Frames, Green, Rustle and Sweet Tea

Archive for November, 2010

Degradasi HP (Part 2)

Tulisan ini adalah kelanjutan dari Degradasi HP (part 1). Silahkan membaca bagian pertama jika belum. 😀

Sahabat, setelah saya tinggal di US, keadaan ternyata jauh dari yang saya bayangkan. Di sana penggunaan hp tidak sebebas di Indonesia, di mana kita bisa seenak jidat ganti nomor dan ganti hp. Di sana beberapa provider mengharuskan kita untuk melakukan kontrak tahunan untuk paket pasca bayar atau untuk pra bayar mereka umumnya menjual paket nomor dan hp sekaligus. Registrasi nomor pun juga cukup ribet, tidak semudah di Indonesia.

Setelah melalui pemikiran panjang dan obrolan dengan teman, akhirnya saya mengambil paket prabayar yang dibayar di muka setiap bulan, paket ini juga mengharuskan kita membeli hp dengan nomor yang sudah terinjeksi/terkunci permanen pada hp. Provider itu bernama Metro PCS. Menurut saya biayanya relatif murah meriah.

Itu penampakan fisik hp-nya. Tidak diketahui apa merknya. 😆

Setelah saya pindah state, ternyata  mau tidak mau saya harus mengganti nomor dengan provider lain, karena provider sebelumnya tidak menjangkau state yang dimaksud. Providernya lebih lebih terkenal : AT&T

Ini penampakan hp, yang  barusan diketahui sebagai Samsung B289.

Kedua hp diatas punya kesamaan yaitu murah meriah dan gak  neko-neko fiturnya. Saya bahkan tidak pernah menggunakan internet dengan hp ini, selain tidak tahu settingannya saya juga takut biayanya mahal.

Kehidupan per-handphone-an di US ternyata tidak sedasyat di Indonesia, di mana orang berlomba-lomba memiliki hp dengan bajet luar biasa dan fitur yang paling terbaru. Di sana masyarkat tidak terlalu excited menggunakan hp yang wah, bagi mereka yang penting call, sms, and gprs. Gprs digunakan hanya untuk melihat berita utama dan prakiraan cuaca hari ini. That’s all 😀 Mereka gak terlalu excited dengan ringtone super heboh, wallpaper yang tak berhenti beranimasi, apalagi chat! Kata mereka ribet kalo di hp, mereka prefer menggunakan PC.

Di sana mereka juga tidak terlalu memperhatikan merk hp, jika ditanya apa beda Nokia dan Samsung? Mereka menjawab: keduanya bagus. atau: Samsung lebih murah. Mereka tidak membicarakan fitur atau trend saat ini. 😀

Saat saya perlihatkan hp yang saya bawa dari Indonesia (w830i dan K850i), mereka tertegun tidak tahu. Mereka bilang pasti hp saya itu sangat mahal dengan fitur yg super rumit 😀 Di US orang-orang tidak mempermasalahkan kecanggihan hp, tapi mereka akan ribut kalau tiba-tiba mereka tidak bisa ditelepon karena habis pulsa (fyi, terima panggilan dan sms saja bayar). :mrgreen:

Memang saya akui hp-hp semacam Iphone dan BB sangat banyak di sana, tetapi siapa yang membeli? hanya orang-orang dengan kelebihan uang yang membeli hp-hp itu. Kebanyakan masyarakat di sana lebih concern kepada bagaimana agar hp-nya selalu berisi pulsa. Karena biaya panggilan sangat mahal jika dibandingkan dengan di Indonesia, mereka tidak sempat berpikir untuk “bergaya”. Isi pulsa saja megap-megap 😀

Sepulangnya dari US, saya kembali  membawa dua hp saya, tentu saja keduanya masih mulus, karena memang tidak pernah dipakai di sana. Hp dari US? Yang satu sudah saya berikan teman di sana, satu lagi mungkin sudah mati secara automatis akibat out of region.

Dengan ringan saya menjual K850i saya. Harganya sudah terjun bebas dari pertama saya beli. Toh saya tidak membutuhkannya lagi. Mau telepon saya punya W830i, mau moto saya punya kamera, mau video saya punya camcorder, denger musik pun saya punya mp3 player. Satu hp saja cukup.

Beberapa bulan kemudian hp kesayangan saya W830i tiba-tiba mati total (Sekarang sudah OK, dah saya berikan ke adik saya). Saya beranjak ke toko hp dan membeli hp sederhana Nokia 2323. Fiturnya tidak banyak, hanya call, sms, dan gprs. Bisa cek email sudah cukup bagi saya. Sampai sekarang saya masih menggunakan hp yang saya beli dengan harga 450 ribu itu. Murah dan memenuhi kebutuhan saya.

Semakin hari saya semakin sadar bahwa kesederhanaan yang pernah saya alami di US memberikan banyak pengaruh pola pikir saya sekarang. Saya tidak tergiur dengan tawaran teman-teman saya untuk ganti hp, rasanya masa-masa “tergiur” itu sudah lewat bagi saya. Selain berhemat saya juga berpikir apa saya benar-benar  membutuhkan semua fitur canggih itu? Tidak penting apa hp-nya, tetapi yang terpenting apa fungsinya sudah berjalan dengan baik, apa ada pulsa di dalamnya, apa saya bisa cek email saat jauh dari laptop. Itu saja.

Saya tidak malu saat teman melihat hp saya yang cupu ini, saat mereka berkata sekarang sudah jamannya Andr**d, dan lain sebagainya. Bagi saya kesederhanaan masyarakat amerika membuat saya jauh dari pikiran mengejar trend, fitur super canggih, atau malah sekedar gengsi. Itu semua membuat saya jauh lebih tenang dari segi hati dan pikiran. Dengan hp sederhana ini saya tidak perlu sibuk memperindah tampilan system, mencari aplikasi canggih, atau sibuk membalas Messenger, saya juga gak rugi banyak kalau hp saya ilang dicopet :mrgreen:

Ah! Saya senang menjadi sederhana. Gak capek. Gak repot. Gak stress. Yang penting call, sms, gprs.

Itu mungkin yang pelajaran hidup yang penting bagi saya. Bagaimana dengan sahabat?

 

Happy Blogging!

***

PS: Today, I’d like to wish  my lovely sister, Ega Nauli Adisti, Happy Birthday and Happy Sweet 17! 😀

All I wish always the best for you, and I am going to miss having dinner together here with mom, dad, and our little brother. Please take care and keep the best of you. We’re missing you 🙂


Degradasi HP (Part 1)

I had stopped thinking all about those gadget! it’s much better.

Terinspirasi dari sahabat blogger Rama dalam tulisan: Sejarah Handphone Anda Pertama Kali Sampai Sekarang. Saya teringat hp-hp yang pernah simpang siur dalam kehidupan saya 6 tahun terakhir. Ternyata di balik pergantian hp-hp tersebut terdapat pelajaran hidup bagi saya, yaitu hidup sederhana.

 

Kira-kira beberapa bulan setelah saya duduk di bangku kuliah di Bogor saya mulai merasa bahwa saya butuh hp. Teman-teman di kelas sebagian besar sudah memiliki hp, sedangkan saya sendiri yang berasal dari kampung tidak mengenal benda ajaib itu 😀 Didorong oleh kebutuhan komunikasi dan bisikan teman-teman saya akhirnya menabung dan saya membeli handphone pertama saya, Nokia 6610.

Hp ini waktu itu sudah lumayan middle class, karena sudah dibekali layar warna dan suara polyphonic. Gaya euy akhirnya punya hp, bagus lagi! :mrgreen:

Perkembangan hp jaman itu cukup pesat. Saya mulai melirik hp lain yang kelihatan lebih lengkap fiturnya. Saya pun tukar tambah hp saya itu dengan Nokia N-Gage. Hp gamers ini benar-benar membuat hari-hari saya disibukkan dengan bermain game, semua game saya pasang dan hampir semua saya tamatkan.

Tidak lama, muncul N-Gage QD. Versi baru dari hp gamers ini memanjakan pecintanya dengan memaksimalkan fungsi layar, kecepatan kerja, keypad navigator yang lebih empuk dan bentuknya yang lebih nyaman. Saya tergiur! Ya saya pun mengganti hp saya lagi.

Sahabat, semenjak saya makin gila bermain game saya merasakan waktu saya terbuang dengan percuma, saya lupa waktu dan lupa belajar. Nilai ujian saya sedikit banyak turun. Saya sadar saya harus menghentikan kebiasaan buruk ini. saya menjual hp ini, dan membeli hape dengan sangat ceroboh. Sony Ericsson P800.

Ini adalah hp dengan umur paling pendek bagi saya, 5 hari! Bukan karena rusak atau hilang. Hp ini membuat saya stress dengan fungsi touchscreennya yang menurut saya ribet untuk orang seperti saya yang pecicilan. Too complex! Saya pun mengembalikannya dan membeli hp middle class berkamera lumayan SE K500i.

Dari hp inilah saya mulai merasa saya suka PHOTO! Saya mulai suka memotret dan merekam video.  Tidak lama hp ini hilang di copet di terminal Bubulak! 😀 Naas nian nasib saya. Di saat saya tidak punya uang saya membeli hp murah meriah untuk sementara. Nokia 6510. hp monokrom pertama saya! :mrgreen:

Tentu saja nafsu untuk berburu hp berkamera handal tidak berhenti begitu saja. Saat tabungan saya sudah cukup, saya segera membeli hp dengan kamera yang keren saat itu SE K750i.

Hobby foto-foto akhirnya berkembang pesat dengan hp ini. Saya juga mulai iseng-iseng belajar cara flash dan mengoprek software hp ini. Gila! saat itu saya sampai bisa mengubah software hp ini menjadi hp type lain, dengan suara keras, kamera super focus, dan tampilan beranimasi yang ajaib. Ilegal prosedur ini saya kuasai dengan begitu mudah, tetapi membuat saya sibuk sendiri dengan dunia gadget, setiap hari selalu berpikir bagaimana dengan ini, bagaimana dengan itu. Saya kan harusnya focus di kuliah!

Tuhan memang tau apa yang saya butuhkan. Sahabat, hp kesayangan saya ini akhirnya hilang di kampus, ntah bagimana caranya. Tuhan seperti mau bilang: “Stop sibuk dengan hp, back to study!”

SE W830i ini yang akhirnya menemani saya setelah kehilangan hp untuk kedua kalinya. Saya menyukainya karena kualitas suara yang memukau. Ini hp yang paling saya sayang dia antara hp-hp yang lain. Kepergian saya ke US membuat saya berpikir bahwa saya membutuhkan dua hp. Tidak tanggung-tanggung saya membeli Sang Jawara hp berkamera SE K850i dengan kamera 5 MPix!

Dengan berbekal dua hp keren ini (SE w830i dan K850i) saya terbang ke US untuk magang selama setahun.

 

Apa yang terjadi setelah itu?

Apakah perjalanan hp saya akan semakin gemerlap atau sebaliknya?

Apa yang membuat semuanya berubah drastis?

Pelajaran hidup apa yang saya peroleh?

 

Cari tahu jawabannya di Degradasi HP (part 2)!

 

Happy Blogging!


Impian Bungkus Sugus

When a dream comes true…

Apa sahabat tahu permen Sugus? Sekitar tahun 1990-2000-an permen lunak ini sangat populer dan banyak variannya. Mulai dari satu rasa, dua rasa, tiga rasa, sampai mix dengan yogurt, kesemuanya rasa buah-buahan. Dulu permen ini bisa ditemukan hampir di semua warung, tetapi sekarang saya sudah jarang melihatnya, mungkin mulai tergeser oleh permen-permen lain.

Saya bukan mau nostalgia dengan permen ini, tetapi saya teringat sebuah cerita masa kecil saya tentang permen sugus. Cerita tentang mimpi yang menjadi nyata. Mimpi Bungkus Sugus! 😀

 

Saya lupa tepatnya mungkin sewaktu saya duduk di bangku SD kelas 4, ada undian permen sugus yang hadiah utamanya jalan-jalan ke Disney Land. Ntah Disney Land yang di negara mana, pokoknya Disney Land. Iklan-iklannya banyak tersebar di majalah anak-anak, terutama Bobo langganan saya.

Memandang iklan undian berhadiah itu berkali-kali membuat saya bertekad kuat mendapatkan hadiah tersebut. Paling tidak dapat hadiah hiburan saya pikir. Undian itu mengharuskan peserta mengirimkan bungkus permen sugus sebanyak 10 buah (kalo tidak salah) dalam amplop, dikirim sebanyak-banyaknya.

Dimulai lah perburuan bungkus permen sugus. Setiap hari saya membeli permen sugus. Tidak sampai di situ, saya juga minta bungkus sugus ke teman, mencari di tempat sampah, sampai minta dibelikan permen sugus satu pack.

 

Awalnya semua berjalan lancar. Bungkus sugus yang mulai banyak saya simpan di bekas kotak sepatu. Hingga kotak itu terlihat penuh saya mulai menata satu demi satu, mengelompokkan 10 bungkus, kemudian mengikat dengan gelang karet, sampai banyak sekali, saya lupa berapa yang pasti saya optimis akan menang 😆 *optimisme anak-anak*

Rupanya gerak-gerik mengumpulkan bungkus sugus ini tercium si mamah. Mamah awalnya diam, cuma tanya buat apa. Hingga suatu hari, mamah minta tolong untuk bantu di dapur tapi saya tidak mengindahkan dengan alasan sibuk. Beberapa kali memang sudah terjadi seperti itu. Si mamah kesal dan semakin kesal saat melihat saya malah sibuk menata bungkus  sugus yang ratusan jumlahnya.

Mamah dengan marah mengambil kotak berisi ratusan bungku sugus tersebut, dan mengancam akan membakar semuanya. Saya sontak menangis dan meraung-raung minta ampun.

“Kamu jadi males gara-gara ngumpulin sugus! Mama gak suka!”

“Tapi mah, hadiahnya Disney Land…” saya mulai terisak-isak.

“Kamu mau kirim semuanya? ada ongkos kirimnya???”

Saya cuma diam. Rumah kami memang jauh di Kalimantan. Semua bungkus sugus itu nanti harus dikirim ke Jakarta. Padahal saya gak punya uang untuk beli perangko sebanyak itu. Saya kembali terisak di dalam kamar. Tiba-tiba dari jendela kamar saya bisa lihat bak sampah di depan rumah sudah mengeluarkan asap.

‘Mah, bungkus sugusnya mana?” saya gugup.

