyi tetapi selalu tidak pernah ada kesabaran saya untuk coba menerima ke-false-an itu. Di acara pesta, di tempat karaoke, di rumah, di angkot (pengamen) di mana saja tempat dimana ada orang dengan penuh percaya diri bernyanyi dengan nada-nada yang ntah kemana larinya. Mereka tanpa sadar meng-false-kan diri dan saya pun tanpa alasan, mau tidak mau, mendegarkan suara itu sampai lagunya selesai. 😯 Sangat mengganggu bagi saya.

Saya bukan mau bilang sense of music atau musikalitas saya sangat tinggi bak composer lagu, tetapi at least saya bisa merasakan suara mana yang “normal” mana yang “bencana”. Saya kadang lebih menghargai suara pas-pasan dengan nada yang tepat daripada suara yang super lantang tetapi false. Saya sendiri rasanya sudah punya toleransi yang cukup untuk ini, tetapi tetap saya punya batas 😦

Maaf saya bukan mau menyinggung perasaan orang-orang di luar sana yang mungkin tidak sengaja ber-false ria dengan suaranya, tetapi mungkin kita mulai harus menyadari bahwa tidak semua orang dianugerahi musikalitas tinggi, sehingga cobalah mulai berhenti untuk selalu show off dengan suara false itu.  Jikalau memang ingin bernyanyi di depan umum, cobalah bernyanyilah sendiri, merekamnya dan mulai menilai suara sendiri, atau tanyakan kepada orang terdekat, apakah suara kita sudah cukup layak alias tidak false. Tidak perlu bagus, layak saja sudah cukup. 🙂 Please do more practise.

 

Bagaimana dengan sahabat sekalian? Apa punya pengalaman dengan suara false? Apa sahabat juga sensitif seperti saya atau malah bisa menikmati ke-false-an tersebut?

 

Happy Blogging!

PS: mau pamer, ilustrasi itu saya sendiri yang gambar lho, not bad… :mrgreen: