Frames, Green, Rustle and Sweet Tea

Gardening

Kaktus “Captain Hook”

Seperti janji saya di postingan sebelumnya, saya akan ceritakan tentang kaktus yang durinya menyerupai pengait ini.

Kaktus ini tumbuh di sebuah pot di halaman samping rumah saya. Mama sangat benci ke kaktus ini karena seperti yang saya ceritakan, kaktus ini selain punya duri keras yang pendek dan berwarna putih itu, dia punya beberapa duri panjang berwarna gelap di bagian tengah yang ujungnya menyerupai pengait atau kail.

Kail atau pengait ini mudah sekali mengait tangan, kulit, dan benda-benda yang berpori atau berserat seperti kain, benang, bahkan daun tanaman lain. Selain menyebabkan nyeri karena durinya nyangkut, jika kita tidak hati-hati melepaskannya, maka pengait-pengait disebelahnya bisa ikut-ikutan nyangkut! Repot banget!

Lha kok dilalah, kaktus ini sengaja dicuekin, tapi pertumbuhannya gak juga merana, anakannya malah tumbuh banyak seperti kumpulan kue bulat-bulat kecil dan akhirnya membentuk bola besar yang penuh pengait. Sampai akhirnya Mama pernah menyuruh saya untuk membuang kaktus ini, karena lebih banyak menimbulkan mudharat daripada manfaat, hehehehe… tapi berhubung saya ngerasa eman-eman, saya simpan aja di daerah tersembunyi yang jarang dilalui orang, jadi tidak menggangu kan?

Satu hari saya iseng menggunting duri-duri pengait itu, dengan tujuan biar kaktus itu terlihat sedikit “ramah”. Berhasil untuk hari itu aja. Setelahnya duri pengait itu akan tumbuh lagi dan lagi. Saya jadi berpikir, apa sebenarnya manfaat duri pengait itu ya?

Lihat bagaimana benang, daun kering, kerikil dan benda-benda lain bisa tersangkut disana.

**

Suatu hari saya melihat ini

Bangkai apakah itu?

Itu bangkai katak malang yang terjebak oleh duri pengait si kaktus.

**

Dari sedikit observasi akhirnya saya bisa mengambil kesimpulan manfaat dari duri pengait itu. Hipotesis saya kira-kira seperti ini, bisa jadi benar-bisa jadi salah, tapi cukup realistis, imho  :P

  1. Duri pengait kaktus digunakan sebagai perangkap hewan kecil yang singgah pada tubuh kaktus. Contohnya katak malang di atas. Tentu saja semakin gesit sang katak mencoba meloloskan diri, semakin banyak duri pengait yang menangkapnya, sehingga katak tersebut tidak dapat bergerak dan mati pelan-pelan di atasnya. Terus apa untungnya bagi si kaktus? Tentu saja, sari-sari makanan dari tubuh katak akan terurai dan akhirnya diserap oleh kaktus, sehingga kaktus secara tidak langsung mendapat zat hara. Bisa jadi ini kaktus karnivora! *hihihihi.. lebay
  2. Duri itu adalah alat penyebaran populasi kaktus. Satu kali saya tersangkut oleh duri pengait kaktus yang ukurannya kecil, dengan mudahnya si kaktus ikut tercabut dan ikut di tangan saya, saya tentu berusaha mencabut dan melemparkannya ke tempat lain. Nah! Justru dengan teknik “nyangkut” itu, kaktus kecil itu akan mulai berkembang di tempat baru dan membentuk koloni barunya. Jadi, jika ada hewan besar atau manusia yang tidak sengaja tersangkut durinya, si kaktus bisa ikut dan berpindah tempat dan beranak pinak di tempat baru itu. Saya sudah lihat beberapa anakan yang jatuh di tanah disekitar induknya sekarang mulai tumbuh.

Hampir sama dengan teknik penyebaran tanaman “rumput bujang” yang duri-duri lunaknya suka nyangkut di celana atau kaos kaki kalau kita melewatinya. Yang nyangkut itu kan sebenarnya biji-bijinya, dan saat kita melepaskannya, si biji sudah berada di tempat yang jauh dari induknya. Mungkin pembaca ingat cerita tentang pohon “kitiran“? Nah kalau itu teknik penyebarannya dengan cara terbang! :D

**

Sungguh Maha Besar Tuhan yang menciptakan segala hal dengan sebuah alasan dan manfaat, bahkan untuk sebuah duri pengait yang kita kira sebuah “musibah”, ternyata mempunyai tugas mulia bagi si kaktus.

Semoga pengetahuan ini tidak hanya memperluas wawasan kita tentang tanaman, tetapi juga mengandung renungan tentang hikmah sebuah penciptaan.

Salam Kebun!


Weekly Photo Challenge: Round

Round? It could be the easiest theme of Weekly Photo Challenge so far since I have a bunch of photos merely supported this theme. But for some reasons,  I really wanted to take the challenge by capturing new photos I would take this week. Should be easy I thought.

In fact, I didn’t get any good photo in the first 3 days :( What a lame! It had occupied my thought in couple past days, even a busy days couldn’t distract me from this “roundness”. In the middle, kind of admitting it’s quite hard to get “round” photo in (only) a week. It was simple yet sounded easy, but no more.

Thanks God, I found them at last!

Wheel, might be the popular chosen for the theme. I had checked out some of the participant’s and it is! :lol:

On Tuesday, I was in the middle of shooting an high school anniversary parade for documentation purpose. There were some cops along the route since the parade obviously took more than a quarter of the road width, and caused traffic at the moment! :P   I stood on the edges of the road and found a motorcycle of traffic cop parked in the middle of the road. Looks cool! I’ve never been that close with that motorcycle, and suddenly thought to approach and capture it. Hey! Round wheels! I got one! :D

**

I found this cactus beside my house. This is actually my Mom most hated cactus. That’s why my Mom doesn’t look after this cactus very well and just put the pot in any hidden place, somewhat abandoned. Fortunately, this cactus is so vigorous one and used to raise abounding shoots turned them into a “giant thorn ball”.

Can you guess why my Mom hates this cactus terribly? This cactus has so many short-tough white thorns PLUS long-dark thorns like hook worsen it’s performance. If you see carefully, in the middle of every round, you can find “the hooks”. That hooks easily hook your hand, skin, or anything with pores when be touched, surely it’s a bit hurt, and when you start to release the hook  carelessly, I guarantee another hook already caught you! My Mom simply said: Annoying cactus!

In the next post, I will tell you about this special cactus, those special hooks and the reason I found behind why they have hooks! Hmm, It’s interesting!

Happy Blogging!

PS: Mulai besok internet sudah lancar lagi! Cihuy!


Torenia yang Rajin Berbunga

Masih ingat dengan tampilan gambar ini?

Entah siapa, dulu saya pernah ditanya oleh seorang blogger “Prim, kalau mau nanam bunga yang gak repot ngerawatnya dan berbunga banyak apa ya?” Jawabannya salah satu mungkin adalah ini: Torenia! dan seperti janji saya di postingan sebelumnya Pinching Bunga Yuk! saya akan bahas tanaman berbunga ungu yang saya tampilkan gambarnya sekilas di atas :D Yah, jawabannya adalah TORENIA.

 

Cerita sedikit asal muasal tanaman ini ada di rumah saya. Awalnya saya berkunjung ke kantor teman untuk main internet di sana saat sore. Kantor instansi pemerintah yang wifi-nya gratis dan kenceng parah, well, tiba-tiba diantara rimbunnya rumput dan semak belukar di bagian belakang gedung, saya ngeliat bunga-bunga kecil warna ungu dan pink. Dasar saya yang emang bakat ngutil, eh maksudnya mungut tanaman liar, saya belasak-belasak ke daerah rerumputan itu… Lho kok ada torenia!? Liar, kurus, daunnya kuning, pokoknya merana sekali kondisinya, dan tersebar menjadi beberapa spot.

Tanpa basa-basi saya bilang ke temen saya, boleh saya ambil gak tanaman itu?, dia bilang: Bukannya itu gulma ya? wkakakakaka… sembari mulai nyongkel-nyongkel tanaman itu pake piso dapur, saya berkata dalam ati: Gundulmu gulma, ini tanaman hias, dan berharga sekali! Kemudian saya simpan di kantong kresek kasih air dikit dan bawa pulang.

Sampai rumah saya, saya potong seluruh tangkainya kurang lebih setengah! Heheheh, sadis emang, karena melihat kondisi tanaman yang “kurang gizi” itu, saya pangkas tangkai, bunga dan daunnya, dengan harapan, cabang baru akan tumbuh dengan daun yang lebih sehat! dan akhirnya sebulan mereka sudah tumbuh segar plus berbunga TANPA HENTI! :D Mama sempet bilang: “Itu bunga yang ungu beli minta di mana? kok bagus?” dengan bangganya saya jawab: “cuma mungut di semak-semak”

Beruntungnya saya. Seminggu setelah saya pungut si torenia dari kejamnya alam liar, halaman tempat saya memungut torenia itu telah bersih-sih tanpa ada rumput sedikitpun. Wak! asli kaget! kata temen: Iya, kapan itu, ada tukang yang disuruh bersihin halaman.., jadi sekarang bersih… rumput, semak, dan sisa torenia itu telah habis! Fiuhh… hampir aja saya kalah start! :P

 

OK, langsung aja saya cerita tentang tanaman berbunga cantik ini.

Torenia adalah jenis tanaman ground-cover yang menyebar dengan cepat karena dapat berkembang dengan geragih (itu lho batang yang rebah, kemudian tumbuh akar dan menjalar ke samping). Mereka masih satu saudara dengan Snapdragons, pasti kalo pecinta bunga potong tau. Bunganya kecil, banyak dan berwarna, dari warna ungu, biru, putih, pink, dengan kombinasi kuning di bagian dalam petalnya. Ukuran tanamannya tidak terlalu tinggi, hanya sekitar 20-30 cm, sangat cocok untuk mengisi taman atau ditanam di pot untuk sekedar penghias meja.

Torenia memerlukan dua hal penting dalam pertumbuhannya: Sinar matahari dan zat hara. Tanaman ini berbunga dengan rajin pada kondisi cerah, jadi letakkan pada tempat full-sun atau dengan sedikit bayangan. Untuk hara, silahkan memberikan pupuk kandang atau pupuk apa saja. Torenia akan memberikan respon cepat, daunnya akan lebat dan bunganya akan semakin ramai. Mereka bukan penyuka air banyak atau becek, jadi siramlah setelah mereka melalui satu hari yang panas. Oh iya, ini bukan tanaman dataran tinggi, di tempat sejuk dan panas torenia bisa tumbuh, kebayang aja kalimantan panasnya gimana, dan mereka tumbuh dengan gembira di sini. Intinya, perawatan tanaman ini super gampang! Cocok bagi sahabat yang sibuk tetapi senang melihat tanaman rajin berbunga.

Ini adalah kuncup-kuncup torenia yang akan segera mekar. Bersyukurlah negeri kita mendapat sinar matahari sepanjang tahun yang membuat bunga ini akan terus berbunga sepanjang tahun! :D

 

 

Jika sudah layu, bunga ini akan membentuk Buah yang didalamnya mengandung banyak biji-biji kecil.

 

 

Biji torenia dalam buah. hehehehe, ini saya buka paksa.. :P

 

 

Ini adalah contoh buah yang sudah tua, dan pecah, entah bijinya pergi kemana, hehehehe… Biji torenia adalah biji yang tumbuh dengan lambat, jadi saya lebih suka memperbanyak dan memisahkan dengan memotong tangkainya (geragih) daripada menunggu bijinya tumbuh.

 

 

Nah ini contohnya. Saya akan potong di bagian putih itu, dan memisahkannya pada pot lain sehingga membentuk tanaman baru. Hampir mirip dengan strawberry kan? Saya rasa ini gampang sekali, semua pasti sudah tahu :)

 

Sejauh ini saya belum menemukan penyakit aneh yang merusak tanaman, kecuali hama yang satu ini.

Pak belalang ini rupanya yang membuat pola-pola pada daun torenia. Tapi tak apalah, selama masih dalam batas kewajaran… kecuali mereka membuat daun torenia menjadi botak, dah itu baru deh saya akan bertindak :D

 

Nah, sampai di sini dulu info berkebun kali ini. Semoga bisa menambah pengetahuan sahabat semua dan menambah list tanaman buat di halaman rumah kita. Kalau ada tanaman yang perawatannya gampang, kenapa harus milih yang repot!

 

Salam Kebun!

 

 


Pinching Bunga yuk!

Wah, lama sudah gak posting tentang berkebun, semoga bisa terus semangat  ngutak-ngatik taneman.. :)

Hari minggu ini, cuaca lagi cerah di rumah… ngapain yah? saya ambil gunting tua punya si mamah. Sebenarnya itu gunting buat kain, tetapi karena dah usang, si mamah ngijinin saya buat pake berkebun. Hore! hari ini pinching bunga!

 

Mungkin sebagian besar dari kita berpikir bahwa munculnya bunga seperti klimaks dari menanam tanaman berbunga. Ya iya lha, apa lagi yang ditunggu selain kemunculan si bunga yang berwarna indah itu? Tetapi terkadang kita juga perlu melihat kondisi tanaman itu saat berbunga. Tidak selamanya bunga itu muncul pada saat yang tepat!

OK, begini teorinya. Bunga adalah modifikasi daun yang terbentuk sebagai alat perkembangbiakan, pada umumnya bunga akan berubah menjadi buah. Ibaratnya manusia, pasti akan “berat” banget saat mengandung. Sama halnya dengan tanaman, saat berbunga, energi dan segala nutrisi terfokus pada bunga, apalagi saat bunga sudah dibuahi dan menjadi buah, perkembangan buah seperti menjadi penyedot utama nutrisi tanaman sama halnya janin dalam perut ibu yang perlu dikasih nutrisi terbaik, ya kan?

 

Munculnya bunga secara alami dipengaruhi oleh nutrisi dalam tanah dan kondisi cuaca (suhu, cahaya, kelembaban, dsb). Terkadang saat tanaman masih berukuran kecil, karena satu dan lain hal, tanaman sudah berbunga, lebat lagi! Padahal daun masih sedikit, cabang masih bisa diitung jari, lha si taneman sudah berbunga banyak. Cantik memang, tetapi belum cukup umur! Jadi dengan sangat terpaksa, saya akan aborsi bunga-bunga itu alias pangkas! Kejam memang, tetapi ini untuk kebaikan bersama… :D

 

Kali ini saya memangkas bunga dan bakal bunga Lantan camara yang saya baru tanam di halaman, daun-daunya masih sangat sedikit, tetapi bunganya tiba-tiba rajin bermunculan.

Saya pinching (potek/pangkas ringan) semua bentuk bunga dan calon bunga. Dengan harapan, pertumbuhan bunga akan terpusat apda pembentukan cabang dan daun sehingga tanaman menjadi rimbun daunnya kemudian baru berbunga dengan lebih lebat. Jadi lebih indah kan? Pengorbanan di awal ini untuk mendapatkan hasil lebih baik di kemudian hari.

Ini adalah contoh Lantana camara yang rajin saya pangkas bunganya. Sekarang sudah mulai lebat dan saya masih perlu memangkasnya sampai daunnya benar-benar lebat dan ukurannya sudah cukup cantik jika berbunga kelak.

 

Jadi, jika sahabat mempunya tanaman kecil yang berbunga, tidak ada salahnya memangkas bunganya sekarang. Karena penampilan bunga dengan daun atau badan yang terlampau kecil akan terlihat tidak segar dan memberatkan tugas si tanaman sindiri. Jadi jangan ragu untuk memangkas bunga! :D Tapi jangan tiba-tiba pangkas bunga tetangga lho ya… :lol:

 

Kapan-kapan saya akan tulis bagaimana memangkas/pruning cabang tanaman untuk meningkatkan jumlah cabang atau membentuk badan tanaman! :)

 

Oh iya, masih ingat dengan stek tanaman saya, di postingan ini: Easy Cutting sebulan yang lalu? saya mencoba stek Pseudarentemum jessica dan Lantana camara. Sekarang mereka sudah siap dipindahkan!

 

Meskipun stek Lantana camara gak berhasil 100%, tetapi masih oke lha. Sedangkan si jessica 100% berhasil. Sekarang tinggal cari tempat dimana saya akan pindahkan tanaman ini. :)

 

Hmmm… satu lagi, tanaman yang saya tanaman dengan geragihnya, dapat minta di kantor teman sekarang sudah berbunga! Seneng nya! Sebulan aja sudah pada rame bunganya!

Coba tebak apa nama tanaman ini? Next posting tentang gardening saya akan bahas tanaman ini dan bagaimana saya menanamnya, Okeh! :D

 

Salam Kebun!


Easy Cutting

Sahabat,

Rasanya sudah lama tidak memposting artikel berkebun. Nah, kebetulan tadi pagi, saya dapat moment yang saya pikir bisa diposting di blog. Tentang membuat stek (cutting) tanaman semak  dengan mudah.

 

Jadi, awalnya saya memang berniat memangkas beberapa tanaman yang mulai terlihat amburadul di halaman rumah, intinya memang sudah sebulan lebih beberapa tanaman tidak tersentuh karena kesibukan di sana -sini, jadi wajarlah tanaman harus segera dirapikan. Mama juga meminta saya memangkas habis Pseudarentemum jessica di depan rumah yang sudah terlalu besar dan tua. Jadilah pagi tadi acara saya bersih-bersih halaman. Anyway, musim hujan seperti saat ini adalah waktu yang tepat untuk memangkas tanaman dan menanam tanaman :)

 

Selama memangkas tanaman saya juga sempat terpikir untuk membuat taman baru di halaman, karena beberapa spot terlihat kosong dan menunggu diolah. Tetapi satu masalah muncul. Saya tidak punya cukup banyak tanaman untuk membuat suatu taman. Nah terus bagaimana? Kalau memindahkan tanaman di pot, Mama bisa mencak-mencak, kalau membeli, duit pas-pasan. Satu-satunya cara adalah perbanyakan. Stek adalah perbanyakan paling mudah!

pseuderanthemum jessica

Lantana camara

 

Saya mengambil beberapa sisa potongan dari tanaman yang dipangkas. Ada dua jenis : Lantana camara dan Pseudarentemum jessica. Kedua jenis semak ini adalah dua tanaman yang relatif mudah distek. kenapa saya bilang mudah? soalnya saya sudah pernah melakukannya sebelumnya dan berhasil, hahahaha… Jujur, ada beberapa tanaman yang sangat sulit di stek meskipun sudah menggunakan bantuan hormon… hmmm… saya sampai pernah stress! lupakan saja itu :P

Berhubung di rumah semua pot sudah terpakai, dan ribet kalau harus pergi membeli dulu. Jadi saya berinisiatif menggunakan tempat bekas, jadilah container sayur bekas kulkas yang rusak saya ambil dan saya bolongin bawahnya, hahahaah… kemudian saya isi tanah bercampur pupuk kandang dari kotoran sapi. Siap dijadikan tempat menyemai stek.

Ini penampakannya.

Stek siap ditanam

Lantana camara cutting

pseuderanthemum jessica cutting

 

Untuk membuat cutting, kita cukup memotong bagian tangkai tanaman sepanjang 3 buku atau lebih. Pastikan memotong bagian atasnya (bagian atas tanaman yang muda), dan menyisakan sekitar 3-5 daun saja. Dalam gambar saya menggunakan teknik memotong daun setengah. Hal ini untuk mengurangi jumlah penguapan berlebihan sehingga daun tanaman bisa berkonsentrasi saat pembentukan akar, kemudian pembentukan tunas baru.

 

Ambillah bagian tanaman yang semi-woody, atau woody, hmm.. berkayu atau setengah berkayu. Karena sebagian besar tanaman semak jarang berhasil distek dengan menggunakan bagian batang yang masih muda dan lunak (biasanya bagian ujung teratas yang ada daun muda), maka dari itu saya selalu memotong bagian atas itu.

 

Satu lagi, buang semua daun yang berada di bagian bawah dari stek, juga buah dan bunga (jika ada). Stek adalah upaya kita menumbuhkan akar dan tunas baru. Adanya buah dan bunga akan membuat berat kerja tanaman.

 

Gunakan gunting yang tajam agar saat memotong bagian bawah tidak menimbulkan potongan yang “rusak”, sehingga meminimalisir infeksi penyakit. Jika punya hormon akar / rootone (biasanya dalam bentuk tepung putih), kita bisa menambahkan. Tetapi untuk tanaman ini, saya rasa tidak perlu, karena kemungkinan besar pasti berhasil *sombong :D

 

Setelah itu siram teratur, letakkan pada tempat terang dan naung, dan tunggu beberapa minggu. Jika kita menemukan tunas baru pada tangkai, artinya akar tanaman sudah muncul dan stek kita berhasil!

Penampakan akhir

dari kiri ke kanan: Lantana camara bunga putih, P. jessica, dan lantana camara bunga kuning.

Mudah kan… Nanti jika berhasil saya akan perlihatkan hasilnya!  Selamat mencoba!

 

Salam Kebun!

PS: Info tentang stek sansevieria ada di sini


Retardan: Rahasia Bunga Komersial

Sahabat,

Pernakah sahabat membeli tanaman pot berbunga di florist atau supermarket? Pastinya tanaman sedang dalam keadaan berbunga penuh, berdaun lebat, cantik dan sempurna bukan?

 

Apakah sahabat kemudian menyadari bahwa kecantikan tersebut tidak bertahan lama? Misalnya setelah satu bulan tanaman berubah menjadi kurus, tumbuh tinggi, tidak karuan, dan tanpa bunga? Atau setelah bunga rontok, tanaman tidak lagi berbunga? Sahabat merasa tertipu? :mrgreen:

 

Jangan terburu-buru menyalahkan diri sendiri atau orang lain dengan kondisi ini. Ini hanya gejala umum untuk hampir semua tanaman bunga komersial. Tentu saja tanaman tersebut mendapat perlakuan rahasia dari tempat asalnya. Apakah itu?

 

 

Tanaman berbunga yang dirawat di nursery atau greenhouse pada umumnya di rawat dengan pupuk yang sangat intensif. Kontrol ketersediann pupuk memastikan aliran pupuk ke dalam tanaman cukup setiap harinya. Bahkan pada greenhouse besar, pengairan pada tanaman juga mengandung pupuk atau zat hara dalam jumlah kecil. Jadi bisa dikatakan pemupukan terjadi di setiap penyiraman, setiap hari. Tidak heran tanaman tumbuh dengan optimal dan sehat.

Tidak hanya itu, rahasia umum yang paling ekstrim yang dilakukan adalah pemberian ZPT (Zat pengatur Tumbuh), atau PGR (Plant Growth Regulator), atau bahasa sederhananya, Hormon. Umumnya hormon yang digunakan adalah hormon sintetik dengan kosentrasi tertentu sesuai tujuan pemberian hormon.

Hormon tumbuhan menurut wikipedia adalah  sekumpulan bahan kimia/senyawa yang mampu mengendalikan pertumbuhan, perkembangan, dan pergerakan tumbuhan. Hormon ini banyak jenisnya. Salah satu hormon yang umum digunakan untuk tanaman hais dan bunga adalah asam absisat (ABA), yang sifatnya sebagai retardan atau penghambat pertumbuhan.

 

Retardan di pasaran berasal dari golongan paclobutrazol dan uniconazol. Tentu saja merk dagang yang dijual juga beragam dengan kosentrasi dan kombinasi dengan hormon lain atau pestisida yang kemudian menghasilkan efek “menghambat” pertumbuhan pada tanaman.

Kok “menghambat pertumbuhan”?

Karena efek hormon ini menyebabkan tanaman tumbuh lebih kerdil, lebat dan kompak (karena jarak buku daun menjadi sempit), dan tentu saja mempercepat masuknya fase generatif atau pembungaan, yang membuat tanaman bisa berbunga dengan umur yang dini secara serentak dan banyak! Inilah senjata sesungguhnya para petani bunga pot.

 

Cara aplikasi retardan ini umunya disiram pada akar (drenching), atau spray pada daun. Aplikasi dapat dilakukan sekali atau lebih, tergantung pada teknik dan hasil yang diinginkan. Penggunaan retardan sebaiknya merujuk pada kosentrasi tertentu sesaui aturan, karena pemberian yang berlebihan akan membuat tanaman menjadi tidak tumbuh sama sekali, daun kecil, seperti tanaman sakit. Jika sudah begini umumnya tanaman akan dibuang karena sudah tidak menarik lagi.

 

Coba lihat contoh bagaimana efek retardan pada tanaman berikut. Foto diambil dari koleksi dan experiment saya sendiri :D


Bunga dahlia kerdil dengan jumlah bunga yang sangat banyak

 


Bunga Daisy ini juga mempunyai bunga kompak dengan bantuan PGR/retardant.

 


Salah satu bunga yang “lolos” dari pemberian PGR, tumbuh dengan normal (tinggi)

 


Tanaman Telekan, Lantana camara, tanpa PGR (kiri) dan dengan PGR (kanan)

 


Bunga sepatu (Hibiscus rosa-sinensis), tanpa PGR (kiri) dan dengan PGR (kanan), terkadang efek yang dihasilkan tidak sesuai harapan, justru membuat tanaman tampak seperti sakit.

 


Bunga sepatu (Hibiscus rosa-sinensis), tanpa PGR (kanan) dan dengan PGR (kiri)

 


Bunga Jathropa tanpa PGR (kiri) dan dengan PGR (kanan)

 


Tanaman semak (Eugenia oleina), tanpa PGR (kiri) dan dengan PGR (kanan)

 

Bunga Kaca Piring (Gardenia jasminoides), anpa PGR (kanan) dan dengan PGR (kiri)

 

 

Semua bunga ini telah tersentuh oleh PGR! *Narsis bentar  :mrgreen:

 

 

Pengaruh dari retardan pada umumnya akan hilang setelah beberapa minggu tergantung “kekuatan” retardan dan jenis tanaman. Jika pengaruh sudah hilang, maka tumbuhan akan tumbuh seperti biasa, hal ini mengakibatkan bentuk yang tadinya kompak menjadi tidak karuan. Sahabat akan lihat bagaimana bentuk tanaman sahabat yang sebenarnya! Hahahahahah… :mrgreen:

Hanya satu saran saya, tetap siram dan berikan pupuk. Lakukan pemangkasan jika nampak “kusut”, dan rawatlah secara normal. Tanaman anda akan berbunga secara normal tergantung pada kondisi lingkungan dan perawatan, bukan karena pengaruh hormon.

 

Memang pada dasarnya ini ibarat penipuan konsumen, tetapi kenyataannya banyak konsumen yang hanya butuh penampilan sesaat, seperti untuk tujuan pernikahan, hotel, dan event-event penting lain. Tetapi umumnya bagi ibu-ibu dan pecinta tanaman di rumah, sebagian besar akan merasa “sakit hati” karena tanamannya berubah menjadi “tidak secantik dahulu”.

Oh iya, jangan langsung percaya jika ada yang menawarkan tanaman kerdil dengan bunga atau buah yang lebat. Ada dua kemungkinan, tanaman itu memang kerdil secara genetik (umumnya harga sedikit mahal), atau kerdil karena pengaruh hormon sesaat. Terkesima boleh, tetapi tetaplah menjadi konsumen yang cerdas :D

 

Salam Kebun!


Si Cantik yang Penuh Racun

Gardening time!!!

 

Siapa yang tidak senang jika berada di antara bunga-bunga dan tanaman hias dalam taman. Keindahan dan keasriannya mampu membuat perasaan menjadi relax dan bahagia. Tidak salah banyak orang yang mau meluangkan waktu untuk pergi ke taman atau kebun raya, bahkan meluangkan uang untuk membuat taman yang indah di halaman rumah.

 

Jangan senang dulu, apakah sahabat tahu bahwa beberapa bunga dan tanaman hias juga menyimpan racun yang berbahaya, bahkan bisa menyebabkan kematian? Kasus keracunan karena tanaman hias beracun memang sangat jarang terjadi, tetapi tidak ada salahnya jika sahabat tahu siapa saja para “tersangka” agar dapat melakukan pencegahan.

 

Kali ini saya merangkum dari hasil presentasi teman-teman saya masih ketika duduk di bangku kuliah, dan ditambah dengan bacaan dari berbagi sumber mengenai para “tersangka” ini. Tanaman–tanaman ini saya pilih berdasarkan tingginya popularitasnya di lingkungan kita. Perhatikan, apakah sahabat mengenali salah satunya?

 

Dieffenbachia


Kita menyebutnya Daun Bahagia. Tanaman ini sangat popular di Indonesia, tidak hanya karena mudah perawatannya, tetapi juga karena mudah dikembangbiakkan. Siapa sangka tanaman ini jika tertelan daun atau cairan tubuhnya dapat menyebabkan diare dan radang yang perih pada daerah pencernaan seperti bibir, mulut dan kerongkongan. Pada jumlah besar bahkan dapat menyebabkan kesulitan bernafas dan kematian. Selain tertelan, getah tanaman ini dapat menyebabkan iritasi pada kulit.

 

Kandungan kalsium oksalat dalam tanaman ini yang ternyata memicu reaksi tersebut. Konon hasil gerusan tanaman ini dijadikan racun pada panah suku–suku di Afrika. Di negara maju, mereka sudah jarang menempakan tanaman indoor ini di sekitar rumah dan perkantoran yang sering di lalui anak-anak. Mungkin mereka takut anak-anak mengira tanaman ini adalah bayam! :D

 

Oh iya, sahabat kenal dengan saudara jauh tanaman ini, Aglaonema? Meskipun tidak sedasyat si daun bahagia, tanaman ini juga tergolong beracun. Nah Lho!

 

Anthurium


Hohohohoo…. Siapa yang tidak kenal gelombang cinta? Tanaman-tanaman dalam grup ini hampir sama dengan Dieffenbachia, mengandung kalsium oksalat yang menyebakan gangguan mulut dan saluran pencernaan. Plus, adanya enzim yang menyebabkan alergi, air liur berlebih, rasa gatal dan panas. Meskipun racunnya dalam kategori sedang, tanaman ini menyebabkan gagal ginjal pada kucing dan hewan peliharaan.

 

So, kita cukup mengagumi daunnya ya, tidak perlu sampai dimakan, atau jadi pakan hewan kesayangan. :lol:

 

Brunflesia


Saya tidak tahu nama lokal tanaman ini, tapi saya pernah bekerja dengan tanaman ini, mulai dari angkut, pangkas, sampai memupuk. Tanaman ini memiliki keunikan yaitu warna bunga yang akan berubah seiring waktu, saat bunga mekar, warnanya akan ungu, kemudian akan memudar menjadi pink, hingga berubah menjadi putih. Saya dulu berpikir bahwa bunga ini memiliki 3 warna bunga :mrgreen: Jika bunganya bermekaran akan menghasilkan bau yang harum semerbak, hampir mirip dengan melati, tetapi sedikit berbeda.

Seluruh bagian tanaman ini mengandung racun, terutama pada buahnya. Meskipun masih dalam kategori racun sedang, gejala racun tanaman ini menyebabkan gangguan saraf motorik.

 

 

 

Lantana


Kita menyebutnya tahi ayam, tembelekan, atau telekan. Mungkin karena bau tanaman ini yang tajam dan khas. Tanaman ini pada dasarnya adalah gulma bagi orang agronomi, tetapi adalah tanaman hias bagi orang hortikultura :D Tanaman ini memiliki banyak variasi warna, bahkan sudah ada jenis hybrida-nya.

Siapa sangka tanaman yang kini banyak menjadi tanaman lanskap ini menyimpan racun kategori berat yaitu jenis triterpenes. Daunnya sendiri dapat menyebabkan iritasi dah gatal-gatal. Jika tertelan, terutama buahnya yang masih mentah, maka akan menyebabkan meningkatnya sensitivitas kulit terhadap matahari, kerusakan hati, muntah, diare, pembesaran pupil, dehidrasi dan lemah. Kasus Lantana ini banyak menimpa ternak-ternak di Australia, maka dari itu tanaman ini diberantas dengan serius dari daerah peternakan.

 

Mirabilis


Ini dia bunga pukul empat! Pasti pernah melihat tanaman ini. Dulu sewaktu kecil saya sering bermain dengan bijinya. Bijinya berwarna hitam dan di dalamnya terdapat zat seperti tepung, lalu saya bermain dengan dioleskan ke muka seperti bedak :lol:

Tanaman kategorei racun sedang ini mengandung racun pada akar dan biji! Apabila tertelan maka akan menyebabkan sakit perut, mual, muntah, diare. Bersentuhan dengan akarnya akan menimbulkan gatal-gatal.

 

Nerium

Bunga Mentega, orang sunda menyebutnya kere atau jure. Mungkin adalah satu tanaman paling beracun di dunia, sehingga beberapa orang menyebutnya Tumbuhan dari neraka :shock:  Tanaman ini banyak tumbuh di daerah tropis, khususnya digunakan sebagai tanaman pinggir jalan, karena bunganya yang indah dan mekar serempak.

 

Bunga mentega mengandung racun di seluruh bagian tubuhnya. Racunnya tergolong sangat tinggi hingga para ahli menggambarkan bahwa cukup satu daun dari Nerium untuk mematikan seorang anak-anak atau bayi! Banyak kasus keracunan tanaman ini dilaporkan di seluruh dunia, tetapi tidak sampai pada kasus kematian.

 

Racun paling penting dalam bunga Nerium oleander adalah oleandrin dan nerrine yang berhubungan dengan glikosid jantung terkosentrasi pada getah putihnya. Getah ini jika terkena kulit dapat menyebabkan kulit mati rasa, radang dan alergi. Sedangkan jika tertelan akan menimbulkan gejala sakit pada organ pencernaan, seperti muntah, perut sakit, diare yang disertai pendarahan, dan gejala pada organ jantung, seperti debar jantung tidak teratur bahkan pada kasus ekstrim korban mengalami sirkulasi darah tidak teratur, pucat dan kedinginan. Kasus lain menyebutkan keracunan bisa menimbulkan gangguan saraf pusat dan hilang kesadaran.

 

Nah, sahabat apa sahabat mengenal tanaman-tanaman di atas? Masih banyak tanaman hias beracun lain, tetapi ini dulu ya :D

 

Penanggulangan keracunan akibat tanaman sebaiknya dilakukan sesegera mungkin setelah gejala tampak untuk mengurangi akibat buruk yang lebih jauh. Jika iritasi terjadi pada kulit, maka segera bilas dengan air yang mengalir segera, jauhkan dari paparan sinar matahari dan garukan. Jika gejala semakin parah dan sakit, segera bawa ke paramedis.

Jika tertelan, maka sebaiknya minum banyak air, atau jika baru terjadi dan memungkinkan sebaiknya dimuntahkan untuk mengeluarkan racunnya. Minum zat penawar racun seperti air kelapa, susu dan pil arang. Jika kondisi semakin parah, sebaiknya segera larikan ke rumah sakit. Jika terjadi pada hewan ternak atau kesayangan, sebaiknya segera bawa ke dokter hewan.

 

Bunga dan tanaman hias memang banyak manfaatnya bagi manusia, tetapi kita harus tetap bijak dalam penggunaannya. Letakkan tanaman-tanaman beracun jauh dari jangkauan anak-anak, dan tentunya awasi gerak-gerik anak dan hewan kesayangan kita saat bermain dengan tanaman. Untuk mengurangi resiko iritasi dan alergi pada kulit, sebaiknya gunakan sarung tangan saat berkebun, dan tentu saja membersihkan diri sebelum makan dan minum.

 

Tentu saja sahabat tidak perlu menjadi parno atau kemudian memangkas semua tanaman di halaman, sekali lagi, ini hanya pengetahuan, selalu bijak dan berhati-hati adalah modal utama untuk keselamatan di semua bidang bukan?

 

Salam Kebun!

 

Gambar: Om google dan koleksi pribadi


Kapan Harus Menyiram Tanaman?

Gardening time!

 

Kapan harus menyiram tanaman dalam pot?

Pertanyaan klasik yang sering kita dengar atau mungkin kita tanyakan ke penjual tanaman.

Bagaimana jika sahabat dihadapkan dengan pertanyaan tersebut.

Ada yang menjawab: “Kira-kira satu hari sekali saja”

Ada yang menjawab: “Pagi dan sore” dan berbagai jawaban lainnya.

 

Tanaman hakikatnya adalah mahluk hidup yang sama dengan manusia, cuma bedanya tanaman tidak bergerak dan tidak berbicara. Jika mereka kepanasan mereka diam, jika kebecekan mereka diam, jika sakit mereka diam. Terus mau bagaimana? Ya itu artinya tugas kita lah yang harus mengenal mereka lebih dekat.

Seperti juga manusia, tanaman “minum air” jika merasa haus. Jadi pernyataan penyiraman dilakukan satu kali sehari, dua kali sehari rasanya kurang tepat. Saya menyiram tanaman saat mereka terlihat haus :D

Bagaimana melihat tanaman yang haus? Tanaman yang layu adalah bentuk kehausan tingkat akut yang bisa berarti kematian. Jadi jika kita menyiram tanaman layu, ya mereka memang haus, tapi kita bisa sambil berdoa, siapa tahu mereka tidak akan bangun lagi, hahhahaha…

 

 

Berikut tips dari saya untuk melihat tanaman yang butuh disiram:

  • Cek kondisi tanah atau media tanam, jika pot kecil dan media ringan tidak ada salahnya membalik pot, sambil menahan bagian atas tanah, kemudian sentuh dengan tangan. Jika tanah terlihat kering dalamnya, maka saatnya kita menyiram. Jika tanah terlihat basah, kita bisa menundanya sampai besok. Pada umumnya tanaman menyukai tanah yang lembab (seperti handuk anda setelah mandi), bukan basah, dan bukan pula kering.

 

  • Jika pot berukuran besar, kita bisa gunakan kawat kuat atau stik untuk menusuk tanah kemudian mencabutnya kembali, lihat kondisi tanah yang menempel pada kawat, masih cukup lembab kah? Jika sudah terbiasa kita bisa mengira-ngira berat pot. Jika pot sudah kering pasti akan sangat ringan, artinya anda harus menghindari pot sampai seringan itu. Dari berat pot ini kita juga bisa tahu, seberapa banyak air yang kita berikan.

 

  • Kondisi tanaman juga bisa tampak jika kehausan. Beberapa tanaman ada yang daunnya akan bergerak vertikal untuk mengurangi permukaan penguapan, ada pula yang terlihat lemas atau tidak turgor, tetapi belum layu, ini menandakan kondisi air dalam tanaman sudah berkurang.

 

  • Jika kita menyiram kelompok tanaman sejenis dengan ukuran tanaman, pot, tempat yang sama, kita bisa mengambil satu sampel pengecekan, kemudian lakukan kebijakan siram atau tidak untuk kelompok tanaman tersebut. Saya yakin mereka memiliki kondisi yang sama.

 

 

Selain tips tersebut, ada beberapa tips penting lain seputar tanaman dan penyiraman.

  • Setiap tanaman memiliki kebutuhan air yang berbeda, jika kita sedang rajin, kita bisa mencari tahu dari buku-buku populer kebutuhan air tanaman tersebut, ada yang banyak, sedang dan sedikit. Tanaman banyak air tidak akan masalah dengan penyiraman berlebih tetapi pada umumnya tanaman ini peka terhadap kekeringan. tanaman sedikit air seperti jenis kaktus dan sukulen, akan sensitif terhadap tanah yang jenuh air.

 

  • Kondisi tanah dengan jenuh air yang sedang atau lembab, pada umunya disenangi tanaman karena baik tanaman suka air atau tidak suka air dapat mentoleransi kondisi ideal ini. Kondisi tanah yang kering akan berakibat kematian, kondisi tanah yang basah terus mnerus juka akan berakibat mudahnya terjadi serangan jamur dan bakteri yang berakibat pembusukan.

 

  • Lihatlah kondisi cuaca hari ini! Jika hari ini seharian turun hujan mungkin kita harus berpikir dua kali untuk menyiram tanaman diteras depan rumah. Sebaliknya jika hari ini sangat panas dan kita merasa haus, mungkin tanaman kita sedang mengalamai hal yang sama. Tetapi hal ini tentu tidak berlaku untuk tanaman pot dalam ruangan tertutup.

 

  • Kondisi ruangan ber AC yang kering tentu membuat tanaman lebih cepat kering. Ruangan sejuk  tidak berarti menjauhkan tanaman kita dari kematian akibat keterlambatan penyiraman.

 

  • Ukuran tanaman yang lebih besar atau permukan daun yang lebar membuat tanaman lebih cepat kehilangan air. Perhatiakan juga ukuran pot tanaman. Dengan ukuran tanaman yang sama, tentu saja pot yang lebih kecil akan lebih cepat kering.

 

  • Permukaan tanah yang kering belum tentu tanda bahwa tanaman butuh air, permukaan atas tanah memang bagian yang paling duluan kering.

 

  • Penyiraman sedikit demi sedikit lebih baik daripada penyiraman sekali dalam jumlah besar yang membuat sampai air mengalir keluar pot.

 

  • Siramlah tanaman pada tanah atau media tanam, bukan daun! (kecuali jenis anggrek). Jika malam tiba, suhu turun dan air masih menempel pada daun, bersiap-siaplah mendapat serangan jamur! Sebaiknya siram tanaman jangan terlalu sore. Biarkan air pada daun sempat kering sebelum malam tiba.

 

Kira-kira seperti itulah tips-tips penyiraman dari saya. Jika sahabat ada yang ingin menambahkan silahkan jangan ragu menulis di kolom komentar.

 

Tanaman dalam pot lebih repot dipelihara daripada tanaman yang ditanam di halaman atau tanah. Pada tanaman pot kita adalah tokoh utama yang “mengasuh” tanaman tersebut, sedangkan tanaman di luar lebih bisa bertahan dari kekeringan karena bumi adalah satuan bidang yang menyimpan banyak air dari hujan atau sungai. Jadi jika kita bisa sedikit cuek dengan tanaman yang ditanam di halaman, kita harus lebih hati-hati dengan tanaman dalam pot.

 

Saya di sini hanya menulis sedikit pengalaman saya di bidang tanaman. Mohon koreksi dan masukan jika ada yang salah atau kurang tepat.

 

Salam Kebun!


Pertanian Impian (Part 2)

and the story goes…

Sahabat blogger, hari ini kita lanjutkan jalan-jalan kita di Metrolina Greenhouses.

Bagi yang ketinggalan, bisa lihat cerita perjalanan hari pertama di Pertanian Impian (Part 1), agar tidak terlalu bingung.

 

Setelah kita kemarin berjalan-jalan dan mengenal berbagai alat-alat super canggih yang mengisi Metrolina Greenhouses, sekarang kita masuk ke tahapan perawatan tanaman dan peralatannya.

 

MG15
Ini adalah gudang yang berisi tanki mixer dan injektor besar, hmmm…seperti pompa yang mengatur kosentrasi pupuk yang mengalir dalam air, dipadu dengan pipa-pipa besar menyokong proses penyiraman. Setiap air yang mengalir di greenhouse ini dipastikan mengandung unsur hara. Penyiraman setiap hari secara tidak langsung juga memupuk tanaman.

 

MG17
Ini adalah proses Flooding, atau perendaman pot dengan air (plus hara) yang dilakukan dengan injektor besar di atas. Air akan keluar dari lubang-lubang pada floor, dan akan merendam pot pada volume tertentu. Jika telah selesai air akan dihisap kembali ke pompa besar. Lagi-lagi proses ini dikendalikan oleh komputer bermonitor besar dan touchscreen pula, pekerja bisa mengetahui pada section berapa dan berapa lama flooding sedang berlangsung. Proses ini bertujuan meminimalisir terbuangnya air hara. Dari proses ini kita bisa tahu menyiram tanaman tidak harus membasahi daun :)

 

MG18
Alat penyiram ini disebut Boom. Jika kelembaban turun dan tanaman terlihat layu, maka boom menjadi strategi penyiraman cepat dan ringan yang menanggulangi masalah ini. Boom yang bergerak maju mundur ini dikendalikan juga dengan komputer. Kita bisa mengatur berapa kali boom akan bolak-balik. Tekanan air pada boom sangat besar untuk menyemburkan partikel halus air sampai ke tanaman.

 

MG21
Jika tadi adalah penyiraman tanaman yang diletakkan di floor, bagaimana dengan tanaman basket yang digantung di echoes?

 

MG16
Areal echoes mempunyai tanki mixer dan injektor khusus, karena pot pada echoes lebih cepat kering, sehingga diperlukan alat penyiraman “pribadi” yang bekerja sepanjang hari.

 

MG26
Setiap baris echoes mempunyai 2 level, setiap level mempunyai penyiram masing-masing. Pipa ber-nozzle ini dibuka dan bersamaan dengan dijalankannya sistem echoes, membuat pot masing-masing akan berputar melalui penyiram. Jika kita selesai tinggal mematikan kran dan echoes-nya. Lalu jarak antar pot akan membuat air terbuang??

 

MG25
Lihat benda kecil berwarna biru disamping kepala penyiram, itu adalah sensor yang mengatur keluar tidaknya air. Saat sensor mengenali pot atau tanaman dihadapannya, maka air akan keluar, dan stop dengan automatis saat sensor hanya mengenai udara kosong. Begitu seterusnya. Canggih bukan? :)

 

MG19
Untuk pot basket yang diletakkan tanpa bantuan echoes, makan penyiraman dilakukan dengan Drip irrigation atau irigasi tetes. Pipa di atas pot akan meneteskan air hara secara cepat. Pengaturan waktu penyiraman, lama penyiraman, dan section yang disiram di atur dengan komputer. Jadi jangan heran saat subuh tanaman ini sudah tersiram secara automatis karena adanya penjadwalan dengan komputer. :P

 

MG32
Jika pada malam hari di musim panas diprediksi akan terjadi aliran udara panas kering yang berbahaya bagi tanaman. Maka dilakukan “Cold Fog” dengan alat di atas yaitu pengkabutan dengan air dingin yang sekaliguas melembabkan udara dan biasanya sekaligus sebagai sarana penyemprotan pestisida.

 

MG12
Wilayah ini disebut Belt. Wilayah para shipper atau tim panen. Tanaman yang sudah layak panen dikumpukan di tempat ini, kemudian tanaman akan bergerak ke arah sisi dimana shipper akan menunggu dan mengambil tanaman. Di atas adalah belt kosong yang terdiri dari kabel besar bergerak dan roda penyangga. Lagi-lagi sensor akan mengatur gerak kabel ini.
Penyiraman wilayah belt dapat menggunakan boom atau rainbird, tiang sprinkler yang menghadap ke atas sehingga turun menyerupai hujan yang luas jangkauannya (gambar di atas).

 

MG27
Ini adalah contoh kawasan belt yang dibekali boom kecil yang bergerak juga bolak-balik automatis.

 

MG11
Tim shipping akan berkumpul di tepi belt dan mengumpulkan pot di dish, rak besi seperti pada gambar kemudian menariknya dengan cart, seperti kereta yang panjang.

 

MG28
Alat ini bernama Crane, alat angkat yang berfungsi memindahkan dan menyusun table-table besi berisi pot. Alat ini memiliki kemudi di dekat operatornya, maju mundur, naik dan turun. di ujung bawahnya crane memiliki pengungkit untuk meraih “telinga” table. Setiap baris table memiliki crane masing-masing.

 

MG31Crane yang sedang bergerak ke tengah barisan, gerak crane tidak mengganggu table di bawahnya dan echoes di atasnya.

 

MG29
Selain penyiraman, tentu juga ada penyemprotan pestisida dan hormon yang dilakukan dengan alat ini.

 

MG30
Sprayer berlengan panjang ini akan di angkat dengan crane kemudian bergerak pelan dan sekaligus menyemprotkan bahan kimia dari nozzle-nozzle di sepanjang lengannya. Menyerupai penyemprotan yang dilakukan pesawat terbang di tivi :)

 

MG34
Ini adalah kegiatan Drenching. Kegiatan penyiraman hormon pada media tanam. Table akan diangkat dengan crane, diletakkan pada track, kemudian digerakkan secara manual melaui alat drenching/penyiram.

 

MG36
Narsis dulu ah… :mrgreen:

 

 

Well, selesai juga jalan-jalan kita di greenhouse ini. Semoga kita dengan melihat ilmu dan teknologi yang serba automatis di greenhouse ini membuat pikiran kita sedikit terbuka dalam memandang pertanian sebagai salah satu potensi negeri kita.

Saya percaya akan ada masanya negara kita bisa semaju negara-negara besar lainnya. Amin.

 

Dalam kesempatan ini saya juga ingin berterimaksih kepada Metrolina Greenhouses yang telah memperkenankan saya untuk mengambil gambar. Juga kepada semua model baik yang sengaja maupun tidak nampang di gambar ini. Kepada teman saya Liza Claudia dan Emily Bosch atas sumbangan gambarnya.

 

Salam Kebun!


Pertanian Impian (Part 1)

Firstly I’d like to make a wish that one day Indonesia Agriculture become like this :)

Siapa bilang pertanian itu kampungan? Siapa bilang pertanian itu identik dengan yang kotor-kotor? Siapa bilang pertanian itu cuma sebatas cangkul dan fisik?

Sebagai orang yang dibesarkan dengan ilmu pertanian *jiah! saya merasa tergerak memberikan gambaran pertanian impian yang dicita-citakan negeri ini, meskipun sayangnya, image pertanian sudah (bisa dibilang) rendah di mata masyarakat kita. Apa yang bisa harapkan dari seorang petani? Apa tidak ada kerjaan yang lain? Apa itu pula yang sahabat pikirkan selama ini.

Sekarang saya ingin membawa sahabat ke suatu tempat di mana gambaran pertanian akan menjadi sangat berbeda, suatu tempat di negerinya Obama, tempat saya dulu pernah menimba ilmu dan pengalaman. Tempat itu bernama Metrolina Greenhouses.

Sebuah perusahaan greenhouse besar seluas 150 acres, atau lebih dari 60 Ha yang berlokasi di Huntersville, North Carolina. Memilki tagline : Pride and Joy, dan diakui sebagai salah satu greenhouse paling automatis di United States dengan berbagai macam sarana mekanik yang didesain secara pribadi oleh pemiliknya Tom VanWingerdens. Greenhouse wholesaler ini memproduksi tanaman hias dan bunga dalam pot (annuals, krisan, poinsettia, dan lain-lain) yang dipasarkan hampir ke seluruh penjuru US.

Setelah Tom wafat beberapa bulan yang lalu, perusahaan keluarga ini diterukan oleh anak-anaknya dan semakin berjaya sebagai salah satu perusahaan pertanian yang diperhitungkan. Perusahaan yang mengaku tidak terpengaruh oleh resesi yang menimpa US ini membuat saya “menganga” saat pertama kali menginjakkan kaki di sana. Jujur,saya merasa kecil dan minder, sambil bertanya-tanya: Kapan Indonesia seperti ini? Ayo ikut saya berkeliling!

 

 

MG01
Gate utama Metrolina Greenhouses. Kincir angin ini gambaran nenek moyang keluarga VanWingerdens yang berasal dari Negeri Belanda.
MG03
Di bagian depan ini kita disambut dengan dinding-dinding kaca dan jembatan kecil yang melintang di atasnya. Apa itu? Itu adalah track yang bergerak automatis mentransfer tanah dan pot :)
MG02
Bangunan seperti tangki putih itu berisi air panas yang berfungsi sebagai pemanas, menghangatkan isi greenhouses melaui pipa yang tersebar ke seluruh bagian greenhouse.

MG13
Sisi belakang greenhouse, mungkin anda bertanya, mengapa atap greenhouse terbuka?
Atap greenhouse bergerak automatis sesuai dengan kondisi cuaca, suhu dan kelembaban. Jika suhu terlalu panas, atap akan terbuka, jika kelembaban turun atap akan tertutup. Atap ini di desain untuk kenyamanan tanaman di dalamnya :D Percaya atau tidak atap ini bisa diaktifkan tutup buka secara online melalui internet. Sangat canggih bukan???
MG04
Ini adalah main road dari gate utama, di sebelah kanan adalah office, di bagian kiri adalah parking lot untuk tamu. Bahkan di jalan pun mereka tidak menyia-nyiakan space dengan menanam basket (tanaman gantung) di atasnya.

MG14
Greenhouse besar ini terdiri dari 4 area besar; Downstair, Upstair, MX1, dan MX2. Ini adalah jalan utama MX2. Setiap bagian tersebut terdiri dari beberapa section. Setiap section terpisah oleh dinding kaca yang terhubung dengan pintu automatis. Di tempat ini banyak pintu automatis yang menggunakan sensor, saat kita mendekat, pintu akan terbuka, dan kemudian tertutup kembali :mrgreen:

MG33
Ini adalah contoh atap area downstair dan upstair, area ini memiliki atap yang lebih rendah dibandingkan MX1 dan MX2 yang beratap tinggi. Maka untuk mendukung pengeluaran panas dengan cepat, mereka menggunakan kipas. :)

MG10
Traktor yang dikendarai tim growing (perawat tanaman). Di greenhouse ini, tim growing membawa traktor dan sepeda pedal untuk bergerak ke seluruh area. Tim shipping (pengemasan/tukang panen) dan maintenance bergerak dengan chart. Sedangkan para supervisor mengendarai skuter. Tamu dan boss naiknya golf cart :D

MG07
Tempatnya para propagator (perbanyakan tanaman) dan transplantor (pemindahan tanaman muda) yang disebut Barn, di sini umumnya diisi oleh pekerja yang tugasnya menanam biji atau tanaman induk yang akan di kemudian ditransfer ke areal tanam. Alat didepan adalah track yang bergerak cepat yang mereka menerima plug tray kosong dan mentransfer plug tray yang selesai, begitu seterusnya.

MG08
Ini adalah hasil propagating dari biji. Tanaman muda ini akan segera ditransfer ke barn lain untuk ditransplant ke pot yang sebenarnya.

MG05
Ini adalah soil machine, yang mengisi pot dengan media tanam, pekerja cukup mentransfer satu paket tray berisi pot kosong , kemudian mesin ini akan mengisi dengan media tanam dan bergerak ke mesin transplant.

MG06
Ini yang disebut mesin tranplanting, mereka terdiri dari jari-jari robotik yang bisa bergerak menyebar dengan cepat, mencabut tanaman dari tray kemudian menancapkan tanaman muda itu ke pot yang sebenarnya, luar biasa!

Waktu awal saya datang, saya pernah bekerja di tempat ini. Tugasnya adalah berdiri di bagian output mesin, cukup memicingkan mata memastikan hasil si robot tidak ada yang miss, jika terdapat pot atau bagian pot yang gagal ditanami, tugas para manusia yang segera mengoreksinya. Gampang tapi cukup melelahkan, karena gerak mereka sangat cepat sehingga kadang kewalahan juga. Manusia mengikuti mesin, bukan sebaliknya. :P

MG09
Dari output mesin tranplant pot akan melalui track panjang yang bergerak automatik ke rak besar (berukuran kira-kira 4×3 m) dari logam bernama “table”, lagi-lagi disini mesin yang menata pot-pot tersebut. Table-table kemudian bergerak di rel yang dimanage seorang petugas, mengarahkan pada section berapa table tersebut akan berhenti dan dibesarkan. :) Di tempat ini banyak sekali sensor, so computerized!


MG35
Lautan pot yang berkembang dengan baik di areal floor (lantai).

MG23
Jika table diletakkan di lantai (floor), makan pot-pot basket akan dimasukkan ke dalam wagon atau dishes (rak besi) yang ditransfer ke kawasan atas, dekat atap. Di kawasan basket ini terdapat sistem mesin bernama Echoes. Sebuah mesin yang bekerja dengan sakelar menggerakkan roda berkabel yang siap menggantung dan memutar pot basket. Saya bekerja banyak dengan mesin ini ;)

MG22
Di area ini penanggung jawab echoes menghabiskan waktunya mengecek tanaman. Areal ini adalah salah satu area tertinggi, karena kita bisa melihat ke seluruh penjuru section.

MG24
Lautan echoes dan basket.

Nah sahabat, bagaimana jalan-jalan kali ini? saya harap tidak ada yang bingung dengan penjelasan saya :mrgreen:

Masih banyak hal di tempat ini yang saya akan tunjukkan besok. Kali ini sampai disini dulu.

Jadi nantikan jalan-jalan berikutnya di Pertanian Impian (Part 2). Sampai Jumpa. :)

 

Salam Kebun!

 

(Some pictures are courtesy by Liza Claudia and Emily Bosch)


Themes for Your Pot Plants!

Do not ever think your plants are boring, They wait your creativity!

Hi Sahabat Bloggers,

Kita bicara tanaman lagi hari ini. Apa sahabat pernah merasa tanaman pot di rumah tampak lousy? membosankan? tidak bergairah? :D Itu wajar, awalnya tanaman pot yang kita beli terlihat indah dan menarik, tetapi lama-kelamaan seperti tidak lagi menarik. Persis seperti akuarium, dengan berjalannya waktu, penghuni rumah menjadi jenuh dan tidak lagi memperhatikan benda yang dengan sengaja bertujuan mempercantik ruangan itu.

Eits, jangan buru-buru buang tanaman-tanaman itu atau buru-buru menggantinya. Siapa tahu anda bisa merefresh tanaman-tanaman itu menjadi menarik kembali, menjadi layak tampil dan berkesan wow. Anda bisa coba me-refresh tanaman anda dengan sentuhan Tema. Cekidot!