“Sudah habis dibakar!” Jawab mama datar.

 

Kaki saya mendadak lemas. Saya menangis sejadi-jadinya di dalam kamar. Perjuangan saya selama ini sia-sia. Impian Disney Land itu pupus sudah. Jangankan Disney Land, Dufan saja saya belum pernah. Saya sedih, seperti kehilangan semangat hidup. Saya merasa mamah jahat pada saya.

**

 

Kira-kira 4 tahun kemudian saya sudah duduk di bangku SMP. Saya sudah lupa tentang tragedi itu. Siang itu, saya membereskan gudang yang kotor di belakang rumah. Banyak kerdus-kerdus lusuh dan barang yang sudah tidak terpakai. Tiba-tiba saya menemukan kotak sepatu penuh debu yang tidak asing. Kotak Bungkus Sugus!

Saya membukanya. Bungkus-bungkus sugus itu masih rapi terikat dengan gelang karet. Sama seperti terakhir saya melihatnya. Mamah tidak pernah membakarnya, dia menyimpannya dengan sangat baik.

Mata saya nanar, mengingat kenangan masa kecil itu, betapa saya sempat membenci mamah. Dia merebut kotak ini agar saya lebih rajin dan patuh pada orang tua, semua demi kebaikan saya. Saya menutup kotak itu sembari tersenyum, sekarang sudah tidak ada lagi undian sugus. Akhirnya saya putuskan untuk benar-benar membuang kotak itu.

**

 

September 2008, akhirnya saya menginjakkan kaki di Walt Disney World, Florida USA. Taman bermain yang jauh lebih besar dari Disney Land di Los Angles. Sebuah rezeki yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya.

Impian bungkus sugus adalah hal pertama yang saya ingat saat pertama kali menginjak Disney World. Tempat yang pernah membuat saya menangis sewaktu kecil. Tempat yang saya hanya lihat di iklan majalah Bobo. Kini saya benar-benar mewujudkan impian itu. Dream really comes true.

 

Terimakasih Tuhan yang telah mewujudkan impian kecil itu.

Terimakasih bungkus Sugus yang membuat saya berani bermimpi.

Terimakasih Mamah yang mungkin telah berdoa saat dia menyimpan kotak itu

“Nak, semoga kelak kamu akan menginjakkan kakimu di Disney Land”

***

 

Sahabat, mimpi seperti mengulur layang-layang, semakin kuat kita mengulurnya ke atas, semakin dekat dia dengan langit, semakin dekat dia dengan Tuhan.


SMP Pacaran?

Kenangan lucu yang tak terlupakan…

Terinspirasi dari tulisan Putri Usagi bertajuk: Cinta Monyet = Cinta Pertama???? , saya jadi berpikir ke masa lalu saat saya sedang duduk di bangku SMP. Ada sebuah cerita lucu seputar pacar-pacaran.

 

Waktu itu saya baru memulai tahun ajaran baru di kelas 2 (kalau sekarang kelas VIII). Kelas baru, teman baru tentunya.

Ada seorang cewek putih cantik, blesteran Indo-Belanda kayanya (soalnya namanya rada bule) nama panggilannya, sebut saja Itink, tipe cewek feminim yang selalu pake cardigans di sekolah. Itink sudah menjadi salah satu cewek populer semenjak kelas 1, selain cantik, nilai akademiknya juga bagus, englishnya jangan ditanya lagi. Setiap geraknya menjadi perhatian anak-anak cowok kelas 2 dan kelas 3. Saya? fiuhhh…saya masih bocah saat itu, yang saya tau saat itu Itink itu cantik dan banyak fans. 😀

Masih kelas satu saja, Itink sudah pacaran dengan anak basket andalan kelas 1 yang tampangnya OK. Saya cuma berguman, wajar saja, cewek cantik pasti pacarnya keren. Mana mungkin melirik saya yang kucel ingusan begini 😀

 

Saya terkadang mencuri pandang saat dia turun dari tangga, yah kok sialnya berapa kali saya kepergok, wkakakakaka… Dasar nasib baik, eh saya malah satu kelas sama Itink di kelas baru ini.

Awalnya kita biasa saja, saya yang emang bakat ngelawak, suka bikin dia ketawa. Dia yang suka menggambar juga ternyata mengagumi gambar-gambar saya yang dia bilang : “Bikin gambaranku jadi jelek”, karena dia selalu membandingkan hasil gambarannya dengan gambar saya. Satu waktu saya pernah menggambar sketsa wajahnya, meskipun gak bagus, tapi lumayan buat dia nyengir kuda. Sebenernya perlakuan saya biasa saja, saya juga berteman baik dengan anak-anak lain. Jadi tidak bisa dikatakan saya sedang pedekate ke dia 😛

Hingga pada suatu siang, setelah selesai istirahat kedua. Tidak ada guru, hanya tugas mencatat.

 

“Prima, duduk disebelahku yuk, sebelah ku kosong..” Teman sebangku Itink hari itu memang izin sakit.

“Gak ah males” Kata saya sambil nyengir kuda.

 

Itink kembali ke bangkunya. 5 menit berlalu, Itink tiba-tiba menghampiri saya dengan membawa tasnya, kemudian duduk dibangku saya! Tepatnya satu bangku dengan saya, DEMPET!

“Tink, buset dah, sempit kali…” saya cemberut.

“Aku mau duduk sini pokoknya” Dasar manja guman saya.

“Tink, gimana aku bisa nyatat kalo sempit begini, sana balik!”

“Gak, gak, gakkkkkkk….” Itink makin genit dengan menggeser pantatnya, mendesak saya. Saya jadi serba salah.

 

Saya beranjak, dari bangku saya, dan mengambil tas, dan pergi ke bangku Itink di depan, duduk di sana. Itink rupanya menyusul, dan duduk disebelah saya lagi. Dia mungkin berpikir duduk satu bangku berdempetan itu adalah hal yang paling nyaman di dunia. 😯 kok bisa???

 

“Mau gak jadi pacar ku?” tanya Itink tanpa basa-basi. “Mau yaaaaa???”

“Kamu gila ya?” jawab saya setengah berbisik.

 

Saya yakin muka saya merah saat itu. Saya berusaha tidak peduli dengan tawaran itu yang dia ucapkan lebih dari 5 kali mungkin.

Saya cepat-cepat kembali ke bangku saya dengan muka ditekuk, mengganggu sekali!

Itink kembali mengikuti saya dengan raungan-raungan genit yang tidak jelas. Dia seperti cewek gila kerasukan setan yang hendak memakan saya. Saya mulai berkeringat akibat ulah aneh cewek satu ini. Saya geram campur malu. Maunya apa sih??

Entah bagaimana awalnya, saya dan Itink malah kejar-kejaran di dalam kelas. Ntah berapa kali saya mengelilingi kelas, lompat bangku, kesandung meja, tetapi Itink tidak menyerah dan masih mengejar saya. Isi kelas yang tadinya tidak memperhatikan, sekarang jadi malah melihat tingkah aneh kita berdua. Saya malu sekali.

“Jangan dekat!!!” teriak saya sambil terengah-engah di pojok kelas.

“Kenapa siiiihhhhh” Itink masih dengan genitnya berjalan mendekati saya.

 

Saat saya berusaha menyeberang ke blok sebelah dengan menaiki bangku teman, tangan Itink sempat meraih lengan baju saya. Saya sempet merasakan benang jahitan seperti putus, tetapi tidak sampai robek. ARRRRRRGGGGGHHHH… saya kesal. saya berlari ke arah bangku saya dan merogoh isi tas. Tepat saat itu Itink berlari di belakang saya dan,

BYUR, BYUR, BYUURRRRR….

Botol minuman saya  sukses menyiram wajah dan bajunya…

“Ja..ja..jangan,…dekat….” Suara saya menjadi lirih. Saya geram, plus gugup, plus takut.

Itink terdiam sejenak.

Saya juga terdiam.

Isi kelas pun senyap seketika.

Dia berjalan pelan ke bangkunya. Saya kembali duduk.

 

Sampai jam pulang sekolah tiba, saya tidak berani melihatnya. Saya dilema dengan langkah saya ambil tadi. Sepertinya saya keterlaluan.

Teman saya dari kelas dua yang lain segera menarik tangan saya menuju belakang sekolah.

“Kamu gila apa???”

“Apa?” tanya saya bingung.

“Satu sekolah sudah tau kalau kamu nyiram Itink pake air! Anak kelas dua dah tau semua!”

“Bu..bukan salahku kok…” bales saya gugup.

 

Hari itu saya mengikuti anjuran teman saya untuk pulang lewat jalan yang lain. Agak jauh, tetapi lebih aman menurutnya. Dari dia saya dapat informasi, bahwa banyak cowok yang mengecam “perlakuan kurang ajar” saya ke Itink. Itink sebenarnya sedang putus dengan pacarnya yang jago basket itu, hanya pacarnya ingin balikan ke dia. Parahnya pacarnya berniat mencegat saya di jalan pulang. Mungkin untuk menggebuki saya. Bikin repot!

 

Malamnya saya memberanikan diri menelepon Itink.

“Siapa ya?” suara Itink terdengar pelan.

“Prima tink… “

“Kenapa prim?”

“Hmmm… maaf ya yang tadi siang…”

(tidak ada suara diseberang sana)

“Aku..aku gak bisa pacaran, aku masih SMP, masih kecil…” lanjut saya.

“Hehhe.. gak apa-apa, aku tadi juga gak serius kok” kata-kata Itink  ini seperti menonjok hati saya.

“Hehe… kita masih teman kan” Kata-kata bego yang hanya ada di film2.

“Pasti” jawab Itink singkat.

 

Saya tidak ingat sisa percakapan kami. Yang pasti kejadian memalukan itu akan saya ingat semumur hidup. Cerita keluguan saya sewaktu SMP yang MENOLAK tawaran pacaran dari seorang cewek. Saya pikir saya masih terlalu kecil untuk pacar-pacaran dan membuat suatu komitmen, meskipun saya akui saya suka Itink. 😀

Setelah kejadian itu, kami berbaikan seperti tidak pernah terjadi apa-apa. Saya dan Itink menjadi teman dekat kembali, malah lebih dekat dari sebelumnya. Siapa juga yang gak suka dekat sama cewek cantik dan pinter, Hahahahaha…

 

Sahabat, apa sahabat juga mengalami dilema pacaran saat SMP? Apa menurut sahabat tentang pacaran anak SMP jaman sekarang dan jaman dulu?

 

Happy Blogging!

Have a good weekend!



Pertanian Impian (Part 2)

and the story goes…

Sahabat blogger, hari ini kita lanjutkan jalan-jalan kita di Metrolina Greenhouses.

Bagi yang ketinggalan, bisa lihat cerita perjalanan hari pertama di Pertanian Impian (Part 1), agar tidak terlalu bingung.

 

Setelah kita kemarin berjalan-jalan dan mengenal berbagai alat-alat super canggih yang mengisi Metrolina Greenhouses, sekarang kita masuk ke tahapan perawatan tanaman dan peralatannya.

 

MG15
Ini adalah gudang yang berisi tanki mixer dan injektor besar, hmmm…seperti pompa yang mengatur kosentrasi pupuk yang mengalir dalam air, dipadu dengan pipa-pipa besar menyokong proses penyiraman. Setiap air yang mengalir di greenhouse ini dipastikan mengandung unsur hara. Penyiraman setiap hari secara tidak langsung juga memupuk tanaman.

 

MG17
Ini adalah proses Flooding, atau perendaman pot dengan air (plus hara) yang dilakukan dengan injektor besar di atas. Air akan keluar dari lubang-lubang pada floor, dan akan merendam pot pada volume tertentu. Jika telah selesai air akan dihisap kembali ke pompa besar. Lagi-lagi proses ini dikendalikan oleh komputer bermonitor besar dan touchscreen pula, pekerja bisa mengetahui pada section berapa dan berapa lama flooding sedang berlangsung. Proses ini bertujuan meminimalisir terbuangnya air hara. Dari proses ini kita bisa tahu menyiram tanaman tidak harus membasahi daun 🙂

 

MG18
Alat penyiram ini disebut Boom. Jika kelembaban turun dan tanaman terlihat layu, maka boom menjadi strategi penyiraman cepat dan ringan yang menanggulangi masalah ini. Boom yang bergerak maju mundur ini dikendalikan juga dengan komputer. Kita bisa mengatur berapa kali boom akan bolak-balik. Tekanan air pada boom sangat besar untuk menyemburkan partikel halus air sampai ke tanaman.

 

MG21
Jika tadi adalah penyiraman tanaman yang diletakkan di floor, bagaimana dengan tanaman basket yang digantung di echoes?

 

MG16
Areal echoes mempunyai tanki mixer dan injektor khusus, karena pot pada echoes lebih cepat kering, sehingga diperlukan alat penyiraman “pribadi” yang bekerja sepanjang hari.

 

MG26
Setiap baris echoes mempunyai 2 level, setiap level mempunyai penyiram masing-masing. Pipa ber-nozzle ini dibuka dan bersamaan dengan dijalankannya sistem echoes, membuat pot masing-masing akan berputar melalui penyiram. Jika kita selesai tinggal mematikan kran dan echoes-nya. Lalu jarak antar pot akan membuat air terbuang??

 

MG25
Lihat benda kecil berwarna biru disamping kepala penyiram, itu adalah sensor yang mengatur keluar tidaknya air. Saat sensor mengenali pot atau tanaman dihadapannya, maka air akan keluar, dan stop dengan automatis saat sensor hanya mengenai udara kosong. Begitu seterusnya. Canggih bukan? 🙂

 

MG19
Untuk pot basket yang diletakkan tanpa bantuan echoes, makan penyiraman dilakukan dengan Drip irrigation atau irigasi tetes. Pipa di atas pot akan meneteskan air hara secara cepat. Pengaturan waktu penyiraman, lama penyiraman, dan section yang disiram di atur dengan komputer. Jadi jangan heran saat subuh tanaman ini sudah tersiram secara automatis karena adanya penjadwalan dengan komputer. 😛

 

MG32
Jika pada malam hari di musim panas diprediksi akan terjadi aliran udara panas kering yang berbahaya bagi tanaman. Maka dilakukan “Cold Fog” dengan alat di atas yaitu pengkabutan dengan air dingin yang sekaliguas melembabkan udara dan biasanya sekaligus sebagai sarana penyemprotan pestisida.

