Frames, Green, Rustle and Sweet Tea

Tahu = Menderita

Kali ini saya membahas sesuatu yang  sebenarnya gak penting, tapi sok dibikin penting :D

 

“Orang yang banyak tahu adalah orang yang paling menderita”

 

Kira-kira begitu perkataan Aristoteles yang pernah saya baca di suatu majalah waktu saya kecil, sewaktu SMP, saya sempat memikirkan kata-kata singkat ini, apa maksudnya ya?

 

Terdengar iseng memang memikirkan sesuatu hal yang gak penting seperti itu, cuma toh akhirnya saya menemukan jawabannya tanpa harus membaca buku, buka internet, atau dikasih tahu oleh orang lain, benar-benar pemikiran lugu seorang remaja belasan tahun :P

 

Siapa orang yang banyak tahu?

Ilmuan, presiden, jendral, direktur, ulama, pelajar, kepala desa, kepala keluarga, dan lain-lain, setiap orang memiliki tingkat ke-tahu-an yang berbeda.

 

Siapa yang paling tidak banyak tahu?

Binatang, Bayi, anak-anak, orang gila, idiot, apatis, dan sejenisnya.

 

Antara dua golongan itu, siapa yang lebih riweh? Siapa yang lebih banyak pikiran? Siapa yang paling menderita? Terjawab kan… Hahahahahah…

 

Kasus 1:

Waktu kecil kita tidak tahu kalau tanaman butuh air untuk hidup. Kita cuek.

Kemudian saat kita SD, kita tahu bahwa tumbuhan butuh air. Kita menyiram tanaman.

Kemudian saat SMP-SMA, kita tahu tanaman butuh air untuk fotosintesis. Kita menyiram tanaman tiap hari secara teratur.

Saat dewasa kita mengenal kebutuhan air dan sifat tanaman, maka kita menyiram tanaman dengan “teknik”, tidak asal siram.

 

Makin ribet kan? Karena kita pada dasarnya kita makin banyak tahu. Orang gila di luar sana? Lempeng aja tuh…

 

 

Kasus 2:

“Mau kemana malam-malam begini?”

“Ke rumah temen di kampong sebelah”

“Lewat kuburan itu? Kan sering penampakan di sana..hiiiiiiiiii”

“serius???”

Kita kepikiran deh, ngayal aneh-aneh, akhirnya malah gak jadi berangkat. Siapa yang menderita? Yang tahu atau yang gak tau? :D

 

 

Kasus 3:

“Putrinya belum nikah bu?”

“Belum”

“berapa umurnya?”

“28”

“Anak gadis lewat 30, suka susah cari jodohnya lho bu…”

“Hah? Beneran?”

Bingung deh si Ibu mikirin putrinya, sampe gak bisa tidur , hahahhaha…

 

 

Kasus 4:

“Jaaaannnngggg, belajar! Maen terus! Kapan ulangan?”

“Besok mak!”

“Ya ampuuunnn, buru belajar, maen mulu ah!”

“Santai aja mak, gampang….”

Si emak lebih tahu gimana sulitnya yang namanya ulangan jaman sekarang, jadi dia lebih stres mikirin anaknya daripada anaknya sendiri, Hahahahaha….

 

 

Kasus 5:

“Gue harus belajar TOEFL dengan serius”

“Emang kenapa?”

“Buat beasiswa lha…”

“Untung beasiswa gue dalam negeri, gak perlu TOEFL gede…”

 

Orang menjadi belajar karena suatu alasan dan tujuan, orang menjadi menderita karena dia tahu apa tujuannya.

 

**

Sahabat,

Aristoteles menulis kata-kata itu memang tidak salah menurut saya, bahkan ternyata itu sangat manusiawi. Sangat polos. Tidak ada sebenarnya manusia yang mau menderita di dunia ini. Sudah bawaan manusia pengennya bebas, senang, dan gak banyak pikiran. Tetapi manusia juga di bekali akal dan ingatan, yang membuat manusia mau- tidak mau punya keistimewaan untuk “TAHU”.

 

Dengan TAHU itu, manusia mendulang dua hal, ketinggian derajatnya di mata Tuhan dan manusia lain, sekaligus menjadi yang menderita di dunia ini. Semakin banyak tahu, kita semakin pintar, semakin kita menjadi manusia yang berbudaya dan bertakwa, tetapi di sisi lain, kita sebenarnya juga menjadi yang paling menderita, yang memikirkan segala hal, memikirkan “bagaimana” dan “mengapa”.

 

Jika sahabat adalah orang yang sering menderita batín dan pikiran, ditempa masalah bertubi-tubi sampai rambut mau rontok, stres ini dan itu, tangis dan sedih. Selamat! Anda mungkin adalah orang yang banyak tahu! Dengan kata lain, bisa saja derajat atau “nilai” anda di mata manusia lain atau Tuhan cukup tinggi! Bisa jadi itu suatu kebahagiaan di sisi lain! Be positive!

 

Siap TAHU? Siap Menderita! Siap Bahagia! :D

***

 

Agar tidak terlalu menderita, saya kasih hadiah gambar cantik nih…

Nelumbo nucifera (Lotus)

Anda suka? Selamat anda sudah menyukai hasil jepretan saya :D

 

PS: Maaf ya hari ini prima sedang sedikit… tengil :mrgreen:

About these ads

63 responses

  1. Saya suka hasil jepretannya…
    Nyambung dengan postingannya….

    18 January 2011 at 4:59 PM

    • Kenapa nyambung…

      Nyambung, karena Hani baru baca buku yg dari PakDhe, cerita tentang lebah, bukunya tipis tapi banyak jakat2 filosofisnya, dan di akhir cerita ada satu kalimat ” kamu tida akan bisa keluar karena kamu sudah terlalu banyak tahu” saat si Buzz Bee ini dalam kesulitan….

      be positive aja, banyak masalah semakin (serasa) memiliki peranan penting kita dalam kehidupan ini :)

      Pemeran pembantu dalam Film aja jarang nongol….bener nggak?

      18 January 2011 at 5:02 PM

  2. mandor tempe

    Semakin banyak tahu semakin lebar payungnya untuk mengayomi mereka-mereka yang tidak tahu. Maka sebenarnya orang tidak tahu itu sedang mencari payung-payung besar untuk berlindung dari penderitaan karena ketidak tahuannya. Berbanggalah menjadi orang yang terpilih, orang yang “TAHU”

    18 January 2011 at 7:29 PM

  3. hahahha, gitu ya mas…err…aq…aq…gak tau aja deh.
    mas fotonya bagus…slamat, fotonya nambah satu orang lagi yg suka (koq aq jd diem mantengin fotonya terus-terusan ya?)

    18 January 2011 at 7:35 PM

  4. kata orang banyak tahu makin ribet..mending ga tahu apa-apa.. :D

    tapi bukankah orang yg berilmu itu memiliki derajat yang lebih tinggi dimata-Nya..

    btw aku suka hasil jepretannya mas..bagus..sekali-sekali aku donk yang di jepret.. :mrgreen:

    18 January 2011 at 8:03 PM

    • yup… ayo sini aku jepret *gimana caranya ya? :P

      20 January 2011 at 11:35 PM

  5. Saya belum tahu dan bahkan tidak tahu, saya ini banyak tahu apa enggak… :D

    18 January 2011 at 8:04 PM

    • om sudah tau banyak… saya yakin :D

      20 January 2011 at 11:34 PM

  6. Saya tidak tahu bahwa saya sudah tahu

    Akhirnya
    Saya tidak mau tahu apakah saya ini sudah banyak tahu atau belum banyak tahu

    So …
    Enjoy Belajar teruuuuussss …

    Salam saya

    18 January 2011 at 8:26 PM

    • mantep, wise sekali om… :)

      20 January 2011 at 11:34 PM

  7. Ann

    Sedang mencari tahu teknik foto macro
    S60 gak bisa :(

    18 January 2011 at 8:30 PM

    • waduh.. saya gak tau… yang penting focus dulu mas, blur bisa di olah di PS :)

      20 January 2011 at 11:34 PM

  8. Cuyyyy
    Kdangb menjadi manusia yang tahu itu merepotkan dan kadang menyakitkan
    Kadang gw berharap harusnya gw gak tahu aja,, he he he he
    Bener banget banyak tahu banyak menderita,, tapi dengan tahu,, mata gw lebih kebuka lebar,, lebih bisa memilih mana yang benar mana yang salah

    Btwwwww tumben postingannya bener
    Ha ha ha ha (^o^)

    18 January 2011 at 10:14 PM

    • yup…

      hehehehe…gak selamanya gw ababil kan… hahaahahahh

      20 January 2011 at 11:33 PM

  9. baru nyadar, ternyata bener juga ya
    banyak tau semakin banyak menderita
    banyak beban yg harus dipikul karena kita banyak tau
    makasihhhh,,postingannya bikin mikir

    18 January 2011 at 10:44 PM

    • bikin mikir, bikin menderita deh… hahahaha… sama2 mbak…

      20 January 2011 at 11:32 PM

  10. Orang yang banyak tahu memang berbanding dengan penderitaan, karena terlalu banyak mikir. Tapi setelah itu, dia jadi mengerti akan solusinya. Dari mengerti akhirnya dia menjadi paham. Nah, setelah paham, orang akan menemukan sesuatu yang disepakati bernama ‘bahagia’
    Wah saya suka hasil jepretannya. Warnanya seger..! Saya dong dipoto Mas, hehe..

    18 January 2011 at 10:55 PM

    • bener banget mas… :)

      20 January 2011 at 11:31 PM

  11. jadi ternyata menderita dan bahagia itu bisa dirasakan bersamaan ya? baru TAHU gua… :D

    19 January 2011 at 4:15 AM

    • nah lho… :P

      20 January 2011 at 11:31 PM

  12. emmh.. saya suka postingannya.. gampang dicerna tanpa ada kesan menggurui. Nice prim.. jarang2 saya bisa kecanduan bolak balik di blog orang… :D

    ngomong2, lotus bunga favorit saya selain mawar merah.. saya suka filosofinya.. :)

    19 January 2011 at 5:58 AM

    • makasih mbak… :)

      20 January 2011 at 11:31 PM

  13. r10

    terlalu banyak tahu bikin menderita, kalau di film2 action tokoh yg “terlalu banyak tahu” biasanya dikejar-kejar masalah :mrgreen:

    19 January 2011 at 6:07 AM

    • bener mas , hihihihiiih….

      20 January 2011 at 11:30 PM

  14. Konon tahu itu berkah.
    Tahu & tahu bgmn seharusnya mengarah ke bijak.
    Kalau sudah bijak rasanya tidak akan merasa menderita.

    Salam

    19 January 2011 at 8:16 AM

  15. kirain makan tahu jadi menderita ^^
    ya itu juga kalao mau lempeng-lempeng aja jadi g usah banyak tahu :D
    sipp dah ^^

    19 January 2011 at 11:09 AM

    • hihihihi…. gak boleh gt mas, banyak hal positif yang harus kita ketahui… :)

      20 January 2011 at 11:30 PM

  16. pertama komen bunganya dulu
    KERRREENNNN………
    (two thumbs up for prima) D

    aku gak tahu apakah sudah tahu apa belum
    masih mencari tahu apa yg belum tahu
    so………………keep looking for a new knowledges and experiences…….

    salam

    19 January 2011 at 12:14 PM

    • makasih bunda,

      iya bunda… maju terus! :D

      20 January 2011 at 11:29 PM

  17. Dalam beberapa bidang…Tingkat Ke-TAHU-an akan sesuatu itu perlu …
    tapi memang..ketika kita tahu lebih banyak…kita akan dijejali hal-hal riweuh…sehingga dalam melakukan sesuatu kita cenderung lebih “berproses” alias “setahap-demi-setahap”

    Menjadi orang yang TAHU akan menjadi menyenangkan tatkala kita PAHAM maksud dan tujuan dari KEINGINTAHUAN kita…
    he..he.. :D

    19 January 2011 at 12:24 PM

    • Yup, thanks mbak…

      20 January 2011 at 11:28 PM

  18. Saya jadi inget sebuah istilah bahasa inggris. Ignorance is bliss. Kadang ada hal2 tertentu yang lebih baik tidak kita ketahui. :)

    19 January 2011 at 12:37 PM

    • mantap! :D

      20 January 2011 at 11:28 PM

  19. betul betul betul..
    suka dengan kata2 ini..
    Orang menjadi belajar karena suatu alasan dan tujuan, orang menjadi menderita karena dia tahu apa tujuannya.

    maaf baru nongol..

    19 January 2011 at 2:56 PM

    • dro, kemana ajaaa????

      20 January 2011 at 11:27 PM

  20. Aku malah baru Tahu, kalo semakin kita Tahu itu semakin menderita, kalau gitu, trims ya mas Prims sudah menambahi penderitaan saya dengan memberi saya lebih banyak pengetahuan yang baru saya tahu di blog ini, haiyahhh,,, hahahhaha….

    tulisan ini, top bener dah.. :)

    19 January 2011 at 3:31 PM

    • Hahahahahh… gubrak… gak papa mbak iyha, makin banyak mikir, kita makin sering bahagia lho… :D

      20 January 2011 at 11:27 PM

  21. Bekunjung :)

    maaf baru sempat mampir

    19 January 2011 at 4:47 PM

    • monggo….

      20 January 2011 at 11:27 PM

  22. joe

    bila begitu, orang yang tidak tahu adalah yang paling bahagia ..

    19 January 2011 at 8:36 PM

    • :D waduh saya gak bilang gt ya…

      20 January 2011 at 11:26 PM

  23. yupz benar banget,,,prinsip inilah sebenarnya yang diterapkan oleh Bob Sadino (enterpreneur) melalui buku beliau yang aku baca berjudul belajar Goblok dari Bob Sadino, berikut salah satu tulisan beliau “berhentilah membuat rencana, apalagi target,,..karena semua itu hanya akan menjadi beban,,melangkah lah, bekerja bebas tanpa tekanan”

    19 January 2011 at 11:54 PM

    • waduh, serius nih mas? makasih mas tambahannya…

      20 January 2011 at 11:26 PM

  24. Kalau banyak tahu jadi banyak salah. kalau banyak salah jadi banyak dosa. Kalau banyak dosa jadi stress. Jadi intinya kalau banyak tahu bisa bikin stress :lol:

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    20 January 2011 at 12:14 AM

    • Hmm..bener juga mas…

      20 January 2011 at 11:25 PM

  25. Pantes ya semakin kita dewasa semakin ribet rasanya hidup ini hehehe…. :-)

    20 January 2011 at 7:36 AM

    • heheheheh… kira-kira begitu, banyak menderita, berarti akan banyak bahagia… :)

      20 January 2011 at 11:25 PM

  26. wah, ini sama banget dengan yang bos saya sering bilang, tapi dengan maksud becanda.

    bagi kami yang berprofesi sebagai environmentalis, semua tindakan yang kami lakukan mengacu pada keberlanjutan Bumi…. jadi kalau kita melakukan hal di luar batas (walaupun kata orang lain itu tetap normal), kami jadi punya semacam konflik batin di dalam hati.

    tapi lantas itu jadi alasan untuk menderita. sebenarnya, dengan punya visi hidup saja, itu adalah suatu anugerah. bukankah kita sebaiknya tahu kebenaran walaupun itu pahit ketimbang tidak pernah tahu kebenaran?

    pada akhirnya, menderita atau bahagia ditentukan oleh pola pikir kita masing-masing. kalau berani menjadi beda dengan orang lain, berbedalah seberbeda-berbedanya, termasuk dalam pola pikir :)

    20 January 2011 at 8:08 AM

    • ups, salah tulis. maksudnya “tapi lantas itu bukan berarti bisa jadi alasan untuk menderita”

      20 January 2011 at 8:09 AM

    • Pemikiran yang dalam mbak rime… :)
      Pola pikir orang yang pendek akan pasti menderita sedangkan orang yang percaya dan jauh ke depan akan tidak merasa menderita…

      20 January 2011 at 11:24 PM

  27. Setelah “tahu” gambar diatas saya semakin mikir tentang lebah, bagaimana makannya, tidurnya, juga cara terbangnya. ternyata semakin banyak tau semakin bingung juga ya…:)

    20 January 2011 at 10:27 AM

  28. hehehe
    ya juga ya
    sekarang kita tahu ngeblog itu asyik
    bisa jadi kita menderita kalo gak ngeblog
    saya beberapa hari gak ngeblog :D

    20 January 2011 at 10:49 AM

    • aduh… penderitaan baru… hihihihihii….

      20 January 2011 at 11:22 PM

  29. waahh bunganya keren,syapa yah yang foto..*jangan gr,*heheh..
    nchie tertarik kasus 1,dari dulu ampe sekarang gak suka menanam bunga dan pohon dan ga mau tahu soalnya banyak ulet dan rasanya ribet banget hihi..*aneh nih cewe tapi ga suka*

    20 January 2011 at 11:20 AM

    • Hahahahhaha… karena mbak tau ada ulatnya itu, makanya mau nanam tnaman jadi ogah, wkakakakaka…..

      20 January 2011 at 11:22 PM

  30. benar apa kata eyang aristoteles, buktinya kalau saja saya tidak tahu tentang design dan animasi, maka saya tidak harus belajar dan berlatih tiap hari, tidak perlu repot mengajarkanya.

    Tapi saya ga menderita kok prim.. kalau saja saya tidak tahu tentang sahabat bernama prima, maka saya tidak akan merasa sebahagia ini memiliki sahabat yang berbagi ilmu.

    salam hangat dari Kota medan

    20 January 2011 at 1:44 PM

    • Itu lha mbak, dibalik repotnya itu tersimpan kebahagiaan… :D makasih mbak jum…

      20 January 2011 at 11:21 PM

  31. Suka banget sama kalimat ini: “Dengan TAHU itu, manusia mendulang dua hal, ketinggian derajatnya di mata Tuhan dan manusia lain, sekaligus menjadi yang menderita di dunia ini. Semakin banyak tahu, kita semakin pintar, semakin kita menjadi manusia yang berbudaya dan bertakwa, tetapi di sisi lain, kita sebenarnya juga menjadi yang paling menderita, yang memikirkan segala hal, memikirkan “bagaimana” dan “mengapa”. :)

    20 January 2011 at 2:48 PM

    • Thanks mbak… :D

      20 January 2011 at 11:20 PM

  32. Carilah pengetahuan dalam akal yang berbudi dan bernurani.
    Semoga kita bisa ditinggikan lagi derajatnya oleh yang maha kuasa.

    Salam.. .

    20 January 2011 at 4:22 PM

    • yup…thanks mas…

      20 January 2011 at 11:19 PM

  33. nana

    wuaahhh..Prim..q udh trlanjur kcanduan sm “Tahu”
    klu “Tahu=Menderita” brarti para penyuka “Tahu” = Masochist dOnk Prim..hehe :-D

    22 January 2011 at 7:41 AM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 62 other followers