Frames, Green, Rustle and Sweet Tea

Aku Kuat

Tuhan hari ini aku ingin mengaku, bahwa aku tidak setegar apa yang aku katakan… (Yesterday’s status on FB)

 

Sahabat Blogger, kemarin menjadi hari yang tidak terlalu meyenangkan bagi saya. Berawal dari kegiatan chat di skype oleh seseorang yang penting bagi saya dan masa depan saya. Inti dari percakapan itu bahwa dia tidak bisa menjamin apakah saya bisa benar-benear bekerja di tempat itu. Saya jujur sangat kecewa. Dengan kata lain saya 80% failed.

 

Sejenak berbaring di kamar yang sempit ini, laptop saya masih memperdengarkan lagu-lagu lama. Saya berpikir satu lagi ujian menimpa hidup saya, Saya Kuat begitu kata hati saya.

 

Tidak berapa lama, saya mendapat kabar bahwa seorang sahabat akan segera terbang ke US minggu depan untuk jangka waktu yang lama. *deg! Rasanya sedih tidak sempat berpamitan dan bersua sebelum kepergiannya. Ah, mengapa begitu cepat! Satu demi satu sahabat pergi menggapai impian masing-masing, sedangkan saya masih terbaring sendiri di kamar ini. Sendiri. Tanpa pekerjaan.

 

Saya Kuat kata saya lagi.

 

“Prim, rasanya HRD menginginkan orang yang mau bekerja dalam jangka waktu lama, karena ini bukan masalah jual barang, ini masalah jasa, dan mereka membutuhkan tanggung jawab moral..”

Satu lagi kalimat terngiang di telinga saya… Apakah dilema seperti ini akan selalu menghantui saya. Menunggu sesuatu yang lain tanpa kepastian.. sampai kapan?

Saya Kuat.

 

Seorang sahabat mengajak chatting, tetapi semua semangat yang diucapkan lewat tulisan-tulisan semakin membuat hati saya sakit. “Semangat Prim ! jangan sedih ya… ” Damn! Saya semakin labil. Saya segera berpamitan dari dunia chat dan memutuskan untuk tidur sejenak. Saya lelah.

 

Tuhan, saya mengaku saya tidak sekuat yang saya ucapkan. Mohon segera kirimkan ribuan balok es agar hati ini menjadi kaku dan setegar batu karang. Saya pun tak lama tertidur dalam doa.

 

Sebelum tidur pikiran saya terbang melayang jauh ke masa lalu, kenapa saya masih selemah yang dulu. Tidak sekuat apa yang saya ucapkan. Tidak sekuat yang orang lain kira.

**

 

Saya mengingatnya sebagai “Tragedi Kebun Jeruk

 

Sore itu adalah hari terakhir seorang pemuda bekerja di negeri seberang. Rasanya begitu berat meninggalkan tempat di mana dia sudah terbiasa. Tetapi hidup terus berjalan dan waktu tidak menunggu siapapun. Pemuda itu tetap harus maju ke depan.

 

Masih ada beberapa hari ke depan untuknya berpamitan. Tetapi memakai baju kerja dan kelelahan hari ini rasanya akan menjadi hal terakhir yang patut dia ingat. Saya pasti bisa, hadapi dengan senyumanSaya Kuat.

 

Pemuda itu berjalan ke pelataran parkir mobil, menyalakan mesin, dan melaju pulang. Ini sore terakhir. Semua ingatan di tempat ini akan berakhir dengan tanda titik, bukan koma.

Gedung ini

Jalanan ini

Pertigaan ini

 

Seperti biasa, Pemuda itu nyalakan musik bernada riang “Horrreyyy!” Dia selalu riang saat pulang kerja, itung-itung menghilangkan rasa lelah.

Perjalan pulang berlanjut. Pemandangan – pemandangan ini yang akan dia rindukan.

Mata pemuda itu diam-diam memandang tempat ini dengan penuh kasih. Jalanan ini yang dia lewati setiap hari selama setahun, tanpa lelah. Segera akan hilang.

Saat melalui kebun jeruk, ntah kenapa pemuda itu tidak bisa lagi mendegar lagu riang yang sedang dimainkan. Tidak terasa air matanya menetes. Dia mengusapnya, kemudian dia kencangkan volume lagu. Lebih keras lagi.

 

“Saya Kuat”

 

Di antara deru mesin dan lagu.

Setir mobil menjadi tidak stabil. Dia parkirkan mobil di pinggir jalan sepi itu.