 

MG12
Wilayah ini disebut Belt. Wilayah para shipper atau tim panen. Tanaman yang sudah layak panen dikumpukan di tempat ini, kemudian tanaman akan bergerak ke arah sisi dimana shipper akan menunggu dan mengambil tanaman. Di atas adalah belt kosong yang terdiri dari kabel besar bergerak dan roda penyangga. Lagi-lagi sensor akan mengatur gerak kabel ini.
Penyiraman wilayah belt dapat menggunakan boom atau rainbird, tiang sprinkler yang menghadap ke atas sehingga turun menyerupai hujan yang luas jangkauannya (gambar di atas).

 

MG27
Ini adalah contoh kawasan belt yang dibekali boom kecil yang bergerak juga bolak-balik automatis.

 

MG11
Tim shipping akan berkumpul di tepi belt dan mengumpulkan pot di dish, rak besi seperti pada gambar kemudian menariknya dengan cart, seperti kereta yang panjang.

 

MG28
Alat ini bernama Crane, alat angkat yang berfungsi memindahkan dan menyusun table-table besi berisi pot. Alat ini memiliki kemudi di dekat operatornya, maju mundur, naik dan turun. di ujung bawahnya crane memiliki pengungkit untuk meraih “telinga” table. Setiap baris table memiliki crane masing-masing.

 

MG31Crane yang sedang bergerak ke tengah barisan, gerak crane tidak mengganggu table di bawahnya dan echoes di atasnya.

 

MG29
Selain penyiraman, tentu juga ada penyemprotan pestisida dan hormon yang dilakukan dengan alat ini.

 

MG30
Sprayer berlengan panjang ini akan di angkat dengan crane kemudian bergerak pelan dan sekaligus menyemprotkan bahan kimia dari nozzle-nozzle di sepanjang lengannya. Menyerupai penyemprotan yang dilakukan pesawat terbang di tivi 🙂

 

MG34
Ini adalah kegiatan Drenching. Kegiatan penyiraman hormon pada media tanam. Table akan diangkat dengan crane, diletakkan pada track, kemudian digerakkan secara manual melaui alat drenching/penyiram.

 

MG36
Narsis dulu ah… :mrgreen:

 

 

Well, selesai juga jalan-jalan kita di greenhouse ini. Semoga kita dengan melihat ilmu dan teknologi yang serba automatis di greenhouse ini membuat pikiran kita sedikit terbuka dalam memandang pertanian sebagai salah satu potensi negeri kita.

Saya percaya akan ada masanya negara kita bisa semaju negara-negara besar lainnya. Amin.

 

Dalam kesempatan ini saya juga ingin berterimaksih kepada Metrolina Greenhouses yang telah memperkenankan saya untuk mengambil gambar. Juga kepada semua model baik yang sengaja maupun tidak nampang di gambar ini. Kepada teman saya Liza Claudia dan Emily Bosch atas sumbangan gambarnya.

 

Salam Kebun!


Pertanian Impian (Part 1)

Firstly I’d like to make a wish that one day Indonesia Agriculture become like this 🙂

Siapa bilang pertanian itu kampungan? Siapa bilang pertanian itu identik dengan yang kotor-kotor? Siapa bilang pertanian itu cuma sebatas cangkul dan fisik?

Sebagai orang yang dibesarkan dengan ilmu pertanian *jiah! saya merasa tergerak memberikan gambaran pertanian impian yang dicita-citakan negeri ini, meskipun sayangnya, image pertanian sudah (bisa dibilang) rendah di mata masyarakat kita. Apa yang bisa harapkan dari seorang petani? Apa tidak ada kerjaan yang lain? Apa itu pula yang sahabat pikirkan selama ini.

Sekarang saya ingin membawa sahabat ke suatu tempat di mana gambaran pertanian akan menjadi sangat berbeda, suatu tempat di negerinya Obama, tempat saya dulu pernah menimba ilmu dan pengalaman. Tempat itu bernama Metrolina Greenhouses.

Sebuah perusahaan greenhouse besar seluas 150 acres, atau lebih dari 60 Ha yang berlokasi di Huntersville, North Carolina. Memilki tagline : Pride and Joy, dan diakui sebagai salah satu greenhouse paling automatis di United States dengan berbagai macam sarana mekanik yang didesain secara pribadi oleh pemiliknya Tom VanWingerdens. Greenhouse wholesaler ini memproduksi tanaman hias dan bunga dalam pot (annuals, krisan, poinsettia, dan lain-lain) yang dipasarkan hampir ke seluruh penjuru US.

Setelah Tom wafat beberapa bulan yang lalu, perusahaan keluarga ini diterukan oleh anak-anaknya dan semakin berjaya sebagai salah satu perusahaan pertanian yang diperhitungkan. Perusahaan yang mengaku tidak terpengaruh oleh resesi yang menimpa US ini membuat saya “menganga” saat pertama kali menginjakkan kaki di sana. Jujur,saya merasa kecil dan minder, sambil bertanya-tanya: Kapan Indonesia seperti ini? Ayo ikut saya berkeliling!

 

 

MG01
Gate utama Metrolina Greenhouses. Kincir angin ini gambaran nenek moyang keluarga VanWingerdens yang berasal dari Negeri Belanda.
MG03
Di bagian depan ini kita disambut dengan dinding-dinding kaca dan jembatan kecil yang melintang di atasnya. Apa itu? Itu adalah track yang bergerak automatis mentransfer tanah dan pot 🙂
MG02
Bangunan seperti tangki putih itu berisi air panas yang berfungsi sebagai pemanas, menghangatkan isi greenhouses melaui pipa yang tersebar ke seluruh bagian greenhouse.

MG13
Sisi belakang greenhouse, mungkin anda bertanya, mengapa atap greenhouse terbuka?
Atap greenhouse bergerak automatis sesuai dengan kondisi cuaca, suhu dan kelembaban. Jika suhu terlalu panas, atap akan terbuka, jika kelembaban turun atap akan tertutup. Atap ini di desain untuk kenyamanan tanaman di dalamnya 😀 Percaya atau tidak atap ini bisa diaktifkan tutup buka secara online melalui internet. Sangat canggih bukan???
MG04
Ini adalah main road dari gate utama, di sebelah kanan adalah office, di bagian kiri adalah parking lot untuk tamu. Bahkan di jalan pun mereka tidak menyia-nyiakan space dengan menanam basket (tanaman gantung) di atasnya.

MG14
Greenhouse besar ini terdiri dari 4 area besar; Downstair, Upstair, MX1, dan MX2. Ini adalah jalan utama MX2. Setiap bagian tersebut terdiri dari beberapa section. Setiap section terpisah oleh dinding kaca yang terhubung dengan pintu automatis. Di tempat ini banyak pintu automatis yang menggunakan sensor, saat kita mendekat, pintu akan terbuka, dan kemudian tertutup kembali :mrgreen:

MG33
Ini adalah contoh atap area downstair dan upstair, area ini memiliki atap yang lebih rendah dibandingkan MX1 dan MX2 yang beratap tinggi. Maka untuk mendukung pengeluaran panas dengan cepat, mereka menggunakan kipas. 🙂

MG10
Traktor yang dikendarai tim growing (perawat tanaman). Di greenhouse ini, tim growing membawa traktor dan sepeda pedal untuk bergerak ke seluruh area. Tim shipping (pengemasan/tukang panen) dan maintenance bergerak dengan chart. Sedangkan para supervisor mengendarai skuter. Tamu dan boss naiknya golf cart 😀

MG07
Tempatnya para propagator (perbanyakan tanaman) dan transplantor (pemindahan tanaman muda) yang disebut Barn, di sini umumnya diisi oleh pekerja yang tugasnya menanam biji atau tanaman induk yang akan di kemudian ditransfer ke areal tanam. Alat didepan adalah track yang bergerak cepat yang mereka menerima plug tray kosong dan mentransfer plug tray yang selesai, begitu seterusnya.

MG08
Ini adalah hasil propagating dari biji. Tanaman muda ini akan segera ditransfer ke barn lain untuk ditransplant ke pot yang sebenarnya.

MG05
Ini adalah soil machine, yang mengisi pot dengan media tanam, pekerja cukup mentransfer satu paket tray berisi pot kosong , kemudian mesin ini akan mengisi dengan media tanam dan bergerak ke mesin transplant.

MG06
Ini yang disebut mesin tranplanting, mereka terdiri dari jari-jari robotik yang bisa bergerak menyebar dengan cepat, mencabut tanaman dari tray kemudian menancapkan tanaman muda itu ke pot yang sebenarnya, luar biasa!

Waktu awal saya datang, saya pernah bekerja di tempat ini. Tugasnya adalah berdiri di bagian output mesin, cukup memicingkan mata memastikan hasil si robot tidak ada yang miss, jika terdapat pot atau bagian pot yang gagal ditanami, tugas para manusia yang segera mengoreksinya. Gampang tapi cukup melelahkan, karena gerak mereka sangat cepat sehingga kadang kewalahan juga. Manusia mengikuti mesin, bukan sebaliknya. 😛

MG09
Dari output mesin tranplant pot akan melalui track panjang yang bergerak automatik ke rak besar (berukuran kira-kira 4×3 m) dari logam bernama “table”, lagi-lagi disini mesin yang menata pot-pot tersebut. Table-table kemudian bergerak di rel yang dimanage seorang petugas, mengarahkan pada section berapa table tersebut akan berhenti dan dibesarkan. 🙂 Di tempat ini banyak sekali sensor, so computerized!


MG35
Lautan pot yang berkembang dengan baik di areal floor (lantai).

MG23
Jika table diletakkan di lantai (floor), makan pot-pot basket akan dimasukkan ke dalam wagon atau dishes (rak besi) yang ditransfer ke kawasan atas, dekat atap. Di kawasan basket ini terdapat sistem mesin bernama Echoes. Sebuah mesin yang bekerja dengan sakelar menggerakkan roda berkabel yang siap menggantung dan memutar pot basket. Saya bekerja banyak dengan mesin ini 😉

MG22
Di area ini penanggung jawab echoes menghabiskan waktunya mengecek tanaman. Areal ini adalah salah satu area tertinggi, karena kita bisa melihat ke seluruh penjuru section.

MG24
Lautan echoes dan basket.

Nah sahabat, bagaimana jalan-jalan kali ini? saya harap tidak ada yang bingung dengan penjelasan saya :mrgreen:

Masih banyak hal di tempat ini yang saya akan tunjukkan besok. Kali ini sampai disini dulu.

Jadi nantikan jalan-jalan berikutnya di Pertanian Impian (Part 2). Sampai Jumpa. 🙂

 

Salam Kebun!

 

(Some pictures are courtesy by Liza Claudia and Emily Bosch)


Overlay + Gaussian

This easy tutorial really works for you who love narcism 😀

Hi sahabat Blogger.

Tutorial photoshop kali ini salah satu tutorial yang saya sering gunakan, karena simple dan hasilnya lumayan bagus. Buat sahabat yang sering pakai photoshop mungkin sudah sering menggunakan cara ini, tapi bagi yang jarang pakai, atau punya photoshop tapi gak pernah dipakai, cobalah tutorial berikut, siapa tau tutorial ini bisa berguna buat membuat tampilan foto narsis jadi berbeda 😛

Ini contoh foto sebelum edit dan setelah. Cekidot!

Hasil Overlay-Gaussian

TUTORIAL-nya:

Bagaimana? Mudah kan! Berikut contoh-contoh foto narsis lainnya :mrgreen:

 

contoh3

contoh2

contoh4

contoh5

contoh6

😀 😀 😀 Hayo siapa ini??? 😀 😀 😀

 

Selamat Mencoba!

Salam Jepret!

 

PS: Saya ucapkan banyak terimakasih kepada semua model yang dengan sengaja tampil di postingan kali ini. 😆


Suaranya False!

False Notes? An unbearable irritation!

Sahabat Blogger,

Pernahkan sahabat harus bertahan mengahadapi suara false atau sumbang? Apa yang saat itu sahabat rasakan?

Saya ingin bercerita tentang kejadian kemarin malam. Adik laki-laki saya yang berumur 12 tahun tinggal sekamar dengan saya, tetapi ranjang kita terpisah. Saya saat itu sedang enak-enaknya rebahan meluruskan badan yang sedikit lelah setelah berenang, sambil mendegarkan alunan lagu-lagu slow bervolume kecil dari laptop saya.

Adik saya tiba-tiba berkeliling kamar dengan joget-joget gak jelas, bernyanyi mengikuti lagu yang sedang dia dengarkan melaui headset hp. Saya pun mengalah dan mematikan suara dari laptop saya. Tapi lama-lama saya tidak bisa tahan dengan suara adik saya itu! False parah!

Niat saya yang tadinya ingin relax malah menjadi tegang dan terganggu dengan nada-nada dan lirik yang gak jelas. Duh! Ntah kenapa saya jadi sedikit emosi.

 

“Woy, berenti! False tau!”

Adik saya sempet bengong dengan wajah kecewa.

“Cuma ada dua pilihan, kamu dengerin lagu tapi gak pake nyanyi atau dengerin pake speaker, tapi gak pake nyanyi juga.”

Adik saya manyun seketika, suasana menjadi hening. Saya jadi merasa sedikit bersalah.

 

Tapi beberapa menit kemudian adik saya tanpa sadar bernyanyi lagi, false lagi, Ya Tuhan!

Saya pergi dari kamar dengan muka dilipet-lipet…saya kesal!

Kenapa ya saya jadi kesal? Saya kilas balik, saya sendiri sebenarnya sudah sering mendengar suara false orang saat bernyanyi tetapi selalu tidak pernah ada kesabaran saya untuk coba menerima ke-false-an itu. Di acara pesta, di tempat karaoke, di rumah, di angkot (pengamen) di mana saja tempat dimana ada orang dengan penuh percaya diri bernyanyi dengan nada-nada yang ntah kemana larinya. Mereka tanpa sadar meng-false-kan diri dan saya pun tanpa alasan, mau tidak mau, mendegarkan suara itu sampai lagunya selesai. 😯 Sangat mengganggu bagi saya.

Saya bukan mau bilang sense of music atau musikalitas saya sangat tinggi bak composer lagu, tetapi at least saya bisa merasakan suara mana yang “normal” mana yang “bencana”. Saya kadang lebih menghargai suara pas-pasan dengan nada yang tepat daripada suara yang super lantang tetapi false. Saya sendiri rasanya sudah punya toleransi yang cukup untuk ini, tetapi tetap saya punya batas 😦

Maaf saya bukan mau menyinggung perasaan orang-orang di luar sana yang mungkin tidak sengaja ber-false ria dengan suaranya, tetapi mungkin kita mulai harus menyadari bahwa tidak semua orang dianugerahi musikalitas tinggi, sehingga cobalah mulai berhenti untuk selalu show off dengan suara false itu.  Jikalau memang ingin bernyanyi di depan umum, cobalah bernyanyilah sendiri, merekamnya dan mulai menilai suara sendiri, atau tanyakan kepada orang terdekat, apakah suara kita sudah cukup layak alias tidak false. Tidak perlu bagus, layak saja sudah cukup. 🙂 Please do more practise.

