Frames, Green, Rustle and Sweet Tea

Archive for 15 November 2010

It’s not about me, It’s about you…

It’s all about you, and you deserve it…

Pagi semua!

Menolong orang memang tidak mengenal waktu, tempat, siapa dan caranya. Kita pernah menolong  Ibu kita sendiri membereskan rumah, menolong kakek tua menyeberang jalan, membantu resepsi pernikahan sahabat, menolong tetangga yang punya hajat, memberikan recehan kepada pengamen jalanan atau sekedar membetulkan letak dasi suami…*sweet dah! Bagaimana respon orang yang kita tolong?

Kalau saya.

“Prima, makasih ya sudah dibikinin, nanti lain kali jangan kapok…”

“Pim, semoga kebaikan lo dibales ya sama Alah…Amin”

“Duh jadi gak enak, makasih banyak ya mas…”

“Makasih om…” >>berasa tua dipanggil om 🙄

 

Nah, lalu apa jawaban sahabat?

Sebagian besar orang mengucapkan, “iya sama-sama” atau bahasa planetnya: “you are welcome”

Saya sendiri pasti akan berkata seperti itu, tetapi ada hal yang ternyata sering saya ucapkan baik secara lisan atau tulisan. Saya tidak sadar sering mengucapkan kata-kata ini, bahkan pagi ini saat saya menolong teman saya, saya menuliskannya lagi di halaman chat. Selalu itu, sampai temen saya bilang: “loe banget sih…”

Saya ternyata sering mengucapkan kata-kata berikut:

“Gak apa-apa kok, itu rejeki loe…”

“Hahhaha…sama-sama, emang nasib lu aja ketemu gue…”

“Loe lagi mujur aja pas gue lagi nganggur”

“Rejeki gak kemana, you deserve it…”

dan kata-kata yang terakhir ini saya ucapkan pagi ini seperti membuat saya bercermin…

 

“It’s not about me, It’s all about you… Thanks to God who arranged  for you”

 

Sahabat, saya merenung hari ini. Pernahkah kita berpikir bahwa Tuhan mungkin telah mengatur diri ini untuk menolong sesama. Kaki, tangan dan hati ini digerakkan olehNya sebagai perintah untuk menolong orang-orang itu.

Tuhan seperti berkata:

 

“Hey, Prima pergilah chat, di sana ada teman yang membutuhkan pertolongan, maka bantulah dia”

atau kebalikannya,

 

“Prima, aku kirimkan si A untuk menolongmu, kemudian si B akan menolongmu setelah itu, terimalah dan syukurilah berkah dan rezeki pertolonganKu”

 

Sahabat, orang yang kita tolong adalah orang yang sebenarnya menuai rezekinya sendiri. Kita hakikatnya adalah hanya perantara. Tidak sepatutnya menagungkan keakuan dan kelebihan diri sendiri. Semua hanyalah kembali kepadaNya.

Mereka datang kepada kita, Ibu, Kakek tua, pengamen, pengemis, tetangga… semua datang menuai rezeki melalui kita, tinggal bagaimana kita menyampaikan rezeki itu kepada mereka.

Jangan pernah membohongi bisikan hatimu saat ingin menolong orang. Tidaklah siapa yang berbisik kecuali Dia.

 

Seperti tumbuhan ini yang menuai rezekinya kepada matahari setiap hari 🙂

 

Happy Monday!

Salam Hangat!