Dia terdiam sejenak. Kepalanya bersandar pada stir.

Terisak.

Pemuda itu pun menangis sejadi-jadinya. Konyol seperti anak kecil.

 

Angin lembut di awal musim dingin itu menemani isakan seorang pemuda yang terduduk di bangku mobil. Sinar keemasan  matahari sore tidak mampu mengeringkan butiran air matanya. Samar-samar aroma jeruk menemani badannya lunglai bersandar. Sudah lebih dari 5 menit berlalu. Beberapa mobil berlalu seperti biasa. Mereka tidak tahu bahwa seorang pemuda sedang menangis di dalamnya.

Dia merasa malu pada dirinya sendiri. Dia tidak sekuat yang dia ucapkan.

Mobil pemuda itu kemudian beranjak pelan ke arah danau Apopka, tempat dia biasa melepas penat sepulang kerja.

 

Ini menjadi pertemuan terakhirnya dengan danau itu. Wajahnya menyapa danau itu dengan senyuman dan mata nanar. Di langit segerombolan burung-burung dari utara tampaknya mulai meninggalkan tanah yang mulai mendingin itu. Semilir angin senja menimbukan riak kecil di danau itu. “Kita akan bertemu lagi suatu hari nanti” pemuda itu berbisik.

Senja merayap di ufuk barat. Pemuda itu pulang dan mengambil gambar dirinya dan danau kesayangannya  melalui pantulan kaca mobilnya.

Dia sadar bahwa air mata memang tidak akan mengubah apa-apa. Ia hanya manusia yang dengan keterbatasannya, mencoba setegar batu karang, meskipun akhirnya dia hanyalah seonggok daging lemah yang hanya bisa berdoa.

 

“Aku Kuat”

***

 

40 responses

  1. kadang mengakui kelemahan justru membuat kita dikuatkan daripada kita mengaku kuat padahal sesungguhnya lemah. Kelemahan kita, sering kita berusaha mengangkat beban itu seorang diri, pdhl Tuhan sedia menolong kita mengangkat beban2 kita.

    Btw, foto2nya te o pe, Prim.

    13 November 2010 at 11:37 AM

  2. Nasihat yang menyentuh, thanks mbak Tik…🙂

    13 November 2010 at 11:41 AM

  3. “Aku kuta” kata-kata itu sering aku ucapkan mana kala aku tiba-tiba limbung dan tak mampu menahan segala beban yang di sampirkan di pundakku, tapi di dalam kesendirian aku tak jarang menangis meraung-raung, lalukeluar lagi dengan topeng tersenyum….

    Akhirnya di tengah malam atau sepertiga malam, dadaku benar2 sesak, aku benar2 tak kuat, aku tidak kuat! lalu aku berlari ke kamar mandi, mengambil wudlu dan tahajud, menangis dalam doa, menagatakan apa yang aku rasakan….

    Lalu di penghujung malam, aku sadar aku harus beristirahat, harus mengambil jeddah dalam melangkah dan mungkin harus memulai menset-up langkah baruku lagi…
    🙂 Mungkin kamu tidak sekuat itu tapi kamu bisa melewati setiap masa kamu merasa nggak kuat itu…Semangat selalu Mas Prima!

    Salam hangat-hangat kuku dan sayang selalu…

    13 November 2010 at 12:47 PM

    • Thanks Pendar, setiap orang ternyata punya saat2 terberatnya… SEmoga kita bisa memaluinya dan menjadi orang yang lebih kuat.
      Salam hangat juga…

      13 November 2010 at 2:20 PM

  4. Ketika saya meminta sesuatu kepad Tuhan .. maka dia pasti menjawab permintaan saya, YA atau TIDAK. Ketika DIA berkata TIDAK nak… bukan berarti saya gagal, tapi saya sedang dalam proses menuju satu rencana indah dari NYA.

    Jangan pernah merasa kecewa, karena dimanapun berada ada satu rencana yang indah disana.

    terkadang kita merasa bahwa kita kuat, tetapi kita butuh seseorang disekitar kita yang membuat kita lebih kuat.

    Hayo smileeeeeeee….. Masih terlalu panjang langkah indah.

    13 November 2010 at 1:09 PM

    • Mbak Jum, nasihat yang baik sekali, percaya bahwa di depan sana akan ada sesuatu yg indah seperti memberikan kekuatan…🙂 Salam senyum!