 

Bagaimana dengan sahabat sekalian? Apa punya pengalaman dengan suara false? Apa sahabat juga sensitif seperti saya atau malah bisa menikmati ke-false-an tersebut?

 

Happy Blogging!

PS: mau pamer, ilustrasi itu saya sendiri yang gambar lho, not bad… :mrgreen:


[Film] Spirited Away

Yeah, I knew it’s kind of late, it should be on Sunday, whatever… 😛

Hi Sahabat Blogger,

Fiuh…kemarin badan saya rasanya sakit semua setelah berenang penuh semangat, jadi rencana mau posting review film saya tunda dulu sampai hari ini, hehehehehe…

 

spirited away dvd

Spirited Away, lagi-lagi film bergenre anime ini adalah salah satu film yang layak ditonton. Seperti film-film yang saya ulas sebelumnya yaitu The Girl Who Leapt Through Time dan Grave of The Fireflies, film ini juga banyak menuai pengarhagaan seperti Oscar pada tahun 2002 dalam kategori Film Animasi Terbaik dan menjadi anime pertama yang meraih penghargaan dalam kategori tersebut. Film ini juga memenangkan Golden Bear pada Pesta Film Internasional Berlin 2002. Menjadi film tersukses sepanjang sejarah di Jepang dengan menarik sekitar 23 juta penonton dan menuai keuntungan sebesar 30 milliar Yen!

Film ini diproduksi oleh Studio Ghibli dan disutradarai Hayo Miyazaki, seorang mangaka Jepang yang sekaligus pendiri Studio Ghibli, yang terkenal melalui film-film karyanya yang banyak menggunakan tema hubungan manusia dengan alam dan teknologi, serta sulitnya menjaga etika perdamaian. Saya sendiri merasa sering terkesan dengan film-film Studio Ghibli yang sangat “asia”, sentimentil dan penuh makna tersirat.

 

Spirited Away scenes

Cerita film ini berawal dari perjalanan Chihiro gadis kecil berusia 10 tahun dengan kedua orang tuanya saat pindah ke kota lain. Mereka tidak sengaja menemukan bekas taman hiburan yang sudah tidak terawat. Dengan penuh keingintahuan mereka pergi melihat-lihat taman hiburan tersebut yang syarat akan nuansa sepi, terpencil dan sedikit aneh. Keanehan muncul saat kedua orang tua Chihiro menemukan restoran dengan sajian makanan super lezat yang membuat mereka kalap dan tak berhenti makan.

Chihiro sendiri yang sedang berjalan-jalan seorang diri menemukan tempat pemandian yang masih bekerja tetapi tidak berpenghuni. Tiba-tiba hari menjadi gelap, dan Chihiro bertemu dengan Haku seorang pemuda yang tiba-tiba menyuruhnya untuk segera meninggalkan tempat tersebut. Keanehan semakin tampak saat tempat tersebut mendadak diterangi lampu dan banyak roh-roh yang ramai lalu lalang. Saat Chihiro bermaksud mengajak Ayah dan Ibunya pergi, Chihiro terlambat, keduanya sudah berubah menjadi babi besar yang tak berhenti makan! Chihiro ketakutan dan terus berlari, tetapi terlambat sudah, dia tidak bisa kembali ke perbatasan dunia nyata dan taman hiburan tersebut, yang ternyata adalah dunia para roh.

SA6 copy

Dengan bantuan dan petunjuk dari Haku, Chihiro akhirnya mampu tinggal di dunia roh dengan menjadi pekerja di tempat pemandian milik penyihir kuat bernama Yubaba. Yubaba inilah kunci penting bagi Chihiro yang ingin mengembalikan kedua orangtuanya ke bentuk semula dan pulang ke dunia manusia. Berbekal kemandirian dan keteguhan hati, Chihiro melaui banyak permasalahan dan rintangan dalam pekerjaannya tersebut. Dari permasalahan Bayi besar Yubaba, Hantu “No Face“, hingga perselisihan antara Yubaba dan Zineba, saudara kembar Yubaba, yang membuat Haku menjadi terluka parah.

SA7

Bagaimana Chihiro dan kebaikan hatinya mampu menyelesaikan semua masalah tersebut? Siapakah sebenarnya Haku? Akankah Chihiro mampu menyelamatkan kedua orang tuanya dan kembali ke dunai manusia?

 

Film ini cocok sekali dinikmati oleh keluarga. Film yang syarat akan pelajaran hidup tentang semangat, kejujuran, dan kekuatan hati. Petualangan Chihiro ini rasanya seperti menyentil hati kecil saya agar selalu ikhlas dan jujur dalam bersikap. Kebaikan akan selalu terpancar dan akan menuai balasan yang setimpal.

Cerita yang sederhana, imajinatif dan kaya pelajaran hidup!

SA-end

 

>>Quotes<<

No-Face: [offering a bowl of food] Try this. It’s delicious. Want some gold? I’m not giving it to anybody else!
[approaching her]
No-Face: Come closer, Sen. What would you like? Just name it.
Chihiro: I would like to leave, sir; there’s some place I need to go to right away, please. You should go back to where you came from. Yubaba doesn’t want you in the bath house any longer. Where is your home? Don’t you have any friends or family?
No-Face: [sulking] No… no… I’m lonely… I’m lonely.
Chihiro: [backing away] What is it that you want?
No-Face: I want Sen… I want Sen…

**

Zeniba: Once you do something, you never forget. Even if you can’t remember.

**

Chihiro: I promise I’ll be back, Haku. You can’t die.
Lin: What’s going on here?
Kamajii: Don’t you see? It’s called… Love.

**

Chihiro: Granny… I just want you to know my real name! It’s Chihiro!
Zeniba: Oh, what a pretty name! Be sure to take good care of it, dear!

**

Chihiro’s Father: A new home and a new school? It is a bit scary.
Chihiro: I think I can handle it.

***

 

spirited away wallpaper

(Sumber: wikipedi.com dan imdb.com)

Selamat Menonton!


Air Terjun Bajuin

Happy Weekend Bloggers!

Weekend ini saya gak kemana-mana sebenarnya, cuma saya sekarang mau cerita sedikit tentang jalan-jalan dadakan hari senin yang lalu. Pagi-pagi saya dapat sms dari teman lama sewaktu SD, Puput, yang tiba-tiba ngajak saya jalan-jalan ke Air Terjun Bajuin. Tentu saja saya menjawabnya dengan jawaban: YES!

Berangkatlah kita menuju tempat tersebut dengan membawa mobil. Singkat cerita gak ada teman lain yang bisa ikut, walhasil cuma kita berdua yang berangkat. Si Puput ini masih lengkap dengan baju rapi ala orang kantoran plus tas laptop, hahahhaha…karena sebenarnya siangnya dia harus segera back to work. Well, jam 10 kita berangkat dari Kota Pelaihari menuju ke Desa Bajuin.

Kira-kira 5 km (mungkin lho ya) jarak dari kota Pelaihari ke tempat wisata tersebut, 30 menit perjalanan dengan mobil (karena plus 4 kilo dari rumah ke kota, plus jalanan yg ancur :P). Saya sendiri sudah lupa seperti apa air terjun ini, terakhir saya kesana sewaktu SD, itupun rasanya tidak sampai puncak tempat air terjunnya.

Bajuin (2)

Ini salah satu gambar yang saya ambil sepanjang perjalanan menuju ke sana. Full dengan pemandangan pegunungan.

Sesampainya di tempat wisata itu suasana begitu sepi. Beberapa wisma penjaga atau pelayanan informasi juga seperti tidak terawat bahkan tidak ditempati, tetapi terdapat warung-warung penjual makanan yang masih tutup, maklum hari senin. Ya beginilah nasib pariwisata daerah, serba pas-pasan dan kurang dikelola dengan baik.

Bajuin (4)

Bajuin (11)

Di sekitar sini kami parkirkan mobil kami.

Wah, ternyata di dekat tempat ini ada sungai, yang merupakan aliran dari air terjun tersebut.

Bajuin (3)

Bajuin (5)

Bajuin (6)

Bajuin (7)

Bajuin (9)

Bajuin (8)

Bajuin (10)

Hmmmm….segar sekali rasanya menyentuh air pegunungan ini… tapi kami tidak bisa berlama-lama, perjalanan ke atas masih jauh. Kamipun segera bejalan menuju air terjun di bagian atas.

Bajuin (16)

Hehehehhe..itu Si Puput, saya adalah orang yang mengambil gambar sepanjang perjalanan ini.

Bajuin (13)

Ada Musholla… Perjalanan masih berlanjut…

Bajuin (12)

Bajuin (14)

Bajuin (15)

Sangat tropis guman saya…

Tidak sampai 100 m kami menemukan tangga menuju ke atas, jalan tanjakan di mulai dari sini.

Bajuin (17)

Bajuin (18)

Bajuin (19)

Tersedia tempat duduk jika kita merasa lelah di tengah jalan 😀

Bajuin (20)

Ups, setelah 200 m, tidak ada lagi jalan bertangga, kami harus melanjutkan perjalanan di jalan setapak yang licin…

Bajuin (21)

Bajuin (22)

Bajuin (23)

Bajuin (24)

Wow, di tengah jalan saya diberikan pemandangan yang tidak kalah indah, saya langsung mengambil gambar…

Bajuin (25)

Pohon besar dan pipa saluran air yang berasal dari air terjun…

Kira-kira sudah setengah perjalanan, kami menemukan tebing yang memberikan pemandangan yang indah…

Bajuin (26)

Bajuin (27)

Bajuin (28)

Sayapun mengajak Puput untuk bernarsis ria di tebing ini…

Bajuin

Wak!!!! Tiba-tiba apa yang saya takutkan terjadi!

Baterai kamera saya habis! 😯

Duh, inilah akibat karena rencana dadakan, jadi saya lupa mengecek kondisi baterai kamera…
Maka sahabat, sampai sini saja gambar yang bisa saya ambil, saya sendiri tidak sempat bernarsis ria 😦

Fiuhhh…sebenarnya perjalanan sempat dilanjutkan ke atas, hanya saja tidak benar-benar sampai di puncak. Kami memutuskan pulang karena melihat kondisi langit yang sepertinya akan hujan. Mungkin lain kali saya akan kembali dengan baterai kamera yang full dan jalan sampai ke puncak air terjun. Semoga.

Bajuin - Borneo

Pemandangan khas hutan hujan tropis di Kalimantan.
Gambar ini adalah gabungan dari dua photo yang digabung dengan fungsi Photomerge pada Photoshop.

Well, sampai di sini dulu jalan-jalannya.
Salam hangat dari pedalaman Kalimantan! 😀


Santai Bareng Si Aya

What a lazy day….

 

Hari saya lagi males mau nulis-nulis, hari ini juga jadwal berenang saya batal, seharian di rumah saja, makan tidur, maen internet pasti…hehehehehehe….

Saya mau istirahat dulu sehari ini dari nulis-nulis atau mikir yang berat-berat, 😀 sesekali santai enak juga rupanya.

 

Sambil santai makan empek-empek buatan si mamah,

Saya kenalin nih temen saya Si Aya.

Si Aya ini tetangga depan rumah saya, wajahnya imut dan chubby. Dia juga penurut dan tidak cengeng. Si Aya ini suka makan, apa aja doyan, dia juga suka ikut jalan-jalan atau sekedar nimbrung  kalo ada yang lagi ngobrol-ngobrol….hihihihihi…

“Ayaaaaa….!!!”

 

“Lagi ngapain Aya….? Maen ya?”

 

“Duileh galak amat ya… cuma mau ngenalin Aya ke temen-temen kakak di blog…”

“Aya suka ngemil snack ya?”

 

 

“Jiaaahhhh… katanya suka maen bulu tangkis ma Mamah?”

 

 

“Hihihhihiih… Lho suka pop ice juga?”

 

 

“Oke deh, kakak juga mau santai nih…”

 

Sahabat Blogger, ya sudah hari ini saya sama Aya mau santai dulu ya…. Sampai jumpa di postingan berikutnya 😀

Salam Santai!


Alergi Teh

Yeah, it sounds weird, but it happened to me…

Hi Sahabat Blogger, siapa yang suka teh? Mungkin hampir semua mengatakan “Iya saya suka”, tidak ada yang salah, saya juga suka kok 😛 Kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman saya kena “alergi” teh! Kok bisa???

Awalnya semenjak saya kuliah di Bogor saya mulai mengenal teh sebagai menu wajib harian. Yeah, sudah budaya orang sunda hampir setiap hari minum teh, mau manis atau tidak, yang penting teh! Makan di warung nasi, teh, makan nasi uduk, teh, sampai jika kita beruntung kita bisa menemukan satu termos berisi teh yang selalu hangat dan standby di dapurnya orang sunda.

Nah, sejak kecil saya tidak dibiasakan minum teh, mungkin sebagian besar masyarakat  jawa tidak menjadikan teh sebagai menu wajib harian. Minum teh kalau ada makanan serupa pisang goreng atau makan besar, atau ketika sedang bertamu. Intinya tidak sesering orang sunda. Mudahan saya tidak salah ya 😛

Saat sibuk di bangku perkuliahan itu, pola makan saya sedikit tidak teratur, makan tidak tepat waktu. Saya juga punya kebiasaan beli teh kemasan dalam botol kaca atau plastik, yang saya sering bawa kemana-mana. Apa lagi yang berlabel “green tea”, rasanya segar sekali setelah meminumnya. Tidak aneh memang karena sedikitnya teh mengandung kafein (lebih rendah dari kopi) yang menstimulus syaraf kita untuk bangun! Hahhahaha… Pokoknya saya sempat addict dengan yang namanya teh! Tea Lover!

Memang semua hal yang berlebihan itu tidak baik. Saya kemudian sering mengalami sakit kepala yang tidak jelas asal-usulnya. Makan sudah, istirahat sudah, hujan juga gak, tapi kenapa saya sering sakit kepala?? bahkan sakit kepala ini juga disertai rasa lemah seperti habis bekerja keras, badan saya seperti tidak ada tenaga, kalau sudah begini saya segera tidur.