Tema disini jika saya artikan mungkin adalah sesuatu atau benang merah yang menyatukan beberapa element sehingga menghasilkan suatu topik tertentu yang menghasilkan keharmonisan *halah. Pada kasus saya kali ini, tema untuk tanaman hias pot adalah dengan menyatukan atau memadupadankan unsur tanaman, pot dan element tambahan yang memperkuat tema itu sendiri. Saya akan berikan contoh pada gambar dibawah ini.

Foto-foto berikut adalah foto dari sebuah stand pameran sebuah perusahaan penghasil tanaman pot indoor di US. Saya beruntung sempat menjadi bagian dari salah satu tim lapang acara TPIE (Tropical Plant Industry Exhibition) tahun 2009 di Fort Lauderdale, Florida. Acara rutin tahunan ini banyak menghadirkan inovasi-inovasi baru dalam bidang pertanaman hiasan di seputar Florida sebagai sentra tanaman tropis di USA.

Kita bisa banyak belajar bagaimana Tema memperkuat tampilan tanaman hias pot!

Tema “Summer Kid” yang melibatkan ember berwarna cerah, pasir pantai, mainan dan lemon artificial. Sedangkan Tema “Autumn” mengangkat nuansa musim gugur dengan hiasan daun maple kering, ranting, mainan kupu-kupu dan pot berwarna merah-coklat.

 

Tema “Blue Ocean” memberikan nuansa laut dengan paduan warna biru pada tas kertas, hiasan dari laut, batu-batu biru dan jaring artificial dari serat tanaman. Tema “Spring” mengangkat tema tumbuhan-tumbuhan hijau dan bentuk pot unik seperti telur, bola-bola hijau dan rumput artificial.

 

Tema “Pinky Girl” melibatkan barang-barang bernuansa pink yang disukai remaja putri. Tema “Go Green” menghadirkan nuansa alam dan ramah lingkungan dengan pot-pot berbahan dasar kayu, serat tanaman, dan lumut kering.

 

Tema “Bright Idea” mengetengahkan ide-ide bertema minimalis yang simpe dan elegan. Tema “Contemporary Idea” memadukan pot-pot berwarna metal dan silver.

 

Ini adalah-adalah tema warna yang lebih terpusat pada pot. Tema “Black and White” dan Tema “Silver-Yellow”.

 

Tema “Copper” dan Tema “Lime”

 

Tema “Back to Basic”, menampilakn keramik berwarna natural.

 

Tema “Greenhouse” : Plants under the glass

 

Tema “Colurful” dan Tema “Stripe Party”. Perpaduan warna pot, tanaman, dan buah artificial.

 

Saya rasa ide-ide tema di atas cukup dapat menginspirasi sahabat di sini dalam memperbaiki penampilan tanaman dan interior dalam rumah. Oh iya, pemilihan tanaman juga perlu diperhatikan, biasanya warna dan bentuk tanaman menjadi pertimbangan dalam membentuk tema. Silahkan Mencoba!

Salam Kebun!


Mewarnai Bunga?

This idea came up from my script when I was student, It’s easy and fun! Try it!

 

Hi Sahabat Blogger, kita bicara tentang pertanian lagi hari ini, khususnya tentang penelitian saya sewaktu saya masih duduk di bangku kuliah. Eits, jangan keburu pergi dulu, saya gak akan menjabarkan “hasil dan pembahasan” yang dipenuhi table, grafik, olah data statistika apalagi hasil uji orlep! Hahahahahah… Saya yakin semua sahabat di sini bisa memahami tulisan kali ini, saya membuatnya easy dan aplikatif!

 

Pernahkan sahabat mewarnai bunga potong? Atau pernah melihat iklan bunga potong yang diwarnai? Saya yakin semua tahu, tapi belum tentu semua pernah mencoba.

 

Tanya:  Kenapa harus mewarnai bunga, kan bunga sudah berwarna-warni?

Jawab: Tidak semua bunga mempunyai keragaman warna, melati dan sedap malam adalah contoh bunga yang hanya memiliki satu warna.

 

Tanya:  Saya bisa menemukan semua warna pada bunga, jika tidak ada warna pada satu bunga, saya tinggal subtitusi dengan bunga yang lain.

Jawab: Bagaimana dengan warna biru? Dimana anda mau menemukan?

 

Tanya: Biru? saya pernah dengar tentang mawar biru!

Jawab: Kenyataannya di alam pigmen warna biru tidak pernah ditemukan, bunga Delphinium adalah contoh bunga yang membawa pigmen delphinidhin, pigmen warna biru-keunguan, yang kemudian menghasilkan bunga-bunga “biru” lain dengan  proses biotekhnologi. Padahal hasilnya bunga tetap berwarna keungu-unguan.

 

 

Yup, itu sekedar latar belakang saja. Mudahan tidak pusing bacanya. Back to topic. Pewarnaan bunga secara buatan dilakukan dengan berbagai cara; pencelupan kelopak bunga ke bahan pewarna, penyemprotan dengan micro-sprayer, dan perendaman tangkai bunga. Tentu saja perendaman tangkai bunga adalah cara pewarnaan yang akan terlihat paling alami. Teknik ini yang akan kita coba!

 

Kali ini saya akan perlihatkan cara mewarnai bunga dengan pewarna biru.

 

  • Siapkan botol minuman plastik berukuran besar, potong bagian atasnya agar mulut botol menjadi lebih besar. Tambahkan air sebanyak 1 Liter.
  • Masukkan gula pasir kurang lebih 60 gram, larutkan.
  • Masukkan pewarna makanan cair warna biru yang ada dipasaran sebanyak kurang lebih 40 ml.  saya sarankan range konsentrasi antara 20 ml-80 ml/L. Saya pakai merk Kupu-Kupu :D
  • Masukkan asam sitrat/garam asam/sitrun secukupnya. Itu lho bahan yang bikin rasa sirup jadi asem-asem seger…

Jenis Pewarna Makanan Cair di Pasaran

 

Sahabat bingung menakar gula dan asam sitrat? Jangan khawatir, sahabat hanya perlu menambahkan sedikit demi sedikit, sambil di-icip, jika rasanya sudah menyerupai air es buah atau jus buah kemasan, berarti sudah cukup  :)  Tidak akan sakit perut, semua bahan-bahan di atas memang untuk makanan.

 

Mawar, Gladiol, Anyelir dan Sedap Malam

Bahan celupan sudah siap. Sekarang kita persiapkan bunga potongnya. Bunga yang saya pakai adalah bunga sedap malam, gladiol, anyelir, dan mawar. Kesemuanya berwarna putih. Sahabat bisa juga bereksperimen dengan bunga yang lain. Jangan takut mencoba!

Pilih bunga yang paling segar atau baru, semakin segar semakin bagus. Pilih juga yang setengah mekar atau 75% mekar, jangan yang terlalu kuncup. Bersihkan tangkai dari daun berlebihan, potong tangkai sekitar panjang yang kita inginkan, dan celupkan. Tunggu sekitar 2-4 jam atau lebih sampai warna terlihat naik ke atas.

Contoh proses perendaman

Setelah selesai, kita bisa potong sedikit bagian ujung tangkai yang  berwarna, cuci bersih, dan masukkan ke dalam vas berisi air seperti biasa.

 

Tips tambahan dari saya: Lakukan pewarnaan pagi dan siang hari, aktivitas bunga pada malam hari akan menurun, sehingga penyerapan akan berjalan lebih lama. Potong ujung tangkai menyerong untuk memperluas permukaan serapan.  Kering-anginkan bunga  di tempat teduh dan kering sebelum dicelupkan selama  1 -2 jam untuk meningkatkan respon penyerapan.

Hampir semua warna bisa diaplikasikan pada bunga. Tergantung pada jenis warna dan jenis bunga. Warna kuning dan merah adalah warna yang responnya paling baik untuk bunga. Setiap bunga menghasilkan motif berbeda pada pewarnaan.

 

Nah, bagaimana? Mudah bukan? Tertarik untuk mewarnai bunga? Teman saya pernah lho mencoba tips ini untuk menyelaraskan warna tema pada pernikahan yaitu sedap malam dan krisan biru. Sedangkan di lain kesempatan, saya mencoba warna kuning untuk menambah manis acara pernikahan teman yang bertema Gold.

Contoh Hasil Perwarnaan Biru pada Mawar

Contoh Pewarnaan Biru pada Anyelir

 

Contoh Hasil Perwarnaan Biru pada Gladiol

 

Contoh Hasil Perwarnaan Biru pada Sedap Malam

Contoh Sedap Malam Kuning pada Dekorasi Pernikahan

 

***

Pesan saya untuk sahabat, jangan takut mencoba. Saya tunggu hasilnya ya! :D

Salam Kebun!


Sansevieria Cutting

Hallo sahabat bloggers! Sudah lama rasanya saya tidak menulis tentang tanaman. Kali ini saya sedikit berbagi ilmu tentang satu tanaman yaitu: Sansevieria.

Pernah mendengar nama tanaman ini? Bagaimana dengan nama lokalnya, Lidah Mertua? Saya yakin anda tahu. Tanaman jenis sukulen ini sering ditemukan di berbagai tempat di Indonesia. Tidak hanya gampang perawatannya, tanaman ini juga tahan banting dengan berbagai kondisi lingkungan, terutama panas dan kering. Tidak heran anda sering menemukannya di tepi jalan, di taman dan halaman perkantoran, atau bahkan di pot-pot kecil di kedai penjual tanaman hias indoor.

Tanaman yang umumnya diperbanyak dengan pemisahan anakan atau rhizome ini beberapa tahun yang lalu sempat menjadi trend karena bentuk species-speciesnya yang unik dan sifatnya sebagai tanaman anti-pollutant, yang berarti tanaman ini sangat cocok di tanam di perkotaan atau tempat berpolusi tinggi karena dapat menyerap racun yang tersebar di udara. Nice plant yet useful!