      13 November 2010 at 2:23 PM

  5. mengakui kalo diri kita gak kuat… bukanlah hal yang mudah..
    semoga kekuatan itu segera datang.. karena tidak masalah selalu berdampingan dengan solusi. kesedihan selalu bertemu dengan kebahagiaan. tangis pun berpasangan dengan tawa🙂

    salam kenal.

    13 November 2010 at 1:45 PM

    • Lagi-lagi nasihat yang baik sekali, Thnaks mbak Anna…🙂 salam kenal…

      13 November 2010 at 2:25 PM

  6. sabar..

    justru hal seperti itulah yang kita butuhkan ketika kita lagi ada di posisi bawah, dalam masalah..

    memberi sugesti positif untuk diri sendiri..

    13 November 2010 at 2:19 PM

    • Hmmmm… iya. Salam kenal

      13 November 2010 at 2:28 PM

  7. semua orang [pasti] pernah mengalami apa yang kamu alami sekarang,
    saya juga pernah…
    kadang2 dukungan dari tmn2 ngga bisa membuat kita tenang…😐

    tapi nikmati sajalah..
    masalah memang “berkat” yang tidak kita inginkan
    tapi justru masalah yang membuat kita dewasa dan kuat…
    tetap berdoa dan berusaha!!!
    hehehe
    #sokbijak😆

    13 November 2010 at 4:14 PM

    • Makasih putri kodokz hehehehheeh… benar-benar “berkat” ya..🙂

      13 November 2010 at 5:22 PM

  8. katakan : “aku kuat… aku kuat… aku kuat” dng tekat baja dan kepasrahan total, jika pun gagal kita akan ikhlas

    13 November 2010 at 5:11 PM

  9. SEMANGAT!!!!!!
    Keep Fighting Till The End!!!
    Tahu gak bro kenapa saya selalu pasang kata..kata itu..
    hanya agar saya selalu lebih bersemangat..
    agar bara itu tak pernah padam..
    gak ada yang bisa semangatin kita kecuali diri kita sendiri..

    tahu gak..
    “setiap manusia itu unik,,dan setiap manusia akn memiliki kisahnya sendiri..sendiri,,ALLAH gak akan nguji kamu diluar batas kemampuan kamu,,selalu ada crita indah dibalik semua kisah..,”

    make it simple bro..
    “Kamu punya 1000 kekuatan di dalam diri kamu, tapi sayang nya kamu belum menyadari itu.. kamu baru pake 1 kekuatannya, masih ada 999 lagi,,itu senjata rahasia kamu..dan kamu harus percaya itu,,just believe it..”

    13 November 2010 at 9:43 PM

    • Ini yang saya suka dengan komunitas bloggers, saya seperti terus mendapat nasihat, motivasi, inspirasi… Thanks mbak Usagi, jadi terharu…🙂

      13 November 2010 at 9:56 PM

      • hai…aku baru keliling-keliling rumah mu..
        (*maaf yak baru ada waktu ,,..😀
        foto-fotomu bagus semua….
        keren..
        ini yang aku bilang…
        kekuatan mu yang tersembunyi..
        kamu harus berjuang…
        jangan pernah menyerah…

        btw panggil usagi aja atau putri..
        jangan pake mbak yak…

        13 November 2010 at 9:58 PM

      • Baru kali ini ada blogger yang liat halaman paling pertama, kasih komen pula…hahahahaha.. Iya mbak saya percaya, waktu “itu” akan datang.. Thanks2 a lot..

        13 November 2010 at 10:06 PM

  10. Hmmm… kalo lagi keadaan seperti itu memang sebaiknya kita mengeluarkan seluruh perasaan yang ada, gak apa2 kok, supaya yang mengganjal di hati bisa tersalurkan dengan baik, asal penyalurannya positif ya heheh🙂

    14 November 2010 at 6:33 AM

  11. Makasih mas Lucky, iya kadang ada perasaan lega, saya paling suka tidur, habis tidur emosi saya lebih stabil, hhahahahahaha… Blogging terakhir tahu juga ternyata bisa jadi penyaluran, it worked!😀

    14 November 2010 at 6:56 AM

  12. Tari-ssi

    menangis salah satu cara untuk menumpahkan segala hal yang membuncah, kala kita tak mampu menahan nya lagi, maka air mata yg berbicara…. namun setelah itu yakinlah…. kekuatan itu akan kembali nyata kita rasakan. memang tak mudah mengakui kalau kita lemah, tapi 2 kata itu “aku kuat” bisa jadi obat yang ampuh untuk kembali bangkit. semangat kawand Keep Fighting Till The End!!!