“Muka loe kok pucet, prim?? Coba liat bawah mata lu, pucet gak?”

Saya periksa dalam kelopak bawah saya, putih! Pucat sekali…teman saya bilang: Itu ANEMIA! Kok bisa?

Saya kemudian pergi ke dokter, memeriksa apa sebenarnya yang terjadi. Dokter bilang saya tidak apa-apa. Tubuh saya normal. Hanya sedikit perlu istirahat dan minum suplemen penambah darah jika perlu. Saya pulang dan pergi ke apotek terdekat, beli vitamin tambah darah dengan inisial: SB*pasti tau lha…

Semenjak itu saya merasa tertolong sekali, setiap saya mulai merasa keliyeng-keliyeng saya langsung minum SB, gak perlu menunggu lama, 10-15 menit saya sudah normal. Tetapi anemia dadakan itu masih sering menjangkit saya, aneh! Di dalam tas saya pasti ada obat SB tersebut buat jaga-jaga maksudnya. Temen cewek saya malah bilang: “Kaya orang lagi haid aja, bawa SB kemana-mana” 😀

Suatu hari temen cewek saya bilang:

“Loe suka anemia prim?”

“Iya, kenapa ya??”

“Loe suka minum teh ya?”

“Eh? emang kenapa? emang ngaruh?

“Iya lha! teh kan ada tanin-nya, mana boleh orang anemia minum teh!”

 

Saya seperti tersambar petir siang bolong! TANIN? apa pula itu? Jangan-jangan benar apa yang dibilang teman saya itu. Anemia ini karena terlalu banyak minum teh???

Saya pergi ke dokter lagi hanya sekedar konsultasi singkat. Well, kira-kira penjelasannya mirip seperti ini:

Selain rasa nikmat menyegarkan, dalam air teh juga terdapat rasa sepat. Rasa sepat ini timbul karena adanya zat tanin di dalam air teh yang kemudian bereaksi dengan protein mukosa di dalam mulut. Sama halnya bila kita makan buah salak atau jambu biji, kadang-kadang timbul rasa sepat, karena keduanya juga mengandung tanin.

Yang dipermasalahkan dengan adanya tanin dalam air teh bukan rasa sepatnya, tetapi karena sifat zat ini yang dapat mengikat mineral. Barangkali sering kita lihat adanya lapisan tipis di permukaan air teh, bila air yang dipergunakan banyak mengandung mineral (air sadah). Lapisan tipis tersebut sesungguhnya adalah hasil reaksi antara mineral dengan tanin, membentuk tanat. Pabila tanin tersebut bereaksi dengan mineral-mineral dalam makanan, maka mineral tersebut akhirnya tidak dapat digunakan tubuh dan terbuang bersama feses.

Suatu studi yang dilakukan oleh dr.Yona Amitai dari Children’s Hospital Medical Center di Boston, menemukan bahwa anak bayi di Jerusalem yang meminum air teh sebanyak 250 ml per orang per hari, mempunyai kadar besi yang rendah dalam darahya. Disimpulkan bahwa hal ini terjadi karena adanya pengikatan besi oleh tanin dari air teh, sehingga tidak dapat dimanfaatkan lagi oleh tubuh. Ditegaskan bahwa mineral besi yang dapat diikat oleh tanin tersebut adalah apa yang disebut non heme iron, yaitu yang berasal dari serealia, sayuran atau buah-buahan. Sedangkan yang berasal dari daging adalah heme iron, yang dapat segera digunakan oleh tubuh. Mengingat bahwa umumnya di Indonesia konsumsi daging masih sangat rendah, terutama pada golongan kurang mampu, maka pengaruh konsumsi air teh pada bayi/anak patut diwaspadai sebagai salah satu penyebab anemi gizi yang masih merupakan salah satu maslah gizi nasional. (Sumber: http://ipb.ac.id)

Kesimpulan: Teh mengandung TANIN, tanin mengikat zat besi, zat besi dibutukan tubuh membentuk hemoglobin, kekurangan hemoglobin berarti anemia!

Saya mulai kilas balik, ternyata benar, setiap saya pusing, saya minum teh, dan kondisi saya semakin drop. Parahnya lagi saya sudah sangat sensitif dengan tanin! Sedikit saya minum teh, saya segera minum SB untuk mengimbangi teror tanin tersebut. Jika tidak, jalan saya seperti mau roboh persis gejala darah rendah akut. Siapa sangka saya yang seger buger begini “kalah” sama minuman ringan bernama teh! Saya sempat stress karena mau tidak mau saya akhirnya harus STOP MINUM TEH!

Teman-teman dekat saya sudah tahu kalau saya “alergi” teh, mereka seperti sudah hafal slogan “Jauhkan Prima dari Teh!

Satu kali saya ingin sekali minum teh, saya beli satu kotak kecil teh di minimarket, teman di sebelah saya menyindir: “Mau bunuh diri loe???” 😀 saya pun meletakkan lagi teh itu. Duh, ini rasanya jadi pecandu yang mau sembuh…

Dan setiap kali saya drop dan tiduran saja di kamar, teman saya bilang: “Loe pasti nge-teh…” Yeah, mereka benar. Saya yang tadinya dapat penghargaan “Penggemar Teh” berubah menjadi “Penggemar SB”, ntah sudah berapa kali saya bolak-balik apotek hanya untuk beli SB. It’s suck!

Sahabat, 6 bulan saya puasa teh, kondisi saya kemudian menjadi lebih normal, 6 bulan kemudian, saya mulai minum teh dengan kuantitas yang kecil, bisa cuma berapa sedot, sekali dalam satu minggu. Setahun kemudian saya sudah tidak pernah lagi anemia. saya juga tidak se-addict yang dulu dengan teh. Saya minum teh secukupnya.

Sekarang setiap saya melihat botol teh, saya cuma tersenyum mengingat kisah ini.

Apa sahabat juga pernah mengalami atau mendengar hal ini???

 

Salam Sehat!

 


Edit, Gambar, dan Award

Selamat Hari Raya Idul Adha!  Happy Qurban! 😀

 

Sahabar Blogger, kemarin saya iseng-iseng menengok  FB sahabat kita, Mbak Iyha a.k.a Advertiyha. Tidak bosan rasanya melihat-lihat foto blogger yang kata saya mirip Sophia Latjuba ini..Hahahahhahaa…

Well, saya banyak menemukan foto-foto narsis yang mungkin di ambil menggunakan hp, sehingga kualitas hasilnya kurang memuaskan. Saya pun jadi geregetan, hmmm… rasanya jadi ingin saya edit, siapa tahu jadi bagus!

Oh iya, sebelum ini saya coba hub mbak Iyha lewat email dan sms minta izin buat pasang foto wajahnya di blog saya. Sayang sampai detik ini tidak ada kabar IYA atau TIDAK, but I take as yes! :mrgreen:

Mudahan yang bersangkutan berkenan dan tidak marah ya… 🙂

 

Ini foto aslinya, kayanya modelnya abis mandi :mrgreen: :

dan ini hasil editannya:

Cantik bukan? Hahhahaha…emang aslinya juga cantik sih :P, berikut tutorialnya dengan Photoshop:

  • Atur brightness dan kontras secukupnya
  • Atur saturation, tambah nilai warna merah dan kuning, kurangi hijau dan biru, pokoknya sampai tingkat warmth yang diinginkan.
  • Menghilangkan noise: duplikat layer background, kemudian ganti mode layer menjadi OVERLAY, go to menu: Filter, choose BLUR, then GAUSSIAN BLUR secukupnya. Tada! Jadi deh… jika berlebihan atur opacity layernya. Easy!

Sekarang foto si Mbak sudah punya taji! Waakakkaka… serasa hasil studio foto! 😀

Well, lanjut…

Tangan saya tiba-tiba gatel pengen gambar sketsa muka si mbak… tapi sudah hampir setahun saya tidak menggambar.. Ya sudah Nekat aja! Majuuuuuuuuuu…..

Ini hasilnya…. 😀

Lumayan lha daripada lu-manyun… 😀  Jari saya seperti dilemaskan setelah menggambar sketsa ini, sudah lama tidak gambar sketsa orang. Rupanya setelah saya lihat-lihat, kesalahan gambar sketsa saya ini terletak dari wilayah bibir… susah sekali menyamakan dengan aslinya… I gave up to make it! The lips too sexy I guess.. hahahahah… 😀

Maaf ya Mbak Iyha, kalo gambarnya agak-agak serem :mrgreen: dan gak terlalu mirip, maklum amatir sok jago! 😛

Saya terus mikir, daripada gambar ini hilang dan terlupakan, saya jadikan Award saja! Pasti dipajang sama yang punya! Good Idea!

 

 

Dan ini dia Award Perdana yang dikeluarkan oleh PrimeEdges!

Kepada Mbak Iyha a.k.a. Advertihya mohon dibawa pulang award-nya sebagai

My First Award Giver,

kan ceritanya mbak Iyha ini orang pertama yang ngasih saya award. Jadi ini adalah award balasan sebagai bentuk terimakasih saya. Makasih Mbak Iyha 😀

 

Senangnya hari ini saya bisa bikin award! meskipun award-nya gak penting 😛

 

Happy Blogging! *muah

 

 


Themes for Your Pot Plants!

Do not ever think your plants are boring, They wait your creativity!

Hi Sahabat Bloggers,

Kita bicara tanaman lagi hari ini. Apa sahabat pernah merasa tanaman pot di rumah tampak lousy? membosankan? tidak bergairah? 😀 Itu wajar, awalnya tanaman pot yang kita beli terlihat indah dan menarik, tetapi lama-kelamaan seperti tidak lagi menarik. Persis seperti akuarium, dengan berjalannya waktu, penghuni rumah menjadi jenuh dan tidak lagi memperhatikan benda yang dengan sengaja bertujuan mempercantik ruangan itu.

Eits, jangan buru-buru buang tanaman-tanaman itu atau buru-buru menggantinya. Siapa tahu anda bisa merefresh tanaman-tanaman itu menjadi menarik kembali, menjadi layak tampil dan berkesan wow. Anda bisa coba me-refresh tanaman anda dengan sentuhan Tema. Cekidot!

Tema disini jika saya artikan mungkin adalah sesuatu atau benang merah yang menyatukan beberapa element sehingga menghasilkan suatu topik tertentu yang menghasilkan keharmonisan *halah. Pada kasus saya kali ini, tema untuk tanaman hias pot adalah dengan menyatukan atau memadupadankan unsur tanaman, pot dan element tambahan yang memperkuat tema itu sendiri. Saya akan berikan contoh pada gambar dibawah ini.

Foto-foto berikut adalah foto dari sebuah stand pameran sebuah perusahaan penghasil tanaman pot indoor di US. Saya beruntung sempat menjadi bagian dari salah satu tim lapang acara TPIE (Tropical Plant Industry Exhibition) tahun 2009 di Fort Lauderdale, Florida. Acara rutin tahunan ini banyak menghadirkan inovasi-inovasi baru dalam bidang pertanaman hiasan di seputar Florida sebagai sentra tanaman tropis di USA.

Kita bisa banyak belajar bagaimana Tema memperkuat tampilan tanaman hias pot!

Tema “Summer Kid” yang melibatkan ember berwarna cerah, pasir pantai, mainan dan lemon artificial. Sedangkan Tema “Autumn” mengangkat nuansa musim gugur dengan hiasan daun maple kering, ranting, mainan kupu-kupu dan pot berwarna merah-coklat.

 

Tema “Blue Ocean” memberikan nuansa laut dengan paduan warna biru pada tas kertas, hiasan dari laut, batu-batu biru dan jaring artificial dari serat tanaman. Tema “Spring” mengangkat tema tumbuhan-tumbuhan hijau dan bentuk pot unik seperti telur, bola-bola hijau dan rumput artificial.

 

Tema “Pinky Girl” melibatkan barang-barang bernuansa pink yang disukai remaja putri. Tema “Go Green” menghadirkan nuansa alam dan ramah lingkungan dengan pot-pot berbahan dasar kayu, serat tanaman, dan lumut kering.

 

Tema “Bright Idea” mengetengahkan ide-ide bertema minimalis yang simpe dan elegan. Tema “Contemporary Idea” memadukan pot-pot berwarna metal dan silver.

 

Ini adalah-adalah tema warna yang lebih terpusat pada pot. Tema “Black and White” dan Tema “Silver-Yellow”.

 

Tema “Copper” dan Tema “Lime”

 

Tema “Back to Basic”, menampilakn keramik berwarna natural.

 

Tema “Greenhouse” : Plants under the glass

 

Tema “Colurful” dan Tema “Stripe Party”. Perpaduan warna pot, tanaman, dan buah artificial.

 

Saya rasa ide-ide tema di atas cukup dapat menginspirasi sahabat di sini dalam memperbaiki penampilan tanaman dan interior dalam rumah. Oh iya, pemilihan tanaman juga perlu diperhatikan, biasanya warna dan bentuk tanaman menjadi pertimbangan dalam membentuk tema. Silahkan Mencoba!

Salam Kebun!


It’s not about me, It’s about you…

It’s all about you, and you deserve it…

Pagi semua!

Menolong orang memang tidak mengenal waktu, tempat, siapa dan caranya. Kita pernah menolong  Ibu kita sendiri membereskan rumah, menolong kakek tua menyeberang jalan, membantu resepsi pernikahan sahabat, menolong tetangga yang punya hajat, memberikan recehan kepada pengamen jalanan atau sekedar membetulkan letak dasi suami…*sweet dah! Bagaimana respon orang yang kita tolong?

Kalau saya.

“Prima, makasih ya sudah dibikinin, nanti lain kali jangan kapok…”

“Pim, semoga kebaikan lo dibales ya sama Alah…Amin”

“Duh jadi gak enak, makasih banyak ya mas…”

“Makasih om…” >>berasa tua dipanggil om 🙄

 

Nah, lalu apa jawaban sahabat?

