Frames, Green, Rustle and Sweet Tea

Archive for 8 October 2010

Renungan

Renungan. Angin berhembus lembut saat itu. Kehangatan matahari senja dan kedamaian yang terasa di pantai Takisung, Kalimantan Selatan sore kemarin, seperti tidak sedikitpun membisikkan prasangka dan kiasan dari ribuan bencana yang telah mendera negeri ini.

Bibir ini lirih berbisik, Tuhan, kuatkan kami.

Pikiran ini melayang ke tahun 2004 silam, saat tsunami menerpa ujung barat negeri ini. Tak terhitung saudara kita yang kembali padaNya, ribuan tangis yang mengajarkan kita banyak hal tentang hidup.

Sebuah lagu indah hadir dalam malam konser amal untuk Aceh oleh Institut Pertanian Bogor, IPB tahun 2005. Lagu yang digubah oleh Maespati, grup band dari IPB ini sangat melekat di hati saya. Keikutsertaan saya dalam pembawaan lagu tersebut malam itu memberikan banyak kenangan bagi saya. Sebuah persaudaran, ketegaran dan keinsyafan.

Setelah sekian tahun hilang dari playlist lagu saya, hari ini saya kembali mendengarkan lagu ini.

Download Maespati – DARUSALLAM.mp3, dengarkan, dan renungkanlah…

 

DARUSSALAM


Karena kita manusiaNya

Ini semua terjadi

Karena sebuah bijaksanaNya

Harus kita lalui

 

Dan jangan pernah terpikir olehmu ini akhir segalanya

Dan dia masih selalu dalam alir darah kita

sayangi kita

 

Tuhan itu milik kita

Langit Angkasa kita

Tuhan itu jiwa kita

Denyut nafas kita

 

Dan jangan jadikan ini sesalan tapi sebuah teguran

Dan dia masih selalu dalam alir darah kita

berkahi kita

 

Kau yang tergibran penguasa lautan

Jadikan air-airMu sebuah tamparan

Yang mulia penguasa Marutha

Jadikan angin-anginMu bisikan

 

Kandungkan sejuta hikmah dan pelajaran

Ajarkan bagaimana tata berjalan

(Maespati, 2005)


DOWNLOAD DISINI