    14 November 2010 at 7:40 AM

    • Sip, mirip kata-kata Usagi, Keep Fighting till the End! Semangat!

      14 November 2010 at 7:51 AM

  13. Uhoo~~ Uhoo~~ Subhanallah, sunsetnya indah bener. BTW, pernah kerja di US? Di Florida? CKckc, saya kapan ke sana? hiksu😦 Kalo menurut saya, sih, ga selamanya kita kuat & tegar kaya karang. Ikutilah arus & jangan melawan, itu kata temen saya. Kira-kira begitulah🙂

    14 November 2010 at 9:04 AM

    • Heheheh…iya, lagi rejeki aja bisa nyampe sono. Ayo kapan kamu kesana?🙂

      14 November 2010 at 12:05 PM

  14. tetap semangat sob!
    tunjukkan pada mereka bahwa kita bukan seorang PENGECUT!!!😀 hehehe….

    14 November 2010 at 9:09 AM

    • Siap mas!!!!! saya bukan pengecut!🙂

      14 November 2010 at 12:06 PM

  15. Yustika

    Terkadang menangis memang dibutuhkan untuk membuat emosi kita lebih stabil..
    Dan itu dilegalkan bagi pria juga😀

    Mengenai pekerjaan, ikuti kata hati, Mas…
    Manusia punya rencana, Tuhan yang menentukan..
    Meski kadang saya juga sering tidak mengerti dan bertanya-tanya dengan rancangan-Nya, tapi satu hal yang saya selalu percaya, bahwa Dia membuat segala sesuatu indah pada waktunya..
    Tetap berusaha dan berdoa, tetap semangat ya Mas Prima🙂

    14 November 2010 at 10:14 AM

    • Amin mbak yus, thanks yo…

      14 November 2010 at 12:07 PM

  16. “aku kuat” pernah pula aku tekankankan ketika benar rapuh kala itu..
    hhmmm terus semangat..
    aku kenal kamu..
    aku tau kamu..

    ok.. horreeyyy dong hehehe

    14 November 2010 at 11:59 AM

    • wakakkaaka… iya deh, terserah mas kamay… hayo jgn cuma BW, posting! posting!

      14 November 2010 at 12:13 PM

      • noh udah posting..
        hehehe setelah beberapa hari nganggur

        14 November 2010 at 1:24 PM

  17. Aku kuat mesti dibarengi dengan tanda seru! bukan dengan tanda tanya, aku kuat?
    Hehe… kadang ucapan support dari teman malah semakin membuat sedih ya?
    Mungkin semua itu bagian dari proses ‘kehilangan’, butuh waktu untuk adaptasi atau mungkin ‘denial’ pada awalnya, baru kemudian bangkit lagi dan mengucapkan dengan lantang AKU KUAT!!😀

    14 November 2010 at 1:12 PM

    • Makasih mbak, akhirnya mampir juga…hihihihihi… yup! Aku Kuat!!!!😀

      14 November 2010 at 1:24 PM

  18. kadang airmata dan kelemahan yang diakui dgn ikhlas, justru akan benar2 menguatkan kita.
    dan, hidup memang selalu menemukan dan atau meninggalkan/kehilangan.

    semoga semangat Prima hari ini telah kembali lagi, setelah merenungkan semuanya , kembali mampu utk melangkah dgn lebih mantap,amin
    salam

    14 November 2010 at 4:40 PM

    • Amin, ya Tuhan dengarlah doa Bundaku ini…🙂

      14 November 2010 at 4:50 PM

  19. kata-kata “aku kuat” bener2 mujarab buat memotifasi diri. makasi ya udah share, fotonya juga ok2

    14 November 2010 at 4:48 PM

    • Sip! Mas selamat tuh, yang naik sepedah itu menang! Like I said!😀

      14 November 2010 at 4:53 PM

  20. saya kagum dengan poto-potonya..dimana itu mas? hehe maaf saya g mau bikin mas prima jadi tambah sedih😀

    14 November 2010 at 10:11 PM

    • Hahhaahhaha..gak lha, sekarang udah happy😀
      Itu foto-foto di Florida, US. Thanks ya kang…

      14 November 2010 at 10:23 PM

  21. kemarin komen disini kok ga ada ya?

    16 November 2010 at 1:09 PM

  22. Mau ga mau menjalani hidup harus kuat.😐

    18 November 2010 at 4:16 PM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s