Sebagian besar orang mengucapkan, “iya sama-sama” atau bahasa planetnya: “you are welcome”

Saya sendiri pasti akan berkata seperti itu, tetapi ada hal yang ternyata sering saya ucapkan baik secara lisan atau tulisan. Saya tidak sadar sering mengucapkan kata-kata ini, bahkan pagi ini saat saya menolong teman saya, saya menuliskannya lagi di halaman chat. Selalu itu, sampai temen saya bilang: “loe banget sih…”

Saya ternyata sering mengucapkan kata-kata berikut:

“Gak apa-apa kok, itu rejeki loe…”

“Hahhaha…sama-sama, emang nasib lu aja ketemu gue…”

“Loe lagi mujur aja pas gue lagi nganggur”

“Rejeki gak kemana, you deserve it…”

dan kata-kata yang terakhir ini saya ucapkan pagi ini seperti membuat saya bercermin…

 

“It’s not about me, It’s all about you… Thanks to God who arranged  for you”

 

Sahabat, saya merenung hari ini. Pernahkah kita berpikir bahwa Tuhan mungkin telah mengatur diri ini untuk menolong sesama. Kaki, tangan dan hati ini digerakkan olehNya sebagai perintah untuk menolong orang-orang itu.

Tuhan seperti berkata:

 

“Hey, Prima pergilah chat, di sana ada teman yang membutuhkan pertolongan, maka bantulah dia”

atau kebalikannya,

 

“Prima, aku kirimkan si A untuk menolongmu, kemudian si B akan menolongmu setelah itu, terimalah dan syukurilah berkah dan rezeki pertolonganKu”

 

Sahabat, orang yang kita tolong adalah orang yang sebenarnya menuai rezekinya sendiri. Kita hakikatnya adalah hanya perantara. Tidak sepatutnya menagungkan keakuan dan kelebihan diri sendiri. Semua hanyalah kembali kepadaNya.

Mereka datang kepada kita, Ibu, Kakek tua, pengamen, pengemis, tetangga… semua datang menuai rezeki melalui kita, tinggal bagaimana kita menyampaikan rezeki itu kepada mereka.

Jangan pernah membohongi bisikan hatimu saat ingin menolong orang. Tidaklah siapa yang berbisik kecuali Dia.

 

Seperti tumbuhan ini yang menuai rezekinya kepada matahari setiap hari 🙂

 

Happy Monday!

Salam Hangat!


[Film] Grave of The Fireflies

Tada! Happy Sunday Bloggers! Film review time…

Setelah minggu lalu saya membahas film animasi  The Girl Who Leapt Through Time , hari ini lagi-lagi saya akan cerita tentang film, sama-sama animasi, sama-sama diangkat dari sebuah novel. Ntah kenapa animasi atau film yang diangkat dari novel umumnya kualitas ceritanya bisa diacungi jempol. Itulah kenapa saya suka film yang satu ini; realistik.

Grave of The Fireflies yang berarti “Kuburan para Kunang-kunang” ini bukan menceritakan tentang hantu atau misteri, tetapi tentang dua kaka beradik yang berjuang melawan kejamnya hidup pada masa perang dunia II.  Ahli sejarah animasi Ernest Rister menyandingkan film animasi ini dengan film Steven Spielberg: Schindler’s List dan menyatakan:  “It is the most profoundly human animated film I’ve ever seen”. Mantap!

Film hasil adaptasi dari novel semi-autobiografi karya Akiyuki Nosaka ini memang mengambil cerita nyata kehidupannya yang kehilangan adik perempuannya karena kelaparan di jaman perang akhir tahun 1945. See,this is based true story! Film ini diproduksi oleh Studio Ghibli pada tahun 1988, wkakakakakaka…*film lama ternyata, saya masih balita tuh. Studio Ghibli ini memang saya kenal sebagai studio film yang banyak menghasilkan film-film terkenal seperti Spirited Away dan Princess Mononoke, kapan-kapan saya bahas kedua film ini!

Cerita diawali dari serangan pesawat sekutu yang menyerang sebuah kota di Jepang. Bicara sedikit sejarah, pasca serangan Jepang di Pearl Harbor di Hawaii, Amerika menyerang balik dengan melepas bom nuklir yang meluluh-lantahkan dua kota di Jepang, tetapi tidak sampai disitu, Amerika dan sekutunya membabat habis kota-kota di jepang dengan “firebombing” , mereka membakar kota-kota di Jepang yang banyak menimbulkan banyak kematian rakyat sipil, kebakaran, dan kelaparan. Aksi firebombing di Jepang saat itu membuat tanah jepang tak henti-hentinya mengeluarkan asap berbau daging manusia! 😯

Peristiwa ini juga membuat kakak beradik Seita dan Setsuko menjadi yatim piatu. Keduanya kehilangan rumah dan mulai menjalani hidup dengan penuh keprihatinan. Berpindah-pindah tempat tinggal, sampai mencuri untuk hanya sekedar memperoleh makanan mereka lakoni. Seita adalah sosok kakak yang selalu ingin melindungi adik perempuannya, Setsuko yang masih polos dan tidak tahu apa-apa. Dalam kehidupan yang sulit pun mereka sempat masih tersenyum dan merasakan indahnya persaudaraan dan kasih sayang.

Tetapi hidup terkadang terlalu kejam untuk anak-anak seumuran mereka. Bagaimanakah Seita dan Setsuko bertahan hidup dalam kelaparan? Sampai kapan Setsuko menyebut batu adalah sebuah nasi kepal? Sampai kapan Setsuko harus menunggu Seita membelikan sekaleng kembang gula untuknya?

Sebuah film kemanusiaan yang sangat menyentuh saya. Jujur saya sempat berkaca-kaca menonton film ini. Film yang mengakat sebuah hal-hal sederhana, realistis tetapi penuh arti. Film yang menggambarkan bahwa perang bukan hanya sekedar adu kekuatan antar bangsa, tetapi menimbukan banyak tragedi kemanusiaan di baliknya. Film yang menggugah hati kita bahwa hidup di negara merdeka adalah sebuah berkah yang tidak terkira.

Tidak banyak dialog dalam film ini, tetapi justru disitulah saya bisa merasakan betapa pedihnya penderitaan keduanya. Jika anda belum pernah menangis saat menonton film animasi, tontonlah film ini. Tapi jangan lalu menyalahkan saya kalau… 😀

>>The Quotes<<

Setsuko: Why must fireflies die so young?

*

Setsuko: I lost a shoe!
Seita : Don’t worry, I’ll buy you the better ones!

*

Setsuko : Seita. Have one.
[Holds out rocks]
Seita: Setsuko, what?
Setsuko: Rice balls. I made them for you. Here, have one.
[Seita starts crying
Setsuko: You don’t want them?
Seita: Setsuko.
[Cries]

***

Selamat Menonton!

 

PS: ternyata film animasi ini pernah di film-kan (bukan animasi), cek covernya, saya juga baru tahu 😛

>>>Download TORRENT nya di SINI<<<

Sumber: wikipedia and google.


Aku Kuat

Tuhan hari ini aku ingin mengaku, bahwa aku tidak setegar apa yang aku katakan… (Yesterday’s status on FB)

 

Sahabat Blogger, kemarin menjadi hari yang tidak terlalu meyenangkan bagi saya. Berawal dari kegiatan chat di skype oleh seseorang yang penting bagi saya dan masa depan saya. Inti dari percakapan itu bahwa dia tidak bisa menjamin apakah saya bisa benar-benear bekerja di tempat itu. Saya jujur sangat kecewa. Dengan kata lain saya 80% failed.

 

Sejenak berbaring di kamar yang sempit ini, laptop saya masih memperdengarkan lagu-lagu lama. Saya berpikir satu lagi ujian menimpa hidup saya, Saya Kuat begitu kata hati saya.

 

Tidak berapa lama, saya mendapat kabar bahwa seorang sahabat akan segera terbang ke US minggu depan untuk jangka waktu yang lama. *deg! Rasanya sedih tidak sempat berpamitan dan bersua sebelum kepergiannya. Ah, mengapa begitu cepat! Satu demi satu sahabat pergi menggapai impian masing-masing, sedangkan saya masih terbaring sendiri di kamar ini. Sendiri. Tanpa pekerjaan.

 

Saya Kuat kata saya lagi.

 

“Prim, rasanya HRD menginginkan orang yang mau bekerja dalam jangka waktu lama, karena ini bukan masalah jual barang, ini masalah jasa, dan mereka membutuhkan tanggung jawab moral..”

Satu lagi kalimat terngiang di telinga saya… Apakah dilema seperti ini akan selalu menghantui saya. Menunggu sesuatu yang lain tanpa kepastian.. sampai kapan?

Saya Kuat.

 

Seorang sahabat mengajak chatting, tetapi semua semangat yang diucapkan lewat tulisan-tulisan semakin membuat hati saya sakit. “Semangat Prim ! jangan sedih ya… ” Damn! Saya semakin labil. Saya segera berpamitan dari dunia chat dan memutuskan untuk tidur sejenak. Saya lelah.

 

Tuhan, saya mengaku saya tidak sekuat yang saya ucapkan. Mohon segera kirimkan ribuan balok es agar hati ini menjadi kaku dan setegar batu karang. Saya pun tak lama tertidur dalam doa.

 

Sebelum tidur pikiran saya terbang melayang jauh ke masa lalu, kenapa saya masih selemah yang dulu. Tidak sekuat apa yang saya ucapkan. Tidak sekuat yang orang lain kira.

**

 

Saya mengingatnya sebagai “Tragedi Kebun Jeruk

 

Sore itu adalah hari terakhir seorang pemuda bekerja di negeri seberang. Rasanya begitu berat meninggalkan tempat di mana dia sudah terbiasa. Tetapi hidup terus berjalan dan waktu tidak menunggu siapapun. Pemuda itu tetap harus maju ke depan.

 

Masih ada beberapa hari ke depan untuknya berpamitan. Tetapi memakai baju kerja dan kelelahan hari ini rasanya akan menjadi hal terakhir yang patut dia ingat. Saya pasti bisa, hadapi dengan senyumanSaya Kuat.

 

Pemuda itu berjalan ke pelataran parkir mobil, menyalakan mesin, dan melaju pulang. Ini sore terakhir. Semua ingatan di tempat ini akan berakhir dengan tanda titik, bukan koma.

Gedung ini

Jalanan ini

Pertigaan ini

 

Seperti biasa, Pemuda itu nyalakan musik bernada riang “Horrreyyy!” Dia selalu riang saat pulang kerja, itung-itung menghilangkan rasa lelah.

Perjalan pulang berlanjut. Pemandangan – pemandangan ini yang akan dia rindukan.

Mata pemuda itu diam-diam memandang tempat ini dengan penuh kasih. Jalanan ini yang dia lewati setiap hari selama setahun, tanpa lelah. Segera akan hilang.

Saat melalui kebun jeruk, ntah kenapa pemuda itu tidak bisa lagi mendegar lagu riang yang sedang dimainkan. Tidak terasa air matanya menetes. Dia mengusapnya, kemudian dia kencangkan volume lagu. Lebih keras lagi.

 

“Saya Kuat”

 

Di antara deru mesin dan lagu.

Setir mobil menjadi tidak stabil. Dia parkirkan mobil di pinggir jalan sepi itu.

Dia terdiam sejenak. Kepalanya bersandar pada stir.

Terisak.

Pemuda itu pun menangis sejadi-jadinya. Konyol seperti anak kecil.

 

Angin lembut di awal musim dingin itu menemani isakan seorang pemuda yang terduduk di bangku mobil. Sinar keemasan  matahari sore tidak mampu mengeringkan butiran air matanya. Samar-samar aroma jeruk menemani badannya lunglai bersandar. Sudah lebih dari 5 menit berlalu. Beberapa mobil berlalu seperti biasa. Mereka tidak tahu bahwa seorang pemuda sedang menangis di dalamnya.

Dia merasa malu pada dirinya sendiri. Dia tidak sekuat yang dia ucapkan.

Mobil pemuda itu kemudian beranjak pelan ke arah danau Apopka, tempat dia biasa melepas penat sepulang kerja.

 

Ini menjadi pertemuan terakhirnya dengan danau itu. Wajahnya menyapa danau itu dengan senyuman dan mata nanar. Di langit segerombolan burung-burung dari utara tampaknya mulai meninggalkan tanah yang mulai mendingin itu. Semilir angin senja menimbukan riak kecil di danau itu. “Kita akan bertemu lagi suatu hari nanti” pemuda itu berbisik.

Senja merayap di ufuk barat. Pemuda itu pulang dan mengambil gambar dirinya dan danau kesayangannya  melalui pantulan kaca mobilnya.

Dia sadar bahwa air mata memang tidak akan mengubah apa-apa. Ia hanya manusia yang dengan keterbatasannya, mencoba setegar batu karang, meskipun akhirnya dia hanyalah seonggok daging lemah yang hanya bisa berdoa.

 

“Aku Kuat”

***

 


First Award

Nothing special today, just wanna show off two awards that I got! 😀

 

Kemarin ada komen seorang blogger cantik di blog saya:

Adverthiya: “…oh iya mas Prim, mohon dijemput ke rumahku, ada award buat mas Prim, moga makin semangat n memperkuat tali silaturahmi kita ya.. :)

Prima: “Award apa mbak? wah, saya lagi nyungsep jauh di kalimantan tuh mbak…” :D

 

Saya berpikir, rumahnya Mbak Iyha seputar Jakarta, masa iya saya harus terbang kesana hanya untuk ambil awards? Tiket dari mana? Tiket dari hongkong! Mbak Iyha ini selain cantik juga sadis rupanya…saya pikir  😀

Iseng, saya BW ke blog dia, dia pasti punya postingan hari ini… *WAK! 😯 Owalah…ini ternyata Award yang di maksud! KkKkKkKKKK… jadi saya salah paham sejak tadi! Malu-nya.. 😳 Tadinya saya pikir Mbak Iyha punya ayam panggang sisa di rumahnya terus lempar award-ayamnya ke saya…hap! wkakakakakak…>>laper mode: on

Bukti TKP-nya!

Well, itu sedikit cerita betapa “ndeso” nya saya karena belum pernah dapet awards, jadi harap maklum aja ya 😛

Award ini diberikan oleh Mbyak Iya dengan Blognya ADVERTHIYA, katanya sih karena saya sering hilir mudik di depan rumahnya *berasa abang siomay, jadinya saya beruntung menjadi satu dari 5 abang siomay yang di lempar award…*toeng! 😎   Thanks banget buat mbak Iyha atas award perdana yang diberikan kepada saya, selamat anda PERTAMAX! 😆 Semoga saya gak bosen hilir mudik plus ngintip depan rumahnya…KkKKkKKkkkkk…

 

Award yang lucu 😛

 

Hmmm…terus katanya award ini harus diturunkan *padahal saya belum punya keturunan 😆 , ini bikin saya bingung! Duh! temen maya saya aja masih dikit, kemana saya harus lempar award ini?  siapakah gerangan abang siomay yang sering hilir mudik depan rumah, tetapi belum mendapatkan award serupa??? >> Mbak Iyha ini kok sukanya ngerjain anak baru kaya saya… 🙄

Ya sudah, saya lempar saja award cantik berbalon merah dua ini kepada yanga ada di blogroll saya, yang saya pikir belum punya, karena beberapa orang ada yang saya tau sudah punya 😛

1. Atanotoo – Mbak Ata yang lagi sibuk jadi relawan, moga-moga belum punya award ini 🙂

2. Kanvas Maya – Mas Hendro, kayanya dah pernah dapet ya?, ntah lha…

3. Keping Hidup – Mas Indra, sorry mas kalo ngejunk, 😛

4. AndreasAndre – Mas Andre di terima ya..

5. NH18 – Wakakakakka,, kalo yang satu ini kayanya dah bosen sama awards, dan pasti dah dapet yang sama.. *sengaja ngejunk!