Di daerah perkotaan tanaman ini mungkin agak sedikit sulit ditemukan, terutama species atau varietas tertentu yang memang tergolong mahal. Tapi kita tetap bisa menemukan di nurseri atau penjual tanaman hias di sekeliling kita. Jika seadainya kita ingin menanam tanaman ini di satu pot saja, tidak akan menjadi masalah jika kita hanya membeli 1 pot berisi satu tanaman, bagaimana jika kita ingin menanamnya di taman atau menanam di banyak pot sedangkan dana yang tersedia terbatas? [dalam kasus ini tanaman yang kita beli adalah berjenis langka dan mahal]

Yup, perbanyakan adalah jawabannya! Tapi berapa lama kita akan menunggu induk tanaman memiliki anakan? Saya sendiri tidak dapat memberikan gambaran berapa lama. Tergantung pula pada kesuburan tanah dan perawatannya. Ssttt..ternyata kita bisa memperbanyak tanaman ini dengan stek daun!

Kelebihan stek daun pada tanaman ini adalah kita bisa memperbanyak 3-5 unit dari satu daun panjang. Kelemahannya adalah pertumbuhannya tidak secepat pemisahan anakan, dan hasil anakan stek daun bisa berubah, atau tidak serupa dengan induknya (warna dan motif), dalam kasus tanaman hias ini bisa menjadi kejutan menarik atau malah bencana bagi mereka yang menginginkan keseragaman. Well, itu terserah anda. Bagi saya tidak masalah jika kita mencoba memperbanyak dengan stek daun, selagi menunggu indukan mempunyai anakan, ya kan?

Cara membuat stek daun pada Sansevieria;

  • Potong satu ruas daun paling terluar pada bagian terbawah [mendekati akar].
  • Potong satu ruas daun tersebut menjadi 3-5 ruas, tergantung panjang ruas, satu potongan kira-kira sepanjang 10-15 cm. Tandai bagian atas/bawahnya dengan marker.
  • Biarkan di tempat kering dan sejuk selama 1 minggu, bagian terpotongnya akan sedikit mengering
  • Setelah satu minggu, tancapkan pada media tanam, pastikan media berdrainase baik dan selalu lembab.  Jangan sampai tertukar antara bagian atas dan bawah.
  • Kurang lebih setelah 3 minggu, stek daun tersebut akan berakar, setelah akar mulai banyak, anda bisa memindahkannya di masing-masing pot.

**

Gampang kan!

Lihat saya pernah mencobanya dengan dua jenis sansevieria, dan berhasil!

Stek daun sudah berakar dan belum berakar

Akar stek daun berumur 4 minggu

Stek daun berumur 1.5 bulan

Bagian putih tersebut adalah calon daun baru

 

Selamat mencoba! Salam Kebun! :D


Mini Garden in Pot! It’s easy!

Taman mulai menjadi kebutuhan sekunder pada masa sekarang. Setiap rumah idealnya memiliki halaman yang diatur dan dihias sedemikian rupa dengan soft element dan hard element sehingga menciptakan pemandangan yang cantik dan menyejukkan pandangan orang yang melihatnya. Orang-orang dengan pendapatan tinggi pun tidak segan-segan merogoh kocek yang tidak sedikit untuk merombak rumah elite-nya dengan sentuhan taman luas yang bernilai seni dan keindahan.

Lalu jika kita tetap ingin membuat taman, bagaimana menyiasati halaman rumah kita yang tidak terlalu luas? Atau kita hanya tinggal di apartment yang hanya bermodalkan balkon kecil? Mungkin taman mini dalam pot menjadi salah satu solusi untuk tetap tampil alami dan menarik dengan keterbatasan ruang terbuka yang kita miliki.

Apa itu taman mini? Sebagian orang menyebutnya dish-plant, atau dish garden, adalah taman kecil yang dibuat di dalam pot dengan memadukan elemen-elemen yang (juga) berkukuran kecil namun tidak kehilangan unsur artistiknya. Kelebihan taman mini ini selain dapat dipindah-pindah, juga lebih mudah dalam perawatan (karena kecil dari segi kuantitas), dan dapat dijadikan sebagai indoor garden dalam rumah kita. Namun ketelitian dan ketekunan tetap menjadi kunci utama keberhasilan taman ini, orang yang tidak mampu bekerja dengan sesuatu yang detail tidak akan mampu merawat, apalagi membuat taman mini ini, hehehehhee….

Dengan sedikit bekal selama kuliah di program hortikultura, berikut saya akan berbagi pengalaman cara membuat mini garden ini. Bahan yang digunakan digolongkan menjadi 4 besar yaitu: pot, medium, tanaman dan batuan/hiasan.

Pot, umunya yang yang digunakan sebagai taman mini adalah pot yang permukaannya luas dan tidak terlalu dalam, pot tipe seperti ini umumnya digunakan untuk tanaman bonsái. Bahan pot yang digunakan bisa apa saja, tetapi umunya semen dan keramik. Sedangkan ukuran dan warna bisa disesuaikan dengan selera dan kebutuhan, ini tergantung bagaimana kita memadupadankan warna pot , tanaman, dan lingkungannya. Saya sendiri lebih senang memilih pot keramik berwarna gelap.

Medium, atau media tanam, terdiri dari kompos atau media tanam siap pakai. Jika kita malas membeli, kita bisa mengambil tanah di halaman yang di campur tanah bekas bakaran sampah hijau. Kelebihan media tanam siap pakai biasanya jauh dari penyakit. Pecahan arang juga perlu sebagai media di bagian dasar pot, selain mendukung aerasi dan draenasi, sifat arang yang menyerap racun sangat bagus untuk kestabilan media tanam.

Tanaman, nah bagian ini merupakan inti dari taman mini, pemilihan tanaman sangat penting untuk menciptakan taman yang berkarakter dan berumur panjang. Jenis tanaman yang digunakan umunya adalah tanaman sukulen (tanaman yang menyimpan air dan kuat terhadap kekeringan), seperti agave, kaktus, Haworthia, Jenis cocor bebek, sansivieria, adhenium, dll. Tanaman seperti paku-pakuan, lumut, tanaman air, dan tanaman berdaun kecil umumnya dapat juga digunakan. Saya biasanya memilih persamaan sifat kebutuhan air dalam memilih tanaman dalam satu taman, tanaman sukulen biasanya tidak memerlukan banyak air dan memiliki pertumbuhan lambat sehingga bisa dipadupadankan dengan sesama sukulen. Sedangkan tanaman paku , tanaman “banyak air” atau tanaman air bisa dipadukan dalam satu pot. Hal ini nantinya mempermudah perawatan dan penyiraman.

Batu dan Hiasan, batu apa saja bisa digunakan, kita bisa memilih batu-batu yang berukuran atau berwarna sama yang sering kita temui di taman atau sungai, atau bisa pula menggunakan pecahan karang yang kita peroleh dipantai. Untuk batuan kecilnya saya biasanya menggunakan pasir pantai, pasir malang atau pasir bali. Kreatifitas kita dituntut untuk memadupadankan batu-batuan ini.

Hiasan lain biasanya tergantung kreatifitas kita, pada gambar nanti kita akan lihat bermacam hiasan dan pernak-pernik mini yang bisa menambah cantik taman kita.

Langkah-langkah berikutnya;

  • Tema, taman bertema apakah yang ingin kita buat? Taman gurun? Taman pantai? Taman air? Taman campuran? Tema ini akan mempengaruhi pilihan tanaman dan hiasan, tidak mungkin kita menanam teratai kerdil di dekat kaktus bukan?

  • Jika kita sudah siap dengan bahan dan tema, saatnya menyusun media dalam pot. Pada gambar kita bisa lihat, bagaimana pecahan arang diletakkan di bagian dasar pot, kemudian disusul media tanam. Seperti pada gambar kontainer kecil dari plastik bisa ditambahkan sebagai wadah menanam tanaman air/tahan air.

Tips dari saya, kita bisa menambahkan kain kasa atau kain perca di dasar pot sebelum meletakkan arang, menghindari remah remah media keluar dari lubang pot saat kita menyiram.

  • Setelah pot terisi dengan media, saatnya kita membuat ancang-ancang desain taman kita. Kita mulai bisa menyusun secara kasar letak tanaman di atas media. Jika sudah OK, kita mulai bisa menanam tiap-tiap tanaman. Perhatikan tinggi tanaman, lebar tanaman, warna, dan point of interest dari taman kita.
  • Jika sudah, saatnya menutup sisa area kosong dengan pasi dan bebatuan. Tidak lupa pula hiasan-hiasan yang mempercantik taman.

Ini contoh taman mini yang saya buat sebulan yang lalu, keterbatasan jenis pot dan jenis tanaman di kampung tidak mengurangi niat saya untuk berkreasi di rumah, hehehehe…

Perawatan taman mini ini tidak lah terlalu rumit, yang utama adalah menjaga kebersihan, penyiraman (dengan hati-hati) apabila tanah telah kering atau seminggu sekali, menjemur taman satu kali atau dua kali seminggu. Taman sukulen dapat diletakkan di tempat kaya cahaya, tetapi hindarkan dari hujan dan air yang berlebihan. Sedangkan taman yang terdiri dari paku-pakuan, lumut dan tanaman air dapat diletakkan di tempat dingin dan teduh, bahkan di luar ruangan (tidak masalah terkena hujan ringan).

Jika dirasa kondisi tanaman terlihat merana, kekuningan atau busuk itu kemungkinan adalah pertanda kekurangan hara atau kelebihan air. Kita bisa menambahkan pupuk NPK seimbang butiran secukupnya. Tanaman yang mati dan busuk harus segara dicabut dan diganti.

Selamat mencoba! Selamat berkreatifitas!

**Ini beberapa gambar hasil googling di internet. Semoga bisa memberikan gambaran mengenai jenis tanaman, tema, dan desain!

 

 

 

 

 

 

 

 


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 61 other followers