 

Selesai!, sudah atau belum dapat award di atas, amanat untuk menurunkan award ini sudah terlaksana, Bagi yang belum punya mohon diterima, jika ternyata sudah ya pura-pura diterima saja… 😛

Oh iya ada seputar informasi dari Mbak Iyha seputar award-awardan ini yang penting buat saya:

Prima: Mbak, mau tanya, apakah ada hak istimewa seseorang saat membuat award ini? Apa saya bisa? Kapan saya bisa kasih award? :P

Advertiyha:

silahkan saja kalo mau bikin award mas, award bebas dibuat dan diberikan buat siapa aja, karena ini sebagai penanda persahabatan saja, tapi ada juga award berdasar kategori tertentu, misalnya blog inspiratif, super women, funny blog, smart blog, dsb..
soal kapan mau kasih award, itu terserah sang empunya award aja,
sok atuh mangga dibikin dan disebarkan.. :)

*IMHO lho yaaaa… :) *

**

 

Satu lagi! Sebelum saya dapat award di atas ini saya juga dapat…ntah apa namanya, yah mirip-mirip award juga.

Kak Nanang Hernanto a.k.a Om NH18 dalam postingan

BLOG WITH ORIGINAL PICTURES

memilih saya menjadi salah satu blog dengan original pictures favorite beliau. HOooorreeeeeyyYYYY! 😀 😀 😀

Saya ucapkan banyak terimakasih atas “award” dadakan yang tidak disangka-sangka kepada saya seorang blogger bau kencur ini 🙄 . Sebuah pujian dan sekaligus pecutan pagi saya untuk berkarya lebih baik lagi. Terimakasih saya juga sampaikan kepada semua senior yang telah banyak memberikan nasihat dan inspirasi. Mohon dukungannya dan *kunjungannya… 😀 teuteup…

OK, itu dulu ya… Happy Friday! >>>banyak karyawan kalo jumat suka senyum-senyum sendiri, soalnya besok libur, :mrgreen:

PS: semenjak blog saya nampang di blognya Om NH18, blog saya lumayan dapat kunjungan dari para blogger senior yang tampilan blognya udah canggih bin ajaib, sampai saya bingung, dimana tempat komennya? animated! kalo bahasa biologinya: motil! wakakakakaka…. 😀

 


Mewarnai Bunga?

This idea came up from my script when I was student, It’s easy and fun! Try it!

 

Hi Sahabat Blogger, kita bicara tentang pertanian lagi hari ini, khususnya tentang penelitian saya sewaktu saya masih duduk di bangku kuliah. Eits, jangan keburu pergi dulu, saya gak akan menjabarkan “hasil dan pembahasan” yang dipenuhi table, grafik, olah data statistika apalagi hasil uji orlep! Hahahahahah… Saya yakin semua sahabat di sini bisa memahami tulisan kali ini, saya membuatnya easy dan aplikatif!

 

Pernahkan sahabat mewarnai bunga potong? Atau pernah melihat iklan bunga potong yang diwarnai? Saya yakin semua tahu, tapi belum tentu semua pernah mencoba.

 

Tanya:  Kenapa harus mewarnai bunga, kan bunga sudah berwarna-warni?

Jawab: Tidak semua bunga mempunyai keragaman warna, melati dan sedap malam adalah contoh bunga yang hanya memiliki satu warna.

 

Tanya:  Saya bisa menemukan semua warna pada bunga, jika tidak ada warna pada satu bunga, saya tinggal subtitusi dengan bunga yang lain.

Jawab: Bagaimana dengan warna biru? Dimana anda mau menemukan?

 

Tanya: Biru? saya pernah dengar tentang mawar biru!

Jawab: Kenyataannya di alam pigmen warna biru tidak pernah ditemukan, bunga Delphinium adalah contoh bunga yang membawa pigmen delphinidhin, pigmen warna biru-keunguan, yang kemudian menghasilkan bunga-bunga “biru” lain dengan  proses biotekhnologi. Padahal hasilnya bunga tetap berwarna keungu-unguan.

 

 

Yup, itu sekedar latar belakang saja. Mudahan tidak pusing bacanya. Back to topic. Pewarnaan bunga secara buatan dilakukan dengan berbagai cara; pencelupan kelopak bunga ke bahan pewarna, penyemprotan dengan micro-sprayer, dan perendaman tangkai bunga. Tentu saja perendaman tangkai bunga adalah cara pewarnaan yang akan terlihat paling alami. Teknik ini yang akan kita coba!

 

Kali ini saya akan perlihatkan cara mewarnai bunga dengan pewarna biru.

 

  • Siapkan botol minuman plastik berukuran besar, potong bagian atasnya agar mulut botol menjadi lebih besar. Tambahkan air sebanyak 1 Liter.
  • Masukkan gula pasir kurang lebih 60 gram, larutkan.
  • Masukkan pewarna makanan cair warna biru yang ada dipasaran sebanyak kurang lebih 40 ml.  saya sarankan range konsentrasi antara 20 ml-80 ml/L. Saya pakai merk Kupu-Kupu 😀
  • Masukkan asam sitrat/garam asam/sitrun secukupnya. Itu lho bahan yang bikin rasa sirup jadi asem-asem seger…

Jenis Pewarna Makanan Cair di Pasaran

 

Sahabat bingung menakar gula dan asam sitrat? Jangan khawatir, sahabat hanya perlu menambahkan sedikit demi sedikit, sambil di-icip, jika rasanya sudah menyerupai air es buah atau jus buah kemasan, berarti sudah cukup  🙂  Tidak akan sakit perut, semua bahan-bahan di atas memang untuk makanan.

 

Mawar, Gladiol, Anyelir dan Sedap Malam

Bahan celupan sudah siap. Sekarang kita persiapkan bunga potongnya. Bunga yang saya pakai adalah bunga sedap malam, gladiol, anyelir, dan mawar. Kesemuanya berwarna putih. Sahabat bisa juga bereksperimen dengan bunga yang lain. Jangan takut mencoba!

Pilih bunga yang paling segar atau baru, semakin segar semakin bagus. Pilih juga yang setengah mekar atau 75% mekar, jangan yang terlalu kuncup. Bersihkan tangkai dari daun berlebihan, potong tangkai sekitar panjang yang kita inginkan, dan celupkan. Tunggu sekitar 2-4 jam atau lebih sampai warna terlihat naik ke atas.

Contoh proses perendaman

Setelah selesai, kita bisa potong sedikit bagian ujung tangkai yang  berwarna, cuci bersih, dan masukkan ke dalam vas berisi air seperti biasa.

 

Tips tambahan dari saya: Lakukan pewarnaan pagi dan siang hari, aktivitas bunga pada malam hari akan menurun, sehingga penyerapan akan berjalan lebih lama. Potong ujung tangkai menyerong untuk memperluas permukaan serapan.  Kering-anginkan bunga  di tempat teduh dan kering sebelum dicelupkan selama  1 -2 jam untuk meningkatkan respon penyerapan.

Hampir semua warna bisa diaplikasikan pada bunga. Tergantung pada jenis warna dan jenis bunga. Warna kuning dan merah adalah warna yang responnya paling baik untuk bunga. Setiap bunga menghasilkan motif berbeda pada pewarnaan.

 

Nah, bagaimana? Mudah bukan? Tertarik untuk mewarnai bunga? Teman saya pernah lho mencoba tips ini untuk menyelaraskan warna tema pada pernikahan yaitu sedap malam dan krisan biru. Sedangkan di lain kesempatan, saya mencoba warna kuning untuk menambah manis acara pernikahan teman yang bertema Gold.

Contoh Hasil Perwarnaan Biru pada Mawar

Contoh Pewarnaan Biru pada Anyelir

 

Contoh Hasil Perwarnaan Biru pada Gladiol

 

Contoh Hasil Perwarnaan Biru pada Sedap Malam

Contoh Sedap Malam Kuning pada Dekorasi Pernikahan

 

***

Pesan saya untuk sahabat, jangan takut mencoba. Saya tunggu hasilnya ya! 😀

Salam Kebun!


Mengenang Liburan di NYC

These pictures below I made more than one year ago, but they deserve to be shown….

Halo Sahabat Blogger, karena kemarin saya sedikit bercerita tentang pengalaman hidup di US, saya sempat membuka folder-folder berisi foto-foto selama saya di sana, terutama saat saya dan teman-teman berlibur ke New York.

Terdiam sejenak pada satu folder bernama “retouch”, pikiran saya seperti kembali ke masa-masa itu. Kami ber-10 terbang ke US dengan tujuan yang sama, belajar dan mencari pengalaman. Program Internship dari The Ohio State University seperti mengabulkan doa kami menginjakkan kaki di negerinya Obama ini. Selama setahun kami bergulat dengan pekerjaan dan pengalaman hidup yang mengajarkan banyak hal tentang kemandirian, semangat, profesionalisme, dan tentunya persahabatan.

Meskipun kami terpisah-pisah di beberapa state berbeda, tetapi komunikasi tetep berjalan dengan baik. Pada akhirnya, tengah bulan Junuari 2009, tepat di minggu ulang tahun saya, sesuai rencana kami pun berlibur ke NYC. Salju sedang tebal saat itu, suhu mencapai minus 9 derajat C, tetapi tidak mengoyahkan semangat kami untuk jalan-jalan dan tertawa bersama selama kurang lebih 10 hari. Sungguh pengalaman yang tidak terlupakan seumur hidup saya.

Setelah liburan tersebut, beberapa bulan kemudian, saya iseng-iseng mencoba mengedit foto mereka satu persatu. Tidak hanya sekedar sebuah hadiah kepada sahabat-sahabat saya tersebut, tetapi sebagai bukti betapa berartinya mereka buat saya, betapa berartinya kenangan yang kita lalui bersama…

Saya juga menampilkan foto-foto asli sebelum dilakukan editing atau olah digital agar sahabat blogger juga bisa belajar editing. Saat itu saya masih amatir sekali, proses edit menghabiskan waktu cukup lama dan proses gagal-berhasil. Tetapi hasilnya lumayan. Oh, Watermark “PIM” adalah watermark sederhana yang saya buat sebelum sekarang berubah menjadi “primeedges”.

 

AG namanya, dia sahabat yang pediam dan selalu take it easy dengan segala hal, oleh karena itu saya  memberi caption “Silent Confession”

 

 

AS, sahabat yang periang, percaya diri, dan penuh kehangatan seperti matahari di sore hari, sehingga tidak salah jika caption yang saya berikan adalah “Afternoon Love”

 

 

 

CK, sahabat yang satu ini jatuh cinta pada student dari Eropa Timur. Dazhdebog adalah nama dewa matahari di Eropa Timur. Rasanya sampai  sekarang pun dia tidak pernah melupakan gadis pujaannya itu.

 

 

AN ini sahabat yang suaranya cempreng, selalu rame dan berjiwa kepemimpinan. Berisik tapi indah, seperti “Morning Rustle”.

 

 

 

CC, sahabat yang pendiam tetapi memiliki pandangan jauh ke depan, jiwa wirausahanya sangat kental.

 

 

AR, adalah sahabat yang pintar dan cekatan, jiwa wirausahnya juga sangat kental. Penyihir dimensi terinsprasi dari jaketnya yang seperti penyihir, hihihihi…

 

 

NB, sahabat yang lucu, sabar dan penyayang, meskipun aslinya dia psikopat! Dark Blaze! hahhahaha….

 

 

IJ, sahabat yang lucu, dan pandai memasak, dan terkadang suka lemot. Ekspresi wajahnya meninspirasi saya tentang kekuatan doa dan impian.

 

 

TF, sahabat yang pandai, periang, sabar dan kebapakan. Paling suka dengan suasana meriah “Cosmopolitan Conquest”

 

 

It’s me! 😀  yup, alis saya memang cacat seperti itu sejak kecil akibat kenakalan saya sendiri.

 

***

To all my friends above, I miss you guys…

Salam Jepret!

 


Terasi : An Undisclosed Case

Today I’ll try to write in English, A blogger named Lucky DC said, “ Jangan pernah takut untuk belajar termasuk pake Bahasa Inggris.. Just do it bro”. Then, I thought that sounds good since I don’t use English frequently every day. So, I take it as practice and refresh my English. You might find some parts are out of grammar, lol, yeah my bad.

The story below is kind of funny story. It happened in a boys house, where all boys students stay with free accommodation (but food) from the company in US. Oh, It was an internship program actually. So, I worked there as intern.

That day, about 4 pm, I was so exhausted by work, mixing fertilizer made me like a slave! I laid down on my bed, turned on my laptop, then fell asleep quickly without changing my clothes. I might sleep for about an hour, then my laptop was ringing… I opened my eyes, and grabbed the mouse. It was Skype calling, who’s calling? I was wondering.

Toni! He’s my only Indonesian friend stayed in upstairs. My room was in downstairs or basement, he actually just need to walk down easily to my room. But calling me? For what?

“Yes, Ton…”

“Hey Prima, Ok, I want you to know, there is an terrible smell in kitchen right now. All you need to do is say: DON’T KNOW, okey??”

“Eh? What smell?”

“It’s Terasi… I fried it just now. Ok, go to upstairs and we will talk about this, bye!”

Terasi? What the heck he’s doing with that stuff? Does he have it? Since when?

Terasi was kind of special ingredient from Indonesia, Southeast asia generally. hmmm they call “Shrimp Paste” in English, some people here call it acan, or belacan. It smells like rotten shrimp actually. They mix it in many food or sauce. Mostly people like it in Indonesia, but I admit the smell is too strong, even awful for westerners, for sure.

I was still on my bad, tried to think what should happen after that… no more than 5 minutes, I heard someone from upstairs start bitching, then I heard someone else shouted out “Close the door!” Wow, that must be worse than I thought.

I slowly opened my door, and I was shock by the smell in the air. 😯 Terasi smell! My God, I was be able to smell it even in downstairs, should be worse in upstairs. I walked in downstairs corridor and start thinking how stupid Toni did. It is like “in purpose disaster”! 😆

“Hey Prima, Do you smell it?” Isaac, My Brazilian friend suddenly opened his door which is next to my room.

“Eh? Yeah…it’s very.. very bad” I said awkwardly.

“Bad? Oh man, this is so-so-fu*kin-bad, It can kill me!”

“Where does it come from?” I acted like I don’t know.

“I don’t know! Should be from upstairs, kitchen in particular”

We walked to the stairs, and Isaac suddenly pointed dirty boots next to the stairs. “I bet the smell from this shit!” He closed his nose by hand.

“Are you sure?”

“Yes, this is Swid’s, he’s totally smell like a cow!”

Swid is student from Egypt who just came to the company about 2 weeks ago. His previous work in dairy farm made him smell totally like cattle, lol. His jacket was the one I couldn’t stand for. I don’t know about his boots, should be worse! His room actually in downstairs, near from my room.

“Oh man, I can’t. I need back to my room, I start got headache, this shit.. arrrggghhhh”

Isaac back to his room before we reached upstairs, and close his door without stop cursing. Ups, Isaac didn’t know that was not the boot’s smell. I feel bad coz I knew the truth. 🙄

I went straight to kitchen, and I found 3 of my friends looked so busy looking for something, their face were totally upset. I could see the little smoke was still occupying the kitchen.

“Hey Prima, Help us to find this shit!” Art, Ukrainian student had red faced with anger.

“Ok, later, I need to see Toni first…”

I ran away to Toni’s room. Toni opened the door quickly, seems like he was expecting my coming for long time. He admitted he fried Terasi to add later in his vegetables, but the smoke like blew out excessively. He lately realized that the smell might cause a local-disaster, so he decided to throw away the terasi on the back yard, make sure the evidence disappeared. Believe me, Toni did crazy mute-laughing along he told me, and yeah, I turned laughing either 😀 such two sinners laughed after did a criminal.

I went out from Toni’s room while I heard Art was shouting to Swid “ You’d better check your stuff and go clean it up!” God, seems like the situation was getting worse in the kitchen.

We were 9 students in the house. 3 students was busy in the kitchen and blaming Sweed cause all that smell, 1 student tried to convince to them that was not him (Swid), 1 student still was pretending asleep (Toni), 1 student appeared like innocents do nothing (me), and the others chose to lock the door hoping the smell didn’t get into their room.

Art and Swid quarreled over the question who the one must be responsible for. I felt totally guilty, especially to Swid who I knew was innocent. He’s kind of most junior here, and his position is really not good.

“I am sure the smell came from kitchen! Swid, I need you clean your fridge right now!”

“What! Hell no man… I do nothing, I even wondering what’s this???”

I had an idea that time, I asked everybody to open all the windows and doors, let the fresh air coming. Yeah it worked! I remember Swid said it might be a dead mouse was rotten somewhere. But Art and others seemed not believe him. The situation cooled down a little bit after all. I actually felt like I couldn’t do anything since I knew the truth, but in the same time I also promised to Toni to keep this case as a secret. He is my only Indonesian friends anyway. We need support each other, right? 😆

**

Next day, in lunch time. We all students usually got lunch together in a big table near kitchen.

Art: “Hey Swid, have you cleaned your boots?

Swid: “Yeah… but It was not my boots…”

Art : “whatever…”

*

AJ : “Hey, Toni where were you yesterday?

Toni: “ehmmm.. I was sleeping men, tired…” (Toni face looked awkward)

AJ : “What’s that? Sauce? May I try?”

Toni and me suddenly shocked. AJ asked about a hot sauce named: sambal terasi. We afraid that AJ would recognize the similar smell like last evening.

AJ: “Hmmm, this is the same smell like yesterday…”

>>>> Toni’s face became pale, and I couldn’t even swallow my food that time. 😯

Art: “Sure? Give it to me…”

AJ: “maybe…”

Art : (smelling the sauce) “Hmmm…No! That was worse than this…”

8)

CASE CLOSED! Though it was an UNDISCLOSED CASE… Hahahahhaha… 😀

No body know the truth until we finish our internship. No body but me and Toni.

This is actually funny yet shameful experience. Indonesian students must be more careful to work with Terasi. Believe me they think it was shit. Rotten shit. LOL 😀

***


Frames, Green, Rustle and Sweet Tea

There’s something changed today! Nothing important, just my tagline… 😆

 

Sahabat Blogger, hari ini saya iseng-iseng menata kembali penampilan blog saya. Dua bulan sudah saya berblogging ria, dan saya banyak belajar tentang banyak hal, tentang postingan, widget, link, themes, pengaturan… Hmmm, ternyata saya sudah mencoba beberapa themes preview, belum ada themes yang cocok untuk blog saya yang punya gambar besar-besar 😕 *fiuhhh

Saya kemudian melirik tagline saya sebelumnya: PrimeEdges, An Ordinary Frames Festivity. Sepertinya kurang pas untuk menggambarkan blog saya. Pada awalnya saya hanya ingin ber-photoblogging dengan hasil jepretan saya, namun pada perkembangannya, dengan blogwalking, saya mulai ingin menulis kan cerita, harapan, hobby lain, dan berbagai hal seperti blog-blog kebanyakan. Ini sudah bukan lagi tentang jepret-jepret lagi pikir saya, ini sudah menjadi blog “hidup” saya. Dan saya pun menikmatinya.

 

Akhirnya saya berpikir, tagline apa yang pantas dijadikan tagline baru… something nice, describing but different… 🙄

It should be a good combination of my post characteristics. Then I went into these words…

 

Frames

menggambarkan kecintaan saya terhadap photography, gambar, dan olah digital.

Saya percaya gambar bercerita lebih banyak daripada sekedar kata-kata, dan mata adalah jendela hati yang tidak berdusta.

Melihat apa yang tersurat dan tersirat. Menghibur hati tanpa harus berbuat apa-apa.

 

 

Green

Menggambarkan kecintaan saya terhadap alam, tanaman, dan kegiatan outdoor.

Background pertanian yang saya miliki membawa saya mencintai hortikultura, khususnya florikultura, gardening, dan lanskap.

Saya ingin mempunyai pekerjaan lapangan yang bisa tetap menghubungkan saya dengan alam. So naturalist.

 

 

Rustle

Menggambarkan kecintaan saya terhadap musik, film, suara alam dan nyanyian.

Makan siang diiringi gemerisik dedaunan dan alang-alang, kicau burung, dan gemericik suara air, hmmmm…. tidak akan pernah membosankan.

 

 

 

Sweet Tea

menggambarkan kegiatan-kegiatan santai seputar makanan, obrolan, ide dan tips, cerita lucu, jalan-jalan, kenangan dan pelajaran hidup.

Duduk santai sambil minum teh manis hangat, semua pasti suka!

 

 

 

Maka, hari ini saya ubah tagline PrimeEdges, menjadi:

Frames, Green, Rustle and Sweet Tea.

PrimeEdges

8)   So, what do you think??  8)

**

Semoga saya bisa terus menulis dan mengisi blog ini dengan banyak hal-hal berguna. Amin.

Happy Monday!


[Film] The Girl Who Leapt Through Time

Happy Sunday Bloggers!

Minggu-minggu yang santai seperti ini rasanya paling enak membahas hal-hal yang fun dan ringan!

Yup, film! Sepertinya menjadi hal yang bisa sedikit menyegarkan pikiran setelah weekday yang penuh dengan drama! *Drama Quen kaleee… 😛  Here we go!

Mungkin sahabat blogger sudah ada yang tahu tentang film ini, bagi yang belum tau, silahkan membaca, bagi yang sudah tahu, silahkan juga membaca! 😀

Well, The Girl Who Leapt Through Time adalah film anime jepang keluaran tahun 2006. Eits! Jangan keburu berprasangka buruk mendengar kata “anime”, ini bukan anime sekelas Pokemon atau Chibi Marukochan yang sering kita lihat minggu pagi di tv. Film ini layak di tonton bagi kamu yang remaja dan dewasa! Kenapa? Ya karena anak kecil akan susah mengerti jalan cerita film ini 😀

Film yang diangkat dari Novel Tsutsui Yasutaka, Toki o Kakeru Shōjo ini memang tidak memboyong cerita yang biasa menjadi jalan cerita anime klise anak-anak. Menurut saya, ceritanya penuh dengan pelajaran hidup dan mengajak penontonya untuk turut mengerutkan dahi, pokoknya gak bisa sambil bengong nontonya! 😀

Bercerita tentang gadis remaja di Tokyo bernama Makoto yang mampu melakukan perjalanan waktu (time-leap) semenjak dirinya lolos dari kecelakaan kereta api. Kemampuan mengejutkan ini membuat Makoto dapat kembali ke masa lalu seenak jidatnya, mulai dari mencegah terlambat masuk sekolah, memperbaiki nilai ujian, sampai mencegah kematian seseorang.

Awalnya terlihat menyenangkan, hingga suatu saat Makoto menyadari tidak semudah itu mengubah masa depan, banyak akibat yang ditimbulkan karena sebuah perubahan tersebut. Dalam kebimbangannya Makoto juga menyadari kemampuan time-leaping-nya tidak bertahan lama, jumlahnya berkurang seiring berkurang sebuah tatoo angka di tangannya! Cerita ini semakin kompleks saat Makoto  menyadari bahwa dirinya jatuh cinta terhadap Chiaki.

Bagaimana Makoto mengatasi masalah-masalah baru yang membuat hidupnya berantakan? Bagaimana jika kemapuan time-leapingnya telah habis sedangkan masih banyak hal yang harus diselesaikan? Siapakah Chiaki sebenarnya? Adakah orang lain yang melakukan time-leaping ini selain dirinya?

Nah, untuk menjawab pertanyaan itu silahkan sahabat menonton film ini sendiri. Pasti di akhir cerita kita banyak mendapat pelajaran yang berguna.

Oh iya sebagai informasi film ini merupakan Film Animasi Terbaik dalam kategori ANIMA’T pada Festival Film Internasional Catalunya, Penghargaan Utama Animasi pada Penghargaan Film Mainichi, Film Animasi Terbaik pada Penghargaan Akademi Jepang dan Japan Media Arts Plaza, serta Pameran Anime Internasional Tokyo. Tuh kan!

Saya sendiri sudah menonton dua kali! hahahahahah… awalnya saya sempat curiga film anime ini anime biasa, tapi saya salah. Semenjak itu saya jadi sering berburu film -film anime kelas berat lain yang menuai penghargaan. Saya pikir, tidak mungkin penghargaan diberikan jika film animenya cupu! 😀

>Beberapa quotes menarik dalam film ini<

Yuri Hayakawa: Makoto!
Makoto Konno: What?
Yuri Hayakawa: Did you decide between sciences and humanities?
Makoto Konno: No. You?
Yuri Hayakawa: Nope.
Makoto Konno: That’s good.
Yuri Hayakawa: Can’t make up your mind right away, yeah? Who knows what’ll happen in the future? It never ends…

**

Makoto Konno:  If today… If today were a normal day, there wouldn’t have been any problems. But… I’d forgotten that today was an extremely unlucky day. It’s crazy… but I’m going to die. This is it. If I had known, I would have gotten up earlier. I wouldn’t have slept in. Wouldn’t have been late. Done a better job on my tempura. Avoid being knocked over by stupid boys. And today was supposed to be NICE day…

**

Yuri Hayakawa:  Makoto! Time waits for no one…

**

(Pictures: http://www.google.com)

Selamat Menonton!

PS: Sssttt, saya dulu dapat film ini hasil download dari torrent! :mrgreen:

>>>>Ini LINK TORRENT-nya: KLIK DISINI!


Jalan-Jalan ke Dam Ranggang

Hi sahabat Blogger,

Masih ingatkan kisah Dead School di postingan saya beberapa hari yang lalu. Di kawasan (bekas) Pabrik Gula tersebut, kebutuhan air disokong oleh sebuah bendungan besar yang terletak di belakang pabriknya, tidak terlalu dekat sebenarnya. Dari jalan utama pabrik, bendungan itu berjarak kurang lebih 1 km. Saya bahkan dulu sering naik sepeda ke tempat tersebut, lumayan melelahkan 😀 .

Mereka menyebutnya Dam Ranggang, ntah apa artinya. Bendungan ini sengaja dibuat untuk memenuhi kebutuhan air pabrik dan ribuan perumahan yang terdapat di dalam kawasan pabrik. Saya cuma berpikir, bagaimana mereka merencanakan sedemikian rupa pembangunan bendungan ini dengan sangat matang, dan pastinya dengan dana yang tidak murah. Meskipun Pabrik Gula Pelaihari sendiri sudah gulung tikar, tetapi bendungan ini masih ada, dan kembali digunakan oleh pabrik sawit yang menggantikannya.

Dahulu tempat ini masih sangat asri, dan lebih alami dari sekarang. Tidak ada penduduk yang tinggal di sekitar tempat ini. Masih banyak batu-batu berwarna-warni berserakan di dekat bendungan ini. Banyak karyawan yang menjadikan tempat ini wahana rekreasi. Kita bisa mandi di saluran pembuangan yang jernih, menangkap ikan dan udang kecil, makan siang di bawah pohon ditemani angin sepoi sepoi dan bunyi gesekan ilalang di siang hari. Semua sangat jelas melekat di ingatan saya.

Kini tempat ini sedikit berubah, banyak penduduk mulai tinggal di tepi bendungan, mereka juga membangun tambak ikan nila, malah saya menemukan ada warung makanan juga. Tetapi tempat itu masih meninggalkan kecantikannya di masa lalu, dan saya tidak henti-hentinya mengambil gambar.

Teman saya : “Jika bendungan ini ada di tanah jawa, tidak akan seperti ini…”

Saya: “maksudnya…?”

Teman saya: “pasti sudah menjadi wahana wisata komersial, restauran di atas air, dan tiket masuk…”

Saya cuma diam, memandang Dam Ranggang dengan mata penuh kasih, mata yang sama yang memandangnya belasan tahun silam…

 

***

Begitulah wajah Dam Ranggang, tempat bermain saya sewaktu kecil. Sampai sini dulu jalan-jalannya.

Salam Jepret!